Kamu hanya milikku

Kamu hanya milikku
Episode 50


__ADS_3

Aleta yang perlahan sadar dari pingsan nya, saat ia membuka matanya yang pertama dilihat nya rey yang tidur sambil memegang tangan kiri nya.


"walau pun kau cuek pada ku tapi tetap saja cinta dihati mu tidak bisa bohong rey, kau masih sangat peduli pada ku. (ucap aleta sambil mengarahkan tangan nya ke kepala rey dan membelai nya).


"aku tau, ini hanya masalah waktu saja. Ku yakin sebentar lagi semua nya akan baik-baik saja.


Rey yang belum bangun dan aleta yang terus memandangi nya sampai perawat datang.


"permisi nyonya saya akan melakukan pemeriksaan.


"emmm.... Permisi suster saya sakit apa.


"nyonya anda tidak sakit tapi anda sedang hamil usia nya sekitar 2 minggu tolong diperhatikan kesehatan nya karena kandungan anda sangat rentan dan lemah, saya permisi dulu. (ucap perawat dan pergi dari sana)


Mata aleta yang berkaca-kaca mendengar kabar itu, apalagi yang diharapkan seorang perempuan yang sudah menikah selain akan menjadi seorang ibu, betapa bahagia nya aleta mendengar hal itu tapi raut wajah nya berubah seketika mengingat pertengkaran nya dengan rey, ia takut rey tidak senang dengan kehamilan nya.


"emmmm.... (rey yang terbangun sontak aleta berpura-pura masih tidak sadar)


"kau belum bangun sayang, apa kau senang melihat ku khawatir terus. Cepat lah sadar ya. (ucapan rey yang terdengar oleh aleta)


"aku menunggu mu bangun sayang.... Cupp... (rey yang mencium kening aleta)


Aleta yang mendengar hal tersebut menjadi terharu ternyata rey masih peduli dengan nya.


"rey.... (aleta yang membuka matanya)


"aku disini aleta, beristirahat lah.


"apa perkataan mu barusan benar, kau khawatir pada ku dan menunggu ku bangun.


".......


"aku dengar yang kau katakan rey hanya saja aku berpura-pura tidak sadar.


"sudahlah aleta jangan bertanya yang aneh-aneh, istirahat lah agar kita bisa pulang. Banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan. (rey yang ingin meninggalkan ruangan itu)


"jika kau banyak pekerjaan kenapa kau peduli padaku biarkan saja aku disini.


"kau pikir aku suami yang tidak tanggung jawab, istrinya sakit malah dibiarkan apa tanggapan orang nanti.


"aku hamil rey dan pasti kau tau itu kan.


"ya aku tau terus kenapa, kau lupa kejadian pengkhianatan mu.


"apa kau tidak percaya ini adalah anak mu rey.

__ADS_1


"mungkin.... (rey yang segera pergi dari sana)


"jelas-jelas aku dengar dia sangat khawatir kenapa sekarang menjadi cuek lagi, ada yang tidak beres dengan rey.


Aleta yang bingung dengan sikap rey disaat dia pingsan manis sekali tapi ketika ia sadar menjadi cuek, dingin sekali.


Aleta yang sudah diperbolehkan pulang, sesampainya mereka dirumah rey dan chou pergi keruang kerja sedangkan aleta dituntun bik imah untuk masuk kamar.


"mari nona saya antar kekamar.. (baru setengah jalan aleta berhenti)


"nona aleta kenapa berhenti.


"bik tidak usah urusi aku, aku bisa sendiri.


"tapi nona sedang hamil dan juga kondisi nona perlu diperhatikan.


"sudahlah bik, aku bisa sendiri.


"tapi non nanti tuan marah.


"emmm... Pasti ada yang tidak beres dengan rey, dia sudah mengabari bik imah tentang kondisi ku. (batin aleta)


"dia tidak akan marah, pergi saja.


"tap...


"baik nona.


Selepas bik imah pergi aleta melangkah kembali bukan kekamar lebih tepatnya keruang kerja rey, ia yakin mereka terlihat serius saat masuk tadi.


"pasti aku bisa tau sesuatu. (guman aleta yang mendekat kepintu ruang kerja dan mendengarkan obrolan mereka)


Didalam ruangan rey ataupun chou tidak tau sama sekali bahwasanya aleta sedang menguping pembicaraan mereka.


"tuan selamat atas kehamilan nona aleta.


"ya chou terima kasih, aku bahagia sekali.


"tuan apa tuan tetap dengan rencana tuan, saya dengar ibu hamil sangat mudah terpengaruh mental nya dan akan mudah stres. Jika tuan melanjutkan rencana ini saya takut nona....


"rencana apa... (guman aleta yang mendengarkan dengan serius di luar)


"soal ini aku belum tau chou, aku juga takut dengan kondisi aleta. Kalau aku terlalu keras aku tidak hanya menyakiti aleta tapi anak kami juga.


"lalu sekarang bagaimana tuan.

__ADS_1


"bagaimana dengan tugas yang aku berikan chou, aku akan bertindak dengan melihat kondisi nya dulu.


"tentang itu saya belum bisa pastikan tuan karena semua jejak albert selalu hilang ditengah jalan tapi saya pastika. rencana tuan yang bersikap seolah marah pada nona sangat tepat, para musuh juga sudah kesulitan bertindak dipikiran mereka nona aleta tidak berguna lagi, tidak menguntungkan jika digunakan sandra.


"jadi itu rencana mu rey, berhari-hari aku menangis meminta maaf pada mu ternyata kau.... Menyebalkan kau rey, walau pun demi kebaikan ku tapi sikap mu dan ucapan mu sangat menyakitkan hati. (gerutu aleta)


"bagus kalau gitu, perketat keamanan untuk aleta chou. Aku ingin melihat aleta dulu. (rey yang bangkit berjalan keluar)


Ceklek....


Ketika rey keluar ruangan betapa kaget nya ia melihat aleta yang sudah memasang muka sinis berharap ia tidak dengar.


"aleta, mau apa kau. (merubah mode gaya bicara nya kembali)


"..... (tanpa menjawab hanya menatap rey intens)


"kenapa tidak kekamar. (kembali terlihat cuek nya)


".... (hanya menatap rey)


"pergilah jika tidak ada yang penting.


"bisakah kau singkirkan mode cuek mu itu rey, aku sudah dengar semuanya untuk apa ditutupi lagi.


"apa maksud mu, mode apa.


"tidak usah pura-pura aku tau semuanya.


"haha... Mungkin kau salah dengar aleta sangat mengharapkan aku kembali baik pada mu ya. (rey yang sudah tertangkap basah bingung menanggapi nya)


"masih berpura-pura, kurang ajar kau rey. Akan ku buat kau menjelaskan ku sejelas-jelas. (batin aleta)


"ya sudah terserah mu mau mengakui nya atau tidak yang jelas aku benci kau rey. (aleta yang melengos pergi)


"jangan harap bisa bertemu atau berbicara dengan ku lagi rey. (ucapan terakhir aleta sebelum pergi kekamar nya)


"awas kau rey, sekarang gantian terimalah sandiwara ku ini.... hehehehe... maaf ya nak ayah mu ibu kerjai. (batin aleta sambil mengelus perut nya yang masih rata itu dan terus melangkah pergi)


"haaaaa.... Apa bagaimana ini... (rey tertegun dengan ucapan aleta)


"tuan jelaskan saja pada nona, nanti akan semakin rumit jadi nya. (chou yang berada dibelakang rey, mendengar semua obrolan majikan nya itu)


"sepertinya kau benar chou, okk... Aku mengaku kalah dengan istri ku itu. (rey yang berlari secepat mungkin mengejar aleta)


"pasangan yang aneh.. (ucap chou sebelum pergi dari sana)

__ADS_1


Bersambung.....


Hayy semua nya maaf ya update nya lama, mungkin minggu depan bakalan tambah lama lagi author masih ada urusan jadi ikutin terus ya, author usahain update setiap hari lagi... 😘


__ADS_2