
Ratna segera melakukan tindakan - tindakan pertolongan pertama untuk membangunkan Raka yang sedang pingsan sesuai perintah dari Rama. Ratna berusaha menyembuhkan terlebih dahulu luka - luka goresan di punggung Raka akibat serangan Ki Sabrang supaya tidak menimbulkan sakit lagi. Kemudian Ratna juga mengalirkan uap dengan aromaterapi Peppermint supaya bisa dihirup Raka, dengan tujuan untuk merangsang sistem saraf Raka agar bisa tersadarkan.
Dalam hitungan sepuluh detik setelah menghirup uap aromaterapi Peppermint, Raka pun akhirnya bisa tersadar dan Raka langsung melihat kondisi Bapa-nya Rama yang sedang memegang tangan Ki Sabrang erat - erat, supaya tidak menusukkan lebih dalam Keris Taming Sari ke dada sebelah kiri Rama.
Rama : "Raka, tolong segera tendang Ki Sabrang sekuatnya supaya kerisnya terlepas dari tangannya! " (teriak Rama kepada Raka dengan keras).
Raka yang mendapat instruksi tegas dari Rama seperti itu, langsung menendang ulu hati Ki Sabrang sekeras - kerasnya sehingga Ki Sabrang akhirnya terjengkang ke belakang dan tangannya terlepas dari genggaman keris Taming Sari yang masih menancap di dada sebelah kiri Rama.
Raka lalu melihat Ki Sabrang yang meringis kesakitan di tanah akibat tendangannya. Namun juga Raka melihat Rama terdiam tidak bergerak dengan kondisi keris Taming Sari masih menancap di dada sebelah kirinya dan darah segar mengalir di sekujur dadanya. Raka kaget dan langsung mendekati Rama serta meminta Ratna untuk menghentikan pendarahan di dada Rama, " Ratna, tolong hentikan pendarahannya Bapa! Obati luka - luka Bapa! Cek kondisi jantungnya! " (nafas Raka begitu tersengal begitu cepat karena panik dengan kondisi Rama)
Ratna : " Raka, sepertinya denyut jantung Rama sudah berhenti. Tusukan Keris Taming Sari ternyata sudah mengenai jantungnya, sehingga menyebabkan pendarahan hebat di jantungnya dan mematikan aliran darah di seluruh tubuhnya. Rama sudah mati, Raka! "
Raka : "Tidakkkk.....!!!! " (menangis sambil menjerit sekeras - kerasnya dengan kepala menghadap ke langit sambil mengangkat tubuh Rama dari atas tanah)
Raka pun lalu mencabut Keris Taming Sari dari dada Rama, kemudian memeluk erat tubuh Rama sambil menangis tersedu - sedu. Raka kini juga melihat Ki Sabrang, yang tadinya meringis kesakitan, mulai tersenyum licik. Ki Sabrang merasa sedikit gembira setelah melihat Rama, lawan tangguhnya selama ini, sudah mati ditikam dengan Keris Taming Sari. Sekarang tinggallah Ki Sabrang yang berhadap - hadapan dengan Raka, yang sama - sama berasal dari tahun 2128. Namun posisinya sekarang adalah Raka sudah memegang Keris Taming Sari, dan sudah menguasai teknologi Ratna menghadapi Ki Sabrang yang tidak memiliki pusaka sakti apapun.
Raka pun lalu meletakkan tubuh Rama di atas tanah, kemudian Raka mulai bangkit berdiri penuh emosi untuk menghadapi Ki Sabrang. Demikian pula Ki Sabrang yang juga mulai bangkit berdiri untuk menghadapi Raka. Ki Sabrang langsung melafalkan mantra Zinthos dan ajian setan kober untuk menghadapi Raka tanpa pusaka apapun. Sedangkan Raka sudah menghunus dua pusaka, yakni Keris Taming Sari di tangan kiri dan pusaka Kujang Pamenang di tangan kanan. Raka juga sudah mulai melafalkan ajian Kalimasada dan Ajian Tyaga untuk menghadapi Ki Sabrang kemudian menyilangkan kedua pusaka di dadanya.
Tiba - tiba lubang hitam portal waktu muncul di hadapan Ki Sabrang setelah dia melafalkan mantra Zinthos, dan Ki Sabrang langsung masuk ke dalamnya. Raka kaget, dan setelah melihat gelagat Ki Sabrang hendak melarikan diri, Raka langsung terbang secepatnya ke arah Ki Sabrang untuk segera masuk pula ke lubang hitam portal waktu dan mengikuti Ki Sabrang sebelum lubang hitam portal waktu itu menutup diri dalam waktu lima detik kemudian.
Lubang hitam portal waktu kemudian muncul lagi di sekitaran Sungai Tersesat, dan Ki Sabrang langsung meloncat keluar dari lubang hitam portal waktu. Tidak lama kemudian, Raka juga keluar dari lubang hitam portal waktu di lokasi yang sama, namun dalam kondisi terjatuh. Raka kemudian menanyakan kepada Ratna, "Ratna, berada di manakah kita sekarang? "
Ratna :" Kita berada di aliran Sungai Tersesat, Raka. Kita berada di tahun 2128 di Kampung Hantu! "
Raka, setelah mendapatkan informasi dari Ratna, kini menjadi menduga - duga bahwa Ki Sabrang bermaksud kembali ke zamannya supaya mendapat bantuan pasukan jin aliran hitamnya, karena sekarang Ki Sabrang sudah tidak memiliki pusaka sakti apapun. Namun Sungai Tersesat ini juga merupakan lokasi awal saat Raka melakukan jelajah waktu pertama menggunakan Ajian Pralambangun untuk bertemu Rama dan Ratu Sari di Kampung Hantu, yang kemudian diikuti oleh Ki Sabrang hingga menetap di puncak Mahameru.
__ADS_1
Ki Sabrang yang sudah berdiri tegap di aliran Sungai Tersesat, kemudian memanggil semua pasukan jin aliran hitamnya menggunakan kekuatan telepati. Ki Sabrang mengundang semua pasukannya supaya datang mendekatinya di aliran Sungai Tersesat dan ikut bertempur bersamanya melawan Raka. Sementara itu, dibalik rerimbunan pohon bambu kuning pinggir Sungai Tersesat, tiba - tiba muncul sosok Wewe Gombel yang mendekati Raka. Wewe Gombel bermaksud bergabung dengan Raka untuk melawan Ki Sabrang dan pasukannya. Rupanya sosok Wewe Gombel inilah yang memelihara Raka dari bayi semenjak ditinggal mati Rama di Gunung Semeru. Wewe Gombel ini juga yang mengantarkan Raka saat menjelajah waktu perdana di Sungai Tersesat, dan kemudian Wewe Gombel kembali menempati tempat hunian favoritnya selama Raka pergi di Sungai Tersesat, yakni rerimbunan pohon bambu kuning pinggir sungai.
Kemudian ratusan pasukan jin aliran hitam dengan cepat berkumpul mendekati Ki Sabrang yang sedari tadi melafalkan mantra Azarath terus - menerus. Mereka telah bersiap perang di depan dan membelakangi Ki Sabrang sambil menyeringai tajam ke hadapan Raka dan Wewe Gombel. Sementara itu Raka dan Wewe Gombel tetap berdiri tegap, bersiap - siap menghadapi kekuatan pasukan Ki Sabrang dengan menggunakan helm Psimitarnya.
Raka yang menghunus dua pusaka sakti dengan kuat, yakni: Keris Taming Sari di tangan kiri dan Kujang Pamenang di tangan kanan, kemudian melafalkan wirid ajian Kalimasada dan ajian Tyaga. Raka kemudian mengingatkan Wewe Gombel supaya tidak jauh - jauh di samping Raka berdiri, karena kekuatan dahsyat dan mematikan akan segera keluar dari kedua pusaka sakti yang yang dihunus Raka.
Saat Raka dengan khusuk melafalkan wirid ajian Kalimasada dan ajian Tyaga, tiba - tiba di telinga Raka muncul suara Rama yang disimpan oleh memori Ratna dan hendak memberitahukan sesuatu yang penting, "Raka anakku, mohon maaf sebelumnya Bapa terpaksa harus mengalah di pertempuran Gunung Semeru. Bapa mengalah supaya Keris Taming Sari bisa terlepas dari tangan Ki Sabrang. Ketahuilah, kekuatan Keris Taming Sari itu sangatlah mematikan dan memberikan kekebalan kepada pemegangnya. Oleh karena itulah, setelah kamu mendapatkan Keris Taming Sari, kombinasikan kekuatannya dengan pusaka Kujang Pamenang supaya menghasilkan kekuatan yang lebih dahsyat. Jangan lupa juga untuk mengaktifkan kekuatan aura singa kelaparan menggunakan ajian Pralambangun, yang bisa memanggil semua kekuatan Raka dari versi dunia lain, supaya bisa bersatu saat ini juga. Selamat berjuang, Anakku Raka! Takdir memang tidak bisa berubah, tapi Insya Allah dirimu lah pemenang sesungguhnya dari babad Kampung Hantu ini! "
Raka yang mendengar suara Rama tersebut kemudian menjadi agak terharu dan hampir menitikkan air mata karena sangat sedih mengingat kematian tragis Rama yang berkorban supaya Keris Taming Sari terlepas dari genggaman Ki Sabrang. Namun setelah melihat wajah - wajah licik Ki Sabrang bersama pasukan jin aliran hitam yang sedang bergerak menuju ke arahnya, Raka menjadi bersemangat kembali untuk melafalkan kembali ajian Kalimasada dan ajian Tyaga dilanjutkan dengan Ajian Pralambangun.
Raka menyilangkan kedua pusaka saktinya sembari komat - kamit melafalkan wirid ajiannya hingga kemudian dadanya merasa sangat sesak akibat sudah muncul kekuatan dahsyat dari mustika Kalimasada yang tertanam di dadanya. Kekuatan aura singa kelaparan yang sangat terang dan panas sudah mulai muncul dan siap disalurkan dari kedua pusaka saktinya serta siap berlari menerkam Ki Sabrang dan pasukan jin aliran hitam yang menyerang Raka.
Raka kemudian mengarahkan kedua pusaka saktinya ke arah Ki Sabrang dan seluruh pasukan jin aliran hitam di depannya, hingga semua pasukan jin aliran hitam tersinari kekuatan aura terang dan panas, termasuk aliran air Sungai Tersesat yang tiba - tiba terlihat warna dasarnya yang keruh. Ki Sabrang yang memimpin pasukannya pun tidak luput dari serangan kekuatan aura singa kelaparan sehingga tubuhnya ikut menjadi kaku dan lama - lama tubuhnya menjadi getas dan hancur seperti debu. Pohon - pohon bambu yang tumbuh di pinggir Sungai Tersesat pun tidak luput terkena pancaran kekuatan aura singa kelaparan yang sangat panas dan terang sehingga menyebabkan layu dan hancur seperti debu pula.
Suara gemericik aliran air di Sungai Tersesat lalu terdengar, dan embun mulai terlihat di atas permukaan bebatuan di sekitar Sungai Tersesat. Suara burung juga mulai terdengar lebih nyaring ditambah dengan ayam mulai berkokok menandakan pagi segera tiba. Raka kemudian meminta Ratna untuk mengaktifkan ajian Pralambangun supaya dia bersama Wewe Gombel bisa kembali ke rumahnya peninggalan ex. Rama dan leluhurnya hantu Maaike di Kampung Hantu.
Lubang hitam portal waktu pun muncul di depan Raka, dan lalu Raka dan Wewe Gombel segera memasukinya serta langsung keluar sudah berada di dalam rumahnya di Kampung Hantu. Raka langsung menuju ke kamarnya untuk beristirahat karena lelahnya, sementara Wewe Gombel tetap berjaga - jaga di sekitar rumah Raka.
Di dalam kamar Raka tahun 2128 tampak terpajang foto - foto saat Raka pertama kalinya menggunakan Ajian Pralambangun dan bertemu dengan Rama dan Ratu Sari. Kemudian juga terlihat foto - foto sebuah makam di Hutan Oro - Oro Ombo, pinggir Sungai Kalimati di sisi barat Puncak Mahameru. Nisan itu tertulis nama Rama, yang meninggal di tahun 2023. Rupanya Raka sudah mengurus pemakaman jenazah Rama yang meninggal di Gunung Semeru saat bertempur dengan Ki Sabrang.
Di atas meja kamar Raka juga terdapat sebuah laptop yang masih menyala dan belum logout dari sistem komputernya. Sepertinya Raka belum menuntaskan email tulisan panjang di laptopnya yang mengulas tentang Rumah Sakit Tua "Spookziekenhuis" di Kampung Hantu. Rupanya Raka menggunakan nama pena Rama untuk melanjutkan tugas - tugas Rama memberikan ulasannya tentang aura mistis di Kampung Hantu sebagai tujuan destinasi wisata horror.
Demikianlah akhir cerita petualangan Rama, yang semula mengulas tentang fenomena penampakan hantu - hantu di Kampung Hantu, hingga akhirnya mengubah takdir hidupnya menjadi seorang pejuang melawan kekuatan hitam pimpinan Ki Sabrang. Dari cerita - cerita ini dapat disimpulkan bahwasanya :
__ADS_1
Selain di kehidupan nyata sehari - hari, ternyata masih ada dunia dan makhluk gaib di sekitar manusia,
Makhluk gaib di sekitar manusia juga ada yang beraliran putih dan tidak mengganggu kehidupan manusia, seperti Raja Piningit dan Ratu Sari,
Sekuat apa pun kekuatan hitam dan jahat akhirnya akan dikalahkan oleh kekuatan yang benar,
Takdir Tuhan adalah yang terbaik bagi manusia, walaupun manusia mencoba berusaha mengubahnya, namun pada akhirnya kenyataannya akan tetap sama sesuai dengan ketentuan yang digariskan sebagai takdir oleh Tuhan.
__ADS_1