
Sinar matahari masuk ke dalam rumah melalui celah -celah dinding yang terbuat dari bambu. Aku menatap sekeliling rumah ku yang sudah tidak bocor seperti dulu, dinding sudah di ubah meski tetap dengan bambu tapi aku bersyukur setidaknya saat hujan kami gak kerepotan berlarian mencari wadah untuk menampung air ,meski rumahku tak berubah hanya memperbaiki yang rusak seperti dinding yang bolong genteng bocor tapi itu sudah lebih dari cukup. Seperti biasa setiap hari minggu setelah mencuci pakaianku meski emak melarang tapi aku tetap melakukannya untuk meringankan kerja emak ,bapak pun demikian.
"Cong......Adiiii....... "panggil emak.
"Iya bu... "balasku.
"Nanti kalo ada blonjo belikan cabe 2000 sama sayur shop "ucap emak .
"Woke "jawabku menerima uang 5000
*****
Saat blonjo sudah datang yang sudah di kerumuni para ibu-ibu untuk berbelanja.
"Bu tahu gak "ucap salah satu ibu.
"Tahu apa! belum cerita juga!"protes ibu yang lain.
"Ya ini mau cerita, tahu gak hantu yu minah gentayangan padahal pak agus sudah membuat rumah di atas makamnya"ujar ibu jamilah memulai bercerita.
"Seriusan bu"ujar ibu yang lain.
"Iya benar loh bu,semalam aja suami saya di gangguin saat mau pergi mancing kepiting "ujar ibu yang lain ikut menimpali dan membenarkan, aku membuka kuping lebar-lebar mendengarkan kalo sudah mendengar sedikit jika tidak di teruskan bisa sakit kepala karena penasaran sebenarnya mak cuman menyuruh beli sayur sop sama cabe doang tapi aku berlagak memilah sayur sama ikan agar di lama-lamain.
"Gimana ceritanya bu?"tanya bu endang.
"Semalamkan suami saya punya janji mau mancing kepiting sama teman -temannya di tambhek tapi suami saya ketinggalan soalnya sedang sakit perut nyusullah dia belakangan, eh saat lewat rumpun bambu di selatannya pak agus ketemu kuntilanak dan kata suami saya kuntilanak itu minah anaknya pak agus"cerita ibu titin .
"Saya sampai sekarang gak nyangka loh bu kalo minah sampai ngelakuin kayak gitu diakan anaknya kelihatan baik sopan "ujar ibu yang lain.
"Namanya juga manusia di depan baik tapi gak tahu kelakuan di belakang "cetus ibu titin.
"Untung saya pake jimat dari mbak dirjo ,saya juga nyuruh suami pake juga jadinya saat suami saya pergi mancing udah gak dapat gangguan lagi"sambung bu titin memperlihatkan kalung dengan hiasan batu akik warna merah darah.
"Beneran bu! kalo begitu saya juga mau pergi ke sana "ujar ibu yang lain.
__ADS_1
"Mbah dirjo siapa bu?"tanya ibunya dimas yang dari tadi hanya diam saja.
"Ituloh masak gak tahu? dukun yang baru pindah ke sini beberapa minggu yang lalu ,rumahnya di dekat hutan larangan tapi tahu gak sih saya pernah ketemu sama istrinya baik sekali pake kerudung menutupi aurat "ujar ibu yang lain bercerita.
"Iya padahal suaminya seorang dukun ya?"tanya yang lain bingung.
"Mungkin mbah dirjo gak kayak dukun yang lain "ujar yang lain.
"Adiiiii kenapa lama banget cuman beli sayur sama cabe doang"susul emak ah ngerumpi sama ibu-ibu bikin lupa segalanya ,aku cuman garuk -garuk kepala yang gak gatal dan cengengesan,malu tentu.Langsung ku bayar belanjaan ku.
"Adiii ngumpul sama ibu -ibu sekarang suka gibah juga mpok "adu blonjo tengel yang membuat gelak tawa para ibu-ibu rasanya malu sekali.
Setelah sampai ke rumah.
"Kamu jangan keseringan ngumpul sama emak-emak di nanti suka gibah juga "nasehat emak.
"Emakkan juga emak-emak jadi adi harus jauhin emak juga dong"godaku untuk menutupi kejadian tadi mengingat nya membuatku merasa malu lagi .
"Emakkan emakmu di, beda dong"protes emak lalu pergi ke dapur membawa belanjaan tadi yang sudah ku beli. Emakku memang beda gak terlalu suka bergaul jika gak ada undangan dari warga untuk membantu seperti hajatan, mulod dll.
****
"Aku mau cerita nih"ujar membuka suara di karenakan subhan dan sumbri tidak masuk mengaji takut di ganggu kuntilanak yu minah katanya jadi aku hanya bisa menceritakan ke dimas dan bejo.
"Cerita apa di? "tanya dimas.
"Eh, kemana bejo? "tanyaku menyadari dia yang tidak ada di antara kami.
"Tidak tahu, saat sholat selesai dia sudah menghilang ,padahal dia berada di sisiku tapi aku tak menyadari dia saat pergi seperti jailangkung saja tuh anak "jelas dimas.
"Aaaaaaaa"teriak para anak perempuan kami pergi ke asal suara tersebut.
"Ada apa? "tanya dimas mereka berlari dan bersembunyi di belakang kami.
"I-itu"tunjuk mereka takut-takut ke sesuatu Yang mengantung di bambu seperti pocong, aku menyipitkan mata dan menyadari bahwa itu bukanlah pocong, aku menyadari bahwa itu bukanlah pocong.
__ADS_1
"Adi jangaan.. "ucap jumaisa. Tapi
Aku tak menghiraukan larangan itu, berjalan pelan dan mendekati ,ragu-ragu untuk menyentuh tapi tetap memberanikan diri .Tercengang saat menyentuh pocong itu.
"Oalah inimah gadebug pisang "ujarku mereka menarik nafas lega.
"Aduuuh, kenapa banyak semut sih? "aku mendengar suara yang tak asing di telinga mencari di sekitar rumpun bambu ini dan melihat .....
"Bejo! Kenapa kamu di situ? "tanyaku melihat temanku yang satu ini sepertinya di gigit semut.
"Apa di? Bejo? "ujar jumaisa mendekat dan bejo cuman cengengesan menggaruk belakang kepala yang tidak gatal.
"Apa jangan -jangan kamu yang ngerjain kami? "tanya gadis bertubuh gemuk itu.
"Kabuuuuuur "teriak bejo.
"Kejaaaaaar "teriak para anak perempuan kompak dan berlari mengejar bejo dengan sandal di tangan mereka masing -masing, aku hanya bisa menepuk jidat temanku satu ini tidak pernah jera. Para anak perempuan membentuk formasi dengan membuat lingkaran yang di tengahnya ada bejo lalu mereka mengoroyok bejo, memukulnya, bahkan menjambak. Aku cuman bisa meringis melihatnya dan merasa kasihan tapi ini sudah konskuensi atas apa yang bejo lakukan.
"Apa kita harus membantunya? "tanyaku kasihan dan iba.
"Sudahlah di! Biar tahu rasa si bejo! "ujar dimas terkekeh. Setelah selesai memukuli bejo ,anak perempuan bubar dan pulang ke rumah masing-masing.
"Kenapa kalian gak membantuku? Apakah ini yang di namakan TEMAN? "bentak bejo biasanya dia tidak pernah membentak meski marah hanya cuman diam dan melengos ,baru pertama kali kami melihat dia seperti ini ,dengan rambut yang sudah acak-acakan,baju yang terbuka kancing bagian atas mungkin sudah hilang kancingnya karena tadi di tarik oleh para anak perempuan dan sarung yang sudah melorot ,penampilan bejo bisa di diksipsikan dengan kata 'Menyedihkan' jika di lihat .
"Bukannya kami tidak ma-"ucapku ingin menjelaskan tapi sudah di potong bejo.
"Sudahlah "ucap bejo singkat dan pergi. tapi tunggu .....aku melihat kalung yang sama dengan yang di pakai oleh bu titin
Note 📚
Mulod:maulid nabi saw
Gadebung:batang pisang
tambhek:empang
__ADS_1
tengel:tuli
jangan lupa like komen karena kalian penyemangatku 😊