Kamu hanya milikku

Kamu hanya milikku
Episode 31


__ADS_3

Sudah hampir 2 hari aleta masih berbaring lemah, dia tidak menunjukan adanya perkembangan untuk sadar kondisi stabil tapi ia seperti tak punya semangat untuk hidup lagi. Rey sedih dan terpuruk akan kondisi aleta, walau sangat mengkhawatirkan aleta masih dengan sikap egois nya dan emosi nya tak kunjung hilang. Dia tetap tidak mengunjungi aleta sama sekali hanya terkadang datang melihat dari balik jendela dan pergi.


"hallo tuan. (bik imah yang menjawab telpon rey)


"bagaimana kondisi nya.


"masih tetap sama tuan.


"kalau gitu terus jaga dia.


"baik tuan.


Rey yang duduk diruang kerjanya tanpa dia sadari air mata nya jatuh. Ada secercah perasaan bersalah sudah kasar dengan aleta dan disisi lain hati nya juga sakit.


"kenapa kau belum sadar aleta, apa kau sungguh akan meninggalkan ku.


Bik imah yang menunggu dengan setia disebelah aleta.


"nona cepatlah sadar, tuan sangat merindukan mu.


"apa nona tidak lelah begini.


Jari aleta yang tiba-tiba bergerak dengan cepat bik imah memanggil dokter, dia sangat bahagia nona nya sadar.


"dokter....dokter.


Dave sebagai dokter yang merawat aleta dan juga sahabat rey merasa senang akhirnya ia sadar. Aleta yang sedang diperiksa perlahan-lahan membuka mata nya.


"dimana aku.


"aleta kau dirumah sakit, syukurlah kau tak apa. (dave yang memeriksa keadaan aleta memastikan dia sudah baik-baik saja)


"bik kondisi aleta sudah semakin membaik aku keluar dulu, panggil aku jika terjadi sesuatu.


"baiklah dokter dave. (dave yang berjalan keluar dari sana)


"nona bagaimana perasaan mu.


"aku baik bik, kenapa aku disini.


"nona tidak ingat 2 hari yang lalu nona...


"emmm iya... Kenapa aku belum mati, aku ingat semua yang terjadi dan dimana rey. (aleta yang terlihat murung tak menemukan rey didekatnya)


"nona tidak boleh bilang begitu, tuan sedang ada urusan penting, nanti dia akan kemari nona. (ucap bik imah bohong)


"dia tidak disini saat aku tak sadarkan diri kan bik dan juga pasti dia sangat membenci ku saat ini. (aleta yang paham betul bahwa bik imah berbohong)


"nona, tidak seperti itu tuan mungkin masih kesal dia sangat khawatir saat nona koma 2 hari ini, bahkan dia yang membawa mu kerumah sakit.


"kau tak perlu terus berbohong bik, sekarang keluarlah aku mau istirahat. (aleta yang berucap dan memejamkan matanya)


"saya keluar dulu nona. (bik yang melangkah pergi)


"tunggu bik.


"ada apa nona, nona ingin sesuatu.


"bisakah bibik meminta surat keluar rumah sakit hari ini.


"nona kau baru sadar.


"aku sudah baik-baik saja, aku tidak suka disini.

__ADS_1


"saya akan tanya tuan dulu ya.


"tidak... Jangan beritahu dia.


"kenapa non.


"tolong lah bik bantu aku, aku mau keluar dari sini.


"saya akan usahakan nona. (bik imah yang keluar dari ruang rawat)


"apa benar ancaman rey saat itu dia bilang akan menghancurkan orang terdekat ku. (batin aleta murung saat ini)


"hallo tuan. (diluar ruangan bik imah menelpon rey, dia tidak bisa bertindak jika tidak ada izin tuannya)


"ada apa.


"kabar bagus tuan nona aleta sudah sadar.


"...... (rey yang diam mendengarkan bernafas lega dengan kabar itu)


"tuan.


"ahhh.. Ya


"nona aleta meminta keluar rumah sakit hari ini.


"apa kenapa.


"saya tidak tau tuan, tadi nona aleta bilang dia tidak suka disini dan juga ia menanyakan anda dia terlihat murung.


"biarkan dia, kau temui dave saja tanyakan apa aleta boleh pulang.


"baik tuan.


Aleta yang diperbolehkan pulang dengan dave yang tetap memeriksa nya rutin setiap hari sampai aleta benar-benar sembuh, dia terlihat sangat lemah dan pucat saat ini. Aleta hanya terus melamun sepanjang perjalanan pulang.


"tidak apa-apa.


"bahkan dia tidak menjemput ku pulang dari rumah sakit.


"nona....nona kita sudah sampai. (bik imah yang memecahkan lamunan aleta)


"dia juga tidak menyambut ku, apa sebegitu benci nya kau padaku rey. Apa yang kau fikirkan aleta sekarang kau baginya hanya perempuan murahan dan hina. (aleta yang merutuki dirinya bisa-bisa nya dia menginginkan kehadiran rey)


Aleta yang dibawa kekamar nya, dituntun oleh bik imah sampai ketempat tidur.


"nona saya akan siapkan makan siang dan obat nya.


"ya bik.


Aleta yang melamun melihat kearah jendela mengingat kembali percakapan saat dia di apartemen kak byan.


"*aleta kemarin kakak ke apartemen mu kau tidak ada.


"aku sudah pindah kak.


"kemana kau pindah.


"sebenarnya aku sudah menikah dengan rey kak, dia mantan ku 2 tahun lalu.


"kau sudah menikah... (kak byan yang seolah tak percaya)


"iya kak.

__ADS_1


"lalu kenapa kau terlihat sedih.


"aku hanya bingung dengan perasaan ku padanya apa aku masih mencintai nya.


"aleta kakak tidak akan bertanya lebih jauh padamu tapi kegalauan mu ini sudah membuktikan kau mencintai nya.


"bagaimana mungkin itu.


"kakak beritahu kau terkadang cinta itu datang tanpa memberitahu, kau memikirkan nya itu sudah cukup menjadi bukti kau mencintai nya.


"benarkah..


"coba kau pikirkan apa kau menolak semua sikap yang diberikan padamu.


"tidak juga.


"kenapa kau jadi bucin seperti ini aleta.


"apaan sih kak.


"kurasa apa yang kak byan katakan ada benarnya, saat aku pulang nanti akan aku beritahu dia. Aku sudah mengerti ternyata memang aku masih mencintai nya*.


Aleta yang membanyangkan itu semua seketika menangis dia menyandarkan kepalanya dan menangis.


"selagi lagi aku salah menilai mu rey, kau itu diktator tidak mungkin aku mencintaimu, lebih baik aku kubur dalam-dalam perasaan ini, sama seperti dulu. Saat aku sudah memastikan perasaan ku kau menjauh... Hikksss.... Hikksss.


Tok tok tok


bik imah yang masuk membawa nampan yang berisi makanan dan obat.


"nona saat nya makan.


"terima kasih bik tapi aku tidak lapar.


"nona harus makan dan minum obat supaya cepat sembuh. (bik imah yang menyuapi aleta makan)


"nona ini obat nya.


"taruh saja disitu bik, aku akan makan nanti.


"tapi nona....


"baiklah, aku makan.


Aleta yang memakan obat nya, setelah itu bik imah meninggalkan aleta untuk istirahat.


"saya tinggal dulu nona, panggil saya jika butuh sesuatu.


"..... (aleta yang diam hanya mengangguk)


Setelah bibik pergi aleta yang mengambil tisu dan dia membuang semua obat yang dia makan tadi, dia tidak menelan satu pun obatnya hanya dia tahan dimulut.


"untuk apa aku makan obat aku tidak suka, membayangkan obat saja tidak enak.


"aku pasti sembuh tanpa obat.


Sejak dulu aleta memang tidak suka makan obat dia lebih baik tidur seharian agar sakit nya hilang.


"sekarang waktunya tidur aleta. (aleta yang merebahkan dirinya)


"sakit juga ya. (aleta yang melihat pergelangan tangan nya yang diperban)


Disisi lain rey yang duduk diruang kerja nya, dirumah yang sama dengan aleta tapi dia merasa sangat jauh dengan aleta. Rey yang masih tidak mau menemui aleta.

__ADS_1


"aleta kau sudah pulang ya, selamat datang kembali. (rey yang tersenyum dan melanjutkan pekerjaan nya)


Bersambung.....


__ADS_2