
Ratna kemudian mengaktifkan Ajian Pralambangun untuk memasuki waktu saat Rama terjatuh diserang oleh 10 sukma Rama versi dunia lain yang dipengaruhi oleh kekuatan telepati dan telekinesis. Lubang hitam pun muncul dan portal waktu terbuka sehingga Rama segera memasukinya.
Rama lalu keluar dari portal waktu dan berada di 1 km dari puncak Hargo Dumilah. Rama melihat sosok Ki Sabrang yang sedang berdiri melafalkan mantra azarath dan Rama juga melihat tiba-tiba 10 sukma Rama versi dunia lain yang sudah dipengaruhi kekuatan telepati dan telekinesis Ki Sabrang menyerang Rama hingga terjatuh.
Rama : "Ratna, tolong kirimkan juga drone pemantau di puncak Hargo Dalem untuk melihat kondisi bayi Raka dan Wewe Gombel ! "
Ratna : " Baik Rama. "
Ratna kemudian meluncurkan drone dari satelit luar angkasa milik Ratna untuk menuju puncak Hargo DalemDalem, tepatnya di lokasi Wewe Gombel menyimpan bayi Raka bersembunyi.
Kemudian Rama melihat tiba - tiba barisan: Raja Piningit, pasukan kerajaan Jin aliran putih, Ratu Sari dan Gendoruwo datang di puncak Hargo Dumilah dalam keadaan terpengaruh kekuatan telepati dan telekinesis Ki Sabrang. Rama melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana Ratu Sari akhirnya bertempur dengan Gendoruwo, sahabat Rama sendiri dan Raja Piningit bertempur melawan salah satu sukma Rama dari versi dunia lain.
Mata Rama berkaca - kaca melihat sengitnya "perang saudara" tersebut dengan menggunakan ajian pamungkas masing - masing sehingga mereka sama - sama terluka parah. Rama bermaksud menolong mereka, namun kemudian Rama teringat tentang bayi Raka yang juga harus dipantau keadaannya di puncak Hargo Dalem.
Rama: "Ratna, bagaimana pantauan drone di puncak Hargo Dalem? "
Ratna: " Sepertinya kamu harus ke sana Rama! Wewe Gombel sepertinya berlaku aneh. "
Rama : "Ok, Ratna, ayo kita ke sana secepatnya!"
Rama pun meninggalkan puncak Hargo Dumilah dengan cepat untuk menuju puncak Hargo Dalem.
Benar saja, ternyata di puncak Hargo Dalem Wewe Gombel sudah bersiap - siap meninggalkan tempatnya. Rupanya dia sudah menanggalkan helm Psimitar yang sebelumnya dipakaikan oleh Rama. Entah kenapa Wewe Gombel menanggalkan helm Psimitar, tapi saat Rama datang di puncak Hargo Dalem, Rama sudah melihat Wewe Gombel tidak memakai helm Psimitar dan warna bola matanya menjadi putih. Artinya Wewe Gombel dalam pengaruh kekuatan telepati seseorang dan sekarang menuju entah kemana.
Rama tadinya bermaksud mencegah Wewe Gombel untuk meninggalkan puncak Hargo Dumilah, namun sepertinya Rama juga penasaran dengan kekuatan siapa yang sedang mempengaruhi Wewe Gombel sekaligus tempat persembunyiannya. Langsung saja Rama menembakkan alat pelacak ke belakang baju Wewe Gombel yang sedang menggendong bayi Raka turun gunung Lawu. Bayi Raka tampak baik - baik saja walaupun tangisannya sangat keras tiada berhenti.
Rama : "Ratna, tolong pantau pergerakan alat pelacak di tubuh Wewe Gombel ya, sekarang kita kembali ke waktu sesungguhnya tapi di lokasi terakhir Wewe Gombel terdeteksi ya."
Ratna : "Baik Rama."
Lubang hitam portal waktu pun terbuka, lalu Rama masuk ke dalamnya. Setelah itu Rama tiba - tiba sudah berada di suatu tempat yang berbeda dari puncak Gunung Lawu.
Rama : " Ratna, berada di manakah kita sekarang? "
__ADS_1
Ratna : "Kita berada puncak ayek - ayek dekat Gunung Semeru, Rama. "
Rama : " Mengapa Wewe Gombel bisa sampai jauh - jauh ke sini dari puncak Gunung Lawu? (terheran-heran) Ok Ratna, kita ikuti terus Wewe Gombel, aku pingin tahu siapa dalang semuanya ini!"
Ayek-ayek adalah nama sebuah gunung yang puncaknya memiliki ketinggian 2.819 meter di atas permukaan laut yang bersebelahan langsung dengan Ranu Kumbolo. Ayek - ayek adalah salah satu jalur terpendek menuju Ranukumbolo yang menuju ke puncak Gunung Semeru, selain melalui Watu Rejeng.
Pendakian yang memutuskan melewati jalur Ayek-ayek, harus siap dengan jalur yang menanjak tiada ujung. Jalur ekstrem melintasi tebing dan jurang membuat tenaga nafas pendakian terkuras lebih cepat.
Selain itu, jalur itu dikenal sebagai habitat dan lintas hewan liar karnivora, seperti macam kumbang. Karena tracking yang tersedia dijalur ayek ayek sangatlah terjal dan berbahaya, pihak berwajib tidak menganjurkan pendaki melewati jalur tersebut, bahkan melarangnya.
Sementara itu, Ki Sabrang yang sudah menuntaskan prosesi Tumbal Barata, bermaksud mencari pusaka sakti untuk menggantikan keris Naga Siluman yang sudah hancur. Dalam semestinya, Ki Sabrang mendapatkan wangsit tentang pusaka bekas peninggalan Kerajaan Majapahit yang konon tersakti di zamannya, namun kini sudah berada di negeri seberang, Malaysia. Ki Sabrang mendapatkan petunjuk bahwa ada Keris Taming Sari yang berada di daerah bekas pusat Kesultanan Malaka, dan memiliki kekuatan yang menakjubkan.
Keris Taming Sari adalah salah satu keris legendaris Indonesia yang berasal dari zaman Kerajaan Majapahit. Keris ini dianggap sebagai keris terkuat dan paling sakti dalam sejarah Indonesia. Menurut legenda, keris ini ditempa oleh Empu Gandring, seorang pandai besi yang terkenal pada masa itu.
Keris Taming Sari memiliki bentuk yang cukup unik, dengan gagang yang berbentuk ular atau naga yang membentuk lingkaran dan meliliti bilah keris. Bilah kerisnya sendiri berbentuk lurus dan tajam dengan panjang sekitar 40-45 cm. Hiasan pada bilah keris ini terbuat dari emas atau perak dengan motif yang sangat detail dan indah.
Secara fisik, Keris Taming Sari memiliki bilah yang lurus dan tajam dengan panjang sekitar 40-45 cm. Bilah kerisnya terbuat dari baja yang sangat keras dan tajam. Hiasan pada bilah keris ini terbuat dari emas atau perak dengan motif yang sangat detail dan indah.
Gagang Keris Taming Sari terbuat dari kayu yang dililiti oleh ukiran atau hiasan yang sangat indah dan berwarna-warni. Gagang keris ini berbentuk ular atau naga yang meliliti bilah keris dan membentuk lingkaran. Hal ini membuat Keris Taming Sari memiliki tampilan yang sangat unik dan menarik.
Keunikan dari Keris Taming Sari tidak hanya terletak pada bentuk dan hiasannya saja, tetapi juga pada kekuatan mistisnya. Keris ini dipercayai memiliki kekuatan yang sangat kuat dan dapat memberikan keberuntungan serta perlindungan bagi pemiliknya. Bahkan dalam cerita rakyat Jawa, Keris Taming Sari dikisahkan bisa membunuh musuh hanya dengan berdiri di dekatnya.
Keris Taming Sari juga memiliki sejarah yang panjang dalam budaya Indonesia. Menurut legenda, keris ini pernah dimiliki oleh seorang pangeran dari Kerajaan Majapahit bernama Taming Sari. Pangeran Taming Sari adalah seorang pejuang yang sangat berbakat dan terkenal karena kekuatan fisik dan kecerdasannya.
Kisah ini bermula ketika Sultan Malaka, Sultan Mufazar Shah, mendatangi Kerajaan Majapahit untuk menikahi putri dari kerajaan bercorak Buddha tersebut. Sultan Mufazar Shah beserta rombongannya disambut dengan suka cita oleh pihak kerajaan. Mereka mengadakan pesta penyambutan untuk rombongan sultan.
Di akhir penyambutan, Taming Sari, sosok pemilik keris sakti tersebut, meminta izin Raja Majapahit untuk menantang keterampilan rakyat Malaka dalam bermain keris. Raja Majapahit menyetujui permintaan Taming Sari. Adalah Hang Tuah, yang menjawab tantangan Taming Sari untuk bertarung satu lawan satu.
Hang Tuah merupakan sosok legendaris dan dianggap sebagai pahlawan di daerah Malaka. Dirinya merupakan laksamana Malaka yang juga merupakan pelaut handal di masanya.
Pertarungan tersebut berjalan dengan seimbang, hingga akhirnya Hang Tuah berhasil menemukan celah untuk menikam Taming Sari. Anehnya, Taming Sari tidak memiliki luka sedikitpun setelah ditikam. Hang Tuah berpikir kalau Taming Sari mendapat kekuatan dari keris yang dia miliki.
Hang Tuah mengubah strateginya dalam pertarungan. Dirinya memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa merebut keris sakti tersebut dari tangan Taming Sari. Setelah berusaha, akhirnya keris tersebut berhasil terlempar dari genggaman Taming Sari. Dengan cepat Hang Tuah mengambil keris tersebut.
__ADS_1
Tetapi, Hang Tuah tidak ingin melawan orang yang tidak bersenjata. Dirinya menyerahkan keris miliknya kepada Taming Sari, dan melanjutkan pertarungan dengan keris sakti itu. Pada akhirnya, Hang Tuah berhasil menikam dan menghabisi Taming Sari berkat keris sakti tersebut.
Raja Majapahit yang kagum dengan kemampuan Hang Tuah, memberikan Keris Taming Sari sebagai hadiah dan bentuk penghormatan atas kepiawaiannya dalam bertarung. Atas hal ini, keris tersebut menjadi pusaka kebanggaan kaum Melayu. Terlebih, Hang Tuah mengalahkan pendekar yang berasal dari kerajaan terbesar di zamannya.
Dalam kepercayaan Jawa, misalnya, pemilik Keris Taming Sari harus memiliki ilmu dan ketrampilan tertentu dalam menggunakan keris ini. Mereka juga harus melakukan ritual tertentu, seperti melakukan puasa atau tirakat, sebelum menggunakan Keris Taming Sari. Selain itu, pengguna Keris Taming Sari juga harus memiliki tingkat keimanan dan ketakwaan yang tinggi, serta memiliki niat yang baik dalam menggunakannya.
Konon ceritanya, Keris Taming Sari tersimpan di daerah Kampung Lapan, Negara Bagian Melaka, Malaysia. Kampung Lapan ini terkenal dengan wisata hantunya, di mana penduduknya sering melihat penampakan hantu.
Ki Sabrang yang menggunakan mantra Zinthos, kemudian memasuki suatu kompleks pemakaman malam ini. Makam yang bertuliskan Makam Hang Kasturi adalah sebuah makam yang terletak di Kampung Hulu, Melaka, Malaysia. Makam ini diyakini sebagai makam Hang Tuah, seorang pahlawan terkenal dalam sejarah Melaka pada abad ke-15. Namun, beberapa sejarawan berpendapat bahwa makam ini sebenarnya milik Hang Kasturi, salah satu pengikut setia Hang Tuah.
Legenda mengatakan bahwa Makam Hang Kasturi ini memiliki kekuatan magis yang mampu memberikan keberuntungan bagi siapa saja yang mengunjunginya. Oleh karena itu, makam ini sering dikunjungi oleh banyak orang yang berharap mendapatkan keberuntungan atau memohon pertolongan.
Namun, beberapa orang juga melaporkan adanya kejadian-kejadian aneh yang terjadi di sekitar makam ini, seperti terdengarnya suara-suara aneh atau penampakan sosok-sosok gaib. Hal ini kemudian menambah kepercayaan bahwa Makam Hang Kasturi memang memiliki kekuatan magis yang misterius.
Ki Sabrang kemudian melafalkan mantra Azarath mencoba menerawang kekuatan magis dari Keris Taming Sari yang memang terpancar dari malam tersebut. Dengan kekuatan telekinesisnya, Ki Sabrang menarik Keris Taming Sari yang tertanam di dalam barang pohon tua besar yang tumbuh di sekitaran makam.
Namun ternyata yang keluar dari dalam pohon dengan jeritan menakutkan itu adalah sesosok hantu wanita berambut panjang, kulit pucat, mata merah dan memakai baju putih panjang. Hantu tersebut biasanya disebut sebagai Hantu Pontianak, penghuni pohon tua besar tersebut.
Hantu Pontianak adalah salah satu hantu legendaris yang berasal dari Indonesia Bagian Barat, Malaysia, dan Singapura. Pontianak biasanya digambarkan sebagai sosok perempuan cantik yang meninggal tragis dan menghantui manusia, terutama lelaki, dengan memperlihatkan penampilan yang menakutkan.
Penampakan hantu Pontianak di Kampung Lapan sering dikaitkan dengan kisah mistis yang terjadi di kampung tersebut. Menurut cerita, sebuah pohon besar di makan kampung tersebut adalah tempat tinggal Hantu Pontianak. Penduduk setempat percaya bahwa Hantu Pontianak muncul jika pohon tersebut dirusak atau ditebang tanpa izin. Beberapa penduduk setempat bahkan mengadakan ritual dan upacara untuk menenangkan Hantu Pontianak dan menjaga agar tidak terganggu. Meski begitu, keberadaan hantu Pontianak di Kampung Lapan tetap menjadi misteri dan menakutkan bagi banyak orang.
Kemunculan hantu Pontianak di hadapan Ki Sabrang berarti bermaksud ingin mencegah Ki Sabrang menghancurkan pohon tua besar di makam itu. Karena bila Keris Taming Sari tercabut dari dalam pohon, maka pohon tua besar tersebut akan juga mati.
Namun Ki Sabrang yang merupakan dukun ilmu hitam terkuat di tanah Jawa, tidak takut dengan penampakan hantu Pontianak. Justru malah Ki Sabrang menggunakan kekuatan telepatinya untuk mempengaruhi hantu Pontianak supaya menyerahkan Keris Taming Sari.
Hantu Pontianak hanyalah penunggu pohon tua besar tersebut, jadi dia tidak bisa memberikan keris Taming Sari. Oleh karena itulah, Ki Sabrang tetap menggunakan kekuatan telekinesis dari mantra Azarath untuk menarik keris Taming Sari secara paksa.
Usaha Ki Sabrang menarik keris Taming Sari sangatlah berat. Keringat dingin bercucuran dari kepalanya walaupun sudah melafalkan mantra Azarath. Namun akhirnya, pohon tua besar itu terbelah juga akibat data tarik yang besar dari dalam tubuhnya. Sebuah keris kemudian terbang keluar dari dalam tubuh pohon tua besar yang kemudian ditangkap dengan gesit oleh Ki Sabrang.
Pohon tua besar yang sudah terbelah tersebut kemudian menjadi lagu dan roboh setelah kandungan keris Taming Sari dari dalamnya tidak ada. Cuaca malam yang tadinya cerah kemudian menjadi gelap dipenuhi suara petir bersahutan ketika Ki Sabrang berhasil menghunus keris Taming Sari.
Lubang hitam portal waktu kemudian terbuka kembali, lalu KI Sabrang masuk ke dalamnya dan saat itu juga sudah berada di puncak Mahameru. Hantu Pontianak yang masih dalam pengaruh kekuatan telepati Ki Sabrang, tak lupa diajak masuk oleh Ki Sabrang, sehingga kini Ki Sabrang memiliki dua pelayan hantu, yakni : Muma Pădura dan hantu Pontianak.
__ADS_1
Ki Sabrang tampak tersenyum licik setelah mendapatkan Keris Taming Sari. Namun di otaknya masih banyak rencana lain supaya kekuatannya juga bertambah saat melawan Rama.