
Ayo, yang nungguin kisahnya Yasmin dan Sakha mana ? Ini author lanjutin ya ceritanya... Semoga suka ya ! 🤗
...****************...
5 tahun kemudian,
Yasmin keluar dari dalam mobil lalu menapakkan kakinya. Ia membuka kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya. Kemudian ia berjalan memasuki bagian depan rumah dengan membawa bungkusan kado yang cukup besar.
Ia terus berjalan masuk ke dalam rumah menuju pekarangan belakang dimana sedang diadakan pesta ulang tahun anak Adiza dan Arrasya.
" Surprise... " ucap Yasmin setengah berteriak saat melihat Adiza yang menggandeng Andika, anak pertamanya yang tengah berulang tahun.
" Ya ampun, Yasmin ! " pekik Adiza saat Yasmin berjalan mendekat dan memeluknya.
" Kamu bohongin aku ya ! Bilangnya gak bisa datang " ucap Adiza mengerucutkan bibirnya.
" Namanya juga suprise bu dokter yang cantik. Halo, Dika... Ini aunty bawain hadiah buat keponakan aunty yang paling cakep " ucap Yasmin lalu mengecup pipi dan memberikan kado kepada Andika.
" Terima kasih, aunty " ucap anak tampan itu, kemudian berlari ke arah sang ayah dan menyimpan kadonya di atas meja.
" Kamu gak ada schedule ? Biasanya susah banget minta kamu datang " tanya Adiza. Kini keduanya duduk di ruang keluarga meninggalkan halaman belakang.
" Demi keponakan aku yang satu itu, aku rela reschedule jadwal aku yang padat itu lho. Aku aunty yang perhatian kan ? " ucap Yasmin dengan bangga.
" Emangnya kamu doang, Yas ! Aku juga rela balik dari Ausi demi rayain ulang tahunnya Dika " sahut Lala yang tiba-tiba berada diantara mereka.
" Wah, ibu CEO datang juga nih " ucap Yasmin saat melihat Lala.
Lala memeluk Yasmin lalu bercipika cipiki.
" Hem, udah jadi penyanyi terkenal boleh dong traktirin kita makan " seloroh Yasmin.
" Masa Ibu CEO minta traktir ? " sanggah Yasmin.
" Eh, kalau masalah traktiran mah CEO juga doyan ditraktir kali " sahut Lala sambil terkekeh.
" Boleh, boleh... Nanti gue traktir deh " timpal Yasmin kemudian.
" Weis, mantap " ucap Yasmin sambil mengacungkan jempolnya.
" Eh, hubungan lo sama si Reza gimana Yas ? " tanya Adiza kepo.
" Reza mana nih ? " Yasmin balik bertanya.
__ADS_1
" Itu lho yang digosipin lagi deket sama kamu " tambah Lala.
" Ooh yang itu. Gue sama dia gak ada hubungan apa-apa lagi. Cuma temen kerja doang. Dasar aja tuh paparazi suka naekin berita yang gak bener " bantah Yasmin.
" Terus lo lagi deket sama siapa sekarang ? " tanya Lala penasaran.
" Gak lagi deket sama siapa-siapa kok " jawab Yasmin lagi.
" Masa sih ? Gak mungkin kamu masih nungguin Kak Sakha kan ? " selidik Adiza yang langsung membuat Yasmin terbatuk.
" Uhuk... Uhuk... "
Adiza segera mengambilkan air minum untuk Yasmin.
" Lo masih nungguin kakaknya Diza itu, Yas ? " tanya Lala lagi.
" Enggak lah. Ngapain juga gue nungguin cowok yang gak pernah ngarepin gue " jawab Yasmin lirih.
" Kak Saka tuh kayaknya kena tuah kamu, Yas. Soalnya dia tuh suka nanyain kamu. Kabar kamu gimana, kamu tinggal dimana. Kayaknya sekarang dia deh yang bakalan kejar-kejar kamu. Gak tahu tuh kena apaan sampai bisa kayak gitu " ucap Adiza sambil terkekeh.
Dia udah ngambil yang paling berharga di hidup aku, Diza
" Hei, kok ngelamun sih Yas " tegur Adiza menepuk pundak Yasmin.
" Gak nyangka aja kalau dia bakalan ngejar gue. Mungkin karena gue dah jadi artis kali ya " seloroh Yasmin sambil tertawa miris.
" Hem, iya kali... Aku tinggal dulu ya ! Tuh temen-temennya Dika udah pada dateng. Kalian tunggu disini dulu ya ! " seru Adiza.
Adiza lantas membawa Andika bersama Arrasya untuk menemui teman-teman Andika. Yasmin dan Lala memperhatikan acara yang berlangsung bersama Mama Shofie dan Papa Surya juga Papi Erlangga.
Acara ulang tahun pun selesai, semua tamu sudah meninggalkan tempat. Dan kini hanya tersisa keluarga saja bersama Lala dan Yasmin tentunya.
Mereka membantu Andika membuka kado satu per satu hadiah yang diterimanya. Andika dengan antusias membuka hadiah-hadiah tersebut.
" Eh, Diz... Sorry ya, gue kayaknya harus balik sekarang deh. Soalnya entar malem gue harus ke luar kota nih. Ada show besok siang " jelas Yasmin.
" Ya, masih kangen ih... " ucap Adiza sambil merengut.
" Iya nih, Yas ! Jarang-jarang kan kita ngumpul begini " tambah Yasmin.
" Ya, gimana dong... Udah tugas negara nih. Gak bisa dibatalin " sahut Yasmin.
" Nanti kita kumpul bareng lagi deh, gue janji kalau jadwal gue free kita ngumpul lagi. Lo kan udah balik lagi ke indo nih, La... Jadinya gampang kan " ucap Yasmin.
__ADS_1
" Ya udah deh kalau gitu. Sampai ketemu lagi ya, Yas " ucap Adiza lalu memeluk Yasmin.
Lala pun ikut serta memeluk sahabatnya itu. Setelah berpamitan kepada semua, Yasmin pun keluar dari rumah Adiza. Disaat Yasmin berjalan menuju mobilnya, Sakha datang. Ia melihat gadis yang dicarinya lima tahun ini. Segera ia keluar dari dalam mobilnya, kemudian menahan Yasmin yang akan memasuki mobilnya.
" Akhirnya, kita bertemu lagi " ucap Sakha sambil memegang tangan Yasmin.
Yasmin mencoba melepaskan tangan Sakha namun Sakha semakin erat menggenggam tangannya.
" Lepas ! " seru Yasmin.
" Tidak, sebelum kita bicara " tolak Sakha.
" Tidak ada yang harus kita bicarakan " sahut Yasmin memberanikan diri menatap pria di depannya yang sudah membuat dunianya jungkir balik.
" Banyak yang harus kita bicarakan ! " seru Sakha.
Sakha membawa Yasmin masuk ke dalam mobil milik Yasmin dimana ia mengambil kunci yang berada di tangan Yasmin.
" Aku gak mau. Balikin kuncinya ! " Yasmin berontak saat Sakha mengambil kunci mobil dan memintanya masuk ke dalam mobil.
" Oke, kalau begitu kita bicara di dalam. Supaya semua orang tahu apa yang sudah terjadi diantara kita " sahut Sakha yang membuat Yasmin akhirnya menuruti ucapan Sakha.
Sakha mengendarai mobil milik Yasmin. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut mereka sepanjang perjalanan. Perjalanan yang Yasmin sendiri tidak tahu kemana dan untuk apa. Sakha menuju sebuah tempat yang biasa ia kunjungi saat hatinya resah. Sebuah tempat ia berkeluh kesah.
" Ayo keluar ! Kita harus menyelesaikan semuanya " seru Sakha saat ia menghentikan mobil yang ia kendarai.
Sakha membuka pintu mobil lalu keluar. Sedangkan Yasmin memilih untuk tetap di dalam mobil sambil mengamati sekeliling.
Sakha membuka pintu mobil agar Yasmin keluar dari dalam mobil.
" Ayo ! Aku ingin membicarakan hal penting " ucap Sakha sembari menatap Yasmin.
Menatap gadis yang dulu ditolaknya, namun semesta justru membuat mereka bersatu.
Yasmin mengenakan masker dan kaca mata agar tidak ada yang mengenalinya.
" Tidak perlu mengenakannya. Disini bukan sembarang orang yang bisa masuk " ucap Sakha yang mengetahui keresahan Yasmin yang takut dikenali orang-orang.
Yasmin akhirnya keluar dari dalam mobil, lalu berjalan mengikuti Sakha. Jika dulu seperti ini, mungkin ia akan melompat-lompat kegirangan.
Yasmin melihat ke arah kanan dan kiri, jalan setapak yang menuju arah pemakaman yang ternyata merupakan lokasi pemakaman keluarga Sakha. Sakha berhenti tepat di depan pusara ayah dan ibunya.
" Ayah... Ibu... Sesuai janji Sakha, sekarang Sakha sudah membawa calon istri Sakha ke depan kalian. Sakha mohon restu " ucap Sakha yang membuat mata Yasmin membola.
__ADS_1