
Perjalanan yang melelahkan dilalui oleh Siluman ulat sutra hanya untuk menemui Jin min sang kekasih hatinya.
Sementara itu Sioming yang merupakan reinkarnasi dari Jin min dan ibils ming rupanya telah sampai duluan di negeri langit dimana Hirokisu dan bala tentaranya telah menunggu kedatangannya.
Selain bala tentara langit, rupanya iblis Samun dan semua pengikutnya juga turut berjaga di perbatasan negeri langit.
Mereka berencana ingin membunuh iblis ming untuk merebut kerajaan iblis dari tangan iblis ming tanpa perlu mengeluarkan banyak tenaga karena iblis Samun yakin dirinya akan dibantu oleh tentara langit yang saat itu berada di bawah perintah Hirokisu.
" Iblis Samun, aura iblis ming sudah tercium dan sepertinya dia berada tak jauh dari temoat kita sekarang" ucap Hirokisu sambil mempersiapkan tongkat ajaib miliknya.
"Benar Hirokisu"
"Iblis ming telah berada tak jauh dari tempat kita saat ini"
"Dia bersama siluman ular betina sedang menuju ke mari" ucap iblis Samun sembari melihat ke arah dimana kiranya iblis ming akan muncul di hadapannya.
"Kalau begitu, siapkan formasi penuh"
"Kau beserta bala tentara iblis berada di baris terdepan supaya bisa mencegah iblis ming memasuki negeri langit" ucap Hirokisu kepada iblis Samun
"Baiklah Hirokisu"
"Kami akan melaksanakannya" ucap iblis Samun
Akhirnya, formasi perang telah tersusun rapi dan beberapa lama kemudian, sampailah iblis ming dan Sioming ke tempat dimana Hirokisu dan iblis Samun mempersiapkan benteng pertahanan untuk melawan dirinya.
"Hai iblis Samun, rupanya kau telah menjalan kan tugasmu dengan baik"
"Aku sangat bangga kepadamu" ucap iblis ming tanpa curiga bahwa bahaya telah mengintai nya .
Iblis Samun hanya terdiam menanggapi ucapan dari iblis ming. Dirinya langsung memerintahkan bala tentara iblis untuk mempersiapkan senjatanya guna menghadapi iblis ming yang saat itu berada tepat di hadapan mereka.
"Ayo, siapkan senjata kalian sekarang"
"Musuh kita yang sebenarnya telah berada di hadapan kita"
"Kita bunuh iblis ming dan Sioming saat ini juga" ucap iblis Samun memberikan perintah.
"Siap yang mulia" jawab seluruh bala tentara iblis
Melihat sikap iblis Samun yang diluar dugaan nya, iblis ming terlihat sangat marah. Seluruh urat nadinya keluar dan otot-ototnya membesar.
"Ahhhhkhh" iblis ming berteriak sangat keras dan hal itu membuat segala penduduk langit menutup telinga mereka karena kebisingannya.
Tak terkecuali, rakyat iblis yang tergabung dalam tentara dibawah kepemimpinan iblis Samun juga tak tahan dengan teriakan iblis ming.
Mereka serentak menutup telinga mereka secara bersama-sama. Dibelakang formasi tentara Iblis, terdapat hirokisu yang juga tak betah mendengar suara iblis ming yang sangat mengganggu pendengarannya.
Untungnya, sahabat setianya yaitu tongkat naga laut timur menutupi telinga Hirokisu sehingga lambat laun, Hirokisu tak begitu terganggu dengan teriakan dari iblis ming.
__ADS_1
"Hem, tongkat kesayangan ku, kau sungguh hebat"
"Kemampuan mu tak bisa diragukan lagi"
"Jika kau menemaniku setiap waktu, pastinya aku tak perlu kawatir akan bahaya yang menimpaku kelak di kemudian hari" ucap Hirokisu sambil melihat ke arah kanan dan kiri untuk melihat reaksi para prajuritnya yang terlihat menutupi telinga mereka masing-masing
Sementara itu Di bumi, Dewa bumi juga mendengar teriakan dari iblis ming dan hal itu membuat semua perabot dan alat makan milik dewa bumi hancur berantakan
"Ada apa lagi ini?"
"wilayahku mulai gempa lagi"
"Sepertinya akan ada peperangan dahsyat antara negeri iblis dan negeri langit" ujar dewa bumi
di samping dewa bumi, yaitu istri dan selir kesayangannya dengan cekatan membereskan alat makan dan minum milik dewa bumi yang berserakan di lantai.
"Suamiku, aku akan membereskan peralatan mu yang terjatuh"
"Kami harap, situasi bumi masih aman" ucap salah satu selirnya.
Setelah berteriak dan dirinya sedikit puas, iblis ming segera memaki iblis Samun dengan berkata
"Iblis Samun, dasar kau pengkhianat"
"Kau kemanakan sebagian bala tentaraku?" tanya iblis ming dengan nada sangat keras
"Semua bala tentara yang berpihak padamu, sudah aku bunuh"
"Sekarang, yang ada di hadapanmu adalah bala tentara iblis yang telah lama berpihak padaku" ucap iblis Samun dengan santainya.
"Dasar kau iblis yang licik"
"Atas dasar apa kau tega sekali berkhianat kepadaku"
"Aku tak pernah membuatmu sengsara selama di negeri iblis"
"Bahkan, kau sudah aku percaya menjadi panglima perang negeri iblis" ucap iblis ming sambil menatap wajah iblis Samun dengan penuh kebencian.
"Ketahuilah iblis ming, kau telah membunuh kekasih ku di istana laut timur"
"Apakah kau lupa?" ucap iblis Samun mengingatkan semua perbuatan iblis ming yang sampai sekarang membekas dalam ingatan nya.
Iblis ming terdiam sejenak dan mencoba mengingat-ngingat akan hal yang pernah dilakukannya di masa lampau.
Tak menunggu waktu lama, iblis ming akhirnya bisa mengingat perbuatan yang dianggap sepele baginya namun sudah melukai iblis Samun sehingga membuat iblis Samun berbalik memeranginya.
"Ah, kau iblis Samun"
"Sungguh sangat bodoh kau menyukai kaum peri"
__ADS_1
"Mereka adalah maklhuk yang lemah"
"Wajar aku membunuhnya karena dia memang tak berguna buatku" ucap iblis ming sambil mempersiapkan senjata yang ada di punggungnya.
"Iblis ming, asal kau tau"
"Akibat perbuatan mu ini, segala hal tentang persekutuan kita di negeri iblis akan terputus"
"Aku akan menjadi musuhmu"
"Kau tak punya peran di negeri iblis karena seluruh bala tentara iblis berhasil aku kendalikan" ucap iblis Samun sedikit menantang iblis ming.
"Beraninya kau"
"Prajurit iblis, apakah kau akan tetap berada di belakang iblis Samun untuk memberontak kepadaku?" tanya iblis ming kepada para prajurit iblia yang saat itu telah berada di bawah perintah iblis Samun.
Tak ada yang berani menjawab pertanyaan dari iblis ming.
"Kenapa kalian diam?" tanya iblis ming penuh amarah.
Pertanyaan iblis ming rupanya sia-sia. Prajurit iblsi terdiam karena mereka semua telah berada di bawah kendali iblis Samun yang sejak awal memperhatikan segala kemajuan mereka dalam berperang.
"Iblis Ming"
"Lihatlah"
"Tak ada satupun prajurit iblis yang berada di pihakmu"
"Sekarang, kepemimpinan alam iblis berads di tanganku"
"Kau tak punya siapa-siapa"
"Waktu kematian mu telah dekat"
"Jika kau tak mau mati sia-sia menyerahlah sekarang"
"Paling tidak, kau akan berada di pejara bawah tanah dan tak mati sia-sia" ucap iblis Samun sembari menunjukkan wajah sinis.
"Iblis Samun, iblis ming masih punya aku, pengikut setianya" tiba-tiba Sioming menjawab perkataan yang dilontarkan iblis Samun
"Oh, rupanya kau siluman ular betina"
"Apa daya mu?"
"Kau siluman yang baru saja terlahir"
"Dari segi kekuatan, kau sangat lemah"
"Kau juga seorang iblis wanita, kau tak kan bisa melawan kami" ucap iblis Samun sembari menunjukkan wajah sedikit mengejek.
__ADS_1