Kamu hanya milikku

Kamu hanya milikku
Episode 30


__ADS_3

Aleta yang tersadar dengan kata-kata rey bahwa teman-teman nya, kakak nya berada dalam bahaya saat ini. Kemurkaan rey saat ini akan menjadi kehancuran bagi semua orang terdekat nya.


Rey yang melihat raut wajah aleta mulai takut.


"apa sekarang kau merasakan takut aleta. (rey yang menghimpit aleta ke tembok)


"apa kau mau melihat kehancuran semua teman-teman mu itu aleta. Akan aku buat mereka lebih baik mati daripada hidup di kota ini. (bentak rey)


"kenapa kau jahat rey, kenapa kau tidak bunuh aku sekarang dengan tangan mu,dan jangan sentuh teman-temanku. (aleta yang menunduk berucap sedikit berteriak pada nya)


"hahahah..... Kau bilang aku jahat aleta, apa kau tidak memikirkan penghianatan mu hari ini dan juga aku tidak akan pernah melepas mu, tidak akan pernah. (rey yang menekankan ucapan nya)


"aku tidak berkhianat rey, berapa kali aku harus bilang padamu.


"aku sudah tau foto itu benar adanya.


"tapi aku tidak punya hubungan seperti yang kau bilang rey.


"kau masih terus mengelak ya. (dicekram dagu aleta dengan kuat)


"sakit rey, lepas.


Tatapan mata rey yang tajam sudah tidak mempedulikan aleta yang kesakitan. Tangan kiri rey yang mencengkram kedua tangan aleta dan tangan kanan nya masih mencengkram dagu aleta. Masih berbekas tamparan dipipi aleta dan sekarang pergelangan tangan nya sudah membiru karena memar.


"sakit rey lepas, sakit. (rey yang terus menguatkan cengkraman nya)


Rey yang melepaskan cengkraman nya dan menatap tajam aleta.


"lebih baik kau diam disini dan jangan kemana-mana. (rey yang berjalan kearah pintu menutup dan mengunci nya)


"rey buka pintu nya, rey. Dok dok dok. (aleta yang menggedor pintu nya terus menerus )


"rey buka pintu nya, aku mohon. (ucapan aleta yang semakin lirih dibalik pintu)


Rey yang tak peduli dengan permohonan aleta berjalan menjauh dari kamar, masuk kedalam ruang kerja nya melepas jas nya dan duduk kekursi nya.


"kau memang harus diberi pelajaran aleta. (umpat rey dan menelpon seseorang)


"hallo tuan. (chou lah yang ia telpon)


"chou aku ingin kau cari tau tentang pria yang bersama nya tadi dan hancurkan semua kehidupan.


"baik tuan.


"dan ingat pastikan dia hancur, setelah itu berikan aku buktinya aku ingin aleta melihat akibat dari perbuatan nya.


"baik tuan. (rey yang langsung mematikan telpon nya secara sepihak)


"aku tidak akan toleransi lagi padamu aleta. (rey yang menggertakan gigi nya)


Rey yang sudah cukup tenang emosi nya yang sudah tidak seperti tadi.


"bikk... (teriak rey)


"iya tuan. (bik imah yang segera masuk kedalam ruangan rey)


"kau lihat sekarang keadaaan aleta dikamar, obati luka nya. (walau pun rey sedang marah tapi dia masih peduli pada aleta, perasaan iba nya muncul setelah mengingat kejadian tadi)


"baik tuan.

__ADS_1


Disatu sisi aleta yang terus menangis dikamar nya.


"aku tidak sanggup lagi.... Hikss..hikss. (aleta yang berjalan ke arah meja samping tempat tidur mengambil gelas yang ada disana)


Pyaaarrr


"kenapa ada suara gelas pecah. (batin bik imah yang sedang membuka pintu)


"maaf ayah, ibu aku tidak sanggup lagi hidup. Tunggu aku disana. (aleta yang mengambil serpihan pecahan gelas dan mengarahkan ke pergelangan tangan nya)


Sreeettt


Aleta yang mengiris pergelangan tangan nya, seketika darah mengalir deras di tangan nya. Dia terduduk menyandar ke ranjang dan mulai memejamkan mata nya.


"mungkin ini yang terbaik. (aleta yang saat ini sudah sepenuhnya tak sadarkan diri)


Ceklek..... (bik imah yang masuk betapa kaget nya dia melihat aleta dengan darah yang terus mengalir dipergelangan tangannya)


"nona aleta. (teriak bik imah dan mendekat ke aleta)


"nona tolong sadarlah kenapa kau nekat sekali. (bik imah yang mencari kain untuk menghentikan darah nya)


"tuan rey... (bibik yang berteriak kencang)


"ciihhh!! Kenapa dia berteriak sih. (rey yang mendengar teriakan itu)


"nona bangun lah nona.


"tuan... (bik imah yang panik berlari keruangan rey tanpa mengetuk)


"kenapa. (rey yang melihat tangan bik imah penuh dengan darah)


Mendengar hal itu rey yang langsung berlari kekamar, dia mendapati aleta yang melumur darah bahkan kain yang ada di pergelangan nya sudah berubah menjadi warna darah. Seolah-olah mimpi buruk bagi rey, dia merasakan sesak saat melihat wajah aleta pucat pasi.


"aleta bangun.. (rey yang mendekat menyentuh tubuh aleta yang sudah dingin seperti es dengan cepat menggendong aleta untuk kerumah sakit)


Rey yang segera membawa aleta kerumah sakit perasaan panik, khawatir nya saat ini tidak bisa dijelaskan lagi.


"lebih cepat lagi. (perintah rey pada supir nya)


"baik tuan.


"aleta aku mohon padamu, bangun lah. (rey yang menggenggam tangan aleta mengunakan baju nya sendiri untuk menhentikan pendarahan nya)


"aku mohon jangan tinggalkan aku.


Sesampainya ia di rumah sakit, rey yang sudah menelpon dave tadi untuk bersiap, saat ini dave sudah menunggu nya didepan lobi rumah sakit.


"dave cepat tolong aleta.


"kau sabarlah aku akan berusaha semaksimal ku. (mereka yang berlari ke arah UGD)


Rey yang menunggu dengan panik tak ada yang membuat nya tenang sebelum aleta baik-baik saja.


"apa yang kau perbuat aleta, kau mau membunuhku juga. (rey yang berjalan mondar-mandir menunggu)


Selang beberapa lama akhirnya dave keluar.


"bagaimana aleta dave.

__ADS_1


"maaf rey, kau terlambat membawa nya kemari.


"apa tidak mungkin, kau pasti bohong kan dave.


"maaf rey tapi aleta benar-benar telah meninggal.


"tidaakk.... (rey yang tersadar dari mimpi buruk nya, ternyata dia tertidur dikursi)


"bagaimana mungkin aku memimpikan itu, kau pasti hidup aleta. Tak kubiarkan kau meninggalkan aku lagi.


"rey. (dave yang memecahkan lamunan dave)


"dave bagaimana kondisi aleta.


"dia sudah tak apa, kau membawa nya tepat waktu sebelum dia benar-benar kehilangan banyak darah lebih dari itu.


"syukurlah. (rey yang bernafas lega dengan itu)


"dia sedang dalam proses penanganan aku sudah memberi nya transfusi darah, sebentar lagi dia akan sadar.


"apa aku boleh melihat nya dave.


"kau bisa masuk rey.


"baiklah, terima kasih dave.


"ini sudah tugasku. (dave yang kembali melanjutkan tugasnya meninggalkan rey disana)


Rey yang mengambil handphone disaku nya menelpon seseorang.


"hallo iya tuan bagaimana kondisi nona.


"kau cepatlah kemari bik.


"baik tuan.


Rey yang masuk keruangan aleta memandangi wajah pucat nya.


"kau harus segera sadar dan sembuh aleta. (rey yang mencium kening dan bibir aleta)


Rey yang berjalan keluar melihat bahwa bik imah sudah datang.


"tuan.


"kau jaga dia disini.


"tuan apa nona sudah sadar.


"belum.


"kenapa tuan tidak mau menunggu nya sampai dia sadar.


"aku tidak mau bik, kau jagalah dia disini beritahu aku tentang semua perkembangan nya.


"baik tuan.


"aku pergi dulu. (rey yang berjalan pergi dari sana)


"tuan sepertinya masih marah pada nona, tapi aku yakin tuan sedang sangat khawatir tentang keadaan nona. (bik imah yang melihat kepergian rey)

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2