
Lala melempar pandangan kosong jauh ke depan, ia kini duduk di tepi kolam renang di belakang rumahnya, sesekali ia menggerak-gerakkan kakinya yang ada di dalam air. Pikirannya buntu memikirkan nasib percintaannya dengan Ryu. Sungguh ia tak habis pikir, bertanya-tanya dalam hatinya.
Mengapa Tuhan pertemukan
Bila akhirnya dipisahkan...
Lala menghembus nafasnya kasar, tak lama Farel datang menghampirinya.
" Kak... ada Kak Ryu tuh di depan " ucap Farel.
Lala menoleh ke arah adiknya itu.
" Suruh kesini aja, de " seru Lala yang langsung diikuti gerakan kaki Farel yang berlari masuk ke dalam rumah.
Tak lama, Ryu datang bersama dengan Farel. Mereka berdua tertawa bersama sungguh layaknya seorang kakak dan adik. Ryu mendekati Lala kemudian ikut duduk di samping Lala dan merendam kedua telapak kakinya di air kolam. Farel hanya duduk di kursi yang ada tak jauh di belakang mereka sambil memainkan PSP.
" Kamu, kenapa ? Dari kemarin malam beda. Ada masalah ? " tanya Ryu sambil menggenggam tangan Lala.
Lala menatap kekasihnya yang tengah memperhatikannya. Lala menghela nafasnya.
" Kamu mau aku lamar juga kayak Diza ? " tanya Ryu sumringah.
" Aku udah siap lahir batin lho buat ngelamar kamu " ucapnya lagi membuat Lala melepaskan genggaman tangan Ryu.
" Itu yang mau aku omongin sama kamu " tutur Lala lirih.
Ryu meraih kembali tangan Lala yang tadi terlepas dari genggamannya. Seakan mengerti ada yang membuat gundah hati kekasihnya itu.
" Mama, papa kamu ngelarang hubungan kita berlanjut ? " tanyanya yang hanya dijawab dengan gerakan kepala oleh Lala.
" Terus kamu mau berhenti disini ? " tanya Ryu mencari tahu apa yang ada dalam pikiran Lala.
Lala mengangkat bahunya, bingung harus berbuat apa.
" Mereka bilang kalau aku udah dijodohin dan aku harus beresin studi aku dulu. Mereka mau aku berhasil dan gantiin mereka nanti di perusahaan " jelas Lala lirih.
__ADS_1
" Jadi apa mau kamu sekarang ? " tanya Ryu lagi sambil menatap kedua mata sang kekasih.
" Aku gak tahu... Aku bingung... Aku mau mempertahankan hubungan ini, tapi aku juga gak mau jadi anak yang gak berbakti. Mereka sudah melakukan banyak hal buat aku, aku gak mungkin kecewain mereka " jawab Lala putus asa.
" Lagipula, orang tua kamu pun sudah memiliki rencana buat kamu. Kita gak bisa egois " sambung Lala menghembus nafas panjang.
" Jadi maksud kamu kita harus berhenti disini ? " tanya Ryu meminta penjelasan Lala.
Lala menundukkan kepalanya, ia tak tahu harus berbuat apa. Memiliki Ryu di sisinya adalah kebahagiaan yang terindah. Tapi ia pun tak ingin mengecewakan kedua orang tua mereka yang tentunya memiliki proyeksi untuk anak-anaknya. Ryu menatap penuh tanya pada sang kekasih tercinta.
" Aku tak akan menyerah, aku akan terus berjuang untuk kamu, untuk hubungan kita. Aku tak akan pernah menyia-nyiakan apa yang telah aku lalui untuk mendapatkan kamu " ucap Ryu penuh penekanan. Ryu melepaskan genggaman tangannya dari Lala.
" Kalau kamu mau berhenti disini, itu hak kamu. Tapi jangan paksa aku untuk berhenti ! Sejak awal aku sudah bilang, sesuatu yang sudah ku mulai pantang untuk ku akhiri " tegas Ryu kemudian bangun dari sisi Lala.
Lala ikut beranjak saat mengetahui Ryu berjalan menjauh. Lala mengikuti langkah Ryu yang kini berjalan menghampiri Farel.
Ryu duduk di samping Farel, sedangkan Lala memilih duduk di hadapan mereka. Ryu mengelus kepala Farel, pandangannya tertuju pada PSP yang dimainkan anak laki-laki tampan itu.
Ryu memberikan arahan, bahkan sesekali berteriak pada Farel agar mengikuti petunjuk yang diperintahkannya hingga akhirnya keduanya bersorak karena berhasil memenangkan game.
" Kak Ryu emang paling hebat " puji Farel mengacungkan jempolnya pada Ryu.
" Farel seneng banget deh kalo kak Ryu bisa nikah sama kak Lala. Berarti kan Farel bisa maen terus sama kak Ryu " oceh Farel yang sukses membuat Lala terbatuk-batuk.
" Nih, minum dulu kak " Farel menyodorkan segelas jus melon miliknya yang ada di atas meja pada Lala.
" Kakak sih maunya gitu, tapi kayaknya keinginan Farel gak akan terwujud sekarang " sahut Ryu sambil melirik Lala.
Lala menatap Ryu dengan tatapan sendu.
" Lho kenapa kak ? " tanya Farel kepo.
" Coba kamu tanya sama kakak kamu yang cantik itu ! " seru Ryu melempar pembicaraan.
Farel menatap Lala dengan penuh rasa ingin tahu. Lala memalingkan wajahnya namun Farel merangsek ke hadapannya.
__ADS_1
" Coba kak Lala jelasin sama Farel yang sebenernya ! " seru Farel dengan tangan bersidekap di dada.
Melihat hal itu, Ryu tersenyum samar sementara Lala dibuat tak berkutik, ia tak memiliki jawaban untuk menjelaskan situasi rumit ini pada adik satu-satunya itu.
" Jelasin kak ! " rajuk Farel, kali ini ia menggoyang-goyangkan tangan Lala.
" Gak ada yang harus dijelasin. Anak kecil gak usah kepo deh " Lala mengelak sambil menatap tajam ke arah Ryu.
Farel menyilangkan kembali tangannya di dada, kali ini ditambah dengan mengerucutkan bibirnya. Ia dalam mode merajuk namun masih memperlihatkan kelucuannya, membuat siapapun gemas melihatnya.
Ryu menahan tawa melihat tingkah kekasih dan calon adik iparnya itu. Ryu melambaikan tangannya ke arah Farel, membuat bocah menggemaskan itu berjalan ke arah Ryu. Ryu menggendong Farel ke atas pangkuannya.
" Farel sayang... Hubungan kak Ryu dan kak Lala baik-baik aja. Kami hanya perlu menenangkan dan memantapkan diri agar nanti kami bisa bersama " jelas Ryu.
" Kakak dan kak Lala punya cita-cita sendiri dan tidak mungkin selalu dalam jalan yang sama. Sama halnya seperti persimpangan, kadang kita harus memilih jalan yang harus kita lalui. Mungkin kali ini, kakak dan kak Lala tidak dalam arah yang sama. Tapi, kakak percaya suatu saat kami pasti berada di jalan yang sama " tambah Ryu sambil menatap Lala yang juga tengah menatapnya membuat mereka beradu pandang.
Lala tersenyum bangga pada kekasihnya itu. Ia tak mengira Ryu bisa begitu bijak menyikapi permasalahan yang ada diantara mereka. Ia mengalah tapi tak kenal menyerah agar mereka dapat menyearahkan jalan yang akan mereka jalani bersama nanti.
Farel menggaruk-garuk kepalanya, ia tak mengerti masalah yang ada pada orang dewasa.
" Kalau udah besar, kamu pasti ngerti " ucap Lala tersenyum kaku melihat ke arah Farel. Farel menganggukkan kepalanya.
" Janji ya, kalau kak Lala sama kak Ryu bakalan sama-sama terus " ucap Farel yang membuat Lala dan Ryu terperangah.
" Kamu percaya kalau kak Ryu bisa sama kak Lala ? " tanya Ryu.
Farel menganggukkan kepalanya. Ryu tersenyum melihat tingkah Farel.
" Orang bilang, kalau anak kecil itu gak bisa bohong. Kakak juga percaya dan yakin kalau kak Lala yang ditakdirkan buat nemenin hidup kak Ryu " tegas Ryu menatap penuh cinta pada Lala.
" Janji sama aku, walaupun kita harus berpisah tapi kita akan terus berjuang untuk cinta kita " ucap Ryu penuh harap.
Lala menatap Ryu penuh haru. Sebegitu besar cinta lelaki di hadapannya ini kepadanya. Nikmat mana yang bisa ia dustakan ...
" Ya, aku janji akan berjuang. Aku gak akan nyerah " ucap Lala tegas.
__ADS_1
" Kita berdua harus berhasil dengan jalan kita. Ini adalah awal perjuangan kita dan yakinlah kemenangan itu akan kita raih bersama. Kita berdua hanya perlu membuktikan ! " timpal Ryu menanggapi ucapan Lala.
" Ini bukanlah perpisahan, ini awal kebahagiaan kita. Saat kita berjumpa lagi, aku akan pastikan jika hanya akulah yang pantas untuk mendampingimu " sambung Ryu.