
Di parkiran sekolah, Diza dan Dika baru saja sampai. Dari raut wajahnya Diza nampak tak bersemangat.
" Nanti pasti ketemu, kamu yakin deh. Kalo jodoh pasti ketemu lagi. Kamu jangan sedih terus, nanti kita cari lagi " Dika berusaha menenangkan Diza.
Sudah seminggu ini, Adiza bersedih hati. Hal ini dikarenakan kalung peninggalan ibunya hilang. Setelah acara nonton bersama Dika, Diza baru menyadari jika kalung nya itu tak lagi menghiasi lehernya. Mereka menyusuri tempat-tempat yang mereka datangi di bioskop, bahkan di toilet tempat terakhir yang Diza ingat memakainya. Tetap saja kalung itu tak tahu kemana rimbanya.
Diza masuk ke dalam ruang kelas dengan lesu, ia duduk di kursinya kemudian meletakkan kepalanya di atas meja. Lala dan Yasmin menghampiri Diza.
" Masih sedih ya ? Pasti nanti ketemu. Kalo udah jodoh sama Lo, pasti balik lagi" hibur Lala.
" Kalung itu berharga banget, satu-satunya kenangan dari mama buat aku " lirih Diza.
" Sabar ya Diz, kita ngerti kok kalo kalung itu berharga banget buat kamu. Doa aja yang banyak biar cepet ketemu " tambah Lala lagi.
" Iya, semoga kalung sama yang nemunya berjodoh sama kamu " tambah Yasmin asal.
" Ampun deh Yas... Bisa-bisanya ngomong gituan " Lala menepukkan tangannya ke dahi.
" Iklan dulu lah, biar terhibur " Yasmin menyengir.
Adiza mengangkat kepalanya, tersenyum melihat kelakuan Yasmin.
" Tuh kan, cantik kalo udah senyum " tambah Yasmin.
" Tambah cantik " tukas Adiza narsis.
Mereka bertiga tertawa.
" Eh girls, by the way ada anak baru lho di kelasnya Dika. Ganteng banget " oceh Yasmin.
Lala menyikut lengan Yasmin. Bisa-bisanya sahabatnya itu masih membicarakan masalah laki-laki.
" Haduh, Yas... Yas... Lo mah cowok melulu di otaknya " ucap Lala sambil menggelengkan kepalanya
" Tobat Lo, dah mau ujian juga " imbuh Lala lagi.
" Gue tobat kalo akang Sakha mau jadi cowok gue... He... he... " cengir Yasmin memperlihatkan barisan giginya yang putih dan rapi.
Adiza tak menimpali obrolan kedua sahabatnya itu. Diza membuka tasnya dan melihat buku catatan Dika di dalamnya. Rupanya ia lupa memberikan buku itu tadi pagi setelah kemarin meminjam buku Dika.
" Istirahat nanti, anter ke kelas Dika ya. Aku mau balikin buku " pinta Diza.
" Sama Yasmin aja ya... Lagi males ke arah sana " tolak Lala.
" Tumben La, biasanya seneng banget " Diza terheran.
__ADS_1
" Dia lagi males ketemu Yoga, ada masalah " celetuk Yasmin.
Adiza mengerutkan keningnya
" Masalah apa ? Kok ga cerita ke aku ? " selidik Diza.
" Kamu kan lagi ada masalah, gue gak mau nambah pikiran Lo " jawab Lala.
" Ih, gak gitu dong. Kita kan sahabatan. Setiap ada masalah, kita selesaiin bareng-bareng. Pokoknya nanti kalian harus cerita lho ! " seru Diza.
" Ok, kalo gitu nanti pulang sekolah ke rumah gue ya. Kita cerita-cerita " ajak Lala.
Mereka bertiga pun setuju dan percakapan mereka selesai saat guru masuk ke dalam kelas.
...πΈπΈπΈ...
Bel istirahat berbunyi, Adiza dan Yasmin segera pergi ke kelas Dika untuk mengembalikan buku milik Dika. Di sepanjang jalan menuju kelas Dika banyak yang menyapa mereka berdua, maklumlah mereka terkenal sebagai tiga sahabat yang populer di sekolah. Selain cantik dan berprestasi, mereka sangat ramah kepada siapapun. Baik itu teman satu angkatan, adik angkatan, guru, pegawai bahkan penjaga sekolah. Tak heran jika mereka diidolakan kaum Adam dan hawa di sekolah.
Sampai di depan ruang kelas Dika, Diza menuju ke depan pintu kelas. Sayangnya ketika Diza akan masuk, seseorang berjalan tergesa keluar dari kelas.
Bug... Akhirnya mereka bertabrakan menyebabkan Adiza terduduk di lantai.
" Eh, sorry. Kamu gak apa-apa kan ?" tanyanya sambil meraih tangan Diza untuk membantunya berdiri.
" Kamu... " ucap Diza dan lelaki yang membantunya bersamaan.
Gadis cantikku, akhirnya kita bertemu
" Akhirnya kita ketemu lagi " ucap lelaki itu tersenyum ke arah Diza.
" Kenalkan saya Rasya " Ia mengenalkan dirinya dengan mengulurkan tangan kanannya.
" Adiza... Panggil aja Diza " Diza membalas mengulurkan tangan kanannya, lalu keduanya tersenyum.
" Ehem... ehem... Lama amat kenalannya neng " ucapan Yasmin sontak membuat Diza dan Rasya melepaskan uluran tangan mereka.
" Hai... gue Yasmin, sobatnya Diza juga calon kakak iparnya " seloroh Yasmin sembari mengulurkan tangannya.
" Saya Rasya... Calon suaminya Diza " timpal Arrasya sambil membalas uluran tangan Yasmin dan melirik ke arah Diza.
Deg...
Diza melihat ke arah Arrasya yang masih menatap ke arahnya sambil tersenyum manis menambah ketampanan wajahnya.
" Aih... ternyata kamu suka bercanda ya " celetuk Diza menetralkan suasana hatinya karena senyum dan ucapan Arrasya.
__ADS_1
" Ya ampun ini mulut ga kontrol amat. Gimana kalo dia jadi ilfeel " batin Arrasya merutuki kebodohannya.
" Kalian cari siapa ? " tanya Arrasya sok tenang menutupi kegugupannya.
" Dika ada ? " tanya Yasmin.
" Kayaknya lagi ke kantin tuh. Ada yang bisa saya bantu ? " tanya Arrasya sopan.
" Oh iya... Tolong kasih ini sama Dika ya. Bilangin tadi Diza ke sini " pinta Diza memberikan buku pada Arrasya.
" Maaf ya, jadi ngerepotin. Kita balik ke kelas dulu. Sekali lagi makasih ya " pamit Diza sambil menarik tangan Yasmin.
" Akhirnya kita bertemu lagi... Akan ku pastikan kalau kamu lah jodohku " gumam Arrasya dengan senyuman tersungging di bibirnya serta terus memandangi Adiza yang telah berlalu menjauh.
Sepanjang jalan menuju kelas, Yasmin terus bertanya mengenai Rasya namun tak ditanggapi oleh Diza hingga akhirnya mereka masuk ke dalam kelas. Diza langsung menghampiri Lala diikuti oleh Yasmin.
" Tau gak, La... Ternyata Diza udah kenal sama Rasya lho " gosip Yasmin.
" Rasya siapa ? " tanya Lala bingung.
" Itu lho, anak baru di kelasnya si Dika. Yang lagi happening di sekolahan " jawab Yasmin antusias.
Adiza nampak acuh menanggapi apa yang dikatakan Yasmin.
" Si Rasya malah bilang kalo dia tuh calon suaminya Diza segala " oceh Yasmin lagi. Kali ini Lala mulai tertarik menanggapi ucapan yang keluar dari mulut Yasmin.
" Beneran ? " tanya Lala penasaran.
" Beneran La... Mereka pegangan tangan aja lama " jawab Yasmin semangat.
" Iih... Apaan sih, Yas ?! Gak usah hiperbol gitu deh. Dia bilang gitu karena omongan kamu yang bilang kalo kamu itu calon kakak ipar aku. Dia cuma ngimbangin candaan kamu doang " terang Diza.
" Tapi, yang gue lihat sih dia kayaknya suka beneran sama kamu " Yasmin menyahuti ucapan Diza.
" Bagus tuh Diz..Pucuk dicinta, ulam tiba " timpal Lala.
" Pepet, Diz... Jangan kasih kendor. Ini kesempatan buat move on dari Dika " Lala tambah memanasi suasana.
" Udah ah, kalian mah jadi kompor melulu. Bentar lagi meleduk " cibir Diza kesal.
Melihat sikap Diza, Yasmin dan Lala hanya tertawa.
...πΈπΈπΈ...
Hai semua, reader ku yang baik. Kalau suka dengan karyaku ini bisa disimpan di favorit ya, jadi kalau ada up terbaru bisa langsung ada notifikasinya. Jangan lupa untuk like dan vote yang banyak ya... Hatur nuhun, Terima kasih, Thank you, Kansahamnida, Arigato, Xie Xie, πππ
__ADS_1