
Malam ini aleta dan rey sudah mulai bersiap untuk makan malam seperti yang ibu bilang akan ada tamu yang datang jadi, mereka berpakaian agak formal. Disaat mereka turun terlihat ibu sedang menyiapkan meja makan. Aleta yang telah berada disana menghampiri ibu mertua nya itu dan mulai ingin membantu nya meninggalkan rey yang berada dibelakang nya.
"bu apa yang harus dikerjakan lagi, akan aku bantu.
"emmm... Kau tak perlu lakukan apapun aleta, cukup diam dan duduk biar ibu dan para pembantu.
"tapi bagaimana bisa aku diam saja.
"kau itu sedang hamil, nanti kau terlalu lelah jadinya. Sebentar lagi semua nya akan beres.
"tapi buu...
"tak ada tapi-tapian aleta. (dituntunnya aleta untuk untuk dimeja makan)
"rey kau temani aleta jangan biarkan dia lakukan apapun.
"ok bu.. (ucap rey yang sedari tadi diam melihat ibu dan istri nya berbicara)
"rey aku bosan jika tidak melakukan apapun.
"kau itu harus banyak istirahat dan menjaga kandungan mu sayang. Jadi dengarkan saja apa kata ibu dan aku. (ucap rey yang sudah duduk disebelah aleta)
"hmmm... (dengus nafas kesal aleta, ternyata ibu mertuanya sama dengan anaknya posesif)
"kau marah sayang.
"tidak..
"al makan buah ini dulu sampai ayah mertua mu datang dengan tamu yang ia bilang, ibu takut kau sudah lapar. (ibu rey datang dari arah dapur membawa piring berisi macam-macam buah yang sudah dipotong dan dikupas kulitnya)
"iya bu, terima kasih...
Anita muncul dan ikut bergabung dengan aku dan rey.
"boleh aku minta kak. (ucap anita yang melihat piring buah aleta)
"ya tentu saja. (aleta yang menyodorkan piring nya dan anika ikut makan bersama)
"hey ini untuk kakak mu, malah kau makan. (ucap rey)
"biar saja, kakak ipar membolehkan nya.
__ADS_1
"kau pikir kakak ipar mu bisa menolak haaa...
"terserah....
"jangan ganggu makan kakak mu lagi. (diambil nya piring itu dan dihadapkan ke aleta)
Anita hanya bisa mendengus kesal dengan kakak nya itu, aleta gemas sekali dengan tingkah kakak beradik ini, ia jadi teringat kak byan nya. Sudah lama tak berjumpa lagi dengan kakak nya itu setelah hal yang terakhir terjadi.
"kau kenapa melamun sayang..
"aku tak apa rey.
"katakan kau kenapa.
"melihat kalian aku jadi ingat kak byan. (ucap aleta perlahan takut rey marah mendengar nama kak byan)
"sepulang kita nanti, kau bisa minta dia berkunjung.
"bolehkah itu rey.
"tentu sayang, dia adalah kakak mu kan.
"terima kasih rey. (aleta yang senang akhirnya rey paham tentang hubungan nya dengan byan hanya sebatas kakak beradik tak lebih)
"kenapa ayah membawa mereka sih, apa tidak memikirkan perasaan aleta. (batin rey yang kesal saat ini)
Aleta diam dan menggenggam erat tangan rey tanpa disadari nya, rey yang seolah tau tentang perasaan istrinya ikut menggenggam erat tangan nya menyalurkan kekuatan disana. Ibu rey datang dari arah dapur dan menyambut kedatangan keluarga atmaja. Rey dan aleta pun bangkit dari duduk nya bersikap biasa saja menyambut mereka. Kedua orangtua albert pun memeluk aleta erat sangat bahagia bisa bertemu anak yang selama ini tak pernah diketahui mereka, begitu pula albert ia memeluk aleta dengan sangat erat sedangkan aleta hanya diam sesekali ia tersenyum bersikap biasa dengan mereka.
Saat ini mereka semua sudah berada dimeja makan, makan dengan tenang dan sesekali mengobrol, aleta juga merasa canggung perasaan nya campur aduk tak menentu.
"aku dengar kau masih kuliah aleta. (ucap verita selaku ibu nya itu)
"ya.. Tante. (aleta bingung harus memanggil nya apa, hanya bisa memanggil sebutan tante seperti orang kebanyakan)
"jangan panggil aku tante kau bisa panggil aku ibu atau mama.
"emm... Maaf sebelumnya aku tidak terbiasa memanggil sebutan mama pada orang yang baru kukenal.
"kau bisa membiasakan nya.
"baiklah.
__ADS_1
Mendapat perlakuan dingin dan cuek dari aleta, mereka menjadi diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing, sebenarnya itulah tujuan makan malam ini membuat keluarga atmaja dekat dengan aleta dan sebaliknya aleta bisa menerima kenyataan bahwa mereka keluarga kandung nya.
Setelah acara makan malam berlalu mereka semua duduk mengobrol di ruang keluarga sesekali albert mengajak aleta berbicara tapi aleta lebih banyak diam dan sibuk mengobrol dengan rey.
"aleta mungkin kau sudah paham dengan kedatangan kami kemari, kami berusaha dekat dengan dirimu. (ucap papa albert menyebutkan maksud nya)
"untuk apa dekat dengan ku.
"tentu saja kau adalah putri kami.
"aku tidak punya keluarga disini, ayah, ibu ku telah meninggal.
"kamilah keluarga kandungmu aleta, aku paham kau belum bisa menerima nya.
"tapi memang aku tidak punya keluarga disini.
"aleta dia adalah papa, mama mu dan aku kakak mu. Kami keluarga kandung mu. (ucap albert menimpali nya)
"aku tidak punya kakak kandung yang aku punya hanya kak byan selaku kakak ku dan orang tua aku hanya punya ibu asuh ku saja dan selebih nya aku tak punya. (ucap aleta penuh dengan penekanan disetiap perkataan nya)
Keluarga atmaja diam tak bergeming lagi dengan penuturan yang aleta ucapkan. Rey yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara melihat aleta menunduk dan mata nya mulai berkaca-kaca.
"aleta sebaiknya kau kekamar dan istirahat, kondisi mu masih belum baik-baik saja. Ayah ibu aku antar aleta dulu. (rey yang beranjak menuntun aleta kekamar)
Setelah rey kembali dari mengantar aleta, ia melihat raut wajah sedih dari mereka.
"jika kalian masih ingin diterima aleta, aku bisa bantu. (ucap rey)
"bagaimana cara nya rey.
"aku sebenarnya juga tak suka, ternyata musuh ku adalah kakak ipar ku sendiri tapi apa boleh buat memang begitu kenyataan nya. (ucap rey yang menatap albert)
"apa kau memang ingin membantu rey. (ucap albert sinis)
"kau kira aku mau tapi tidak akan ada ujung nya jika terus menerus begini kan.
"aku harap kau serius dengan kata-kata mu Itu.
"aku tidak pernah mengingkari kata-kata ku sendiri al terserah kau mau tidak aku bantu.
Rey yang berusaha mengendalikan emosi nya melihat albert, ia berusaha sebaik mungkin untuk menerima kenyataan bahwa aleta bagian keluarga atmaja. Musuh nya hanya albert dan kisya selebihnya tak ada lagi jadi mungkin ini saat nya membuka lembaran baru dan mulai berdamai dengan keadaan.
__ADS_1
Bersambung.....