KAMPUNG HANTU

KAMPUNG HANTU
Huru-Hara Awal


__ADS_3

Ki Sabrang sudah mendapatkan ruangan khusus untuk dia melakukan semedi di rumah Juragan Seno. Kepulan dupa, kemenyan dan sesaji sudah dipersiapkan oleh Juragan Seno sebelumnya agar semedinya KI Sabrang tidak terganggu. Werewolf yang tadinya sudah memangsa seekor sapi, kini langsung pergi melompati tembok pekarangan belakang rumah Juragan Seno. Tampaknya werewolf kembali ke tempat tinggalnya di hutan setelah malam ini sudah mendapatkan mangsa. Werewolf pun tampaknya sekarang sudah menjadi sekutu dari Ki Sabrang dan sudah biasa memasuki Kampung Hantu mencari mangsa setelah malam ini.


Keesokan malamnya, Ki Sabrang pun langsung mengundang seluruh pasukan kerajaan jin dan sekutunya untuk datang di Kampung Hantu. Rangda dengan pasukan leyak Balinya, Palasik, Parakang, dan Suanggi yang telah menerima sinyal dari KI Sabrang pun tidak berlama-lama lagi untuk segera mendatangi Kampung Hantu. Tidak ketinggalan pula werewolf yang sekarang tidak perlu susah payah mencari mangsa di tengah hutan, karena sudah disediakan oleh Juragan Seno.


Sementara itu, Rama yang melihat Ratu Sari sudah mulai gelisah dengan kandungannya, merasakan pula perbedaan aura mistis yang melanda Kampung Hantu sejak kemarin malam. Oleh karena itulah, dia meminta Gendoruwo untuk memastikan pagar gaib di sekitar rumahnya tetap terjaga dan tidak terlewati oleh makhluk gaib aliran hitam, "Gendoruwo, apakah kau merasakan bahwasanya dari kemarin malam aura mistis Kampung Hantu sudah berubah menjadi tidak nyaman? Firasatku mengatakan huru-haranya di Kampung Hantu sudah dimulai. Kita harus bersiap diri. "


Gendoruwo: "Benar Rama, sepertinya Kampung Hantu sudah kedatangan kekuatan hitam yang besar sekali. Mungkin sebentar lagi bakal ada kejadian luar biasa terjadi di Kampung Hantu. "


Rama : "Kondisi Ratu Sari sudah bukaan tiga. Artinya estimasi besok malam sudah akan mulai persalinan. Gendoruwo, tolong pastikan pagar gaib di sekitar rumah berfungsi dengan baik ya. Tolong sampaikan pula ke Raja Piningit untuk bisa mengirimkan beberapa pasukan dari Kerajaan Jin Aliran Putih untuk menjaga sekitar pagar gaib. "


Gendoruwo: " Baik Rama, aku cek dulu kondisi pagar gaib di luar dan sekaligus pamit dulu untuk ke istana Raja Piningit. Insya Allah besok aku akan membawa banyak pasukan dari Kerajaan Jin Aliran Putih. "


Gendoruwo pun langsung menghilang untuk melaksanakan tugas yang diminta oleh Rama. Kemudian Rama langsung menemui Ratu Sari yang seharian penuh ditemani oleh Wewe Gombel. Ratu Sari kelihatan menahan sakit di perutnya, di mana sudah dalam bukaan tiga untuk jalan bayinya. Estimasi paling lambat besok bayinya sudah bisa dikeluarkan.

__ADS_1


Biasanya urutan tahapan persalinan normal bayi secara umum adalah:



Pembukaan serviks: Tahap ini dimulai dari kontraksi awal hingga pembukaan serviks mencapai 10 cm (bukaan lima jari). Pada tahap ini, kontraksi akan terasa semakin kuat dan sering terjadi.



2. Fase pengeluaran: Setelah serviks terbuka sepenuhnya, bayi akan turun menuju jalan lahir. Pada tahap ini, ibu akan merasakan dorongan yang kuat untuk mendorong bayi keluar.


4. Kelahiran plasenta: Setelah bayi lahir, plasenta atau ari-ari juga perlu dikeluarkan dari rahim ibu. Proses ini biasanya terjadi dalam waktu 10-15 menit setelah bayi lahir.


Setiap tahapan persalinan bayi dapat memakan waktu yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi ibu dan bayi serta proses persalinan yang terjadi.  Ada faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi kelancaran persalinan, seperti posisi bayi dalam rahim, ukuran panggul ibu, kekuatan kontraksi, dan kondisi kesehatan ibu dan bayi. Dalam keadaan normal, ketika persalinan sudah mencapai pembukaan serviks lima jari, bayi seharusnya sudah dapat keluar dengan bantuan tindakan medis seperti pemakaian alat bantu seperti forceps atau vakum.

__ADS_1


Namun, jika ada komplikasi atau kondisi yang mengancam keselamatan ibu atau bayi, mungkin perlu dilakukan tindakan operasi caesar untuk mempercepat kelahiran bayi dan menghindari risiko yang lebih besar. Sepertinya kondisi kandungan Ratu Sari masih bisa diusahakan ke persalinan normal, sehingga dibutuhkan kesabaran dan pengawasan supaya persalinan normal berjalan lancar.


Pasukan Jin dan sekutu hantu Ki Sabrang sudah memasuki Kampung Hantu. Mereka langsung menuju rumah Juragan Seno untuk menemui Ki Sabrang. Suasana Kampung Hantu menjadi sunyi dari kegiatan penduduknya, karena sepertinya kondisi cuaca dan udara tidak memungkinkan mereka untuk keluar rumah. Apalagi di musim hujan ini banyak penduduk yang menderita sakit demam dan batuk pilek, sehingga praktis kegiatan kemasyarakatan di Kampung Hantu menjadi sepi walaupun di siang hari.


Ki Sabrang pun menyambut kedatangan para prajurit dan sekutu hantunya dengan baik. Semua sesaji dan tumbal yang sudah dipersiapkan oleh Juragan Seno telah disantap oleh mereka. Suara gemuruh dan tertawa khas kaum hantu terdengar riuh di dalam rumah Juragan Seno yang megah. Sementara itu Ki Sabrang terus memantapkan rencana penyerangan ke rumah Rama supaya berjalan dengan baik, baik dari permulaan hingga pada hari-H saat penyerangan.


Ki Sabrang lalu memanfaatkan kondisi erupsi Gunung Merapi untuk mengarahkan hujan abunya ke Kampung Hantu supaya penduduk Kampung Hantu tidak bisa beraktivitas normal di siang harinya. Jalanan Kampung Hantu menjadi putih, dan atap-atap rumah penduduk juga ketumpahan abu vulkanik setebal 0.5 cm. Kalaupun ada yang terpaksa keluar rumah, penduduk menggunakan masker dan jarak pandang menjadi kurang dari 1 meter, sehingga dituntut lebih hati-hati saat menggunakan kendaraan. Awan gelap diarak menyelimuti langit Kampung Hantu sehingga selama seharian Kampung Hantu akan gelap gulita. Sumber air untuk Kampung Hantu pun ditebarkan serbuk racun supaya para penduduk menderita sakit demam, batuk pilek dan radang yang sudah dideteksi secara medis. Hewan ternak yang dipelihara oleh penduduk pun tiba - tiba banyak yang mati kehabisan darah. Ular - ular berbisa dan hewan melata lainnya keluar dari hutan dan terlihat di jalanan Kampung Hantu sehingga penduduk Kampung Hantu tidak berani keluar rumah. Sungguh ini bagian dari huru-hara yang dirancang oleh Ki Sabrang sebelum menyerang kediaman Rama.


Juragan Seno yang menjadi tuan rumah dari pasukan Ki Sabrang, menjadi kebingungan atas banyaknya kebutuhan tumbal dan sesaji yang harus dipersiapkan. Apalagi kondisi Kampung Hantu yang juga dihujani abu erupsi Gunung Merapi, membuat Juragan Seno sulit untuk keluar rumah memenuhi kebutuhannya. Yang ditakutkan oleh Juragan Seno adalah satu, ketika tumbal dan sesajinya kurang, maka pastilah Juragan Seno yang menjadi tumbalnya. Dan ini yang menjadi ketakutan terbesar dari Juragan Seno.


Sementara itu di rumah Rama, juga sudah dipersiapkan hal - hal yang terkait dengan persalinan Ratu Sari. Gendoruwo pun sudah hadir membawa pasukan kerajaan jin aliran putih untuk menjaga rumah Rama, sekaligus membawa dukun bayi yang biasa menangani persalinan para jin di kerajaan jin Ratu Sari. Raja Piningit informasinya akan menyusul datang ke rumah Rama setelah menyelesaikan semedinya. Ratu Sari pun menjadi tegang karena bukaan rahimnya semakin lama mendekati bukaan lima, yang artinya tinggal bayi didorong keluar dari rahim. Rama sebagai calon Bapak juga tampak kebingungan karena ini adalah pengalaman pertamanya, dan juga menjadi was - was karena ada ancaman dari Ki Sabrang juga.


Wewe Gombel yang ditugaskan oleh Rama untuk mendampingi Ratu Sari selama persalinan tampaknya cukup cekatan dalam memenuhi permintaan dari Ratu Sari maupun dari dukun bayi. Wewe Gombel teringat saat persalinannya dahulu, hanya saja sekarang yang akan melahirkan dari kaum jin. Rumah Rama sepertinya menjadi rumah yang tampak sibuk di dalam, tapi tampak sunyi ketika dilihat dari luar.

__ADS_1


Halaman rumah Rama sudah dipasang pagar gaib oleh Gendoruwo dan beberapa pasukan jin menjaga di sekeliling rumah supaya tidak ada jin aliran hitam yang bisa masuk ke lingkungan rumah Rama. Pasukan tersebut dipimpin oleh Gendoruwo sebagai panglima keamanan di rumah Rama. Kesiagaan penuh diterapkan oleh Gendoruwo mengingat kondisi alam dan cuaca Kampung Hantu yang aneh dan mendekati waktu-waktu dari ancaman penyerangan Ki Sabrang.


Siang pun berlalu, dan malam mulai datang. Malam ini pas malam ke-15 siklus bulan purnama yang sempurna. Ki Sabrang pun sudah menyelesaikan semedinya di ruangan khusus dalam rumah Juragan Seno. Kondisi alam dan lingkungan Kampung Hantu telah dikondisikan sesuai keinginan Ki Sabrang, dan sekarang waktunya memulai serangan besar-besaran ke kediaman Rama.


__ADS_2