
Rey duduk dikursi kebesarannya, ia sedang berada disalah satu cabang perusahaan nya yang ada dikota paris dengan beberapa orang terpilih dan terpercaya untuk menyelidiki kasus istri nya.
"bagaimana... (rey akhirnya angkat bicara yang sedari tadi diam)
"kami belum menemukan pelakunya tuan, CCTV jalanan itu bersih tak ada kejanggalan dan mobil itu juga hilang jejak nya. (seorang dari mereka angkat bicara)
"oh yaaa sebersih itu, perlihatkan pada ku.
"ini tuan. (seseorang maju memperlihatkan laptop yang berisi rekaman CCTV)
Rey sibuk meneliti apapun yang ada direkaman itu, memang terlintas seperti kecelakaan tabrak lari tapi ia tak yakin juga, ada setelah rekaman itu menunjukan bagaimana aleta tertabrak, hati rey berasa sedikit tercubit dengan itu dan sedetik kemudian ia benar ini bukan real kecelakaan.
"bagaimana menurut kalian.
"kami rasa ini hanya sebuah kecelakaan tabrak lari biasa tuan dan pelaku takut untuk dijerat kepolisi jadi ia bersembunyi.
"bodoh... (mereka bingung apa maksud perkataan tuan nya itu)
"kalian adalah orang terpilih dan terpercaya tapi sungguh mengecewakan.
".....
"tetap lanjutkan penyelidikan ini dan aku akan bertindak sesuai difikiran ku.
"baik tuan. (mereka menunduk hormat dan rey melangkah pergi dari sana)
Rey pergi dari sana ia harus memastikan satu hal yaitu apa kisya benar-benar tidak waras atau ada sesuatu dibalik ini semua. Ia sampai dirumah sakit jiwa, kakinya melangkah menuju tempat yang ia tujukan dokter khusus yang menangani kisya.
"tuan rey anda disini. (dokter itu sedikit kaget pasalnya orang sepenting abrisam reynand datang kemari)
"ya...
"silahkan duduk tuan. (mengarahkan rey duduk dikursi didepannya)
"ada apa anda kemari tuan.
"aku mau tanya sesuatu.
"tentang apa tuan.
"seberapa gila nya kisya dan bagaimana kondisi nya akhir-akhir ini.
__ADS_1
"masih tetap sama tuan, karena ia depresi berlebih membuat nya gangguan jiwa.
"apa kau yakin ia gila.
"ya tuan, aku yakin dengan itu.
"apa aku boleh melihat nya.
"silahkan tuan mari saya antar.
Rey dan dokter itu berada didepan ruangan kisya, kisya tak boleh dikunjungi langsung hanya boleh melihat dari kaca besar didepan ruangan nya. Terlihat ia terduduk diranjang nya, airmata nya terus mengalir dan rambutnya yang berantakan, pandangan kosong entah memikirkan apa.
Rey terdiam ia melihat semua yang ada diruangan kisya meneliti satu persatu hal yang ada disana, tidak lupa memandang kisya sesekali.
"kau bisa hidup tenang tanpa harus mengganggu orang lain kisya tapi inilah yang kau inginkan, andai kau berdamai semua nya akan baik-baik saja. Aku memang pernah sangat mencintai mu tapi sekarang hati ku semua nya milik aleta, tidak ada yang bisa mengisi nya lagi karena aleta sudah mengisi nya sampai penuh. (rey dengan satu pandangan menatap lurus kearah kisya)
"baiklah sudah cukup, aku pergi.
"mari tuan rey.
Rey melangkah meninggalkan tempat itu, masuk kedalam mobil nya dan sesaat mengotak-atik ponsel nya itu.
Sekarang tujuan nya hanya satu yaitu rumah sakit, berhenti sebentar ditoko bunga membeli mawat putih kesukaan aleta.
"bagaimana kondisi nya hari ini. (tanya rey yang melihat ivan memeriksa)
"masih cukup stabil dan sama sekali belum ada tanda-tanda sadar.
"aku pergi dulu rey. (tepukan pundak yang diberikan ivan pada nya)
"hay sayang, apa kabar mu... (rey memposisikan diri nya duduk disebelah aleta)
"masih senang berada dimimpi mu ya, tidak merindukan aku. (digenggam nya tangan aleta)
Mungkin airmata rey sudah tak menetes tapi keluh kesah pilu nya masih terdengar, betapa hancur nya ia saat ini melihat aleta masih setiap terpejam, berlarut-larut kedalam mimpi indah yang mungkin membuat nya bahagia.
"kau tidak ingin berbagi apa yang ada dimimpi mu.
"ayolah sadar tidak lelah berada disini saja dan tidak melakukan apapun.
"aku membutuhkan mu al, jadi sadarlah dan lihat dunia bersama ku.
__ADS_1
"maafkan aku, aku gagal menjaga mu al... Cupp... (rey mencium kening aleta berharap seperti pada cerita disney sang putri akan terbangun dari tidur panjang nya)
Ceklek...
Pintu ruangan terbuka albert datang dengan menatap sendu adiknya itu. Rey memilih pergi membiarkan kakak beradik itu.
"hay al, apa kau tidak merindukan ku. Bangun lah semua orang menunggu mu.
"maaf tidak bisa menjaga mu.
"padahal baru kemarin kau menerima ku jadi kakak mu, menerima mama jadi mama mu dan juga papa tapi kau malah terdiam disini.
Albert diam tak ada kata-kata lagi yang terucap dan buliran airmata menetes deras sembari memegang tangan aleta.
Rey keluar dari ruangan aleta melihat semua anggota keluarga nya ada disini.
"rey bagaimana kondisi aleta. (tanya verita)
"masih sama ma, ivan bilang cukup stabil.
Mata rey menangkap ternyata tidak semua ada disini nenek aleta tidak ada dan juga adik nya.
"rey pergilah kekantin rumah sakit, kau belum makan kan. (ibu nya yang sangat mengkhawatirkan nya)
"ya bu, aku akan makan. (mendengar jawaban rey ibunya lega dan perlahan rasa khawatir nya berkurang)
Rey tidak mau lagi membuat ibunya sekhawatir itu lagi, ia harus menjaga kondisi kesehatan nya. Jika ia sakit siapa yang akan membalas orang yang tega menabrak istri nya.
Ia benci orang itu dan akan rey pastikan orang itu mendapat balasan nya.
Masih setia dimimpinya tapi dimimpi ini juga senyum secerah itu dapat dikeluarkan oleh aleta.
"al tidak bosan berada disini. (ucap ibu nya)
"disini menyenangkan dan aku suka karena ayah dan ibu disini.
"apa kau tidak mendengar harapan orang-orang itu al.
"aku mendengar nya ibu tapi aku ingin disini.
Aleta tau bahwa ini mimpinya bisa bertemu orang tuanya dan ia juga tau semua orang menunggu nya tapi ia enggan pergi dari sana.
__ADS_1
Bersambung....