
Terkadang kita waspada pada orang asing tapi lupa untuk waspada pada orang terdekat...
Abrisam reynand..
*
*
*
Terhitung 1 minggu sudah aleta terbaring lemah tak berdaya dirinya masih enggan untuk membuka mata dan melihat kenyataan, kenyataan pahit yang nanti nya akan ia dengar tentang rencana tuhan yang tak pernah bisa diprediksi.
"hay sayang, masih senang dialam mimpi mu ya. Jika sudah puas kembalilah tapi ini terlalu lama sayang tidak merindukan ku.
Tidak ada 1 detik pun dilewatkan rey untuk menemani aleta yang ada dipikiran nya hanya aleta. 1 minggu tanpa aleta bagai bertahun-tahun lamanya, rey terus berbicara pada aleta setiap hari membujuk aleta untuk segera sadar.
"aku tau kau akan sadar dan berada disamping ku, jadi kembalilah sayang. AKU... MENANTI... MU.
Bisikan yang terus rey lakukan pada aleta, dan setelah nya ia pergi dari sana menyelesaikan sesuatu yang harus diselesaikan.
Hari masih terlalu pagi, rey melangkah pergi dari rumah sakit menuju tempat yang hanya ia ketahui. Jalanan kota yang masih tidak banyak pengendara membuat mobil rey melaju dengan cepat.
Dimansion atmaja mereka sedang melakukan rutinitas sarapan, sarapan yang biasanya berisi senyuman hanya ada kesedihan. Terutama verita ia terus menangis tanpa henti setiap hari ia datang mengunjungi anak perempuan nya itu, begitu pula albert dan ayahnya mungkin masih bisa menahan air mata mereka dan menenangkan verita.
Novianda hanya menghela nafas melihat keadaan keluarga nya itu, betapa hancur keluarga ini semua orang terlihat kehilangan setengah nyawa nya. Acara makan dengan keadaan hening, senyap yang sedang terjadi saat ini, semua nya terlarut dalam pikiran masing-masing, dentingan suara piring dan sendok yang terdengar.
Tukk tukk tukk
Suara langkah kaki mendekati mereka, keheningan yang tadi berubah menjadi tanda tanya besar...
"reyy.. Untuk apa kau kemari. (verita melihat tatapan rey yang sepertinya tak bersahabat sama sekali)
"apa aleta baik-baik saja. (tanya nya lagi)
Rey sudah ada didekat mereka, dia diam dan memerhatikan mereka semua dengan pandangan yang mengintimidasi.
"rey ada apa. (albert angkat bicara, ia bisa menebak rey sedang dalam suasana kurang baik)
"apa kau ada keperluan disini rey. (ayah albert juga ikut angkat bicara)
Suasana kembali hening tidak ada satu pun pertanyaan yang rey jawab, tetap menatap dan diam.
"rey kau sehat, ada apa dengan mu. (novianda juga bingung apa yang sedang terjadi disini)
"katakan jika ada yang tidak beres rey. (albert geram dengan keterdiaman rey)
"aku tak menyangka orang yang aku waspadai tidak melakukan apapun malah orang yang ku percaya tega melakukan ini. (Rey berbicara ketus dan juga sinis)
__ADS_1
"maksudmu...
"aku datang hanya ingin meminta penjelasan kenapa kau tega melakukan ini nek.
"apa yang kau bicarakan rey.
"kau memang sangat pandai memanipulasi keadaan rupanya, sudah diujung pun kau tetap tenang.
"rey jelaskan pada kami, apa yang terjadi.
"albert kau pasti tidak menyangka kan siapa yang ada dibalik ini semua, kecelakaan aleta.
"maksud mu.
"jika aku bilang nenek tercinta kita ini yang ada dibalik nya bagaimana kalian percaya.
"tidak mungkin nenek rey in...
"ssstttss... Aku sudah duga kalian tidak percaya, sekarang aku ajak kalian menonton sebuah pertunjukan.
"bisa kupinjam laptop mu al.
Albert berlari menuju kamarnya mengambil laptop dan kembali lagi.
"sekarang kita lihat pertunjukan nya.
Rey memasangkan flash disk nya dan memutar sebuah video. Video yang berisi kronologis kecelakaan aleta yang diambil dari CCTV jalan raya pada 1 minggu lalu berbeda nya ada sebuah tanda panah didetik aleta tertabrak menandakan hal ia yang harus diperhatikan. Rekaman itu berhenti tapi mereka masih tidak mengerti apa yang dimaksud tanda panah didalam rekaman.
"rey gangster itu sudah lama menghilang sejak kakek menghilang ayahku tidak tertarik masuk kedalam dunia gelap itu.
"kau benar al, kakek pergi gangster itu tidak ada lagi tapi pengaruh nya masih terasa. Aku benarkan nek?? (rey tersenyum miring menatap novianda)
"aku tak menyangka kau tega melakukan ini nek, dia cucu mu tapi kau tega sekali melakukan ini. (suara rey sudah terdengar meninggi)
"hentikan rey, kau tak sopan tidak mungkin mama melakukan ini. (bentak verita)
"kau tidak percaya ma padahal ini menyangkut anak kandung mu yang baru kau temukan.
"jika tidak percaya dengar kan yang satu ini. (rey mengambil handphone nya dan memutar rekaman suara)
"*boss apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kita harus membunuh nya.
"kau tak akan paham ini perintah..
"perintah?? Maksud nya boss..
"istri dari bos besar kita yang meminta nya, kita tidak bisa menolak nya.
__ADS_1
"maksud bos istri yang dimaksud itu novianda atmaja.
"tentu saja dia siapa lagi.
"padahal itu cucunya tapi ia malah menyuruh kita membunuh nya.
"gadis itu memang cucu nya tapi bagi novianda cucu perempuan nya hanya kisya anastasia seorang*.
Rekaman terhenti, setiap rey mendengar rekaman itu pasti ia sangat marah dan ingin membunuh orang itu.
"bagaimana, masih tidak percaya.
"ma kenapa kau tega sekali. (ayah al sudah angkat bicara, dia tak menyangka ini semua)
"ma kau jahat, anakku aleta.... Hiksss.. Hiksss. (verita sudah menangis mendengar hal itu)
"nek tega sekali kau.
"yahhh... Aku yang menyuruh gangster itu, aku tidak terima cucuku kisya menjadi gila karna nya dan bagi ku tak ada yang bisa menggantikan posisi cucuku. (novianda yang diam sedari tadi angkat bicara, ia mengakui semuanya)
"bagaimana nenek tega melakukan ini.
"kau pikir aku akan dengan mudah menganggap aleta cucuku yang kau culik dari rey hah??
"kalian semua bodoh, 23 tahun bersama kisya tapi malah mau menggantikan nya.
"kami tak pernah mau menggantikan kisya ma tapi aleta berhak mendapat kasih sayang keluarga kandung nya. (bentak ayah albert)
"aku tidak peduli yang aku tau cucuku itu kisya bukan aleta dan ya aku menginginkan kematian nya sebagai tanda janji albert yang diberikan ke kisya.
"aku tau semuanya al kau berjanji akan membunuh aleta tapi malah menyelidiki siapa aleta sebenarnya.
"bagaimana bisa aku membunuh adik ku sendiri nek.
"ALETA... BUKAN.. ADIKMU, dia bukan bagian keluarga ini hanya kisya yang pantas mendapat nama atmaja dibelakang nama nya. (tekan novianda)
"dan istriku tidak butuh nama belakang keluarga kalian, dia adalah istri seorang abrisam reynand untuk apa berharap nama belakang keluarga kalian. (tekan rey)
"aku tidak mau aleta berurusan dengan kalian dan kupastikan ia tidak butuh kalian.
"rey kami tidak bersalah, aku ibu nya kenapa kau berbicara seolah-olah kami ikut rencana mama ku.
"aku tak peduli yang penting aleta tenang tanpa ada kalian, jangan pernah tampakan diri kalian semua dihadapan nya lagi.
"dan untuk mu nek aku tidak membawa ini keranah hukum karena masih memandang kedua keluarga tapi aku bukan cucu mu lagi dan aku tak sudi melihat mu lagi...
"sekarang terserah pada kalian, aku tidak mau berurusan lagi dengan kalian.
__ADS_1
Rey pergi dari sana, ia tidak mau melihat nenek yang ia sayangi tega melakukan ini pada nya. Kenapa hubungan keluarga nya sangat erat, jadi rey sulit bertindak memandang mendiang kakek membuat nya kesal sendiri, tidak bisa bertindak lebih lanjut tapi gangster itu harus mati sebagai tebusan berani bermain-main dengan nya.
Bersambung...