
Semenjak pertemuan dengan Ryu di vila tempo hari, membuat Lala dan Ryu lebih dekat. Mereka saling berbalas chat, walau kadang diakhiri dengan perdebatan yang memupuk benih-benih rindu. Rasa nyaman yang diberikan oleh Ryu walaupun ditampakkan dengan gaya yang nyeleneh sepertinya mampu membuat Lala membuka hatinya kembali.
" Halo my beauty princess, my lovely... " celoteh Ryu dari sebrang telepon.
"Apa ? " tanya Lala ketus.
" Dih, galak amat sama calon suami " sahut Ryu santai.
" Mau ngapain sih nelpon terus ?" ucap Lala keki.
" Kangenlah... Emang kamu gak kangen ?" tanya Ryu.
" Enggak " jawab Lala singkat.
" Kangen atuh lah. Dikit juga bersyukur banget gue " oceh Ryu membuat Lala menarik sudut bibirnya.
" Apa sih gak bermutu omongannya " Lala menyahuti dengan ketus walaupun hatinya berseri-seri.
" Oh jadi mau yang bermutu. Baiklah kalo begitu..." Ryu lalu menutup telepon.
Lala merasa aneh karena Ryu tiba-tiba memutus sambungan telepon.
Derrt... derrt... Ponsel Lala bergetar. Segera Lala melihat ke arah ponselnya.
Ryu rese : Sekarang kamu keluar kamar terus berdiri di balkon
Pesan Ryu dibaca oleh Lala yang kemudian mengikuti arahan dari pesan yang dikirim Ryu. Lala keluar dari kamar, berdiri di balkon kamarnya. Tak lama pesan kembali masuk ke ponselnya.
Ryu rese : Sekarang liat ke depan !!
Lala mengarahkan matanya ke arah depan rumahnya. Lala terkejut karena melihat Ryu di depan pagar rumahnya dengan membawa poster bertuliskan kalimat : I Love You, Lala !!
" Lala... Gue serius ! Lo mau jadi cewek gue gak ? Gue tunggu jawaban Lo. Gue gak akan pergi sebelum Lo datang ngasih jawabannya ! " teriak Ryu dari balik pagar.
" Dasar Ryu gila..." umpat Lala.
Lala meraih ponselnya, bermaksud menelpon Ryu.
" Apa-apaan sih ? Jangan bikin malu deh " gerutu Lala saat Ryu mengangkat telepon nya.
" Kamu malu ? Aku pikir lebih memalukan lagi kalau gak bisa mengakui perasaan kamu yang sebenarnya " jawab Ryu dari sebrang telepon.
Untuk pertama kalinya jawaban yang diberikan Ryu begitu serius, bukan lagi candaan khas seorang Ryu.
Tiba-tiba hujan turun begitu derasnya. Lala turun dari kamarnya lalu berlari ke lantai bawah.
" Aduh non... Itu kasian bener temen non, malah hujan-hujanan gitu " ucap Bi Atik sambil melihat ke luar jendela.
__ADS_1
" Pasti kerjaan kak Lala nih... Suruh masuk aja kak, nanti sakit kakak mau tanggung jawab ? " celetuk Farel, adik laki-laki Lala yang sedang asyik bermain Play Station.
Lala melihat dari balik jendela, Ryu masih setia menunggu di depan pagar dengan pakaian basah kuyup. Dilema melanda hati Lala. Dia teringat ucapannya sendiri kalo dia tidak akan membawa lelaki yang tidak terikat hubungan dengannya masuk ke dalam rumah.
" Apakah ini akhirnya ? Apakah ini saatnya ? " bimbang Lala dalam hati.
" Kak... kakak tega banget sih jadi orang. Dia tuh setiap hari nungguin kakak Lo di sebrang jalan " ucap Farel yang tiba-tiba ada di samping Lala dan ikut melihat ke luar jendela.
Lala memasang wajah tak percaya pada ucapan adik kecilnya itu.
" Kakak gak percaya ? Tanya deh sama Bi Atik " Farel menjelaskan lalu kembali meraih PS nya.
" Iya, non... Kalau udah lihat non Lala datang, baru dia pulang. Udah seminggu ini bibi perhatiin gitu " tambah Bi Atik.
" Bibi kirain itu pacar non Lala, lagi berantem ya non ? Wah pacarnya non Lala sayang banget kayaknya sama non " tanya Bi Atik kemudian.
Lala menghela nafas, lalu bergegas mengambil payung dan menghambur dari dalam rumah menuju Ryu yang kini terduduk dan menunduk melihat poster yang dibawanya basah dan tulisannya luntur.
Lala berdiri disamping Ryu, memayungi lelaki yang terduduk lesu dengan pakaian basah di sekujur tubuhnya. Ryu mengangkat wajahnya saat menyadari air hujan tak lagi mengenai tubuhnya.
" Ayo masuk, nanti kamu sakit " ajak Lala sambil menatap Ryu.
Ryu membalas tatapan Lala, matanya berbinar melihat gadis yang dicintainya ada di hadapannya bahkan berdiri memayunginya.
" Jadi jawaban kamu apa ? " tanya Ryu membuat Lala berdecak kesal.
" Masih mikirin jawaban aku ? Keadaan kamu aja kayak gini " sahut Lala kesal bercampur khawatir melihat Ryu.
" Kamu mau jawaban apa ? " Lala balik bertanya.
" Pastinya jawaban iya yang aku mau " tegas Ryu.
Lala mengatur nafasnya, lalu mengangguk
" Iya, aku mau " jawab Lala.
" Hah... ? Aku gak salah denger kan ? " tanya Ryu meyakinkan.
Lala tersenyum melihat tingkah Ryu
" Kamu gak salah denger, aku bilang aku mau jadi pacar kamu " jawab Lala diikuti teriakan Ryu.
" Yes !! I Love You Lala Renata " teriak Ryu lalu bergerak untuk memeluk Lala.
" Stop... Aku gak mau basah " ingat Lala membuat Ryu menghentikan aksinya, lalu melihat pakaiannya yang basah kuyup.
" Ayo masuk, ganti dulu baju kamu. Nanti masuk angin " ajak Lala. Ryu berjalan mengikuti langkah kaki Lala.
__ADS_1
Sebelum beranjak, Lala mengambil poster yang dibuat Ryu.
" Yah... Jadi rusak deh, padahal kamu pasti bikinnya sepenuh hati. Sekarang luntur dan sobek " lirih Lala.
Ryu meraih tangan Lala,
" Yang ini dibuang aja... " Ryu mengambil poster lalu membuangnya ke tempat sampah. Lala mengernyitkan keningnya.
" Itu tuh cuma simbol aja, rusak gak masalah. Yang penting cinta aku sama kamu gak akan luntur dan gak akan pernah rusak " tutur Ryu lembut, membuat hati Lala penuh dengan warna yang membuatnya bahagia.
Mereka berdua sampai di depan halaman rumah. Rupanya Bi Atik sudah menyediakan handuk di kursi tamu yang ada di depan. Ryu mengambil handuk untuk mengeringkan pakaiannya.
Mereka masuk ke dalam rumah, Lala membawa Ryu ke dalam kamar Farel untuk mengganti bajunya dan membilas badannya. Karena tidak ada pakaian yang pas untuk Ryu, maka sementara menunggu pakaiannya dicuci Ryu memakai baju piyama milik Lala.
Ryu keluar dari kamar bersama Farel yang tersenyum geli melihat Ryu memakai baju Lala yang kekecilan di badannya. Celana piyama Lala panjangnya hanya 3/4 di kaki Ryu, sedang pakaiannya tidak bisa dikancingkan separuh dan menunjukkan bagian pusar Ryu yang terekspos.
Lala yang baru saja keluar dari kamarnya langsung menahan tawa saat melihat penampilan Ryu.
" Ketawain aja lah, pasrah aku mah yang penting kalian bahagia " ucap Ryu sambil melihat Lala dan Farel yang kini tertawa terbahak-bahak.
Lala menghentikan tawanya, lalu masuk ke dalam kamarnya. Ryu berjalan
mengekori Lala masuk ke dalam kamar Lala diikuti oleh Farel.
" Yaelah, ini bocah ngikutin mulu " ucap Ryu melirik Farel.
" Mama bilang kalo ada laki-laki sama perempuan berduaan, yang ketiganya setan " jawab Farel polos membuat Lala menahan tawanya. Ryu hanya melengos dengan jawaban yang diberikan Farel.
" Adik iparku sayang, sekarang kan kita bertiga nih, berarti orang ketiganya siapa ? " pancing Ryu.
" Aku " ucap Farel.
" Nah tadi kan kamu bilang kalo yang ketiga setan. Berarti kamu itu ? " Ryu menggantungkan ucapannya.
" Aku ini orang kak, masa ada setan ganteng kayak Farel. Lagian kan tadi Farel bilang yang ketiganya setan. Farel kan gak bilang orang ketiga. Ih... kakak ini ganteng-ganteng tapi gak bisa bedain yang mana setan dan yang mana orang " seloroh Farel membuat Ryu geleng-geleng kepala dan Lala tertawa.
" Pinter banget sih, adik ipar kakak ini " tukas Ryu sambil mengusap kepala Farel.
Lala mengambil kimono mandinya lalu memberikannya pada Ryu.
" Kamu pake ini aja, bajunya dilepas. Aku gak tahan lihat kamu kalo pake itu, bawaannya pengen ketawa terus " ucap Lala geli melihat penampilan Ryu.
" Kirain gak tahan pengen... "
" Pengen apa kak ? " tanya Farel kepo.
" Pengen beliin baju baru " jawab Ryu asal lalu berbisik di telinga Lala.
__ADS_1
" Adik iparku ini sungguh luar biasa, sama banget kayak kakaknya " bisik Ryu membuat Lala menutup mulut menahan tawanya.
Akhirnya mereka pun turun setelah Ryu memakai kimono. Sambil menunggu pakaiannya kering, Ryu bermain PS bersama Farel sementara Lala menonton drama Korea favoritnya di laptop. Sesekali Lala melihat keakraban antara Ryu dan Farel. Lala tersenyum, bahagia melihat adik dan kekasihnya itu bisa dekat padahal Farel itu anak yang sulit dekat dengan orang baru. Ternyata, Ryu tak hanya berhasil memenangkan hati Lala tapi juga memenangkan hati Farel, adik kesayangan Lala.