Kamu Cintanya Aku

Kamu Cintanya Aku
Part 9


__ADS_3

Diza masih terhanyut dalam pikiran tentang perasaan yang dia miliki pada Rasya. Perasaan kagum pada lelaki yang selalu menatapnya lembut, hangat dan penuh arti juga memberikan desiran hati sebagaimana perasaannya pada cinta pertamanya.


Ya Tuhan, apakah aku menyukainya ? Semudah itukah lelaki itu mencuri hatiku dan membuatku berpaling dari cinta pertamaku? Diza bertanya-tanya dalam hati


" Hei... Diza, kok malah ngelamun sih " Yasmin menepuk bahu Diza.


" Mikirin apa sih ? " tanya Lala, bingung dengan sikap Diza yang malah melamun saat ditanya tentang perasaan hatinya pada Rasya.


" Tau ah, bingung gue... " Jawab Diza asal.


" Bingung apaan ? " tanya Yasmin tak mengerti jawaban yang diberikan Diza.


" Bingung perasaan Lo sama Rasya ? " tebak Lala.


Diza menghela nafas


" Hem... Gue akuin ada rasa yang berbeda waktu ketemu dia. Tapi... Aku sendiri masih belum yakin perasaan apa " papar Diza.


Lala manggut-manggut mengerti.


" Berarti ada kemungkinan bisa jadian dong, Diz " oceh Yasmin.


Diza membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja Yasmin katakan.


" Hempaskan Dika, raih Rasya !" seru Yasmin lagi membuat Diza melempar boneka yang ada di tempat tidur ke arah Yasmin.


" Udah dong kalian ini, boneka gue jadi korban ih " rajuk Lala.


" Jangan cemberut gitu dong, La... Iya, iya, kita minta maaf deh " Diza merayu Lala.


" Nah, sekarang giliran kamu yang cerita " seru Diza kemudian membuat Lala semakin mengerucutkan bibirnya.


Diza dan Yasmin tertawa melihat tingkah Lala yang seperti itu.


" Jadi gue mesti mulai darimana ? " Lala mulai buka suara.


" Kenapa kamu jadi males ketemu Yoga, bukannya kalian tuh saling suka ? Malahan terakhir kamu bilang kalo dia udah nembak kamu kan ? " cecar Diza.


Lala bersandar di head board tempat tidurnya. Menatap ke arah langit-langit kamarnya dengan tatapan sendu.


" Gue udah nolak Yoga " jawabnya sambil membuang nafas.


" Hah ? Ga salah, La ? Tapi kenapa ? " tanya Diza kaget dengan keputusan yang diambil Lala.


" Hah... ? Gue kira, Lo cuma ada masalah doang sama dia. Kenapa Lo tolak, La. Bukannya ini yang Lo harap dari lama ? " tambah Yasmin.


" Gue gak bisa... Gue gak mau bahagia diatas penderitaan temen gue... " Lala menjawab dengan suara tertahan.


" Siapa yang menderita, La ? " tanya Diza.

__ADS_1


" Kita semua bahagia kalo kamu bahagia. Atau jangan-jangan... " Yasmin tak melanjutkan ucapannya.


" Dena... " Yasmin dan Diza serempak mengucap sebuah nama.


Lala mengangguk lemah, tersenyum getir.


" Dena suka juga sama Yoga... " Lala berterus terang.


" Dan dia mau gue bantuin dia supaya deket sama Yoga " sambung nya lagi.


Adiza menarik nafas dalam-dalam, sedangkan Yasmin nampak memijat-mijat keningnya. Lala masih enggan meneruskan ceritanya. Untuk beberapa saat ketiganya terdiam dengan pikirannya masing-masing.


" Gak bisa gini, La... Dena harus tahu hubungan Lo sama Yoga yang sebenarnya" tegas Diza.


" Iya, gue rasa Diza bener. Lo bisa jelasin semuanya ke Dena. Kalo dia memang nganggap Lo temen, gue pikir Dena bakalan ngerti " Yasmin menambahkan.


Lala hanya diam, ia meraih boneka Dumbo kesayangannya lalu memeluknya.


Lala menggelengkan kepala.


" Gue gak bisa nyakitin Dena. Dia udah gue anggap sodara sendiri dari kecil " papar Lala lemah


" Kenapa kamu gak pikirin perasaan Yoga, terus perasaan kamu sendiri gimana ? " cerca Diza.


" Stop perasaan kamu yang terlalu mikirin orang lain, memangnya kamu bisa selalu bahagiain orang lain ? Adakalanya kita harus pikirin perasaan kita. Coba kamu pikir deh, La. Gimana sakit hatinya Yoga, gimana perasaannya sama kamu selama ini ? Apa perasaan kamu sama Yoga gak ada artinya lagi ? " cerca Adiza.


" Gue gak tahu... Gue bingung sama perasaan gue sendiri " jawab Lala terisak.


Adiza mengatur nafasnya, berusaha memahami perasaan yang dirasakan oleh Yasmin. Adiza mengerti bagaimana rasanya terjebak dalam dilema sama halnya sepertinya yang terjebak dalam perasaan cinta sendiri kepada saudara tirinya.


" Maaf... Aku cuma gak mau kamu menyia-nyiakan kesempatan yang kamu punya, La. Bukan kayak aku yang udah gak ada kesempatan sama Dika " ucap Diza lalu memeluk Lala.


Lala balas memeluk Diza


" Aku ngerti kok. Kamu cuma mau yang terbaik buat aku " ucap Lala.


" Ikutan dong... Pengen peluk juga... " ucap Yasmin manja sambil memeluk mereka berdua. Mereka bertiga pun berpelukan.


" Jadi sekarang keputusannya gimana ? " tanya Yasmin setelah mereka bertiga melepaskan pelukan.


" Gue udah putusin buat nolak Yoga dan relain dia buat Dena. Semoga kalian bisa ngerti dan dukung gue ya " jelas Lala.


" Aku bakalan dukung semua keputusan kamu, selama itu bisa menjadikan keadaan Lo lebih baik, kenapa enggak ? " sahut Diza.


" Iya, gue setuju sama Diza. Gue juga dukung penuh keputusan Lo. Cuman..."


" Cuman apa Yas ? " tanya Lala memotong ucapan Yasmin.


" Lo udah pikirin konsekuensinya ? Apa Yoga terima keputusan Lo , atau apa Yoga mau nerima Dena karena Lo tolak ? Dan apa Lo siap kalo Dena tahu yang sebenarnya tentang perasaan antara Lo sama Yoga ? " Jawab Yasmin.

__ADS_1


Sesaat Lala terdiam mencerna pertanyaan demi pertanyaan yang ada dalam ucapan Yasmin.


" Hem... siap gak siap, gue harus siap " jawab Lala.


" Yah... Semoga ada jalan terbaik buat kita melewati semua masalah kita. Mulai sekarang, apapun yang akan terjadi dalam kehidupan kita, perasaan kita... Kita biarkan seperti air mengalir. Kita hanya harus yakin, kalau semua yang ditakdirkan Tuhan itu yang terbaik untuk kita " ucap Diza menenangkan.


" Aamiin..." sahut Lala dan Yasmin serempak.


" Semoga Diza dan Lala dapat cowok yang baik dan sayang sama mereka, Ya Alloh... Lebih baik dibanding Andika dan Yoga. Tapi biarin aku dapetin kak Sakha aja Ya Alloh... Aamiin.. " gumam Yasmin yang masih dapat didengar oleh kedua sahabatnya.


" Kok doanya gitu sih ? " protes Diza.


" Lah bener kan, Lala udah pasrah relain Yoga buat Dena. Dan Lo Diz, udah ada Rasya yang siap jadi calon suami Lo " oceh Yasmin asal.


" Ngaco nih " gerutu Diza.


" Tapi suka kan... ? " tuduh Lala sekenanya.


" Kalian berdua nih kenapa sih ? " Diza tak terima.


" Kita dukung Lo supaya jadian sama Rasya " jawab Lala dan Yasmin cekikikan.


" Terus aja... terus... ngomongin Rasya " ketus Diza


" Dih ngambek, kalo ngambek berarti beneran lho " goda Lala.


" Beneran apa ? " tanya Diza.


" Beneran ada rasa sama Rasya " jawab Yasmin terkekeh.


Diza mengerucutkan bibirnya kesal.


" Kenapa sih, bahas Rasya terus ? " tanya Diza kemudian.


" Lo tim mana La ? " tanya Yasmin pada Lala.


" Gue tim Rasya ? Lo ? " Lala balik bertanya pada Yasmin.


" Hmmm..." Yasmin nampak berpikir


" Udah pasti tim Rasya lah " tegas Yasmin


" Yeay...Dua vote buat Rasya " Yasmin bersorak lalu bertepuk tangan diikuti Lala.


" Ya... ya... terserah deh. Asal kalian bahagia lah... " ucap Diza cuek sambil mencebikkan bibirnya.


" Salah Diz... Asal kamu bahagia " koreksi Lala sambil terkekeh.


...🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2