Kamu Cintanya Aku

Kamu Cintanya Aku
Part 11


__ADS_3

Bel tanda pelajaran berakhir sudah berbunyi. Adiza, Lala dan Yasmin membereskan alat tulis mereka dan merapikan tas masing-masing. Sesuai yang telah mereka rencanakan, mereka akan pergi ke toko buku.


" Eh, si Dika ikut gak ? " tanya Lala.


" Tadi sih bilangnya mau ikut " jawab Diza.


" Yah... gak seru ah, pasti Lo pergi sama dia " Yasmin menyahut.


" Enggak kok, tadi udah dibilangin kalo aku pergi bareng kalian " tukas Diza.


" Beneran ya, Diz ? " Lala bertanya ulang.


Diza hanya menganggukkan kepala memastikan.


Mereka bertiga pun berjalan ke luar sekolah. Saat mereka bertiga menunggu, Rasya keluar dari parkiran sekolah.


" Hai, cewek... Kalian mau kemana ? " tanyanya ramah.


" Hai... Kita mau ke toko buku nih, mau anterin kita gak ? " tanya Yasmin.


Diza mendelik pada Yasmin memberikan kode dengan gelengan kepala.


" Boleh... sekalian aja barengan saya juga mau ke toko buku " jawabnya selalu melirik ke arah Diza.


Diza nampak canggung dan salah tingkah dibuatnya.


" Ya udah, ayo naik " ajak Rasya lalu membukakan pintu samping depan dan pintu belakang mobilnya.


Yasmin dan Lala langsung masuk ke bagian belakang mobil.


" Lo di depan aja Diz, masa Rasya jadi sopir " ucap Lala. Rasya nampak tersenyum samar, sementara Adiza membulatkan matanya.


Saat Diza masuk ke dalam mobil, Dika melewati mereka. Adiza kembali ke luar dari mobil Rasya lalu memanggil Dika. Dika berhenti saat namanya dipanggil, Diza menghampiri Dika.


" Anterin ke toko buku ya " pinta Diza.


" Kamu, bukannya pergi sama Lala dan Yasmin ? Mereka dimana ? " tanya Dika menoleh ke kiri dan kanan.


" Mereka ikut sama Rasya. Aku ikut kamu ya " pinta Diza lagi.


Dika menoleh ke arah mobil Rasya, terlihat Rasya tengah memperhatikan gerak gerik mereka berdua. Dika tersenyum menyadari Rasya cemburu.


" Ada yang mau nganter pake mobil, malah milih panas-panasan naik motor " goda Dika. Diza memutar bola matanya dan mengerucutkan bibirnya.


" Ya udah, ayo aku anter " Dika mengalah, Diza nampak senang.


Diza menghampiri Rasya di mobilnya.


" Maaf ya, aku barengan Dika aja. Nanti ketemu disana ya. Bye..." ucap Diza.


" Yah, kok gitu sih Diz... Diza... Tadi katanya mau barengan kita " sahut Yasmin.

__ADS_1


" Sorry... " ucap Diza dengan gerakan bibir tanpa suara.


" It's oke. Mungkin lain kali bisa " ucap Rasya melihat dengan penuh cinta pada Diza.


Tak ingin terbawa perasaan, Diza segera menjauh. Rasya terus menatapi kepergian Adiza yang kini telah naik ke atas motor Dika dengan tatapan sendu.


" Sabar ya Ras, kita pasti dukung Lo " tenang Yasmin membuat Rasya tersadar bahwa ia mempunyai 2 penumpang yang menunggunya untuk segera berangkat.


" Eh, iya santai aja lagi " ucapnya lalu segera melajukan mobilnya.


" Oh iya, kenalin gue Lala. Sobatnya Diza juga " ucap Lala.


Rasya melihat dari kaca spion pada Lala dan Yasmin dengan senyuman manis.


" Kamu calon kakak ipar Diza juga ? " gurau Rasya membuat Lala tergelak.


" Itu mah Yasmin kali " Lala menjawab.


" Jadi Yasmin suka sama Dika ? " tanya Rasya mencoba mengakrabkan diri.


" Itu mah si Diza... " celetuk Yasmin, membuat Lala dengan cepat menutup mulut ember Yasmin.


Rasya terkejut mendengar celetukan Yasmin.


" Ih kenapa sih La, biar aja Rasya tahu yang sebenarnya biar dia gak kaget nanti " Yasmin melepaskan tangan Lala.


" Jadi sebenarnya ceritanya gimana ? Bukannya Diza itu saudara tirinya Dika ? " tanya Rasya penasaran.


" Dika itu cinta pertamanya Diza sejak SMP. Tapi sekarang mereka udah jadi saudara biarpun cuma saudara tiri. Diza mulai bisa terima itu, cuma mungkin gak bisa langsung hilang perasaannya sama Dika. Tapi Lo jangan putus asa, kayaknya Diza mulai membuka hatinya buat Lo, meskipun dia belum yakin sama perasaannya sendiri. So... masih ada kesempatan lah buat Lo dapetin dia " jelas Lala panjang lebar.


Rasya tersenyum tipis, teringat ucapan Dika kemarin agar ia memperjuangkan Diza apapun yang terjadi.


" Aku tak akan menyerah untuk mendapatkanmu Adiza. Aku sudah berjalan sejauh ini, pantang bagiku untuk kembali " tekad Rasya dalam hati.


Rasya kembali fokus ke jalan, ia tergelitik dengan pernyataan Yasmin menjadi calon kakak ipar Adiza. Jika bukan Dika, lalu siapa yang Yasmin maksud.


" Terus yang kamu maksud calon kakak ipar itu siapa ? " tanya Rasya melihat Yasmin dari kaca spion.


" Oh itu, kakak sepupunya Diza. Kak Sakha, dia itu dokter lho " jawab Yasmin semangat.


" Hah... Sakha ? " spontan Rasya menyebut nama Sakha.


" Lo kenal Kak Sakha ?" tanya Yasmin yang heran dengan ekspresi Rasya.


" Oh itu,,, kaget aja karena saya juga punya teman namanya Sakha " elak Rasya.


" Jadi, Yasmin ini yang sering diceritakan Sakha. Cewek absurd yang sering DM Sakha itu, Yasmin... Dunia memang sempit " pikiran Rasya berkelana mengingat kekesalan Sakha yang sering diberi komen, dikirim DM bahkan di tag oleh Yasmin. Memikirkan Sakha membuat Rasya tersenyum sendiri.


...🌸🌸🌸...


Dalam perjalanan bersama Dika, tak henti-hentinya Dika menggoda Diza.

__ADS_1


" Kamu tuh, diajakin cowok sekeren Rasya malah kabur sih " gelak Dika. Adiza mencebikkan bibirnya karena kesal.


" Bisa gak sih kita bahas yang lain aja ! " seru Diza.


" Aku kasih tahu ya. Dia itu beneran suka sama kamu " ucap Dika setengah berteriak karena mengobrol di atas motor.


" Tahu dari mana ? " tanya Diza balas teriak.


" Dia ngomong sendiri, dan aku percaya yang dia omongin. Dia itu tulus sayang sama kamu. Aku dukung dia 100% " jawab Dika.


Diza tak berkomentar, ia mencoba menyelami hatinya. Bukannya ia tak mau membuka hatinya untuk orang lain, ia hanya sedang memantapkan hati untuk menggeser posisi Dika. Diza tak mengelak, jika ia memang menaruh hati pada Rasya. Ia hanya ingin memastikan perasaan Dika kepadanya. Dan sepertinya semua sudah terjawab. Dika memang hanya menganggapnya adik saja, bahkan secara terang-terangan mendukung Rasya.


" Ternyata aku ini memang hanya adik bagimu. Mungkin ini saatnya aku berpaling..." Diza menggumam dalam hati.


" Maafkan aku Diza... Inilah caraku menjagamu. Dengan melihatmu bahagia bersama lelaki yang tulus mencintaimu ". (Andika)


Tak ada lagi obrolan dan gurauan di sisa perjalanan mereka menuju toko buku. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.


Sampai akhirnya mereka tiba di tempat tujuan.


Adiza dan Dika menunggu yang lainnya di toko buku. Diza segera menuju bagian buku tentang hal-hal yang berbau kedokteran, karena memang cita-cita Adiza setelah lulus SMA nanti ia akan kuliah jurusan kedokteran sama halnya seperti ayahnya. Sedangkan Dika, lebih memilih melihat-lihat bagian seni dan sastra.


" Pasti minat masuk kedokteran " ucap seseorang di samping Diza.


Diza menoleh ke arah suara, nampak Rasya telah berdiri di sampingnya. Memperhatikan buku yang dipegang oleh Diza. Diza mengangguk sambil tersenyum.


" Sama dong, aku juga minat masuk kedokteran. Aku mau jadi dokter bedah yang hebat. Kalau kamu ?" tanyanya sambil mengambil sebuah buku di rak yang ada di depan Diza, membuat Diza berada ditengah-tengah antara rak dan Rasya. Berdebar jantung Diza saat itu, tak dapat menerjemahkan perasaan apa yang menghinggapinya. Diza terdiam hingga Rasya menepuk bahunya.


" Hei... Kok malah ngelamun sih " tegur Rasya, membuat Diza terhenyak.


" Ng...itu, aku mau jadi dokter anak " jawab Diza menutupi kegundahan hatinya.


" Pasti kamu banyak pasiennya nanti, secara anak-anak kan suka sama dokter yang cantik dan baik kayak kamu " Rasya melempar pujian.


" Kamu juga, pasti banyak yang suka sama kamu. Kamu ganteng " puji Diza balik.


Rasya tersenyum mendengar ucapan Diza.


" Tapi saat ini cuma satu orang yang mau aku bedah " sahut Rasya. Diza mengerutkan keningnya.


" Siapa ? " tanya Diza penasaran.


" Kamu.., aku mau bedah hati kamu dan simpan cinta aku disana " gombal Rasya membuat wajah Diza merona.


" Ih... Gombal " Diza memalingkan wajahnya agar Rasya tak melihat wajah meronanya.


" Aku gombal cuma sama kamu lagi. Sumpah !! " tegas Rasya menatap Diza dengan lembut sambil merapikan rambut Diza ke telinganya. Diza tersentuh dengan perlakuan lembut Rasya kepadanya.


Sementara Lala dan Yasmin tersenyum-senyum melihat interaksi antara Rasya dan Diza. Begitu pula dengan Dika, ia merasa bahagia melihat Diza dekat dengan Rasya walau dalam hatinya terasa sakit.


...🌸🌸🌸...

__ADS_1


__ADS_2