
Sinar matahari sudah mulai menampakkan diri ,kampungku ini terlihat indah saat pagi menjelang. Biasanya para bapak -bapak pergi ke sawah menggarap sawah sendiri atau punya orang atau menjadi kuli bangunan ke kota seperti bapakku dulu tapi bedanya bapak menetap di kota, sedangkan para ibu -ibu lebih banyak menjadi ibu rumah tangga atau membantu suaminya di sawah .Biasanya para ibu -ibu bekerja di sawah saat musim tembakau tiba untuk mulong(panen)atau aghulung(menggulung)tembakau sedangkan para bapak biasanya masad(mengiris daun tembakau) pada malam hari hingga pagi menjelang . Di kampungku ini belum terakses aspal sama sekali masih berupa tanah jadi saat hujan akan becek dan licin maka dari itu akan di beri batu di tengah jalan dengan berbagai ukuran, orang di kampungku kalo ada yang lewat jalan ini bisanya di bilang pal keteppal karena harus melocat ke kanan kiri atau ke tengah sehingga saat aku berangkat sekolah harus menggunakan sandal terlebih dahulu dan di ganti saat sudah sampai di sekolah, jika tidak begini maka sepatu akan ketempelen lumpur dan terasa berat saat berjalan.
Saat di sekolah kami menceritakn kepada subhan dan sumbri mereka merasa bersalah dan akan libur terlebih dahulu. Aku harus pergi menceritakan ke kyai rahman karena aku merasa janggal kenapa ada sesajen di rumpun bambu itu meski melihat sekilas tapi aku yakin dengan penglihatanku.
Saat pulang sekolah di jalan menuju rumah.
"Kalian tidak lupakan dengan rencana semalam "tanyaku. Semalam saat di jalan mengantarkan subhan dan sumbri kami ingin makan rojak minta mangga pada mbah karno yang biasanya mangganya berbuah lebih awal dari pada yang lain di kampung ini.
"ingat dong, aku bawa masako "ujar sumbri.
"aku bawa pisau kecil "balas subhan.
"sedangkan aku bawa air "ucap dimas
"kalo aku bawa permen buat pencuci mulut, kamu bawa apa jo? "tanyaku.
"aku bawa mulut"jawabnya lempeng.
"ck "decak kami kesal. Teman kami ini memang kalo ada Apa-apa tidak bisa andalkan tapi kalo tidak ada dia seperti ada yang kurang seperti kata orang kalo tidak ada terasa kurang kalo ada cumam sebagai pelengkap yang gak terlalu berguna.
"Di katanya kamu mau bangun rumah "tanya sumbri.
"Bukan bangun si sum, cuman memperbaiki dari hasil bapak bekerja di kota "ucapku.
"Baguslah aku turut senang "ujar sumbri.
*****
Rumah mbah karto.
Rumah yang terbuat dari bambu tapi tidak terlalu besar karena tinggal sendiri,rumahnya berada tepat di pinggir jalan dengan sekitar rumah sawah semua agak jauh dengan rumah warga di depan rumahnya ada beberapa pohon mangga di samping kanan kiri rumah di dominasi pohon pisang sedangkan belakang rumah rumpun bambu meski tidak terlalu banyak.
"assalamualaikum mbak karto, glenun yang artinya dalam bahasa madura permisi. "teriakku di depan pagar rumah mbah karto yang terbuat dari rotan bambu.
"seperti nya tidak ada orangnya,gimana?"tanyaku.
"ah, kamu gak tahu manggil di biar aku saja "ujar subhan.
"mbak karto, minta buah mangganya mbah "teriak subhan.
"ambil sendiri cong"jawab bejo menirukan suara mbak karto.
"terima kasih mbah,ayo sudah di izinin"seru subhan
Akhirnya kami naik pagar yang seukuran pinggang orang dewasa.
"Siapa yang akan naik "tanya dimas
"biar aku saja, berhubung aku gak bawa apa -apa "seru bejo mengusulkan dirinya. Setelah selesai mengambil mangga kami pergi dari rumah mbak karto mencari tempat sampai kami memilih di bawah pohon beringin dengan angin yang sepoy sepoy ,saat enak- enaknya makan.
"Woy kalian curi manggaku!, dasar anak-anak nakal "ucap mbah karto yang berjalan mengayuh sepeda ontelnya ke arah kami hingga aku tersedak belum minum mungkin karma karena memakan barang curian, kami pun berlari yang tetap di kejar mbah karto.
"Kita berpencar, biar mbah karto bingung!"usul bejo dengan ide gilanya. Akhirnya kami berpencar tapi memang benar sih mbak karto sudah tidak mengejar lagi.
__ADS_1
////////////
Malam harinya saat sholat isya',bejo mencolek diriku.
"Adi ikut aku, sakit perut nih"ucap bejo saat sujud berlangsung, bener-bener nih anak. Aku mendengar apa yang di ucapkan bejo tapi pura-pura tuli karena ini sedang sholat. Aku memejamkan mata untuk menambah kehusyukan ku agar tidak di ganggu setan ,yang biasanya ada di sebelah kiri eh bukannya bejo ada di sebelah kiri ya.
Setelah sholat isya'bejo langsung berlari keluar mungkin anak itu memang sakit perut pikirku. Aku mncengkal pengelangan tangan dimas yang akan pulang.
"Ada apa di? "tanya dimas.
"Kita harus membicarakan masalah ini ke kyai rahman, kasihan sumbri dan subhan"ucapku .Dimas menggangguk meng-iyakan hingga akhir nya semua anak pulang.
"Eh, kalian kenapa belum pulang "tanya kyai rahman yang melihat kami belum pulang.
"Begini kyai...... "ceritaku ke kyai rahman dari awal sampai yang akhir yang ku lihat hanya mengangguk dan menggeleng kepala saja, membuat aku bingung melihatnya.
"Kita harus ke sana"Seru kyai rahman saat aku selesai bercerita.
Saat kami mau berangkat.
"Hei tunggu...... "teriak seseorang dari arah belakang.
"Huh huh kalian mau kenapa?, aku ikut"ujar bejo.
"Ini urusan orang dewasa, kamu masih bocil jo, pulang sana!"usir dimas bercanda.
"Sembarangan "ucap bejo.
"Sudah, sebaiknya kita berangkat "ucap kyai menengahi.
Kami mengikutinya hingga dia pergi ke belakang rumah pak agus .
"Itukan yu minah "ucap bejo.
"Yu minah siapa jo"tanyaku.
"Ituloh anaknya pak agus yang datang merantau dari kota "jawab bejo.
"Serius kamu ki?"tanya kyai memastikan.
"Meski saya seperti ini, tapi saya tidak pernah berbohong kyai"seru bejo
"Bagus, ayo kita pergi ke rumah pak agus"ucap kyai
"inggih kyai"ucapku.
"Assalamualaikum "ketok kyai ke rumah pak agus.
"Waalaikumsalam eh kyai, monggo masuk "ucap pak agus mempersilakan.
"Minaah buatkan 2 cangkir kopi dan 3 teh"ucap pak agus.
"Iya"jawab minah dari dalam.
__ADS_1
"Sudah, jangan repot-repot"ucap kyai.
"Tidak repot cuman air saja"ucap pak agus.
"Eh ada kyai ,tumben malam -malam kesini, ada apa kyai?"ucap ibu minah keluar dan duduk di sebelah suaminya.
Setelah yu minah datang , menaruk kopi dan teh di atas meja.
"Begini saya kesini mau bertemu minah?"ucap kasi.
"Emang ada perlu apa kyai ?"tanya bu minah. Akhirnya pak kyai menceritakan....
"Minah...... kesini nak "seru pak agus.
"Ada apa pak.."tanya minah.
"Duduk sini.. "ujar pak agus.
Setelah duduk.
"Apa benar kamu menaruh sesajen di bawah rumpun bambu minah ?"tanya pak agus,yu minah hanya diam tak menjawab.
"Jawab Minaah " bentak pak agus, yu minah menangis bersujud memegang kaki pak agus.
"Tenang gus ,pake kepala dingin "ucap kyai.
"Maafkan minah pak hiks... hiks... "ucap ya minah.
"Kenapa kamu melakukan itu minah? "tanya pak agus dengan intonasi lebih rendah.
"Sebenarnya minah hamil di luar nikah hiks hiks... ucap minah terpotong.
"Siapa yang mengamilimu nak ?"tanya bu minah,memegang bahu minah.
"Minah hamil oleh pacar minah pak hiiks ...hiks... dia tidak mau bertanggung jawab hikks "ucap minah tersedu -sedu.
"Kapan kamu lahiran ?terus kamu apakan bayi itu?"cecar ibu minah dengan banyak pertanyaan .
"Minah lahir di kamar mandi hiks..... hiks...... minah kubuh bayi itu hidup -hidup di bawah rumpun bambu selatan rumah kita hiks... hikss....sroook "ucap minah.
Aku tak habis pikir, ada ibu yang tega menghabisi anaknya padahal mereka bertaruh nyawa untuk melahirkan anaknya dan ada yang tidak allah kasih anak astagfirullah.
"Astagfirullah minahh" teriak bu minaah histeris.
"Terus kenapa kamu menaruh sesajen di bawah rimbun bambu itu ?"tanya pak agus mengusap dadanya menahan marah dan sering menarik nafas panjang.
"Bayi itu sering menganggu minah... akhirnya minah pergi ke dukun untuk tidak di ganggu lagi hiks ...hiks ...dukun menyuruh minah menaruk sesajen tiap harinya"ujar minah.
Bugght
Ibu minah jatuh tak sadarkan diri.
"Eboook(ibu) maafkan mina buk hiks.. hiks "ucap minah tak henti -hentinya menangis.
__ADS_1
Sampai silent ambulan datang dan kami di haruskan pulang.
Jangan lupa ,like, komen dan hadiah nya ya.