
" Jangan dilihatin terus. Iya... iya... Aku tahu kalau aku itu memang tampan dan baik hati. Kamu sayang banget sama aku kan ? " seloroh Arrasya membuat Adiza tersenyum.
" Gitu dong, senyum... Aku paling tidak suka melihat kamu menangis " Arrasya menyentuh sebelah pipi Adiza dan menatapnya dengan penuh kasih. Adiza membalas tatapan Arrasya dengan ol lembut
" Ayo kita baca lagi ! " seru Arrasya membuyarkan pikiran Adiza.
Adiza dan Arrasya kembali membaca surat dari Andika.
Adiza... Jika kamu membaca surat ini bersama dengan Arrasya, yakinlah bahwa l**elaki itu yang akan membuatmu bahagia
Sampaikan salam terakhirku untuknya.
Aku sudah menutup cerita cintaku
Kini biarkan ia menyusun perjalanan cinta kalian berdua
Jika denganku hanyalah kata tapi dengannya bisa menjadi rangkaian kalimat dalam cerita hidup kalian
Adiza... Hidup harus selalu berjalan
Jangan pernah berhenti melangkah
Bergandengan tanganlah selalu dengannya
Aku yakin dia akan selalu ada disisimu
Dan aku... Simpanlah aku selamanya dalam kenangan
Dariku yang selalu mencintaimu dan selalu berharap kebahagiaan untukmu
^^^Andika^^^
Arrasya menutup surat itu, merangkul kembali Adiza ke dalam dekapannya.
" Adiza... Saat kamu menerimaku, memilihku untuk mendampingimu. Hati ini berikrar untuk selalu menjagamu. Aku begitu mencintaimu, selalu menjadikanmu isi dalam doaku, dalam sujud ku di sepertiga malam. Mulai saat ini, buang cerita lama, kita rangkai cerita baru hingga nanti lanjut usia, kita menua bersama. Kamu mau menikah denganku dan berada di sampingku selamanya ? " tanya Arrasya lembut. Adiza melepaskan dekapan Arrasya, menatapnya lalu mengangguk.
" Iya... Aku mau jadi istrimu, dokter Arrasya. Aku akan selalu di sampingmu sampai hanya maut yang memisahkan kita "
" Terima kasih Adiza, kehadiranmu sempurnakan hidupku "
Adiza kemudian berbaring, menjadikan paha Arrasya sebagai bantal untuk kepalanya bersandar. Adiza menutup matanya, sementara sang kekasih menatap lembut Adiza yang kini mulai tertidur.
...🌸🌸🌸...
6 bulan kemudian...
Hari ini, di penghujung tahun akhirnya Adiza dan Arrasya menikah. Mereka sengaja memilih akhir tahun untuk pelaksanaan pernikahan mereka, berharap di awal tahun yang baru, mereka memulai kehidupan yang baru, membuka lembaran baru sebagai sebuah keluarga bersama.
Adiza tampak cantik dengan balutan pakaian berwarna gold. Rambut panjangnya sengaja dibiarkan tergerai. Dengan make up natural membuat kecantikannya terpancar alami.
Arrasya pun tak kalah menawan, ia memakai setelan jas berwarna hitam menambah kharisma dan ketampanannya.
Setelah akad dilangsungkan dan dinyatakan sah mereka beramah tamah dengan beberapa kerabat, teman dan rekan sejawat. Yasmin dan Lala pun ikut hadir menyaksikan pernikahan sahabatnya itu.
Adiza dan Arrasya mengganti pakaian untuk acara resepsi. Kini, Adiza mengenakan gaun putih.
Mereka berdua nampak sangat bahagia, membuat siapapun merasa iri melihat pasangan yang sangat serasi ini.
Arrasya berdiri menghadap Adiza, menatap istrinya itu dengan penuh cinta. Ia menggenggam tangan Adiza.
" Aku mencintaimu, Adiza " tegasnya dengan suara lembut. Adiza tersenyum malu-malu.
__ADS_1
" Cium... Cium... Cium... "
Semua yang melihat pasangan pengantin baru ini berteriak agar mereka berciuman dan akhirnya Arrasya memberikan ciuman hangat di bibir Adiza.
" I Love you, istriku..." bisik Arrasya di telinga Adiza setelah melepaskan ciumannya.
" I love you to " jawab Adiza tersipu.
" I love you more and more... " sahut Arrasya lagi kemudian memeluk Adiza.
Semua orang bertepuk tangan melihat kebahagiaan yang tengah dirasakan oleh kedua insan yang dimabuk asmara itu.
Kemudian band pengiring menyanyikan sebuah lagu yang sengaja direquest oleh Arrasya
...Hari yang kunanti telah datang...
...Hari yang tak akan tergantikan...
...Ku melangkah bersamamu...
...dalam ikatan suci...
...Kau tulang rusuk yang kunantikan...
...Keindahan yang tak terlukiskan...
...Ku bangga menikahimu...
...Jadikan engkau istriku...
...Kau jawaban Tuhan dalam setiap doaku...
...Kau jawaban Tuhan yang menjadi nyata...
...Ku kan menjagamu...
...Sampai nafasku berhenti...
...Sampai maut memisahkan cinta kita...
...Kau takkan terganti...
...Selamanya selalu kau di hati...
...( Tulang Rusuk by Sammy Simorangkir )...
...🌸🌸🌸...
" Selamat ya, Diz..." ucap Lala dan Yasmin, mereka bergantian memeluk Adiza.
" Makasih, kalian udah mau datang... Kangen deh " ucap Adiza terharu melihat kedua sahabatnya yang kini berada jauh darinya.
Lala kini kuliah di Australia, sementara Yasmin mencoba meniti karir sebagai penyanyi di ibu kota.
" Gimana kabarnya Ryu, La ? Kamu gak ajakin dia datang kesini ? " tanya Adiza.
Lala menggeleng pelan
" Kita berdua udah janji untuk fokus dulu di studi kita masing-masing. Kalau kita memang jodoh pasti gak akan kemana " jawab Lala.
" Aku cuma harapin yang terbaik buat kamu, La. Juga buat kamu, Yas " ucap Adiza melihat ke arah Lala dan Yasmin.
Adiza memperhatikan Arrasya yang sedang bersama dengan Sakha dan rekan-rekannya.
" Eh tumben gak nyariin kak Sakha ? Udah dapat ganti ya " selidik Adiza.
" Ckk... Tahu ah... Terakhir pas dia anterin gue, masa dia bilang kalo suara gue itu kayak setan. Mana ada setan cantik dan bersuara merdu kayak gue " oceh Yasmin dengan percaya diri membuat Lala dan Adiza tertawa.
" Kamu gak mau nyanyi, Yas ? Aku mau dengerin suara kamu. Please !! " pinta Adiza.
__ADS_1
" Iya, Yas... Kapan lagi kita dengerin suara emas Lo sebelum Lo jadi artis " tambah Lala.
" Iya, sekalian Lo kasih tahu kelebihan Lo sama kak Sakha biar dia kepikiran kamu terus " ucap Adiza sambil mengedipkan sebelah matanya.
" Oke deh... Kamu mau aku bawain lagu apa ? " tanya Yasmin pada Adiza.
" Aku mau lagu Selamanya Cinta dari BCL " jawab Adiza.
Yasmin bergerak naik ke panggung, kemudian ia menghampiri MC dan dipersilahkan menyanyi bersama band pengiring.
" Lagu ini saya persembahkan untuk sahabat saya, Adiza... Pengantin yang paling cantik. Selamat menempuh hidup baru, semoga kalian selalu bahagia " ucap Yasmin sebelum mulai menyanyi.
Alunan musik dari band pun mulai mengiringi Yasmin menyanyi.
...Kamu adalah sebuah alasanku tetap ada di dunia...
...Kamu bukakan kesempatan aku bahagia kembali...
...Segala duka dan khilaf dalam kisah kasih yang kini terluka...
...Di pelukanmu ku merasa pantas untuk dicintai...
...Senyummu melarutkan resah hati redamkan sedih...
...Selamanya cintaku membawa ke surga yang terindah...
...Menaburkan bahagia melukiskan segala kan menjadi nyata...
...Jika ini takdir hadir dan datangkanlah senyummu...
...Percayalah cintaku hanya kamu surga yang aku impikan...
Yasmin selesai menyanyikan lagu dan disambut oleh tepuk tangan dari para tamu undangan. Termasuk Sakha yang tengah berada bersama Arrasya dan teman-temannya.
" Gila, tuh cewek. Dah cantik, suaranya bagus lagi. Doi temen istri Lo, Ras ? " tanya Galang, salah satu rekan kerja Arrasya.
" Iya... Gebetan si Abang ganteng ini " tukas Arrasya sambil menunjuk Sakha.
" Apaan sih... Banyak bac*t Lo. Gue pecat jadi adik ipar tahu rasa " sahut Sakha tak terima.
" Kalo Lo gak mau, buat gue aja. Lumayan... " ucap Billy sambil terus menatap Yasmin yang kini kembali ke tempat Adiza dan Lala.
Sakha melihat arah tatapan Billy yang terus menatap Yasmin tanpa berkedip. Sakha mengusap wajah Billy.
" Kondisikan mata Lo... " ucap Sakha kesal.
" Ya elah, ada yang cemburu " Galang tergelak diikuti Billy dan Arrasya yang ikut tertawa.
Sakha tak menanggapi ocehan rekan-rekannya, sesekali ia melirik ke arah Yasmin.
" Sial, kenapa gue jadi pengen lihatin terus tuh cewek absurd sih " ucap Sakha dalam hati merasa terganggu.
" Gue pikir, bakalan Lo yang nikah duluan Kha... Eh tahunya kita kesalip duluan sama nih bocah... " ejek Billy membuyarkan pikiran Sakha.
" Iya, dikirain nih bocah alergi sama cewek. Giliran dapet cewek beruntung banget dia, langsung dapetnya berlian guys. Dah gitu, dipepet terus lagi takut diembat orang " tambah Galang. Arrasya hanya tersenyum mendengar ucapan teman-temannya.
Mereka semua tertawa. Arrasya melihat ke arah istri cantiknya. Ya, ia memang sangat beruntung bisa memiliki seorang Adiza yang cantik, baik dan pintar. Pada saat yang sama, Adiza melihat ke arah Arrasya. Ia melambaikan tangan kepada sang suami. Arrasya melangkahkan kakinya beranjak menuju istri tercintanya.
" Woi... Mau kemana Lo ?" tanya Galang saat melihat Arrasya beranjak.
" Istri gue kangen, gak sabar pengen cepet-cepet ke kamar " jawab Arrasya asal.
" Itu mah Lo kali yang udah gak tahan " ledek Billy tanpa dibalas oleh Arrasya.
" Tu bocah hebat juga ya... Gimana ceritanya sampai bisa ketemu sama sepupu Lo ? " tanya Billy penasaran.
" Lo mau tahu aja atau mau tahu banget ?" tanya Sakha menyeringai licik.
" Mau tahu banget aja " jawab Billy sekenanya.
__ADS_1
" Itu yang namanya takdir... Kalo Lo masih bingung, Lo tanya deh sama rumput yang bergoyang atau air yang menetes " jawab Sakha sambil tertawa dan menjauhi Billy dan Galang.