Kamu Cintanya Aku

Kamu Cintanya Aku
Part 18


__ADS_3

Bruk...


Lala terjatuh tatkala sebuah sepeda datang dari arah berlawanan. Untungnya si pengendara sepeda segera menarik rem sepedanya saat menyadari ada yang berlari ke arahnya, hingga ia bisa meminimalisir dampak atas tabrakan yang terjadi walaupun ia sendiri terjatuh dari sepeda.


" Kamu gak apa-apa ? " tanyanya sambil mendekati Lala yang terduduk di tanah.


" Gak apa-apa kok. Maaf " ucap Lala sambil berusaha berdiri.


Orang itu memberikan tangannya untuk membantu Lala berdiri dan disambut oleh Lala.


" Lala... " ucapnya saat melihat wajah gadis yang dibantunya berdiri.


" Ryu... " Lala tak percaya dengan penglihatannya.


" Kok kamu bisa disini ? " tanya Lala heran.


" Biasalah, kalo Minggu pagi selalu sepedahan disini. Rumah gue kan di sekitar sini. Kamu kenapa bisa disini ? Habis dikejar apaan sampe gak lihat-lihat jalan " ceroscos Ryu.


Lala tak memedulikan ucapan Ryu. Dengan langkah sedikit tertatih ia berusaha berjalan.


" Yakin mau lari lagi ? Emangnya kuat ? " tanya Ryu melihat ke arah Lala yang bersiap pergi.


Ryu mengangkat sepedanya yang tergeletak di jalan lalu menstandarkannya agar bisa tegak kemudian ia menghampiri Lala.


" Sini gue periksa kaki kamu. Takutnya keseleo " ucap Ryu sambil membawa Lala duduk di pinggir jalan.


Lala berusaha menolak, tapi Ryu keukeuh memeriksa kaki Lala. Akhirnya, Lala pun menuruti Ryu. Ryu memijit pergelangan kaki Lala membuat Lala meringis


" Aw... ssh... " ringis Lala.


" Tahan sebentar, makanya kalo lari tuh jangan ngelamun. Lagian kamu kenapa sih ? Dikejar-kejar anjing apa dikejar setan ? " gurau Ryu membuat Lala merengut.


Tak lama Yoga datang menghampiri Lala.


" Kamu kenapa La ? " tanya Yoga khawatir menyentuh lengan Lala tapi Lala segera menepisnya.


" Pantesan segitu larinya, ini mah lebih dari dikejar- kejar setan " gumam Ryu membuat Lala menahan tawa lalu meninju bahunya.


" Kamu gak apa-apa kan ? Ini pasti gara-gara Lo " tuduh Yoga sambil menarik kaos yang dikenakan Ryu.


Ryu mendorong Yoga,


" Dasar gak tahu diri, gak nyadar Lo ini semua gara-gara Lo " sanggah Ryu tak terima.


Melihat hal itu, Lala langsung memisahkan Yoga dan Ryu.


" Udah... udah... Kalian kenapa sih ? Gue gak apa-apa " Lala berdiri diantara Ryu dan Yoga.


" Ayo, kita pulang " ajak Yoga sambil menarik tangan Lala namun Lala menepis tangan Yoga.

__ADS_1


" Lo balik aja sendiri, biar dia gue yang anterin " ucap Ryu mendekati Lala.


" Apaan sih Lo ? Lo pikir Lo siapa ? " Yoga tak terima dengan ucapan Ryu.


" Lo lupa ya. Kalo gue ini cowoknya Lala. Jadi mending Lo jauh-jauh deh dari cewek gue " jawab Ryu enteng, lalu mengambil sepedanya.


Yoga mengepalkan tangannya, kesal dengan ucapan Ryu. Ia melihat ke arah Lala yang memilih berjalan berdampingan bersama Ryu yang tengah mendorong sepedanya.


" Jadi, karena dia Lo nolak gue, La ? " teriak Yoga membuat Lala dan Ryu menghentikan langkahnya.


" Iya... Karena dia lebih baik dari kamu. Jadi mulai sekarang berhenti mengejarku. Kamu harusnya sadar ada perempuan yang mencintai kamu begitu besar. Kamu hargai dia, belajarlah untuk mencintai dia sebelum dia meninggalkan kamu " jelas Lala tanpa membalik badannya. Buliran hangat nyaris jatuh dari sudut matanya.


" Baiklah jika itu yang kamu mau... Aku akan melakukannya walau kamu tahu itu akan sangat sulit. Aku akan berusaha mencintai Dena " teriak Yoga lagi kali ini terdengar lirih.


Lala menghapus air mata yang lolos di pipinya. Ia menghela nafasnya.


" Ya, itu keputusan yang paling baik. Semoga kamu bahagia bersamanya " sahut Lala lalu berjalan kembali meninggalkan Yoga tanpa sedikitpun menoleh ke arahnya.


Ryu hanya bisa menatap punggung gadis yang dicintainya itu. Mencoba memahami perasaan gadis cantik itu. Ia yakin hatinya begitu sakit.


" Aku akan membuatmu melupakannya... Aku akan mengobati lara hatimu, pujaan hatiku " batin Ryu.


Ryu menoleh ke arah belakang, terlihat Yoga menatap kepergian Lala dengan lesu. Menyadari Ryu melihat ke arahnya Yoga menguatkan dirinya, ia berbalik dan mulai menjauh. Ryu kembali melihat ke arah Lala. Ia mendorong sepedanya berusaha mensejajarkan diri agar bisa berjalan berdampingan dengan Lala.


" Gue gak tau masalah Lo apa sama dia... Tapi, gue akan berusaha mengobati luka hati Lo " ucap Ryu tulus. Lala tak menanggapinya, pikirannya saat ini melayang entah kemana.


" La... La... " Ryu memanggil-mangil Lala tapi Lala tak menyadarinya hingga akhirnya


" Apaan sih ? " ketus Lala.


Ryu hanya terkekeh melihat reaksi Lala. Baginya melihat sikap ketus dan jutek Lala itu sungguh pemandangan paling indah jika dibandingkan melihat Lala terpuruk.


" Akhirnya balik ke metode normal juga " tambah Ryu dengan senyuman manisnya.


" Maaf ya, udah bawa-bawa Lo di masalah gue " ucap Lala lirih.


" Gak apa-apa lagi, gue seneng kok. Rela gue dilibatin terus di masalah Lo. Apalagi dilibatin di hidup Lo " sahut Ryu kembali dengan gaya penuh kegombalan.


Lala mencubit lengan Ryu membuat Ryu meringis.


" Eh, maafin ya... Sakit ? " tanya Lala khawatir karena Ryu memegangi lengannya.


" Lebih sakit kalo dicuekin kamu " jawab Ryu cengengesan membuat Lala bersiap mencubitnya kembali.


" Ampun... ampun... Jangan cubit lagi deh please ! Mendingan dengerin omelan Lo yang nyelekit daripada dicubit. Sumpah !" ucap Ryu sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.


" Oh gitu... jadi seneng ya gue jutekin " sahut Lala sambil tertawa lepas.


Ryu melihat Lala yang sedang tertawa, seketika hatinya berdegup kencang.

__ADS_1


" Andai aku bisa selalu buat kamu seperti ini, bahkan menyakiti diri sendiri pun aku tak peduli " gumam Ryu sambil terus memperhatikan Lala.


" Hem... Cantik... " gumam Ryu terus memperhatikan Lala.


Merasa diperhatikan, Lala balik menatap Ryu.


" Hei... Ryu... " Lala melambaikan tangannya di depan wajah Ryu.


" Eh, kenapa beb ? " tanya Ryu saat menyadari Lala memanggil namanya.


" Yah... kumat lagi deh resenya " ucap Lala setengah mencibir diikuti senyuman di sudut bibirnya.


" Gue perhatian gini dibilang rese " Ryu menyahut asal.


" Idih... PD Lo gak ada habisnya ya " cela Lala lagi kini ia sudah bisa meladeni Ryu tidak dengan kedongkolan hatinya.


" Kalo PD gue habis, gak bisa bikin Lo kangen dong " kelakar Ryu membuat Lala memutar bola matanya sebal.


Lala dan Ryu berjalan mengitari jalanan di sekitar vila. Pagi itu merupakan titik awal hubungan mereka. Sepanjang jalan mereka berbincang, berdebat bahkan tak jarang Lala mencebikkan bibirnya bahkan menggerutu karena mendengar ucapan-ucapan Ryu yang unfaedah, kelewat percaya diri bahkan terkadang halu akan hubungan mereka. Tapi Lala merasa nyaman dengan sikap yang diberikan Ryu.


Mereka akhirnya sampai di depan vila Lala.


" Makasih ya, udah nemenin jalan-jalan pagi ini " ucap Lala saat memasuki halaman depan vilanya.


" Gue lagi yang harusnya bilang makasih karena Lo udah mau nemenin jalan-jalan. Kalo butuh temen buat jalan lagi, gue siap kok " sahut Ryu.


" Itu mah maunya... " Lala menjawab sahutan Ryu.


" Gak mau masuk dulu ? " tanya Lala kemudian membuat Ryu tak percaya dengan apa yang Lala ucapkan.


" Yakin ngajakin gue masuk ? Gue tuh orangnya kalo udah masuk gak bakalan mau keluar " ucap Ryu terkekeh.


" Sama kayak hati gue, kalo udah ada yang masuk bakalan susah dikeluarin lagi" sambung Ryu membuat Lala tak bisa berkata apapun.


Ryu hanya diam memperhatikan sikap Lala yang tak mengatakan apa-apa.


" Aku paham tak mudah untukmu menerimaku saat ini. Tapi akan ku yakinkan dirimu bahwa hanya aku saja lelaki yang pantas untukmu " suara hati Ryu.


" Gue balik ya, lain kali Lo bilang sama gue kalo ada yang ngejar Lo lagi. Atau Lo hubungi gue kalo Lo udah siap nerima gue di hati Lo " ucap Ryu sambil menaiki sepedanya kemudian berlalu.


Lala melihat kepergian lelaki yang telah berlalu mengendarai sepedanya.


" Apakah aku mampu berpaling padamu ? Seandainya nanti aku mampu, aku berharap kamu masih setia menantikanku. Jika benar aku yang ada di hatimu, jangan berhenti memperjuangkanku " batin Lala.


...🌸🌸🌸...


Makasih yang udah mau mampir ke lapak author ini. Please leave your like and vote. Jazakumulloh, Thank you, hatur nuhun, terima kasih, Arigato, gomawo, Xie Xie πŸ™πŸ™


Nih, bonusnya author kasih foto babang Ryu yang memesona 😍

__ADS_1



__ADS_2