
Rey dengan perasaan menyesal mengingat kembali apa yang dia lakukan, pertengkaran dengan aleta menampar nya, sampai aleta bunuh diri, mengatai nya murahan dan hina menyakiti nya dengan sangat kejam.
"apa yang aku lakukan, kenapa aku bodoh sekali.
Rey yang cukup lama mengutuki diri nya sendiri telah melakukan kebodohan yang besar.
"aku harus menemui aleta, aku harus menebus kesalahan ku yang teramat besar ini.
Rey yang pergi dengan tergesa-gesa untuk menemui aleta. Rey yang melajukan mobil nya dengan sangat cepat membelah jalanan kota yang masih cukup padat untuk di lalui.
Sesampainya rey dirumah nya, dia langsung berlari masuk rumah, pertama dia pergi kekamar aleta.
Ceklek ..
"aleta....
Dibuka nya pintu kamar, melihat aleta tidak ada tanpa mengecek lebih lanjut mencari keseluruh rumah.
"aleta....aleta... (rey yang mencari keseluruh rumah sambil berteriak-teriak)
"aleta....dimana kau...
"ada apa tuan. (bik imah yang muncul mendengar tuannya berteriak)
"dimana aleta..
"nona ada dikamar nya tuan.
"dia tidak ada. (bentak rey)
"saya tidak melihat nya keluar tuan.
"bagaimana bisa....
"aleta... Dimana kau.
Rey yang pergi mencari ketaman dan tidak terlewat seluruh ruangan yang ada tapi tetap tidak menemukan nya.
Rey yang memanggil seluruh penjaga dan pelayan yang ada. Mereka yang datang dengan panik.
"apa tidak ada satu diantara kalian yang tau dimana aleta haaaa... (rey yang membentak mereka semua)
Diantara mereka tidak ada yang berani menjawab sama sekali, mereka hanya menunduk tidak berani menatap sama sekali.
"jawaaabb.. (bentakan rey yang menggema keseluruh rumah)
"kami tidak tau tuan, setahu kami nona ada dikamar. (akhirnya satu diantara mereka menjawab)
"kalau aleta ada dikamar aku tidak akan bertanya. (rey yang semakin murka dengan itu)
__ADS_1
"keluar kalian semua..... (diusir nya seluruh pelayan itu)
Rey yang pergi kekamar nya, duduk dilantai dengan menyandar ke ranjang sambil memejamkan mata.
"dimana kau aleta, apa kau meninggalkan aku...hiksss...hiksss.. (tak terasa air mata rey jatuh, walau tak terdengar tapi air mata nya tak kunjung berhenti menetes)
"aku salah aleta kumohon jangan tinggalkan aku... Hiksss.... Hikksss...
"aku tak sanggup tanpa mu.
"apa yang kau lakukan rey kau bodoh. (rey yang memukul-mukul diri nya sendiri)
Rey yang sudah nampak acak-acakan tak menentu, jas nya yang sudah terlepas rambut nya yang sudah acak-acakan.
Ceklek....
Suara pintu yang terbuka tak membuat rey bergeming masih dengan posisi tak karuan nya.
"kau kenapa rey. (aleta yang tiba-tiba datang dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi nya)
"..... (rey yang kaget dengan suara yang didengar nya)
"kau kenapa... (aleta yang linglung melihat keadaan rey)
"rey kau kenapa. (untuk sekian kali nya aleta bertanya karena rey menatap nya intens)
"dia gila atau bagaimana sihh. (batin aleta semakin bingung)
"emmm... Kau mencekik ku rey sebenarnya kau kenapa. (aleta yang sulit bernafas dengan pelukan rey)
"kau kemana aleta...hikss... Hiksss.
"dia menangis, ada apa sih ini. (aleta yang dirutuki kebingungan)
"aku ada dikamar mandi rey.
"kau ada di kamar mandi bagaimana bisa. (rey yang melepas pelukan nya dan menatap aleta)
"ya memang nya kenapa kalau aku dikamar mandi.
"ceritakan pada ku kau ada dikamar mandi dan aku mencari mu keseluruh rumah seperti orang gila.
"aku berendam dikamar mandi dan malah ketiduran karena merasa nyaman rey.
"kupikir kau meninggalkan aku aleta. (rey kembali memeluk erat aleta)
"memang nya kau pikir aku kemana rey.
"lupakan, aku tidak mau membahas nya lagi.
__ADS_1
"aleta aku mau katakan sesuatu padamu. (dilepas nya pelukan nya)
"apa. (sekarang mereka saling bertatapan satu sama lain)
"aku minta maaf aleta, aku sudah menyakiti mu. (rey yang kembali memeluk aleta)
"dia kesambet apa sih tiba-tiba minta maaf.
"tentang apa.
"aku tau semua kebenaran yang terjadi antara kau dan byan, aku minta maaf.
"ohh. (aleta yang melepas pelukan rey dan hendak berdiri)
"aleta maafkan aku, aku sudah kasar pada mu aku memang ****, brengsek, bodoh, aku telah salah menilai dirimu lebih mengedepankan ego dan emosi ku sampai kau terluka,maafkan aku aleta. (rey yang memegang tangan aleta menghentikan nya pergi)
"aku bodoh aleta, aku tidak berfikir sebelum bertindak, aku tidak bisa mengerti perasaan mu itu. Asalkan kau tau aleta aku menyesal mungkin kata maaf tak bisa memperbaiki semua rasa sakit yang aku berikan tapi aku mohon sebenci nya kau pada ku saat ini jangan pernah tinggalkan aku, tetap disisi ku walau kau tak suka.
"bangun lah rey bersihkan dirimu. (aleta yang berucap datar pada rey)
"asalkan kau tau aleta aku sangat rapuh tanpa mu disisi ku, melihat kau hanya bertukar pandangan dengan laki-laki lain sudah cukup membuat ku cemburu apalagi melihat kau berpelukan dengan laki-laki lain dan itu bukan aku, membuat hati ku sangat hancur aleta. (air mata rey yang lagi-lagi berhasil lolos)
"kau sebaiknya mandi dulu rey, apa kau tidak lihat penampilan mu sekarang ini. (aleta yang tersenyum memandang rey)
"kenapa kau tidak menjawab permintaan maaf ku aleta aku paham kau membenci ku dan pasti nya sangat-sangat benci.
"sudah lah rey, kita bicarakan nanti saja.
Aleta yang melepaskan tangan rey berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian nya, masuk kembali kekamar mandi berganti baju setelah ia keluar rey masuk untuk membersikan diri.
Aleta dan rey saat ini sudah berada di ranjang yang sama aleta yang tidur dengan memunggungi rey dan dia tidur hanya melihat punggung aleta.
"apakah tidak tersisa sedikit rasa untuk memaafkan ku aleta, aku memang sangat-sangat bodoh. (batin rey)
Aleta yang belum tidur terus memikirkan bagaimana rey meminta maaf pada nya tadi.
"apa dia bersungguh-sungguh dengan ucapan nya dan kenapa melihat tatapan teduh dari dirinya membuat aku tidak tega.
Mereka yang sama-sama belum tidur sampai ditengah malam, terus bertanya-tanya tentang pikiran masing-masing yang tak menentu.
"aku minta maaf aleta, aku mencintaimu.... Cupp... (rey yang mendekat memeluk aleta dari belakang menaruh kepala ditengkuk aleta dan tertidur)
"apa ini nyata dia minta maaf padaku, seorang abrisam reynand minta maaf semuanya terasa mimpi bagi ku. (aleta yang merasa kondisi saat ini sedang aneh dan Perasaan sedih nya yang muncul juga aneh)
Aleta yang tidak merasa terganggu dengan sentuhan rey karena dia juga merindukan sentuhan ini tapi masih enggan menghadap rey.
Bersambung....
jangan lupa like, komen, dan subscribe nya semoga suka semua. 😘😍
__ADS_1