Kamu hanya milikku

Kamu hanya milikku
Episode 26


__ADS_3

"benar-benar brengsek kau rey, aku ikut dengan mu malah menjadi bahan hujatan dan kau tidak membela ku, aku membenci mu. (aleta yang sekarang terus berjalan menjauh meninggal mansion dave dengan tubuh yang masih basah semua)


"aku membenci mu rey ternyata kau lebih memilih kisya.


Tik tik tik


Hujan turun tanpa memberi aba-aba sama sekali, aleta yang sekarang berjalan enggan untuk naik kendaraan apapun. Dia terguyur hujan deras saat ini disamping itu pula air mata nya jatuh. Walau pun dia bilang membenci rey tapi pada akhirnya hati nya akan berlabuh pada rey, dia berusaha menjauh pada akhirnya akan dipertemukan kembali, sungguh permainan takdir yang penuh drama.


Hujan ini selalu menjadi saksi disaat dia sedih untuk orang sama tak pernah berbeda.


"apa maksudnya ini, kenapa aku harus menangis dengan alasan yang sama, rasa sakit apa yang ada didiriku ini. (aleta yang membiarkan hujan terus membasahi nya)


*


*


Rey yang mempercepat langkah nya menyusul aleta, ternyata tetap kalah cepat sampai diluar dia hanya bertemu dengan chou.


"tuan...


"dimana aleta chou.


"nona aleta bilang dia ingin pulang tuan.


"kenapa kau tidak menyuruh nya masuk mobil.


"nona sedang emosi saat ini tuan, dia marah saat aku bertanya tentang tuan.


"cepat bawa aku kerumah chou, aku ingin bertemu aleta. (rey yang melangkah masuk kedalam mobil di ikuti chou)


Dalam kecepatan yang sudah maksimal chou membawa rey ke mansion nya segera.


"kau pasti kecewa pada ku aleta, maaf. (rey melihat keluar jendela mobil jalanan kota yang hujan deras saat ini)


Rey yang sudah sampai mansion nya dengan cepat segera turun dan mencari keberadaan aleta. Pertama dia mencari ke kamar, kamar mandi, balkon tapi hasil nya nihil, disaat ia melihat taman samping sama saja tidak menemukan aleta. Rey yang khawatir, cemas, marah bercampur aduk disaat ia tak menemukan aleta sama sekali.


"pelayan... (teriak rey pada para pelayan)


Para pelayan yang berdatangan segera mendekat kearah rey, melihat seperti nya tuan nya itu sedang dalam mood yang buruk.


"dimana aleta.


"tuan nona aleta belum kembali saat tuan dan nona pergi. (ucap bik imah)


"apa?? dia belum kembali. (rey yang menjadi semakin khawatir pada aleta)


"chou cepat cari dimana aleta sekarang. (teriak rey pada chou didekat pintu)


"baik tuan. (chou yang bergegas mencari keberadaan aleta)


Rey yang menunggu aleta dengan khawatir merasa bersalah karena dia tidak membela nya tadi didepan teman-teman nya. Menelpon, mengirim pesan berkali-kali pada aleta tapi tidak ada satu pun panggilan atau pesan yang diterima dan dibalas.


"kemana kau aleta.


Kring kring kring.


"hallo chou, dimana aleta. (rey yang langsung to the point pada chou)


"saat ini saya belum menemukan nona aleta tuan. (ucap chou disebrang sana)


"kau itu bagaimana chou, cepat temukan atau kau tidak akan selamat. (bentak rey dan langsung menutup telpon nya)

__ADS_1


Rey yang terburu-buru mengambil kunci mobil dan pergi mencari aleta.


"dimana kau aleta. (rey yang bingung harus mencari aleta kemana dikala hujan tak kunjung berhenti)


Rey yang mengemudikan mobil nya membelah jalanan kota, pergi ke taman kota dan tempat-tempat yang ia ketahui sering dikunjungi aleta tetap saja hasil nya nihil, Aleta seolah hilang dari pengawasan nya saat ini.


Kring kring kring


"hallo...


"hallo, bagaimana.


"saya sudah memastikannya tuan, nona aleta ada diapartemen nya yang dulu.


"kau serius chou.


"iya tuan saya serius, Apa perlu saya menjemput nona langsung.


"tak perlu chou, biar aku sendiri yang datang kau tunggu aku disana.


"baik tuan.


Mendengar berita itu rey dengan segera melajukan mobilnya dengan cepat menuju apartemen aleta.


"apakah aleta ada didalam chou. (rey yang sudah sampai)


"benar tuan, tapi seperti nya nona sudah tidur, tak ada pergerakan dari dalam. (chou yang dari tadi hanya berdiri diluar pintu mengawasi apartemen aleta selagi tuan nya menuju kesini).


"cepat buka pintu nya. (mendengar perintah rey chou dengan sigap menyuruh tukang kunci yang ia datang kan)


Pintu sudah terbuka rey yang masuk dengan perlahan menuju kamar aleta, melihat nya meringkuk tidur dengan mata sembab.


"apa sejahat itu aku dimata mu aleta, sampai kau jadi seperti ini. (rey yang mendekat ke arah aleta)


Cup..


Ciuman hangat mendarat dipipi aleta sehingga tidurnya sedikit terusik.


"hmm.. Kau jahat rey. (aleta yang dalam mengigau nya mengumpat rey)


"kau memang jahat rey, aku benci pada mu.


"disaat seperti ini kau masih bisa mengumpat ku aleta, dasar kau ini. (dikecup nya kening aleta)


Rey yang terus memandangi aleta yang sedang tidur, sesekali ia tersenyum memainkan rambut nya yang lurus itu.


"aleta apa sampai sekarang kau belum bisa percaya pada ku dan membuka sedikit pintu hati mu itu.


Memang sebuah penyesalan yang mendalam bagi rey, disaat hati nya sudah


Mantap, justru aleta sudah mengubur perasaan nya dalam-dalam dan sangat sulit untuk mengembalikan nya kembali.


Aleta yang terbangun karena terganggu perasaan dia hanya sendiri disini tapi kenapa ada yang memainkan rambut nya.


"hmmm... (aleta yang menggeliat berusaha memunculkan nyawa nya)


"siapa... (disaat aleta membuka mata dia menemukan sosok yang telah menyakiti nya beberapa waktu lalu)


"rey.. (aleta yang terduduk, sudah sadar sepenuhnya melihat rey dihadapannya)


"kau terganggu dengan ku sayang. (aleta yang kembali merasa kesal setelah melihat rey)

__ADS_1


"cihh!! Kenapa kau masih punya muka untuk memanggil sayang setelah apa yang terjadi. (aleta yang diam memilih mengalihkan pandangan nya)


"kenapa kau kemari sayang bukankah kau bilang pada chou mau pulang.


"memangnya mau pulang kemana ini rumah ku. (ucap aleta dengan sinis menjawab)


"rumahku juga rumahmu sayang terlebih lagi kau istriku.


"istri kau bilang, disaat kau memilih diam melihat istri mu dihujat banyak orang.


"sejak kapan itu rumah ku, kau yang menganggap nya seperti itu.


"aleta maaf. (rey yang memegang dagu aleta membuat mereka saling bertatapan)


"apa aku tidak salah dengar barusan dia bilang maaf.


"maafkan aku aleta, membuatmu seperti ini.


"ternyata benar dia bilang maaf.


"sudah lupakan saja, tidak penting.


"aku tau kau marah padaku aleta, bagaimana itu bukan hal penting.


"aku tidak peduli, lupakan saja.


"benarkah kau tidak peduli kenapa kau harus menangis.


"aku tidak menangis.


"lalu apa ini, kenapa mata mu jadi bengkak.


"aku kan baru bangun tidur. (aleta yang kembali mengalihkan pandangan nya, malu karena dia bingung sendiri kenapa bisa menangis)


"ayo pulang aleta.


"kemana.


"tentu saja pulang kerumah kita.


"aku tidak mau, aku mau disini.


"sebaiknya aku mengalah, dia masih marah pada ku, itung-itung sebagai permintaan maaf ku. (rey yang tersenyum)


"yasudah kita menginap saja disini.


"kita...


"kita berdua sayang.


"kau pulang saja besok kembali lagi.


"aku tidak mau, aku mau disini menemani mu sayang. (rey yang mendekat ikut berbaring diranjang)


"heyy.. Kau bisa tidur ditempat lain sempit. (aleta yang mendorong rey karena memang dia mengeset kamar minimalis dengan ranjang yang tak besar mungkin cukup untuk dua orang tapi mungkin mereka harus mendekat satu sama lain)


"kenapa kau berisik sekali sayang. (rey yang menarik aleta kepelukannya, mendekap nya)


"hey rey lepaskan aku. (aleta yang terus meronta)


"sudah lah sayang tidur saja, bukannya nyaman jika begini. (rey yang mengeratkan pelukannya sambil menutup mata)

__ADS_1


Aleta yang akhirnya menyerah karena tenaga nya tak sanggup melawan lagi, lama-kelamaan aleta pun terlena dengan pelukan rey, aroma farfum nya yang membuat tenang. Aleta yang mendekap kedada rey dan tertidur seolah-olah rasa kesal nya hilang entah kemana.


Bersambung...


__ADS_2