Kamu Cintanya Aku

Kamu Cintanya Aku
Part 20


__ADS_3

" Hwa... hwa... " suara tangisan Yasmin menggema ke seluruh ruangan kamar Adiza.


" Udah dong, Yas... Kamu tuh bukannya senang sih, malah sedih gini " Lala menghampiri Yasmin yang kini menutupi wajahnya dengan bantal.


Adiza membawakan segelas air putih, lalu memberikannya pada Yasmin bermaksud untuk menenangkannya.


Yasmin meneguk air minum yang dibawakan Adiza. Adiza saling berpandangan dengan Lala, mereka seolah tidak tahu harus berbuat apa dengan Yasmin.


Tadi mereka baru saja saling bercerita tentang perjalanan cinta mereka, mengetahui Lala juga sudah memiliki tambatan hati membuat Yasmin histeris dan menangis meraung-raung. Adiza dan Lala sampai bingung harus berbuat apa.


" Udah dong Yas... Kita janji kok gak akan pernah lupain Lo. Kita bisa sama-sama terus " ucap Diza namun Yasmin tetap menangis sesegukan.


" Duh, Yas... Jangan bikin pusing dong. Lo itu maunya apa ? Bilang sama kita ! " tambah Lala.


" Kamu gak suka ngelihat kita punya pacar ? " tanya Diza, Yasmin menggeleng.


" Lo mau kita cariin pacar buat Lo ? " tanya Lala kemudian, tetap saja Yasmin menggelengkan kepala.


Adiza memijat-mijat kepalanya, sementara Lala mengacak-acak rambut panjangnya. Keduanya nampak kusut karena bingung dengan kelakuan Yasmin yang tidak jelas.


" Jadi mau kamu apa dong, Yas ? Kalo kamu diem gini, kita jadi bingung " terang Diza frustasi.


" Gue cuma bingung " jawab Yasmin lirih.


" Bingung karena Lo gak punya pacar ? " tanya Lala, Yasmin menggeleng.


" Bingung takut jadi nyamuk kalo jalan bareng kita ? " tanya Lala lagi, Yasmin tetap menggelengkan kepalanya.


" Terus apa dong, Yas...? " tanya Lala geregetan.


" Gue bingung... Kalo kalian nanti nraktir, siapa yang gue pilih duluan " jawab Yasmin polos.


Adiza dan Lala menepuk jidat masing-masing. Bahkan Lala sampai melemparkan guling pada Yasmin.


" Dikirain bingung apaan. Jadi kamu sampe nangis-nangis gini cuma drama doang biar ditraktir " gerutu Lala yang ditenangkan oleh Diza.


Yasmin nyengir memperlihatkan jajaran gigi putihnya yang rapi.


" Shock therapy lah dikit " oceh Yasmin sambil mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


" Ini mah shock therapy yang bikin jantungan " omel Lala lagi masih gemas dengan kelakuan Yasmin.


Adiza hanya menggelengkan kepalanya, enggan untuk berkomentar.


" Jadi ceritanya kamu mau ditraktir nih sampai buat sandiwara begini ? " tanya Diza diikuti anggukan kepala Yasmin.


" Wah bener-bener hebat ya Lo, Yas... Selain pinter nyanyi ternyata Lo juga ada bakat akting. Auto calon artis multitalenta " ucap Lala dengan sedikit menyindir Yasmin.


" Udah dong, La... Jangan marah lagi, gue cuma bercanda. He... he... " kekeh Yasmin melihat aura kekesalan yang masih menyelimuti Lala.


" Hmm... Kalian berdua kan udah punya orang yang sayang sama kalian berdua. Meskipun bukan orang yang kalian harapin tapi gue yakin ini yang terbaik buat kalian " ucap Yasmin .


" Kira-kira, gue bisa kayak kalian gak ya ? Bisa dapetin cowok yang sayang banget sama gue ? " Yasmin mempertanyakan sesuatu yang masih abu-abu.


" Kamu pasti bisa dapet laki-laki yang baik, yang sayang sama kamu... Percaya deh. Gak ada yang gak mungkin kan ? Kamu lihat aku sama Lala, dulu aku pikir bakalan susah move on dari orang yang kita sayang tapi ternyata kita bisa dapetin orang yang sayang sama kita dan bisa buka hati kita lagi. Jadi kamu cuma harus jalanin aja, sabar dan yakin kalo Tuhan sudah merencanakan yang terbaik buat kita" Adiza menjabarkan panjang lebar.


Yasmin menganggukkan kepalanya.


" Tapi kalo boleh nawar, Ya Alloh cukup kak Sakha aja buat aku... Jangan ada yang lain. Please !! " Yasmin mengangkat tangannya mode berdoa.


" Itu mah ngarep " celetuk Lala saat melihat Yasmin mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


" Masih ngarepin Kak Sakha ?" tanya Diza pada Yasmin.


" Banget... Gak pernah sengarep ini " jawab Yasmin.


" Tapi kakak Lo itu terbuat dari es kutub kali ya. Dingin banget... " oceh Yasmin mengerucutkan bibirnya.


Adiza mengerutkan keningnya.


" Kemarin gue ketemu dia di cafe tempat gue nyanyi. Tapi dia cuek aja. Udah aku sapa juga dia malah melengos aja... " cerita Yasmin.


" Makanya jadi cewek tuh jaim dikit, jangan maen sosor aja " cela Lala.


" Kak Sakha emang gitu orangnya, dingin, cuekan. Tapi kalo udah kenal, dia orangnya baik banget kok, perhatian, penyayang lagi. Jadi, kalo kamu serius mau ngejar kak Sakha ya harus kuat mental dan tahan banting " jelas Diza.


" Gue bakalan berusaha keras dapetin dia. Es kutub aja bisa mencair karena pemanasan global. Jadi hati bekunya juga bisa cair karena kehangatan cinta Yasmin" seloroh Yasmin percaya diri sambil tersenyum sendiri.


" Siapapun pendamping kita nanti, semoga kita semua selalu bahagia " ucap Diza yang diamini oleh Lala dan Yasmin.

__ADS_1


...🌸🌸🌸...


Waktu tak terasa berlalu, mereka bertiga sudah bersiap-siap menghadapi ujian kelulusan sekolah. Adiza uring-uringan, karena sudah satu bulan ini Rasya jarang masuk sekolah. Setiap kali ditanya, Rasya selalu beralasan ada yang sakit sehingga dia harus ijin tidak masuk sekolah. Yang membuat Diza heran, Rasya tidak masuk sekolah tapi dia selalu bisa menyempatkan diri untuk menjemputnya. Hal itu membuat Adiza curiga dan bertanya-tanya.


Siang itu, Rasya menjemput Adiza di depan sekolah. Adiza segera masuk ke dalam mobil Rasya begitu melihat mobil putih milik Rasya terparkir di depan sekolah.


" Kamu gak masuk lagi ? Masih nunggu yang sakit ? " tanya Diza begitu mendudukkan diri di jok kursi depan.


" Iya, sayang ku " jawab Rasya santai sambil memasangkan seat belt pada Adiza, kemudian melajukan mobilnya.


" Kamu tuh gak takut kalo gak lulus ya ? Katanya mau jadi dokter bedah. Gimana mau jadi dokter kalo jarang sekolah " gerutu Diza. Rasya hanya menanggapi dengan senyuman.


" Ih, kok malah senyum sih " Diza mengerucutkan bibirnya saat melihat senyuman di wajah tampan Rasya.


" Terus aku harus gimana ? Orang aku udah jadi..." Rasya tak meneruskan kalimatnya.


" Udah jadi apa ? " tanya Diza saat Rasya menjeda ucapannya.


" Udah jadi pacar kamu lah " jawab Rasya enteng.


" Ohhh... jadi kamu tuh masuk sekolah cuma buat jadi pacar aku aja ? " tanya Diza lagi.


" Memang itu tujuanku. Diza... Seandainya kamu tahu pengorbanan yang aku lakukan ini. Apa reaksi kamu ? " hati Rasya menggumam sambil tersenyum sendiri.


" Ih... kok malah senyum-senyum sih " geram Diza, kesal dengan sikap yang ditunjukkan Rasya.


" Adiza sayang, calon istriku yang sholehah... Pokoknya kamu jangan khawatir aku pasti bisa jadi dokter bedah" Rasya meyakinkan Diza.


" Gimana bisa jadi dokter kalo gak lulus sekolah... " Diza menggumam namun masih bisa didengar oleh Rasya.


Adiza mencebikkan bibirnya lalu melihat ke luar jendela. Rasya hanya tersenyum melihat tingkah kekasih hatinya itu.


" Kita ke rumah sakit dulu, tadi papa nyuruh mampir " ucap Diza kemudian.


" Siap tuan putri " sahut Rasya selalu siap sedia dengan permintaan Adiza.


Mereka memasuki pelataran parkir rumah sakit tempat Pak Surya, ayahnya Adiza bekerja. Selain sebagai dokter spesialis jantung, ayahnya Diza juga merupakan Direktur Rumah Sakit ini. Di rumah sakit ini pula, Rasya dan Sakha bekerja.


Rasya keluar dari mobil dengan mengenakan masker dan topi. Ia khawatir ada yang mengenalinya sebagai dokter saat sedang bersama Diza. Rasya tidak mau ambil resiko apabila Diza mengetahui kebenarannya dari orang lain. Entah apa yang akan terjadi pada hubungannya dengan gadis cantik itu.

__ADS_1


__ADS_2