KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
part 2 Nasehat Bapak


__ADS_3

Pagi harinya saat mengambil air dari sumur aku masih merasa was was agak trauma dengan kejadian semalam untung ada bapak jadinya aku agak tegar.Ini rutinitas diriku saat pagi setelah solat subuh mengambil air di sumur bersama bapak, bapak mengambil kendali setir sedangkan aku mendorong dari belakang hanya bermodal sepeda ontel dan gerobak untuk di isi dua drijen di kanan kiri sepeda . Sambil berjalan pulang saat sudah menjauh dari sumur aku menceritakan kejadian semalam.


"Begini pak semalam aku sakit perut saat ngaji dan dimas menungguku saat buang hajad"ucapku terpotong cerita.


"Setia kawan sekali dimas ,kamu buang hajad di tungguin"canda bapak terkekeh kecil.


"Ish bapak nih suka motong cerita aja, adi serius pak "protes ku.


"Maafkaen bapakmu ini bambang"canda bapak lagi.


"Nama anak bapak ini supriadi bukan bambang ,markonah"ucapku ikut masuk candaan bapak dan kami tertawa bersama.


"Terus kamu mau cerita apa di? "tanya bapak jika sudah bertanya begini, bapak biasanya akan serius dan gak bercanda lagi.


"Sampai di mana tadi pak? "tanyaku lupa.


"Buang hajad tapi kamu sudah cuci tanangkan? "goda bapak lagi.


"Bapaaak "ucapku kesal.


"Hahahha maaf bapak gak akan bercanda lagi "ucap bapak.


"serius ini pak! "ucapku


Bapak mengangguk meng-iyakan tanpa menoleh ke arahku .


"Setelah buang hajad aku dan dimas mau balik ke laggar pak ,tapi ketemu sama nenek -nenek"ucapku berhenti bercerita.


"Kenapa berhenti di?"tanya bapak.


"Ngetes bapak aja takutnya bercanda lagi"ucapku.


"Kan bapak sudah bilang gak akan bercanda lagi, teruskan "ucap bapak jika sudah begini maka boleh di teruskan.


"Aku dan dimas menghampiri nenek itu pak, aku tanya ke nenek itu apa mau mengambil air nenek itu cuman mengangguk tanpa berbicara lalu aku mengambilkan air itu nenek itu pak,setelah itu aku pergi sama dimas saat melewati nenek itu aku mencium bau singkong bakar, akukan iseng menoleh ternyata nenek itu sudah menghilang saat aku masih berpikir tiba-tiba dimas menarik tanganku berlari pak, kata dimas sumur itu angker apa betul pak?"tanyaku pada bapak.


"Iya sumur itu memang angker di tapi bapak sampai sekarang tidak pernah melihat penampakan eh malah menampakkan ke kamu, itu pelajaran bagi kamu Di jika di tempat angker jangan lupa baca doa untuk selalu mengingat yang maha kuasa"nasehat bapak.


"Iya pak"ucapku. Tidak terasa sambil gobrol ternyata sudah sampai rumah.


"Assalamualaikum emak... mak "salamku.


"Waalaikumsalam"balas emak.

__ADS_1


Aku mendudukan bokangku ke lenchak untuk melepas penat mengambil kipas tangan mengipas pada badan dan selonjoran.


"Di nanti kalo ada blonjo tolong beliakan sayur shoap dan ikan jika ada ikan mujair ya ,mak mau cuci baju "ujar emak memberikan uang 20.000 pecahan 5.000.


"Siap buk bos "ucapku langsung berdiri memberi tanda hormat.


"Kamu ini ada-ada saja"ucap mak terkekeh melihat tingkahku.


Jika kamu tidak bisa memberikan uang dan dunia ini untuk kedua orang tuamu setidaknya berilah senyuman di bibirnya~ Supriadi .


--------


"Bang sayur soap nya ada "tanyaku agak keras berteriak karena tukang sayur ini agak tuli jadi para emak-emak menjulikinya blonjo tuli.


"Iya ada ,mau berapa?"tanyanya.


"Satu ,kalo ikan ada ikan apa aja bang? "tanyaku lagi.


"Eh bang di tanyain tuh "ucap ibunya dimas memukul lengan abang blonjo.


"Eh iya apa?"tanyanya.


"Kalo ikan ada apa aja bang?"ucapku lagi dengan intonasi suara yang lebih tinggi.


"Kalo sama kamu kapan ikan turun bang ! yang ada murah di bilang mahal "protes para ibu-ibu.


"Serius bu ! saya cuman ngambil untung 1000-2000 "ucap abang blonjo membela sedangkan aku hanya diam menyimak tidak percaya yang di ucapkan blonjo, kata emak biasanya penjual tidak akan memberikan barang jika itu bisa membuat mereka rugi .


"Alah! kami gak percaya bang "ucap ibu yang lain memukul abang blonjo dengan sayur kangkung.


"Kalo ibu gak percaya gak papa tapi jangan rusakin dagangan saya bu!"ujar bang blonjo.


ibu itu hanya tersenyum.


"Di, katanya semalam kamu ngeliat hantu sama dimas ya?"ujak emak gendut itu julukan para anak-anak pada bu suminah karena berbadan gendut dan perut buncit kata anak-anak begitu sih tapi memang gendut .


"Iya bu"ucapku sopan.


"Beneran Di tapi dimas gak cerita sama buk le ?"tanya ibunya dimas. Ternyata berita semalam langsung menyebar luas meski tidak ada alat komunikasi seperti hp,ternyata mulut pun kadang lebih cepat!.


"Iya le "jawabku.


"Sumur itu memang angker Adi dulu bibik mau mengambil air sebelum subuh di karenakan sesudah sholat subuh bibik langsung mulong tembakau "ujar bibik subaidah.

__ADS_1


"Terus bibik lihat penampakan apa?"tanyaku.


"Awalnya bibik mendengar orang menangis bibik heran siapa yang nangis?,bibik celingak celinguk cari orangnya tapi tidak ketemu sampai akhirnya bibik mendengar orang ketewa ternyata ada kuntilanak yang nongkrong berayun di atas pohon jati "ujar bibik subaidah bercerita.


"Terus apa yang kamu lakukan dah?gak takut?"tanya ibu yang lain aku mengangguk setuju dengan pertanyaan tersebut.


"Jangan di tanyain lagi dong, ya aku lari gak mikirin drigen yang aku bawa sampai aku jatuh karena sandal putus di ketawain sama kuntilanak itu, eh saat mulai pagi aku pergi mau ngambil drigen yang aku bawa ternyata sudah di gondol maling "ujar bibik zubaidah mengakhiri cerita bukannya membuat kami merasa takut tapi kami tertawa terbahak -bahak mendengar cerita bibik subaidah🤣.Setelah mendengar dan ketawa mendengar cerita bibik subaidah sampai lupa aku belum beli ikan. Akhirnya aku memilih ikan mujair biasanya jika matanya tidak merah dan di pegang tidak langsung keluar isinya artinya ikan itu masih fres itu kata emak.


"Bang berapa ikannya "tanyaku.


"15 ribu di"ujar bang blonjo.


"Mahal amat bang!.7 ribu bang!"tawarku.


"Gak bisa 12 "ucap abang blonjo.


"Fix 9 ribu"tawarku masih bernegoisasi.


"Berikan aja bang"ujar ibu yang lain.


"Ya deh "ucap bang blonjo.Sering di suruh emak dan di marahi jika tidak di tawar ,membuat ku mahir dalam tawar menawar barang.


"Seandainya anakku sama kayak kamu Di bisa di suruh belanja, boro-boro belanja di suruh beli gula ke warung harus di marahi dulu baru jalan"ujar ibu yang lain mengadu.


"Ya sudah saya duluan ya ibu-ibu"ucapku lebih baik pulang dari pada mendengar keluhan para ibu-ibu lalu membandingkan diriku dengan anak mereka, Untung emak gak kayak para ibu-ibu gak membandingkan diriku dengan anak tetangga .


Note 📚


Kacong:Panggilan untuk anak laki-laki.


Chebbing:Panggilan untuk anak perempuan.


Blonjo:Tukang sayur keliling.


Drigen:Tempat/wadah air ya.


Mulong:Panen


Emak:ibu


lenchak:bentuknya seperti meja panjang dari rotan tapi kegunaannya bisa untuk duduk maupun tidur, Ah author bingung mau menjelaskan ya itulah:(


Jangan lupa like, komen dan hadiahnya ya 😊.Ini cuman karangan author aja :)

__ADS_1


__ADS_2