KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Adzan Pertama Raka


__ADS_3

Rama pun segera berlari ketika sudah memasuki lubang hitam portal waktu yang menuju istana kerajaan jin aliran putih. Raja Piningit dan Gendoruwo yang melihat tingkah Rama, hanya tersenyum memakluminya.


Ketika sudah memasuki istana, Rama kemudian langsung menuju salah satu ruangan, yang seingatnya Rama adalah merupakan kamar dari Ratu Sari. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, tiba-tiba Rama langsung membuka pintu ruangan tersebut, dan seketika tampaklah banyak dayang-dayang istana yang sedang mempersiapkan jamuan makan bagi Raja Piningit. Wajah Rama menjadi merah karena malu. Ternyata di dalam ruangan yang dibukanya tersebut, bukanlah ada Ratu Sari, melainkan dayang-dayang yang sedang memasak dalam dapur istana kerajaan Jin Aliran Putih.


Rama pun akhirnya kembali menutup pintunya, setelah meminta maaf kepada para dayang yang dilihatnya karena salah ruangan. Rama menjadi bingung dan hampir putus asa, karena itulah Rama tiba-tiba menjadi lupa diri terhadap lokasi kamar Ratu Sari di istana kerajaan Jin Aliran Putih. Keringat dingin pun keluar dari dahi Rama, sebelum akhirnya ada yang menepuk punggungnya, " Ayo Rama, aku tunjukkan jalan ke kamar Ratu Sari! "


Gendoruwo yang menepuk punggung Rama sambil tersenyumpun akhirnya berjalan mendahului Rama, dan Rama mengikuti arah jalan Gendoruwo, hingga menemukan sebuah pintu yang agak lebar di depannya. Segera Gendoruwo mengetuk pintu tersebut dan mengucap salam, " Assalamu'alaikum, Ratu Sari, bolehkah kami masuk? "


Ratu Sari : (menjawab dari kejauhan dalam kamar) " Wa 'alaikumussalam warahmatullahi wabarokatuh, silakan Gendoruwo. "


Gendoruwo pun membuka pintu dan berjalan masuk kamar diikuti oleh Rama. Tampak di dalam Ratu Sari yang sedang duduk di samping ranjang kecil, sepertinya ranjang bayi, ditemani oleh Raja Piningit dan Wewe Gombel di sampingnya. Rama pun langsung mendekati Ratu Sari, dan memeluk Ratu Sari dengan erat dan lama, seperti orang yang baru menemukan kembali barangnya yang hilang sekian lama.


Ratu Sari: "Apakah kamu baik-baik saja Rama, bagaimana dengan lukamu? Aku dapat kabar bahwa engkau terluka akibat serangan Ki Sabrang. " (sambil dipeluk Rama)


Rama: "Alhamdulillah aku masih bisa bertahan, Ratu Sari. Bagaimana keadaanmu Ratu Sari? Bagaimana dengan bayi kita? " (nada bicaranya agak gugup)

__ADS_1


Ratu Sari: " Aku baik-baik saja di istana ini, Rama. Mohon maaf ya Rama kalau rencana ini tidak diberitahukan sebelumnya. Lihatlah bayi itu, selamat dan lucu. Bayi itu barusan menyusu, jadi terlelap tidur. Sepertinya bayi itu tiduran sambil menunggu kedatangan Bapa-nya. " (Sambil tersenyum)


Rama pun melepaskan pelukannya ke Ratu Sari, bergegas berjalan ke samping ranjang bayi. Dilihatnya bayi mungil yang pipinya agak gembul dan kulitnya kemerahan sedang terlelap tidur. Hati Rama begitu senang melihatnya hingga membuat Rama lupa dengan luka dalam yang masih sedikit sakit dirasakannya.


Raja Piningit : "Rama, segeralah engkau kumandangkan adzan di telinga sebelah kanannya, lalu iqamah di telinga sebelah kirinya supaya bayi itu selalu dilindungi oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. " (suaranya berat dan berwibawa)


Rama: "Baik, Raja Piningit." (sambil menuju ke sisi kanan telinga bayi)


Rama pun mengumandangkan adzan di telinga sebelah kanan bayi, "Allahu Akbar, Allahu Akbar... Allahu Akbar, Allahu Akbar... Asyhadu Allaa Ilaha Illallah... Asyhadu Allaa Ilaha Illallah... Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.. Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah.. Hayya 'alash sholaah.. Hayya 'alash sholaah.. Hayya 'alal falaah.. Hayya 'alal falaah.. Allahu Akbar, Allahu Akbar... Laa Ilaha Illallah... " Bayi itu tersebut terbangun dan tertegun ketika mendengar lafadz adzan dikumandangkan pertama kalinya oleh Rama.


Ratu Sari: (sambil menyusui bayi) " Jadinya nama bayi-nya siapakah Rama?"


Rama: " Nama bayinya adalah Muhammad Raka Putra Ratu Sari, panggilannya Raka. Raka dari bahasa Sansekerta artinya anak laki-laki yang indah bagai bulan purnama dan memiliki hati yang teguh dan bijaksana sebening kristal, dan selalu dilimpahi kekayaan dan kejayaan dalam hidupnya. "


Ratu Sari :" Aamiin. Semoga Raka bisa menjadi anak yang sesuai doa orang tuanya dalam namanya ya Rama. "  (sambil tersenyum)

__ADS_1


Raja Piningit :" Ayo Gendoruwo, Wewe Gombel, sekarang kita tinggalkan Rama dan Ratu Sari berdua di kamarnya. Mari kita persiapkan acara tasyakuran atas kelahiran Rama, hahaha.. "


Gendoruwo: " Baik, Raja Piningit "


Wewe Gombel: " Baik Raja Piningit. Ratu Sari saya pamit dahulu.. "


Raja Piningit, Gendoruwo dan Wewe Gombel pun beranjak pergi meninggalkan Rama dan Ratu Sari bersama bayi Raka di kamar. Mereka akan menyiapkan acara tasyakuran atas kelahiran Rama di istana kerajaan Jin aliran putih. Sedangkan Rama dan Ratu Sari sedang bercengkrama dalam kebahagiaan bersama buah hatinya Raka yang baru lahir.


Sementara itu, suasana Kampung Hantu berangsur-angsur normal setelah pertempuran besar semalam di rumah Rama. Embun pagi menemani cahaya matahari yang terbit dengan cerahnya hari ini. Para penduduk yang tadi malam terlelap tidur karena obat, merasa segar dan mendingan dari penyakit yang dirasakannya. Sepertinya, kekalahan pasukan Jin dan sekutu hantu Ki Sabrang telah menyebabkan efek racun yang sebelumnya berasa, menjadi hilang. Aktivitas penduduk Kampung Hantu pun mulai berjalan normal kembali seperti sebelumnya. Kebetulan, pagi ini Gunung Merapi sudah agak reda erupsinya, sehingga penduduk Kampung Hantu bisa mulai bersih-bersih rumahnya dari debu abu yang menutupinya.


Rumah Juragan Seno masih tampak sepi pagi ini, karena penghuninya yang masih istirahat akibat kesibukan semalam. Juragan Seno tertidur sendiri di kamarnya, sementara itu Ki Sabrang tetap berada di ruangan khususnya untuk bersemedi memulihkan kekuatannya. Walaupun sebagian besar cuaca di Kampung Hantu cerah, namun awan hitam masih tetap menyelimuti langit rumah Juragan Seno. Karena di dalam rumah Juragan Seno, masih terdapat tuyul, jenglot dan dukun ilmu Hitam terkuat di Pulau Jawa, yakni Ki Sabrang.


Ki Sabrang tetap bersemedi supaya kekuatannya pulih seperti semula. Ki Sabrang masih belum memikirkan rencana pembalasan berikutnya, karena luka dalamnya yang sangat parah. Ki Sabrang masih belum bisa melupakan bagaimana dia merasakan panas dan sakitnya aura kekuatan Pusaka Kujang Pamenang yang sangat dahsyat sehingga bisa membuat bekas luka dalam yang sangat sakit dan dirasa akan lama penyembuhannya.


Namun dalam semedinya tersebut, Ki Sabrang seolah-olah mendapatkan bisikan gaib lagi tentang suatu senjata yang bisa mengalahkan Pusaka Kujang Pamenang. Senjata tersebut berupa tombak yang dulunya pernah dipakai Sunan Kalijaga untuk mengalahkan Prabu Siliwangi dari Kerajaan Pajajaran, yakni Tombak Cakra Langit. Tombak tersebut dulunya memiliki cerita khusus sehingga dianggap sebagai senjata sakti. Semua orang tahu sejarah kesaktian dari Prabu Siliwangi yang sulit dikalahkan sebelumnya oleh Sunan Gunung Jati, namun dengan Tombak Cakra Langit, ternyata beliau bisa dikalahkan.

__ADS_1


Keberadaan Tombak Cakra Langit sendiri sekarang belum diketahui dengan jelas, namun rupanya bisikan-bisikan gaib yang diperoleh Ki Sabrang mengatakan bahwa Tombak Cakra Langit sedang tertancap dalam suatu gua di puncak gunung yang berada di luar pulau Jawa. Gua itu dijaga oleh raja dan ratu makhluk gaib yang tersohor mitosnya. Tentunya mendapatkan senjata tersebut akan membutuhkan perjuangan berat disebabkan bekas luka Ki Sabrang yang belum juga 100% sembuh serta kesaktian Ki Sabrang yang belum pulih sepenuhnya.


__ADS_2