Kamu hanya milikku

Kamu hanya milikku
Episode 14


__ADS_3

happy reading semuanya


Entah dengan cara apa yang digunakan aleta sehingga ampuh untuk membuat nya bisa pergi keluar jalan-jalan tanpa dilarang oleh rey walau diizinkan keluar sama saja tak ada bedanya teman-teman aleta tak ada yang bisa diajak mereka semua ada jam kelas yang sama.


"jalan-jalan macam apa tidak ada temannya. (umpat aleta yang sekarang duduk dikursi taman)


"hey aleta apa kabar.. (suara tak jauh memanggil aleta)


"ahh apa... (aleta yang menoleh dan terpengarah dengan orang itu)


"kakak...(hanya tersenyum memandang aleta)


Aleta yang masih dalam lamunan nya setelah sadar segera iya berlari dan memeluk orang itu sambil menangis.


"hey kau sudah besar jangan menangis. (mereka yang berpelukan sangat erat)


"hiksss.... hikss.. kau jahat kak.(aleta yang tetap menangis)


Tak jauh dari mereka berpelukan seseorang melihat nya dengan emosi yang memuncak.


"tuan bukankah itu nona. (chou yang melihat tuannya marah)


"berani sekali dia chou aku mengizinkan nya keluar tapi dia malah bermesraan disini.


"apa tuan tidak mau...


"tidak.. kita pulang sekarang aku akan tunggu istri pembangkang itu. (mobil rey yang melaju meninggalkan tempat dimana aleta berada)


"tuan saya akan periksa latar belakang pria yang bersama dengan nona secara detail. (chou yang menyadari tuan nya sedang diambang kemarahannya)


"maafkan saya nona seperti nya anda harus memikirkan cara untuk menghadapi tuan. (batin chou yang merasa khawatir dengan nona nya)


"tak perlu chou, aku akan selesaikan ini.


"baik tuan.


Sampai rey meninggalkan tempat itu aleta yang tak menyadari nya sama sekali masih dalam kondisi yang sama memeluk orang tersebut.


"kak kau kemana saja disaat aku membutuhkanmu. (melepas pelukan nya dan memandang nya)


"kau tau apa impianku aleta, aku saja baru mengetahui kondisi mu. (mata yang sayup melihat aleta)


Abyan Nandana Laki-laki berparas wajah yang tampan dia adalah kakak dari aleta bukan kakak kandung lebih tepat nya mereka tumbuh bersama sejak kecil hanya terpaut 5 tahun sekitar 5 tahun yang lalu dia pergi melanjutkan study nya mengejar mimpi nya sebagai seorang kartunis, selama itu pula mereka terputus komunikasi.


"kakak kenapa tak pernah menghubungi ku.


"aleta aku pernah bercerita kan dulu, aku tidak akan menghubungi mu sampai aku berhasil.(merangkul aleta mengajak nya kembali duduk)


"tapi setidaknya kau hubungi aku kak.

__ADS_1


"kau tau prinsip ku aleta, aku tak pernah mengingkari kata-kata ku.


"apa kakak tak tau betapa tersiksa nya aku menjalani hari-hari ku tanpa kakak dan sekarang aku sendiri.


"maaf kan aku aleta.(kembali memeluk aleta)


"hikss.... hiksss. (masih menangis dipelukan nya)


Aleta yang tak pernah sadar apa yang dia perbuat sudah memancing kembali kemurkaan rey.


Aleta yang pulang dengan perasaan senang karena bertemu kakak tersayang nya kembali.


"nona...(chou yang menyambut aleta)


"ya chou...


"anda baru pulang.


"ya ada apa chou.


"tak apa nona, silahkan.


Aleta yang merasa ada yang aneh dirumah ini pasalnya semua pelayan nampak ketakutan dan chou tak seperti biasa menyambutnya di depan tadi. Aleta yang tak ambil pusing dengan semua itu hanya terus menaiki tangga menuju kamar nya.


ceklek..


Aleta yang membuka pintu kamar nya tampak sayup-sayup dari dalam kamar nampak penerangan yang minim dan kesunyian yang mencekam


"apa yang kau lakukan rey lepas...(rey yang semakin mencengkram aleta yang memberontak)


"kau sudah semakin berani pada ku aleta. (tatapan mematikan yang terpancar dari rey)


"apa yang aku perbuat memang. (teriak aleta)


"kau tak mau mengakui nya aleta. (didekatkan nya wajah ya ke wajah aleta)


"aku tidak melakukan apa pun.


"kau sangat nyakin dengan jawaban mu ya. (dicengkramnya tangan aleta keatas kepala)


"hikss..hikss.. sakit rey lepaskan tangan mu. (aleta yang mulai menangis rasanya tangan nya ingin patah)


"kalau kau merasakan sakit kenapa kau membuat ku marah aletaaaaa... (bentak rey)


"hikss...hikkss.. aku tak melakukan apa pun rey. (suara aleta yang semakin memelas pada rey)


"jangan kau jadikan tangis mu itu untuk membuat aku luluh aleta..


"aku...

__ADS_1


"apa hubungan mu dengan pria itu aleta.


"siapa rey??


"kau masih mau mengelak aleta..(semakin mengeratkan cengkraman nya)


Aleta yang berfikir sejenak dengan apa yang ditanyakan rey kenapa bisa membuat nya semarah ini sekarang.


"maksud mu kak byan rey. (aleta yang menyadari hanya kak byan pria yang ditemui nya)


"aku tak peduli siapa nama nya, siapa dia aleta.


"dia hanya kakak ku saja rey.


"kakak kau bilang, berpelukan didepan umum dan kau menangis karna nya.


"dia kakak ku yang sudah 5 tahun tak ku temui rey sekarang tanpa disengaja aku bertemu dengan nya.


"apa kau fikir aku mudah dibohongi aleta. sebegitukah murahan nya kau dulu kakak senior mu dan sekarang kau bilang kakak yang tak kau temui 5 tahun. (aleta yang juga emosi karena dia merasa bahwa dia tak bersalah)


Plaaakkk


Aleta yang memberontak melepas cekraman tangan rey menampar nya dengan kuat atas kata-kata yang dilontarkan rey.


"kau menampar ku aleta. (rey yang semakin marah)


"sebegitu rendahnya aku dimatamu rey, kau jangan lupa rey kau yang memaksa ku tetap disisimu jika aku punya pilihan aku lebih memilih tak pernah mengenal mu. (bentak aleta)


"kau memang harus diberi pelajaran aleta. (rey yang semakin naik pitam menarik lengan aleta berjalan keluar kamar)


"ahhhhh.... sakit rey kau mau membawa ku kemana. (aleta yang terseok-seok mengikuti langkah rey)


"kau mau membawaku kemana rey lepas kan aku. (aleta yang terus meronta-ronta)


Rey yang tak mempedulikan aleta walau ia terus berteriak kesakitan dengan cekraman kuat nya. Rey yang membawa aleta kesebuah kamar ujung.


"kamar ini cocok untuk mu aleta, kau renungkan apa yang kau perbuat.(dilempar nya aleta ke atas ranjang kamar itu dan rey yang keluar dari kamar itu)


"rey buka pintunya rey aku mohon rey. (aleta yang melangkah mengikuti rey tapi kalah cepat dengan nya yang sudah mengunci kamar)


"rey aku mohon rey...hikss....hiksss.


"kau tetap didalam sana aleta sampai kau sadar dengan kesalahan mu. (rey yang melangkah pergi dari sana)


"rey aku membenci mu rey, aku sangat membenci mu. (aleta yang terus berteriak dari dalam kamar)


Aleta yang sudah tak mendengar jawaban rey jatuh lemas menyandar di pintu kamar terus menangis tersedu-sedu.


Aleta yang baru menyadari rey membawanya kesebuah kamar gelap yang membuat nya semakin takut akan gelap. Kenangan buruk akan gelap membuat nya terus menerus menangis tanpa henti.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2