Kamu hanya milikku

Kamu hanya milikku
Episode 63


__ADS_3

Hancur, sedih, marah, kecewa dan tak menentu.


Itulah yang terjadi saat ini impian yang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pasangan itu hancur sudah, anak yang bahkan belum mencapai usia 3 bulan sudah diambil kembali pada yang kuasa.


Siapa???


Mereka semua ada dalam pertanyaan yang sama, siapa yang tega menabrak seorang ibu hamil, padahal jalanan pada saat itu bisa dibilang tidak terlalu ramai pengendara, banyak orang-orang pejalan kaki saja.


Polisi terus melakukan penyelidikan dalam kasus ini juga menunggu korban sadar dan memberi kesaksian.


Reynand pov


Aku tidak tau yang harus aku lakukan saat ini, semua keadaan ini seperti batu yang menghantam ku, aleta masih diruang operasi nya waktu terus berputar tapi keadaan diruangan itu tidak kunjung usai. Perasaan campur aduk tak dapat ku jelaskan, pikiran ku kosong dengan hal sekitar yang ada hanya aleta.


Marah!! tentu saja sangat betapa tega nya orang itu, jika mereka mempunyai dendam lampiaskan pada ku dan hadapi aku bukan jadi pengecut seperti ini.


Kenangan terus berputar saat melihat senyum indahnya, kebersamaan kami menanti kelahiran anak kami tapi semua itu hancur sudah, orang bilang tuhan tidak akan memberi ujian yang tidak bisa dilewati oleh umat nya. Aku Abrisam reynand tak bisa menahan ujian ini ya tuhan semua nya sakit, hati ku terasa mati rasa dan tak menentu tapi keadaan memaksa aku untuk terus tegar dalam menghadapi ini. Dunia ku seakan hancur semua nya hilang, arah jalan ku sedang lemah tak berdaya saat ini.


Jika aku bisa memilih biarlah aku yang menanggung semua rasa sakit yang dialami aleta saat ini, biar aku menebus semua perbuatan ku bukan aleta ia tidak berhak merasakan ini semua.


Author pov


"rey kau harus makan dan istirahat. (Ibu nya saat ini sangat terpukul dengan keadaan anak nya itu)


"ibu saja, aku akan disini sampai tau keadaan aleta. (tatapan kosong yang ia berikan)


"setidaknya makan sesuatu rey.


"tidak usah bu.

__ADS_1


"tap...


Ayah rey datang menepuk pundak istri nya memberikan intruksi untuk membiarkan rey yang sedang dalam keadaan amat terpukul.


"aleta dalam keadaan masih bisa selamat saja anak ku sudah seperti mayat hidup aku tidak bisa menbanyangkan jika nanti aleta... (pikiran ayah nya berkecamuk tak menentu dengan keadaan anak nya itu)


Ceklek


Lampu ruang operasi sudah mati bersama dengan para dokter dan perawat yang membawa aleta untuk dipindah kan.


Rey yang langsung berhampiri aleta yang terbaring lemah tak berdaya, brankar itu tak berhenti perawat terus membawa aleta sedangkan ivan berhenti menemui mereka.


"bagaimana keadaan nya.


"operasi nya lancar dan dengan berat hati aku katakan aleta koma.


"apa maksud mu ivan. (suara rey sedikit meninggi)


".... (rey terdiam tak ada lagi yang ingin ia katakan)


"hanya itu yang dapat aku jelaskan saat ini rey, aku harus mengecek kondisi nya lagi.


"apa kami bisa melihat nya ivan. (ucap verita)


"bisaa, setelah ini kalian bisa menemui nya, saya permisi.


Bruuukkk...


Rey pingsan setelah mencerna perkataan ivan, aleta nya dinyatakan koma dan berapa lama itu tidak ada yang tau.

__ADS_1


Semua orang ikut panik melihat rey, mereka segera membawa rey untuk diperiksa..


Ibu rey terpukul dengan kondisi saat ini calon cucu nya sudah tak ada,menantu nya koma dan anak nya sendiri tidak bisa dikatakan baik-baik saja.


Hamparan pasir putih saat ini diseluruh pandangan mata aleta.


"hmm... Tenang nya.


Aleta sedang menikmati sebuah pemandangan ini rasanya damai dan tentram seperti tak ada beban ingin rasa nya ia terus disini seolah tak tau ada berapa banyak orang yang menunggu nya sadar dari komanya ia merasa tak perlu terbangun lagi, ia lebih menyukai alam bawah sadar dari pada alam sadar nya.


Memang terkadang alam bawah sadar kita itu menyenangkan semua nya terasa bebas dan tak perlu memikirkan yang lain lagi, dunia ini penuh dengan orang licik, berambisi, iri, dengki, dendam, permusuhan entah dimana tempat tanpa ada orang-orang seperti itu, mungkin dunia akan damai dan tentram satu sama lain.


"senangnya bisa berada disini, sungguh membahagiakan.


"aleta sedang apa kau. (dua orang datang duduk disebelah aleta)


"ayah, ibu kenapa kalian ada disini. (sambil memeluk keduanya)


"menemani mu sayang.


"ayah, ibu apa kalian tau tentang aku bukan...hikss... Hiksss.. (aleta yang menangis dipelukan ibu nya)


"sudah jangan di bahas sampai kapan pun, kau adalah anak kami al.


"aku sayang kalian. (peluk aleta)


"kami juga sayang...


Bersambung...

__ADS_1


Hay semua author minta maaf lagi ya, bukan karena sibuk lagi author sekarang tapi karena males banget buat nulis dan juga mood cepet berubah dan mungkin akan lebih lama lagi author update lagi, maaf ya semua udah buat kalian kecewa. See you all...


__ADS_2