Kamu Cintanya Aku

Kamu Cintanya Aku
Part 26


__ADS_3

Acara tasyakuran dan lamaran Adiza dan Arrasya telah selesai. Para tamu undangan pun telah meninggalkan tempat acara. Hanya menyisakan keluarga dan beberapa kerabat dekat saja.


Lala dan Ryu sudah berpamitan pulang. Sementara Yasmin kini tengah menunggu taksi online yang dipesannya. Melihat hal itu, muncul ide di benak Adiza.


" Kak, Diza bisa minta tolong gak ? " Adiza menghampiri Sakha yang sedang berbicara dengan Arrasya.


" Kamu minta tolong sama kakak ? Gak salah nih, calon suami kamu ada disini lho " ucap Sakha santai sambil menunjuk Arrasya.


" Ih... Kakak kok gitu sih. Ini tuh cuma bisa ditolongin sama kakak aja " sahut Adiza.


Arrasya berjalan menghampiri Adiza,


" Sayang... Apa sih yang gak bisa aku lakuin sampai-sampai minta tolong sama Sakha ? " tanya Arrasya tak terima calon istrinya meminta pada orang lain selain dirinya.


" Mulai deh mode jealous. Dasar bocah ! " oceh Sakha yang dibalas tatapan tajam oleh Arrasya.


Adiza menahan tawa melihat tingkah Arrasya, kemudian ia berbisik di telinga Arrasya sehingga membuat seringai licik di wajah tampannya.


" Kalo itu, kayaknya cuma si abang Sakha ini deh yang bisa " ucap Arrasya sengaja mengencangkan volume suaranya agar Sakha penasaran.


Sakha menaikkan sebelah alisnya, merasa bahwa ia akan menjadi objek penderita.


" Kakak mau kan tolongin Diza ? " tanya Adiza sambil merangkul lengan Sakha dan bergelayut manja.


" Tolongin apa sih ? Kalau kakak bisa, pasti kakak tolongin " jawab Sakha sambil mengelus kepala Adiza.


" Janji gak nolak ya " pinta Adiza.


" Hem... " ucap Sakha.


" Ih... janji ?! " rajuk Adiza.


" Iya, janji tuan putri yang bentar lagi naik tahta jadi ratu " canda Sakha mengacak-acak rambut Adiza dengan gemas.


Melihat hal itu membuat Arrasya segera menarik Adiza menjauh dari Sakha.


" Mulai lagi kan... Kumat posesifnya " cibir Sakha yang sukses membuat Arrasya kembali melirik tajam.


" Sayang cepetan kamu bilang sama abang ipar aku ini, supaya nganter calon istrinya " ucap Arrasya dengan nada meledek.


" Maksudnya ? " tanya Sakha penasaran dengan ucapan Arrasya.


Adiza tersenyum licik, lalu mengajak Sakha mendekati Yasmin. Sakha menahan langkahnya tetapi Adiza menarik Sakha sambil memelototi Sakha.


" Kakak udah janji lho. Gak boleh ingkar " seru Adiza sambil terus menarik Sakha mendekati Yasmin.


" Yas... " panggil Adiza membuat Yasmin berbalik. Yasmin tersenyum dengan sangat manis saat melihat Sakha bersama Adiza mendekatinya.


" Hai... oppa " ucap Yasmin ramah, kini ia tidak menggebu-gebu seperti awal perjumpaannya dengan Sakha.


" Kamu dianterin pulang sama Kak Sakha aja. Kebetulan dia searah sama kamu " ucap Adiza.


" Tapi aku udah pesen taksi online " sahut Yasmin.


" Tuh dia udah pesen taksi online kan. Jadi gak usah dianterin juga " Sakha berusaha mengelak. Ia mulai melangkahkan kaki meninggalkan Yasmin dan Adiza namun lengannya ditarik oleh Adiza.

__ADS_1


" Kamu batalin aja Yas ordernya. Kak Sakha pasti anterin kamu. Iya kan kak ?! " ucap Adiza penuh penekanan dengan tatapan tajam.


Sakha menghembuskan nafas kasar, sementara Yasmin hanya menatap Sakha.


" Ya udah, kamu tunggu disini. Aku ambil mobil dulu " Sakha mengalah lalu pergi ke arah mobilnya diparkir.


" Aku udah kasih jalan, selanjutnya terserah kamu " bisik Adiza pada Yasmin diikuti acungan jempol oleh Yasmin.


Tak lama Sakha datang mengendarai mobil sport berwarna merah. Yasmin masuk ke dalam mobil setelah Adiza membuka pintu depan mobil Sakha.


" Hati-hati ya kak... Anterin selamat sampai tujuan. Jangan diapa-apain " seru Adiza pada Sakha.


Sakha mendelik pada Adiza,


" Ada juga, gue yang diapa-apain sama ini makhluk " gumam Sakha pelan sambil melirik ke arah Yasmin.


Adiza menahan tawa saat melihat ekspresi kesal di wajah Sakha, but show must go on...


Akhirnya mobil pun berlalu, Adiza kembali menghampiri keluarganya dan Arrasya. Tak lama mereka semua pulang ke rumah masing-masing.


Di sepanjang perjalanan tak ada obrolan yang tercipta, meskipun Yasmin sangat ingin berceloteh dengan Sakha tetapi ia menahan diri, mengingat perkataan Adiza bahwa Sakha tidak suka perempuan agresif. Yasmin hanya melihat ke luar jendela, walaupun sesekali mencuri pandang ke arah Sakha dari pantulan kaca jendela.


Kebisuan Yasmin ternyata sukses membuat Sakha bertanya-tanya dalam hatinya.


" Tumben ni makhluk diem... Salah makan apa dia ? Ah... Ngapain sih mikirin dia. Bagusan begini kali. Gak perlu pusing nanggapin dia dengan tingkah absurdnya yang akut " ucap Sakha dalam hati.


" Seneng banget bisa dianterin oppa... Tuhan semoga ini bukan yang terakhir bisa bersamanya " Yasmin bergumam dalam hati sambil tersenyum sendiri.


Sakha melirik Yasmin sekilas melihat jika Yasmin tengah senyum-senyum sendiri.


Yasmin yang melihat Sakha bergidik, tiba-tiba angkat suara.


" Oppa... " bisik Yasmin lembut membuat bulu kuduk Sakha berdiri.


" Astaghfirullah... Perasaan ada yang bisikin deh tapi siapa ? " Sakha bertanya-tanya dalam hati dengan tetap fokus ke depan tanpa melihat ke sampingnya.


Yasmin heran mengapa Sakha tak menanggapinya.


" Apa suara gue kurang kenceng ya ? Tapi Diza bilang kak Sakha suka cewek yang anggun. Kalo gue manggilnya kekencangan, nanti dia kaget lagi terus ilfeel sama gue. Kayaknya gue panggil sekali lagi deh " pikir Yasmin.


" Oppa... oppa... " panggil Yasmin masih dengan suara lembutnya.


" Hih... Kok ada lagi sih suaranya. Ini halu atau emang ada yang numpang sih " Sakha semakin bergidik memikirkannya.


Sementara Yasmin menjadi kesal karena Sakha tak menanggapi panggilannya dan membuat tempat kos nya terlewat.


" Oppa... Berhenti " Yasmin setengah berteriak agar Sakha menghentikan laju mobilnya dan sontak Sakha langsung menghentikan mobilnya tepat di depan sebuah pohon besar. Karena mendadak memberhentikan mobil, membuat Yasmin terguncang. Rambut panjangnya menjadi berantakan dan menutupi sebagian wajahnya.


Sakha melirik ke arah Yasmin dan langsung berteriak kaget saat melihat Yasmin dengan wajah yang tertutup rambut.


" Aargh... Setan... !!" teriak Sakha sambil membuka pintu mobil dan segera keluar.


" Hah... setan ? Dimana kak ? dimana ? " tanya Yasmin panik dan ikut membuka


pintu mobil, bergegas turun dari mobil dan berlari mengikuti Sakha sambil merapikan rambutnya.

__ADS_1


Merasa diikuti, Sakha mempercepat langkahnya.


" Oppa... tunggu... " teriak Yasmin mencoba mengejar Sakha.


Sakha menghentikan langkahnya saat mendengar suara di belakangnya. Ia berbalik dan melihat Yasmin yang kini berlari mengejarnya. Yasmin terengah-engah saat sampai di tempat Sakha berdiri.


" Mana setannya kak... ? " tanya Yasmin dengan nafas tersengal.


" Kamu setannya " ketus Sakha, saat menyadari bahwa sejak tadi itu Yasmin lah yang ia anggap setan.


Yasmin melongo tak mengerti dengan ucapan Sakha namun ia mengikuti langkah Sakha yang kini kembali menuju mobil yang ditinggalkannya.


" Ih, gak jelas banget sih... Untung ganteng ! " rutuk Yasmin kesal sambil menghentakkan kakinya. Ternyata ia hanya buang-buang waktu berlari lalu kembali ke tempat yang semula


Sakha mendengar ucapan Yasmin, namun ia berpura-pura tak mendengar. Tentunya ia bisa mati gaya jika Yasmin menyadari bahwa ia telah berbuat bodoh.


" Dasar... bego banget sih... " ucap Sakha dalam hati menyesali kebodohannya yang berpikir tanpa logika.


Sakha kembali masuk ke dalam mobil diikuti oleh Yasmin.


" Oppa kenapa sih ? " tanya Yasmin heran saat duduk di jok mobil.


" Tadi ada setan, ngikutin " jawab Sakha asal membuat Yasmin spontan merangkul lengan Sakha.


" Apaan sih kamu, maen pegang-pegang aja " Sakha melepaskan tangan Yasmin dengan kasar.


" Takut setannya masih ngikutin kak " jawab Yasmin polos. Sakha rasanya ingin tertawa namun sekuat mungkin ia menahannya.


" Udah pergi tadi... " sahut Sakha mencoba berkata tenang.


Yasmin membetulkan dan menyamankan duduknya.


" Kamu tinggal dimana ? " tanya Sakha datar mengalihkan pembicaraan sambil melajukan mobilnya kembali.


" Tadi udah kelewat kak " jawab Yasmin.


" Kenapa gak bilang dari tadi sih " kesal Sakha.


" Tadi udah manggilin tapi gak denger, malah teriak ada setan " sahut Yasmin tak ingin disalahkan.


" Ck... Lagian kamu kalo manggil tuh yang bener dong. Manggil kok kayak suara setan " gerutu Sakha sambil memutar arah mobilnya kembali.


" Emang kakak pernah denger suara setan ya ? " tanya Yasmin polos membuat Sakha memutar bola matanya malas, tak menjawab pertanyaan bodoh Yasmin.


" Berhenti di depan kak " pinta Yasmin saat sampai di depan tempat kosnya.


Sakha menghentikan laju mobilnya, lalu melihat ke arah tempat kos Yasmin yang ada di sebrang jalan. Tempat kos yang nyaman meskipun sederhana.


Yasmin turun dari mobil Sakha.


" Terimakasih, oppa " ucap Yasmin.


" Hem... " sahut Sakha lalu segera melajukan mobilnya.


Yasmin melihat mobil Sakha yang telah melaju meninggalkannya. Ia tersenyum dengan sangat manis.

__ADS_1


" Suatu saat kamu pasti akan datang mencari ku dan aku dengan senang hati akan menunggu hari itu "


__ADS_2