
Iblis ming tetap merasakan hal yang menyayat hatinya. sosok sioming yang menjadi pujaan hatinya dan bisa menjadi penyemangat hidup nya untuk memimpin klan iblis sudah tidak ada lagi.
Hatinya telah tertutup api cemburu tanpa memikirkan apa-apa lagi selain ingin membunuh siluman ulat sutra dan merebut kembali cinta Sioming.
Seluruh tenaganya dikerahkan hanya untuk pergi mengejar pelarian siluman ulat sutra dan Sioming
Iblis ming mulai menambah kecepatannya dan hal itu membuat alam siluman menjadi bergetar hebat karenanya.
Getaran itu sampai kepada dewa bumi. Bumi mulai menunjukkan sifat tak bersahabat. terjadilah gempa di mana-mana.
Banyak manusia yang mati sia-sia akibat gempa bumi yang terjadi.
Situasi bumi yang porak poranda membuat dewa bumi mulai berpikir keras bagaimana cara untuk mengatasi masalah ini.
"Kali ini, aku harus bertindak" ujar dewa bumi sambil menghentakkan kaki nya ke tanah.
Dari dalam tanah, muncullah berbagai bentuk maklhuk yang kesemuanya adalah pengikut dewa bumi.
"Oh dewa bumi, ada apa kau memanggil kami?" tanya salah satu pengikut dewa bumi yang bernama peri pohon.
"Hai peri pohon, kali ini aku membutuhkan bantuan mu"
"Kau harus merayu dan menjelma menjadi sioming untuk menenangkan hati iblis ming"
__ADS_1
ucap dewa bumi sambil menatap peri pohon dengan tatapan cemas.
"Dewa bumi, kau tau aku hanyalah peri pohon"
"Aku hanya bisa menggunakan waktuku sebentar saja untuk pergi beranjak dari bumi ini karena aku tak bisa hidup jika tak berpijak di bumi dalam waktu yang lama" jawab peri pohon dengan nada pelan.
"Aku tau peri pohon"
"Tenang saja"
"Aku akan selalu bersamamu kemana kau akan pergi"
"Jika kau membutuhkan ku, aku akan segera memberikan saripati tanah untuk bekal mu nanti" ujar dewa bumi
"Kalau begitu, aku dengan senang hati akan membantumu" ucap peri pohon dengan nads penuh semangat.
Akhirnya, Peri pohon segera berlari ke langit untuk mencegah iblis ming terbang melesat lebih jauh lagi dan beberapa kemudian peri mohon menemukan iblis ming sedang terduduk di langit ke tiga. Tampaknya iblis ming sedang beristirahat untuk memulihkan tenaga nya yang terkuras habis akibat amarah liarnya.
Peri pohon segera menjelma menjadi sebatang pohon dan dengan serta merta menauingi tubuh iblis ming dari sengatan dewa matahari yang membakar.
"Oh, pohon apakah ini?"
"Mengapa tiba-tiba berada di dekatku tanpa seijin ku?"
__ADS_1
"Sungguh berani dia"
"Sepertinya, dia belum tahu siapa aku sebenarnya" gumam iblis ming dalam hati.
Diam-diam iblis ming memanjat pohon yang merupakan penjelmaan dari peri pohon. Sesampai di puncak pohon, iblis ming mencabut mahkota yang ada di kepala peri pohon dan hal itu membuat penyamaran peri pohon selesai sampai di situ
"Au sakit.." teriak peri pohon sambil memegangi rambutnya
"Oh rupanya kau peri pohon"
"Ada apa kau sampai pergi ke langit ke tiga menemuiku?" tanya iblis ming dengan wajah sinis.
"Bukankah kau tak akan bisa bertahan lama di negeri langit ini?"
"Atau kau disuruh oleh seseorang untuk menyerangku?" tanya iblis ming dengan tatapan penuh curiga.
Peri pohon yang sejatinya sudah mengetahui bakalan terjadi hal ini mencoba dengan segala cara agar suasana menjadi mencair.
"Iblis ming, maafkan aku"
"Bukan nya aku mengikutimu"
"Aku telah mendapatkan kabar dari beberapa peri penghuni bumi bahwa kau sedang tidak baik-baik saja" jawab peri pohon dengan nada suara yang datar untuk menghindari kemarahan iblis ming yang mungkin tak bisa dikendalikan nya lagi.
__ADS_1