Kamu Cintanya Aku

Kamu Cintanya Aku
Part 28


__ADS_3

6 bulan setelah acara lamaran Adiza dan Arrasya, semua berjalan seperti biasanya. Adiza kini mulai terbiasa jauh dari Andika. Walaupun terkadang ia merasa rindu pada saudara tirinya itu. Rasa yang tersisa untuk Andika kini berangsur menjadi perasaan sayang selayaknya


seorang adik menyayangi kakaknya. Nampaknya Arrasya telah benar-benar berhasil menggantikan posisi Andika sebagai seorang pria yang dicintai Adiza.


Malam Minggu kali ini, seperti biasanya Adiza dan Andika pergi nonton film dan makan, selayaknya pasangan-pasangan lainnya. Pasangan yang akan melangsungkan pernikahan 6 bulan yang akan datang itu terlihat sangat bahagia.


Setelah menonton film, mereka melanjutkannya dengan makan malam di restoran favorit mereka. Ketika mereka menikmati hidangan, tak sengaja Adiza melihat seseorang yang ia kenal dan memperhatikannya dengan seksama.


" Kamu lihat apa sih, yang ? " tanya Arrasya melihat ke arah tatapan mata Adiza tertuju.


" Itu... Diana kan ? " tanya Adiza meyakinkan diri bahwa sosok yang dilihatnya kini adalah Diana, kekasih Andika.


Arrasya memperhatikan seorang wanita yang tengah duduk bersama dengan seorang pria. Dan dugaan sang kekasih memang benar adanya, ternyata wanita itu adalah Diana.


" Kayaknya sih bener, yang " sahut Arrasya lalu mengalihkan pandangan matanya kembali menuju hidangan di hadapannya.


" Udah, jangan kamu perhatiin orang terus. Nanti gak selesai-selesai makannya... " tegur Arrasya.


Adiza mengalihkan pandangannya kemudian meneruskan melahap makanan yang ada di depannya sambil sesekali melirik ke arah Diana dan pria itu berada. Timbul tanya dalam benaknya, jika pria itu adalah kekasih Diana, lalu bagaimana dengan Andika. Hubungan yang sudah berlangsung lama itu harus kandas. Adiza sangat menyayangkan hal itu.


" Habisin makanannya, Diza sayang ! " seru Arrasya lagi karena sang kekasih terlihat hanya memainkan makanan yang ada di piringnya.


" Udah kenyang " jawab Adiza tak berselera makan.


Arrasya menggelengkan kepalanya lalu mengambil sendok dan mulai menyuapi Adiza.


" Mubazir, kalau gak dihabisin. Aaa... " ucap Arrasya sambil menyendok makanan dan mulai menyuapi kekasihnya itu. Mau tidak mau akhirnya Adiza membuka mulutnya dan menelan apa yang telah Arrasya suapi hingga akhirnya makanan yang ada di piring pun habis karena kegigihan Arrasya menyuapi pujaan hatinya itu.


Adiza mengambil minum setelah Arrasya selesai menyuapinya.


" Nanti lagi, gak usah disuapin. Malu dilihatin orang " Adiza melarang Arrasya dengan sedikit memanyunkan bibirnya membuat Arrasya tersenyum gemas.


" Kenapa harus malu, kita kan gak lakuin yang salah. Kalau makan terus gak bayar, baru malu " sahut Arrasya memperhatikan air muka sang kekasih yang nampak kesal.


" Iya, tapi kan Diza bukan anak kecil lagi yang harus disuapin " Diza menyahut tak mau kalah sambil menggembungkan kedua pipinya.

__ADS_1


" Iya... iya... Bentar lagi kamu yang suapin deh " timpal Arrasya tersenyum smirk memegang pipi sang calon istri.



Adiza mengerutkan keningnya, memasang mode tak mengerti di wajah cantiknya. Arrasya tertawa gemas melihat calon istri cantiknya itu.


" Iya, kalau kita udah nikah dan punya anak pasti kamu yang suapin anak-anak kita kan ? " ucap Arrasya dengan menarik senyuman di sudut bibirnya yang sukses membuat Adiza tersenyum.


Calon suaminya itu selalu saja bisa membuatnya tersenyum. Adiza merasa sangat beruntung bisa dicintai seorang Arrasya. Walaupun terkadang sang kekasih bersikap posesif, namun ia sangat pengertian dan juga perhatian.


Adiza menoleh ke arah meja yang tadi diisi oleh Diana, namun ternyata meja itu sudah kosong. Adiza mengedarkan pandangannya namun tak ia temukan keberadaan Diana dan pria itu.


" Orang yang kamu cari udah pergi tadi " Arrasya memberi tahu calon istrinya itu saat melihat Adiza melihat sekeliling.


Adiza terkejut dengan ucapan Arrasya. Calon suaminya itu selalu bisa menebak dan memahami gelagatnya.


" Kamu masih penasaran siapa laki-laki yang sama Diana tadi ? " tanya Arrasya lagi melihat ke arah Adiza yang dibalas dengan tatapan oleh sang kekasih.


" Aku cuma mau tahu, kenapa dia jalan bukan sama Andika... " jawab Adiza lirih.


" Sayang... Aku tahu kamu sayang dan peduli sama Andika. Tapi, bukankah tidak baik jika kita mencampuri urusan orang lain. Andika dan Diana punya kehidupan sendiri, begitupun kita. Apapun yang terjadi kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuk mereka. Aku benar kan ? " tutur Arrasya lembut.


Ucapan Arrasya diiyakan dengan anggukan kepala Adiza. Arrasya tersenyum saat Adiza menggenggam erat jemarinya.


...🌸🌸🌸...


Arrasya menghentikan laju mobilnya saat telah sampai di depan rumah Adiza. Dilihatnya calon istri tercintanya itu tertidur. Arrasya tak segera membangunkan Adiza. Ditatapnya lekat wajah cantik dan polos sang calon istri.


Sungguh ia sangat bersyukur bisa mendapatkan hati Adiza, walaupun terkadang ia merasa khawatir akan perasaan sang calon istri pada pria di masa lalu Adiza.


" Aku beruntung bisa mendapatkan kamu... Apakah dia masih ada di hati kamu ? Apa kamu sudah sepenuhnya memalingkan hatimu padaku ? " tanya Arrasya dalam hati.


Ia teringat kejadian di restoran tadi, betapa khawatirnya Adiza ketika melihat Diana bersama pria selain Andika. Walaupun ia tahu bahwa pujaan hatinya itu hanya penasaran dan mengerti posisi mereka saat ini. Tentunya wajar saja jika ia khawatir dan takut kehilangan Adiza, mengingat ikatan yang pernah ada diantara Andika dan Adiza.


Adiza mengerjapkan matanya, ia membuka mata dan melihat sang kekasih tengah menatapnya. Adiza tersenyum melihat raut wajah sang kekasih yang memerah karena tertangkap basah menatapnya.

__ADS_1


" Udah sampai ? Kenapa gak bangunin ? " tanya Adiza manja.


" Baru sampai... Aku seneng lihat kamu kalau lagi tidur. Kapan lagi aku bisa lihatin kamu tidur " jawab Arrasya tenang menutupi kegugupannya.


" Nanti kalau udah halal, pasti puas lihatinnya " jawab Adiza asal, membuat Arrasya mendekatkan wajahnya.


" Kalau gitu, aku udah gak sabar lagi secepatnya halalin kamu. Jadi gak cuma lihatin kamu tidur aja, lihat yang lain juga bisa " bisik Arrasya di telinga Adiza yang membuat Adiza menghadiahi cubitan di pinggang Arrasya.


Arrasya meringis namun juga tersenyum melihat Adiza yang menjadi salah tingkah. Adiza berusaha melepaskan seat belt namun entah mengapa rasanya sulit terlepas. Mungkin karena perasaannya saat ini yang tak karuan. Arrasya selalu bisa membuat jantungnya berdebar-debar, bahkan seakan hendak melompat keluar.


Arrasya menyadari calon istrinya itu dilanda kegelisahan, ia mendekat kembali ke arah Adiza. Adiza menahan nafasnya saat Arrasya mendekatinya kemudian menutup matanya. Arrasya tersenyum geli melihat tingkah lucu Adiza. Arrasya lalu melepaskan seat belt Adiza.


" Sekarang udah bisa buka mata " seru Arrasya menahan tawa.


Adiza membuka matanya, lalu melihat Arrasya yang kini tersenyum melihatnya sambil menyandarkan kepalanya pada bantalan jok kursinya.


" Aih... Aku ngeharepin apa sih ? Ngarep banget dicium Arrasya " Adiza merutuki sikap bodohnya.


Selama ini, Arrasya selalu menghormatinya. Ia tak pernah menuntut lebih pada Adiza walaupun mereka sudah resmi bertunangan. Arrasya sadar jika semua akan indah jika dilakukan setelah mereka sah sebagai suami istri. Interaksi yang terjadi hanyalah sebatas pelukan dan ciuman di pipi dan kening saja. Ia tidak pernah memaksakan kehendaknya untuk mencium bibir Adiza.


" Kamu gak mau masuk dulu ? " tanya Adiza setelah berhasil menenangkan hatinya.


Arrasya menggelengkan kepala.


" Maaf, aku gak bisa mampir. Sudah malam, kamu istirahat ya. Salamin aja buat mama sama papa kamu. Besok aku jemput ke kampus ! " ucap Arrasya.


Adiza membuka pintu mobil, saat ia akan membuka pintu Arrasya menariknya lalu mengecup lembut bibir merahnya membuat Adiza tertegun dan memegang bibirnya karena terkejut dengan apa yang dilakukan Arrasya.


" Maaf... Ini yang pertama dan terakhir sebelum kita resmi menikah " ucap Arrasya lirih. Adiza tak mengatakan apapun, ia hanya menenangkan gemuruh perasaan di hatinya saat ini.


" I Love you !! " tegas Arrasya kemudian membuat Adiza segera tersadar dan menatap Arrasya.


" Love you to !! " ucap Adiza tersenyum


lembut, kemudian keluar dari mobil Arrasya.

__ADS_1


__ADS_2