Kamu Cintanya Aku

Kamu Cintanya Aku
Part 13


__ADS_3

Dua Minggu setelah itu, Rasya dan Diza menjadi semakin dekat. Tentunya dengan dorongan dan dukungan dari Lala,Yasmin, dan juga Dika. Akan tetapi Diza belum juga memberikan jawaban atas pertanyaan Rasya. Walaupun sudah membuka hatinya untuk Rasya, namun Diza masih ingin memastikan lagi perasaan Dika kepadanya. Ada kalanya Diza merasa bahwa perhatian yang diberikan oleh Dika itu bukanlah perhatian seorang kakak tapi perhatian seorang laki-laki pada seorang wanita.


" Aku mau ngajakin kamu jalan hari minggu ini, kamu mau kan ? " tanya Rasya ketika bertemu Diza di tempat parkir sekolah.


" Pasti dia mau " Dika menjawab dengan semangat sedangkan Diza menatap Dika dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


" Ck...Yang ditanya siapa, yang jawab siapa " gumam Diza yang masih bisa didengar oleh Dika dan Rasya.


Dika tertawa geli melihat raut kekesalan pada wajah Diza, sementara Rasya hanya memperhatikan Diza.


" Kalau gak bisa, gak apa-apa. Mungkin lain kali bisa " tambah Rasya.


" Iya, boleh " jawab Diza mengiyakan.


" Ok, aku jemput ke rumah ya ! " ucap Rasya lagi.


" Biar gue yang anter, sekalian gue juga mau jalan sama cewek gue " Dika menyahut ucapan Rasya yang kontan membuat Diza dan Rasya melihat ke arahnya.


" Kamu udah punya pacar ? " tanya Rasya tak percaya.


" Udahlah... " jawab Dika bangga.


Rasya melihat ke arah Diza, dilihatnya gadis cantik itu terdiam, wajahnya tertunduk lesu menampilkan guratan rasa sedih dan kecewa. Rasya begitu khawatir melihat gadis yang dicintainya itu.


" Jangan menangis... Tolong... Aku tak rela melihat kamu menjatuhkan air mata untuk lelaki lain " gumam Rasya dalam hati saat melihat Adiza.


Adiza menarik nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya perlahan. Ia mengatur nafasnya, menyembunyikan rasa sakit yang tertoreh di hatinya karena mengetahui jika Dika sudah memiliki kekasih hati.


" Ya udah, double date " ucap Diza kemudian berusaha tersenyum.


" Oke, boleh. Nanti kita janjian di mall "X" aja ya " Rasya memberikan keputusan.


" Siap " ucap Dika lalu segera memberikan helm pada Diza dan mengajaknya pulang.


" Aku akan menghilangkan rasa sakit di hatimu... Diza, tolong ijinkan aku masuk ke dalam hatimu " Rasya bergumam dalam hatinya.


...🌸🌸🌸...


Hari Minggu yang ditunggu akhirnya tiba. Hari ini, Diza dan Dika akan melakukan double date. Dika sangat bersemangat, lain halnya dengan Adiza. Perasaannya campur aduk saat ini, rasa sedih, kecewa, juga bahagia.


Sedih dan kecewa karena mengetahui bahwa Dika telah memiliki tambatan hati yang berarti apa yang ia rasakan selama ini memang benar cinta sendiri.

__ADS_1


Bahagia, karena ada seseorang yang begitu mencintainya dan memperjuangkannya sedemikian rupa.


Ya, mungkin Rasya lah laki-laki yang dipilihkan Tuhan untuknya.


Diza dan Dika pergi ke mall tempat mereka janjian. Sambil menunggu Rasya dan kekasih Dika, mereka menunggu di taman. Mereka duduk di kursi taman dan berbincang-bincang.


" Kamu udah jadian sama Rasya ? " tanya Dika. Adiza menggelengkan kepalanya, kening Dika berkerut.


" Dia udah nyatain kan ? " tanya Dika lagi. Adiza tersenyum tipis lalu mengangguk lemah.


" Belum aku jawab " ucap Diza singkat.


" Kenapa ? Kamu masih ragu ? " pertanyaan demi pertanyaan diajukan oleh Dika.


Adiza menghela nafas, matanya menatap lurus ke depan.


" Entahlah... "


" Laki-laki kayak Rasya itu jarang ada. Dia itu tulus cinta dan sayang sama kamu. Apa kamu gak bisa rasain ? " Dika menarik nafasnya kemudian menghembuskannya perlahan.


" Diza... Aku gak pernah seyakin ini untuk dukung seseorang. Aku percaya, dia yang terbaik buat kamu " tutur Dika meyakinkan Diza.


Adiza menatap Dika dengan tatapan sendu.


Adiza mengalihkan pandangannya.


" Perasaan kamu sama aku gimana ? " tanya Diza memberanikan diri untuk memantapkan hatinya.


Dika sungguh terkejut dengan pertanyaan yang diajukan Diza, tak menyangka jika gadis cantik di sampingnya akan menanyakan hal itu.


" Aku sayang sama kamu, sebagaimana kakak menyayangi adiknya. Kamu gak percaya ? " Dika menjeda ucapannya lalu melanjutkan kembali.


" Karena itu, aku mau kamu dapat laki-laki yang benar-benar tulus sayang sama kamu dan bisa jagain kamu. Lagipula aku udah punya seseorang yang aku cintai " jawab Dika panjang.


Adiza tersenyum getir,


" Sejak kapan ? " ia bertanya, menggali informasi lebih.


" Sejak SMP " jawab Dika tegas.


" Pantesan kamu gak pernah lirik cewek lain, padahal aku suka sama kamu lho " aku Diza setengah tertawa, menertawai kebodohannya sendiri mencintai lelaki yang tak bisa ia miliki.

__ADS_1


Andika tersenyum samar, antara bahagia mendengar pengakuan Adiza dan sedih karena harus merelakan gadis yang ia cintai dimiliki orang lain.


" Maafkan aku... Sungguh ini adalah hal terberat dalam hidupku. Percayalah semua yang kulakukan ini untuk kebahagiaan kamu. Semoga kamu bisa mengerti " lirih Dika dalam hati.


Mereka berdua terdiam, tak lagi mengeluarkan kalimat untuk saling berbicara. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing.


" Hai... Kalian udah lama ? " Sebuah suara terdengar dari arah depan tempat duduk mereka, membuat keduanya sontak melihat ke arah datangnya suara. Terlihat Rasya tersenyum dengan sangat manis.


" Kita juga baru datang " sahut Dika.


" Tuh, pangeran kamu udah datang " tunjuk Dika diselingi tawa kecil.


" Iya, udah tahu " jawab Diza enteng.


" Sudah siap tuan putriku " ucap Arrasya mengulurkan tangannya ke hadapan Diza.


Diza meraih tangan Arrasya dengan yakin lalu bangkit dari duduknya.


" Pacar kamu belum datang ? " tanya Rasya pada Dika.


" Kayaknya bentar lagi, kalian duluan aja. Nanti ketemuan di bioskop " jawab Dika.


Rasya menatap Diza yang kini menganggukkan kepalanya.


" Ya udah, kalo gitu kita duluan ya " pamit Rasya.


" Jagain tuan putri manja ini buat gue " ceplos Dika.


" Ih... Siapa yang manja " Diza merengut tak terima dengan apa yang diucapkan oleh Dika.


" Biar manja tapi aku tetap suka " bisik Rasya membuat Diza tersipu.


" Ya udah, kita pergi " seru Rasya yang terus menggenggam jemari tangan Diza.


Dika tersenyum simpul menatap kepergian Diza dan Rasya.


" Pergilah bersamanya, raih kebahagiaan kamu. Aku yakin, lelaki di sampingmu itu akan selalu membahagiakanmu "


Dika kembali duduk dan asyik dengan ponselnya sambil menunggu orang yang diakuinya sebagai kekasih. Sementara itu, setelah beberapa langkah menjauh dari tempat Dika, Adiza menoleh ke arah Dika.


" Mungkin kamu memang bukanlah untukku. Bahkan kamu tak lagi melihatku sebagaimana lelaki di sampingku ini yang selalu setia melihatku meskipun aku tak lagi terlihat. Mungkin, memang lelaki inilah yang harus kuperjuangkan. Selamat tinggal Dika... Selamat tinggal cinta pertamaku... Walaupun sulit, aku akan berusaha melepaskanmu " (Adiza)

__ADS_1


" Aku tak akan pernah melepasmu. Kali ini aku berhasil menggenggam tanganmu. Akan ku pastikan menggenggam kebahagiaan dan hidup bersamamu. Aku berjanji akan selalu menjadikanmu wanita yang paling bahagia sepanjang usia. Selama nafas masih menghela, selama jantungku masih berirama, cintaku akan selalu ada untukmu... Bahagiamu bersamaku " (Arrasya)


__ADS_2