Kamu Cintanya Aku

Kamu Cintanya Aku
Part 16


__ADS_3

" Heh... Lepasin cewek gue !!" seseorang berteriak membuat Lala dan Yoga melihat ke arah datangnya suara.


" Ry... Ryu... " ucap Lala kaget.


" Kalo jadi cowok jangan kasar sama cewek " Ryu berjalan mendekati Yoga lalu melepaskan tangan Yoga dari lengan Lala.


" Siapa Lo ? " tanya Yoga emosi.


" Kan tadi gue dah bilang buat lepasin cewek gue " jawab Ryu santai lalu membawa Lala ke belakang tubuhnya.


" Bohong... Gue gak percaya. La, bilang kalo apa yang dia omongin itu gak bener " Yoga melihat ke arah Lala dengan tatapan ingin tahu.


" Iya, dia bener. Dia cowok gue " tegas Lala.


Entah apa yang merasukinya hingga ia berani mengucapkan hal tak masuk akal seperti itu.


Ryu menyeringai, merasa sudah memenangkan perang. Sementara Yoga tampak tak percaya atas pengakuan Lala.


" Aku gak percaya. Kamu bohong, La " tuduh Yoga.


" Kalo gak percaya itu urusan Lo " jawab Ryu enteng.


" Ayo kita pulang, beb " Ryu menggandeng tangan Lala tanpa ada penolakan dari Lala. Mereka berdua pun berlalu dari hadapan Yoga.


...🌸🌸🌸...


" Ayo naik !" seru Ryu sambil naik ke atas motor sport kesayangannya. Lala diam tak menuruti apa yang dikatakan Ryu.


Ryu membuka kaca helmnya, menarik dan menghembuskan nafasnya.


" Ayo, gue anterin Lo pulang " ucapnya lagi dari balik helm sambil menyalakan mesin motornya. Lala masih tetap diam tak bergeming.


" Tadi ngakunya gue cowok kamu... Jadi, biarkan cowok kamu yang ganteng ini anterin kamu pulang " seloroh Ryu.


Lala memutar bola matanya, jengah mendengar ocehan lelaki di sampingnya itu.


" Apaan sih PD banget... " cibir Lala.


" For your information, tadi itu cuma pura-pura aja. Ngerti kan ?! " sambung Lala dengan penekanan pada ucapannya berharap lelaki di sampingnya itu mengerti.


Ryu tertawa kecil, nampaknya ia tak pernah kehabisan akal untuk berdebat dan mencari perhatian Lala.


" Iya... iya... Ngerti deh. Gue belum nembak kamu kan makanya kamu tadi ngode begitu " oceh Ryu slengean.


Lala menepuk jidatnya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tak tahu harus bicara dengan cara apa lagi menghadapi lelaki satu ini. Setiap dia mengatakan sesuatu selalu saja Ryu bisa membalikkan ucapannya.


" Iiih... Dasar rese " umpat Lala mengalah kemudian berjalan menjauhi Ryu.


Ternyata Ryu lelaki yang pantang menyerah. Ia mengikuti langkah Lala sambil membunyikan klaksonnya hingga membuat Lala malu karena orang-orang di sekitarnya memperhatikan dan berbisik-bisik membicarakannya. Karena jengkel, Lala menghentikan langkah lalu berbalik menatap Ryu yang ikut berhenti tepat di belakangnya.


" Berisik tahu ! " tegur Lala.

__ADS_1


" Makanya cepetan naik biar gak berisik ! " sahut Ryu, memberikan helm kepada Lala.


" Udah baikan aja neng... Itu pacarnya kasihan... " seru orang yang ada di situ.


" Iya Bu, pacar saya kalo lagi ngambek emang ngerepotin " ucap Ryu sambil memperlihatkan senyuman liciknya melirik kepada Lala.


" Aduh neng, pacarnya baik gini. Udah ganteng, setia lagi. Kalo ibu masih muda, ibu juga mau satu yang kayak gini " imbuh ibu-ibu lainnya.


" Jangan disia-siakan gitu neng. Nanti diambil orang, nyesel lho neng " tambah seorang bapak yang ada disitu.


Ryu tersenyum penuh kemenangan, merasa didukung oleh orang-orang yang ada disana. Karena merasa tak enak dengan orang-orang yang ada disana, akhirnya Lala mengambil helm yang diberikan Ryu, memakainya dan segera naik ke atas motor. Ryu segera melajukan motornya setelah gadis cantik itu naik.


Di perjalanan,


" Gak usah senyum-senyum gitu ! " sungut Lala.


" Kok tahu sih, merhatiin ya " gurau Ryu.


" Ih, GR ! " sahut Lala membulatkan matanya.


" Emang... GR, Gede Rasa cinta gue buat Lo " tukas Ryu asal.


" Gombal " timpal Lala sebal.


" Biarin, gue gombal cuma sama Lo " sahut Ryu lagi.


Lala mencubit pinggang Ryu membuat Ryu meringis menahan sakit.


" Gak apa-apa lah. Sekarang boleh dicubit, entar pasti dicium " celoteh Ryu kemudian.


" Buset... Gila bener nih pukulannya, dikira nyemash bola kali " Ryu makin menggila.


Kali ini Lala tak menyahuti ucapan Ryu. Lala jengah menanggapi ucapan lelaki yang saat ini tengah mengendarai motor itu.


" Kok diem beb " telisik Ryu membuat Lala semakin sebal.


" Beb... Beb... Nama gue Lala Renata bukan beb. Udah ditasyakurin sama dibikinin bubur merah putih sama orang tua gue " cerocos Lala kesal yang membuat Ryu terkekeh mendengarnya.


" Baiklah Lala Renata, calon istriku " ucapnya santai. Lala mencebikkan bibirnya rasanya ia tak bernafsu lagi untuk mengomentari ucapan Ryu.


Tak lama berselang, mereka masuk ke kawasan perumahan elite dan akhirnya Ryu menghentikan motornya di depan sebuah rumah megah dengan pagar berwarna coklat.


" Dah sampe, sesuai aplikasi " ocehnya membuat Lala tercengang karena Ryu tahu tempat tinggalnya.


Lala turun dari motor, lalu membuka helm dan memberikannya pada Ryu.


" Makasih... " ucap Lala ketus.


" Itu doang ? Ga disuruh mampir dulu " oceh Ryu.


" Gak perlu " sahut Lala singkat.

__ADS_1


" Jangan ketus gitu, entar kangen... aku tanggung jawab Lo " canda Ryu.


" Ih, amit-amit... Gak sudi gue... " celetuk Lala keki, sambil membuka pagar rumahnya.


" Gue pastiin kalo Lo sendiri yang bawa gue masuk ke rumah Lo. Dan gue bakalan pastiin kalo gue yang jadi cowok Lo " teriak Ryu sambil melajukan motornya.


" Ya ampun Eci... Cowok macam apa yang Lo kenalin... Aargh...! " Lala mengacak-acak rambutnya.


...🌸🌸🌸...


Lala memasuki rumah dengan perasaan kesal. Ingin rasanya ia berteriak mengingat kejadian yang terjadi hari ini. Ia ingin mengadu pada Adiza dan Yasmin tapi ia ingat jika kedua sahabatnya itu sedang ada acara sendiri. Ya, Adiza sedang pergi dengan Rasya, sementara Yasmin sedang ada kerjaan sampingan sebagai wedding singer.


Lala segera masuk ke kamarnya, lalu masuk ke kamar mandinya. Ia berendam di bath tub dengan wangi-wangian aromatherapy untuk merelaksasi tubuh dan pikirannya. Setelah selesai, ia membilas tubuhnya lalu keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian. Tak lama berselang ia langsung menghubungi Yesi.


" Halo, La... Gimana tadi ? " tanya Yesi sewaktu mengangkat telepon Lala.


" Sialan Lo, mimpi apa gue semalem bisa kenalan sama cowok sinting macam begitu " omel Lala.


" Ya ampun, La... cowok sekeren dan seganteng Ryu Lo bilang sinting ? Kayaknya Lo yang sinting deh " Yesi terkekeh dari balik telepon.


" Apaan sih, gak lucu, Ci... Sumpah gak lucu tau " elak Lala.


"Asal Lo tahu ya... Tuh cowok mulutnya gak kontrol banget. Pedenya kelewatan lagi " cerita Lala.


" He.. he... Tapi suka kan ? Dia perhatian lho " ucap Yesi.


" Suka apaan sih, Ci. Orangnya maksa-maksa gitu. Iihh... " Lala bergidik.


" Gak apa-apa atuh, La. Jarang ada yang model begitu. Dia cinta mati sama Lo " ungkap Yesi serius.


" What ? Cinta mati ? Hello Eci ? Lo nyadar gak sih kalo kita tuh baru kenal tadi. Masa iya bisa langsung cinta mati " Lala terus mengoceh membuat Yesi tergelak mendengarnya.


" Seriusan La, dia dah ngincer Lo dari lama lagi. Karena Lo deket sama Yoga dia gak berani deketin Lo. Tapi sekarang kan Lo free, gak deket siapapun. So, dia tancap gas siap tempur " papar Yesi.


" Tancap gas... Siap tempur... Emangnya mau balapan ?! " gerutu Lala kesal.


" Eh, lagian dia tahu darimana hubungan gue sama Yoga ? Hmm... Pasti Lo yang cerita ya " tuduh Lala.


" Iya, sorry ya. Soalnya dia ngebet banget " Yesi mengaku sambil tertawa.


" Lo mah jadi temen malah ngorbanin temen sih " Rajuk Lala keki.


" Sorry La... Gue mah solider lagi sama Lo. Gue mau Lo happy dan gue yakin Ryu bisa bikin Lo happy terus " jelas Yesi.


" Dia orangnya baik La, beneran. Selain cakep dan tajir, orangnya lucu, setia lagi. Cocoklah sama kamu " tambah Yesi.


" Kenapa gue ngerasa Lo kenal banget sama dia ya ? " selidik Lala.


Yesi tertawa, " Ya iyalah... Orang dia itu sepupu gue. Anaknya om gue " jawab Yesi


" Pantesan, kayaknya gue nyium ada bau-bau nepotisme nih " ucapan Lala disambut kekehan Yesi.

__ADS_1


" Biarinlah nepotisme dikit, asal maksud dan tujuan tercapai. Kali aja jodoh Lo " timpal Yesi asal.


" Dasar halu... ! " ucap Lala mengakhiri telepon.


__ADS_2