Kaisar Langit Generasi Ketiga

Kaisar Langit Generasi Ketiga
Episode 22 ( negoisasi siluman laba-laba)


__ADS_3

Putri mimpi akhirnya telah sampai di tempat kediaman siluman laba-laba dan rupanya siluman laba-laba tidak mengetahui kehadiran putri mimpi karena unsur tubuh putri mimpi terbentuk dari elemen mimpi semu yang tak berbentuk secara nyata.


Dengan mudah, putri mimpi berhasil masuk ke dalam suatu ruangan khusus dimana bunga keabadian telah di simpan.


Saat putri mimpi hendak mendekati bunga keabadian, timbul angin yang kencang dan bunga keabadian bergerak-gerak pertanda dia telah terusik. Siluman laba-laba penjaga bunga keabadian pun melapor kepada pemimpin mereka karena ada kejanggalan yang terjadi pada bunga keabadian milik mereka.


"Tuanku, tampaknya ada hal yang aneh menimpa bunga keabadian milik kita" ucap siluman laba-laba penjaga


"Hem, baiklah, aku akan pergi untuk melihatnya"ujar pemimpin klan laba-laba yang bernama Takhosu.


Takhosu pun pergi menuju ke tempat dimana bunga keabadian berada dan ternyata bunga keabadian milik mereka tetap menunjukkan gerakan aneh pertanda jika ada makhluk asimg yang sedang mengintainya.


Setelah mengetahui kejanggalan yang terjadi, Takhosu memerintahkan seluruh klan laba-laba untuk menjaga bunga keabadian.


"Teman-temanku"


"Kali ini, kita kedatangan makhluk asing yang tak bisa kita lihat secara nyata"


"Sepertinya, makhluk asing ini akan mengambil bunga keabadian milik kita"


"Untuk itu, aku meminta seluruh klan laba-laba jangan ada yang tertidur" perintah Takhosu.


Akhirnya, seluruh siluman laba-laba mengitari bunga keabadian untuk menjaga keberadaannya agar jangan sampai makhluk asing mengambil nya dengan mudah.


Putri mimpi yang saat itu berada di sekitar bunga keabadian tampak gusar karena usahanya tak begitu berjalan mulus. Melihat ketatnya pertahanan siluman laba-laba yang menjaga bunga keabadian, dirinya tak bisa berbuat banyak.


"Ah, sepertinya usahaku sia-sia"


"Apakah aku harus masuk ke dalam mimpi siluman laba-laba?"


"Tapi, aku sulit untuk memasukinya karena mereka sudah bersepakat tidak akan tidur"


"Ah, aku harus bagaimana" gumam putri mimpi dalam hati.


Putri mimpi terus memikirkan bagaimana cara agar bisa memperoleh bunga keabadian yang saat ini sudah berada di depannya.


Putri mimpi pun melihat ke sekeliling dan pandangannya tertuju kepada dedaunan yang ada di samping kanan dan kiri bunga keabadian.


Dengan sedikit nyali yang masih dimilikinya, putri mimpi terbang dan sampailah dirinya tepat di dekat bunga keabadian.

__ADS_1


Gerakan bunga keabadian semakin kencang meliuk kekanan dan ke kiri padahal tak ada angin yang berhembus kala itu. Melihat keanehan yang terjadi, siluman laba-laba mulai bersiap mengeluarkan energinya agar bunga keabadian tetap terjaga keamananya.


Melihat situasi yang semakin genting, salah satu siluman laba-laba mengucapkan mantra suci budha dan akibat mantra yang diucapkan, siluman mimpi berhasil diketahui keberadaannya oleh siluman laba-laba.


"Ah..." pekik putri mimpi dan akhirnya tubuh putri mimpi terjatuh di hadapan seluruh siluman laba-laba yang saat itu sedang berjaga.


"Oh, rupanya kau putri mimpi"


"Mengapa kau datang kemari tanpa meminta ijin kepada kami?"


"Apa yang kau inginkan sehingga kau nekat ingin mencuri bunga keabadian milik kami?" ujar salah satu pemimpin siluman laba-laba yang bernama Takhosu.


Melihat dirinya sudah tertangkap basah oleh sekawanan siluman laba-laba, akhirnya putri mimpi mengakui seluruh perbuatannya kepada mereka


"Oh siluman laba-laba yang agung, maafkan aku karena telah lancang pergi ke kawasan terlarang dimana bunga keabadian berada di sini" ujar putri mimpi sambil menundukkan kepalanya


"Ketahuilah siluman laba-laba, aku datang ke wilayah kekuasaanmu, karena aku ingin membantu menyembuhkan salah satu teman ku yang bernama Hirokisu" ujar putri mimpi kepada siluman laba-laba.


"Ketahuilah putri mimpi, bunga keabadian jika sudah dipetik, butuh seribu tahun lagi untuk tumbuh"


"Kami merawatnya dari generasi ke generasi berikutnya dan itu sangat melelahkan"


"Tak sembarangan orang bisa memetiknya, bahkan kamipun juga belum tentu bisa memetiknya karena klan kami hanya bertugas sebagai penjaga bunga keabadian dari kerusakan"


Hem, baiklah Takhosu, aku paham


"Kalau begitu, bolehkah sekarang aku berbicara dengan bunga keabadian?"


"Aku ingin mengatakan bahwa Hirokisu butuh pertolongannya dan hanya bunga keabadian yang bisa menyembuhkan luka yang dideritanya"


"Aku sudah berusaha datang kemari untuk mencarikan obat untuknya dan aku tak ingin kembali dengan tangan hampa"..


"Aku harap, kau mengijinkan aku untuk berbicara langsung dengan bunga keabadian sekarang juga" ucap putri mimpi sambil menunjukkan wajah memohon agar supaya siluman laba-laba iba kepadanya.


Melihat keseriusan putri mimpi, takhosu berkata


"Putri mimpi, kalau begitu aku akan mengijinkan mu berbicara langsung dengan bunga keabadian"


"Kami hanya mampu menolong mu untuk berbicara kepadanya"

__ADS_1


Kalau masalah setuju tidak nya bunga keabadian membantumu, sudah diluar kewenangan kami"


"Hanya bunga keabadian yang bisa menentukan apakah dia mau membantumu atau tidak"


"Jika dia bersedia membantumu, maka suatu keberuntungan yang besar buatmu karena sejak awal tumbuh, bunga keabadian hanya sekali membantu menyembuhkan seorang makhluk" ujar Takhosu kepada putri mimpi


"Baiklah takhosu"


"Aku akan memcoba memohon kepadanya"


"Siapa tau dia mau membantuku menyembuhkan Hirokisu yangs saat ini sedang terluka" ucap putri mimpi kepada takhosu.


Setelah berkata demikian, putri mimpi berjalan menuju ke arah dimana bunga keabadian tertanan dengan kuat dan setelah jarak antara putri mimpi dan bunga keabadian sudah dekat, putri mimpi segera mengutarakan maksud kedatangannya kepada bunga keabadian.


"Wahai bunga keabadian yang agung"


"Aku meminta pertolongan kepadamu"


"Teman ku yang bernama Hirokisu sedang terluka dan saat ini sangat membutuhkan sari bunga mu untuk menyembuhkan lukanya" ucap putri mimpi memohon.


Bunga keabadian pun mendengar permohonan putri mimpi dan langsung menjawabnya


"Hai putri mimpi, tunjukkan satu barang milik Hirokisu yang saat ini kau bawa" ucap bunga keabadian


"Barang apa?"


"Aku tak membawa barang satupun miliknya" ucap putri mimpi kepada bunga keabadian.


"Putri mimpi, jika kau tak dapat menunjukkan identitas penerima bantuan ku, aku tak bisa membantumu karena bantuan ku tidak sembarang orang bisa menikmatinya"


"Sekarang, pergilah dari sini karena aku ingin beristirahat" ucap bunga keabadian kepada putri mimpi


" Wahai Bunga keabadian, aku mohon tolonglah aku sekali saja" ucap putri mimpi mencoba meminta bantuan kepada bunga keabadian.


"Putri mimpi, bukankah aku sudah bilang, aku tak bisa membantumu jika aku tidak mengetahui identitas siapa yang aku tolong?"


Kau harus menunjukkan sesuatu yang berhubungan dengan Hirokisu


"Dengan itu, aku bisa mencium aroma tubuhnya "

__ADS_1


"Apakah pantas tidak nya aku memberikan pertolongan kepadaanya"


Putri mimpi tertunduk lesu mendengar jawaban bunga keabadian yang tetap kokoh pada pendiriannya.


__ADS_2