
Happy reading semuanya
"rey buka pintu nya rey aku mohon hikss... hikss... (teriakan aleta yan terus menggema keseluruh rumah)
"rey aku benci kamu aku sangat membenci mu rey. (aleta yang terus menggedor pintu sampai tangannya terasa sakit pun tidak dia pedulikan)
Aleta yang berjalan kedekat sudut ruangan masih dalam kondisi menangis sedangkan tangan nya merah lebam iya tak henti-henti nya menangis dengan lengan yang bergerak memeluk lutut, sementara kepalanya ditenggelamkan disana lama tak ada respon dari aleta dia yang tak terasa memejamkan matanya.
Kenangan buruk seolah terulang kembali ingatan dimana aleta kecil yang diculik oleh sekelompok orang pesaing bisnis ayah nya membuat nya merasakan dingin nya malam yang gelap, dikegelapan aleta kecil yang terus menangis seorang anak berusia 6 tahun merasakan itu akibat persaingan orang dewasa.
"ayah...ibu.. Aleta takut... (gelap yang membuat nya trauma hingga sekarang)
"ayah....aleta mau pulang.(walau mata nya terpejam tetapi ketakutan nya amat terasa)
"ayah.. Ibu jangan tinggalkan aleta.. Hikss.. Hikss.
Disatu sisi rey yang berada diruang kerjanya dengan chou hanya diam tak berkata apa pun setelah iya meluapkan semua amarahannya tadi.
"tuan apa tidak apa nona dikurung disana. (chou yang melihat aleta dari layar laptop nya)
"biarkan dia chou, aku mau menghukum istri pembangkang seperti dia.
Ego nya telah mengalahkan kesadarannya tanpa dia sadari membuat aleta membuka kembali luka akan trauma nya dulu.
"tuan lihat lah tuan seperti nya nona ketakutan. (chou yang menunjukkan cctv dimana aleta berada)
"bukankah dia sangat berani sampai menentang ku berkali-kali.
"tuan coba tuan lihat ini. (disodorkannya laptop padanya)
"untuk apa aku melihat nya.
".... (chou yang pasrah merasa khawatir melihat aleta)
Tok tok tok
"masuk... (perintah rey)
"ada apa....
"tuan nona...(pelayan yang masuk dengan ragu)
"bilang saja kau tak perlu ragu. (ucap chou disebelah nya)
"nona berteriak-teriak dari tadi dan sekarang ruangan nya terasa sangat sepi saya hanya mengkhawatirkan.
"kau tak perlu mengkhawatirkan... Pergilah. (rey yang merasa kenapa semua pelayan nya mengkhawatirkan aleta)
"baik tuan. (pelayan yang lalu melangkah pergi)
"tuan apa anda tidak ingin melihat sekilas nona.
__ADS_1
"kenapa kau masih saja chou. (rey yang kesal akhirnya mau melihat rekaman cctv)
"lihat chou bukankah dia baik-baik saja.
"tapi tuan apa tuan tidak kasihan dengan nona.
"sudah lah chou jangan kau fikirkan.
Tokk tokk tokk
"siapa lagi sih...
"masuk..
"tuan maafkan saya, saya sedang membersihkan sekitar kamar dan saya mendengar nona berteriak. (ucap pelayan itu dengan tergesa-gesa)
"apa...kau tak bohong kan. (rey yang mulai khawatir dengan laporan pelayannya)
"ahhhhhhhhhh...... (suara aleta berteriak lebih kencang dari yang tadi sangking kuatnya terdengar sampai keruangan rey)
"aleta.... (rey yang semakin apa yang terjadi berlari kencang menuju ruangan tempat aleta)
"memang pada akhirnya anda yang harus mengalah tuan. (gerutu chou yang melihat tuan nya pergi)
Rey yang pergi dengan tergesa-gesa dan membuka kamar dengan sangat kasar melihat aleta yang meringkuk dipojok ruangan dengan ketakutan.
"aleta kau baik-baik saja.. (rey yang mendekat dan memeluk aleta)
"maafkan aku aleta, aku terlalu emosi. (terus memeluk walau aleta memukul dada nya)
"aku benci kau... kau jahat jangan sentuh aku pergi... (didorong nya tubuh rey Supaya menjauh)
"aleta dengarkan aku dulu.
"aku benci kau rey....kau jahat lepaskan aku. (ronta nya terus yang tak mau disentuh)
"aleta... (rey yang merasa bersalah kenapa dia bodoh mengurung aleta disini)
"apa kau puas mengurung ku disini jangan sentuh aku.
"lepas rey. (didorongnya tubuh aleta)
"apa kau puas rey aku takut.....
"maaf aleta. (mencoba memeluk kembali aleta dan seketika dia menolak nya)
aleta yang tak tau harus berbicara apa jatuh lunglai dipelukan rey.
"aleta... aleta... bangun heyy. (rey yang melihat aleta pingsan semakin khawatir dengan nya)
"chou...panggil dokter sekarang juga. (teriak rey yang mengangkat tubuh aleta kembali kekamar mereka)
__ADS_1
Tak lama kemudian dokter pun tiba dan mulai memeriksa keadaan aleta, rey yang masih setia duduk disamping aleta dengan sangat khawatir dan takut terjadi apa-apa dengan aleta.
"bagaimana keadaaan nya.. (tatapan kosong rey pada aleta)
"tuan, nona??jiwa nya terguncang akibat phobia nya yang sangat parah terlebih lagi trauma yang pernah dia alami membuat nya seperti sekarang.
"apakah dia akan baik-baik saja.
"saya sarankan jangan melakukan apa pun yang membuat nya trauma kembali, saya akan berikan resep obat harus dimakan 3 kali sehari.
"baiklah kau boleh pergi.
Rey yang hanya memandang aleta bagaimana mungkin dia tidak tau kalau aleta sangat takut akan gelap dan sekarang dia sakit karena amarah sesaat nya.
"maaf aleta...aku minta maaf. (rey yang mencium punggung telapak tangan aleta)
Tak lama kemudian aleta yang telah sadar hanya diam saja melihat rey yang duduk disamping nya sambil tidur karena menjaganya.
"kadang dia baik kadang dia jahat apa mau nya sih. (aleta yang hanya memandang rey
dan duduk sejajar dengan nya)
"hmm... kau sudah sadar sayang. (hati rey yang terasa teriris disaat tubuh aleta yang berjingkat karena sentuhannya)
"maaf rey aku minta maaf aku mohon jangan kurung aku lagi aku takut..hikss..hikss.. (aleta yang masih sangat ketakutan)
"aku tidak akan mengurung mu lagi, aku menyesal aleta maafkan aku. (ditariknya aleta agar jatuh kedada nya dan memeluk nya sangat erat)
"hiks... hiksss... (untuk sesaat aleta menerima pelukan rey)
"kau tak perlu menangis lagi aleta.
"..... (aleta yang tetap diam didada bidang rey yang tak sadar dia tertidur bahkan sangat pulas)
"ternyata tidur.. (dipeluknya kembali aleta tidak berniat untuk memindahkan nya membiarkan aleta pulas tertidur didada nya sebagai bantal)
"ayah...ibu aku takut.. (gerutu aleta yang sedang tidur)
"ayah...ibu jangan tinggalkan aku.
"aku tidak akan pernah meninggalkan mu aleta itulah janji ku pada mu.
Malam semakin larut mereka yang tidur dengan posisi masih saling memeluk seperti tak mau dilepaskan. Nampak dari ambang pintu terlihat sekretaris chou sedang menyaksikan adegan tersebut sambil tersenyum.
"nona kau benar-benar adalah kelemahan tuan. (gerutu chou memperhatikan mereka)
"aku berharap nona bisa menyadari perasaan tuan pada nya dan perasaan nona ketuan. Aku yakin nona mencintaimu tuan.
Ceklek...
Chou yang menutup pintu kamar majikannya dan beranjak pergi dari sana.
__ADS_1
Bersambung.