
"keputusan ku sudah bulat bu, dan aku tidak akan merubah nya. (suara rendah rey namun penuh dengan penekanan membuktikan bahwa keputusan yang ia ambil tidak main-main)
"kau pikirkan lagi kondisi aleta, dia masih koma dan baru 1 minggu yang lalu menjalani operasi.
"aku tidak akan merubah apapun yang sudah aku tetapkan bu.
"rey pikirkan lagi soal ini, jangan kau menyesal nanti nya. Kondisi aleta masih belum baik-baik saja.
"aku sudah mengurus semua nya dan ku pastikan tidak akan ada kendala apapun.
Ibu rey memposisikan diri bersandar disofa memijit kepala nya, pusing melihat tingkah anak nya yang sangat keras kepala dan tidak mau mendengar nasihat.
"rey sudah kau pikirkan ini dengan matang-matang, bagaimana kalau sesuatu terjadi. (ayah rey mulai angkat bicara sedari tadi diama mendengar perdebatan istri dan anak nya)
"ya ayah, aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi.
"baiklah terserah mu, ayah mendukung mu. (ibu rey terkejut dengan ucapan suami nya itu, bukan nya membela istri yang benar tapi malah ikut-ikutan)
"terima kasih ayah.
Rey bangkit dan pergi dari masion orang tuanya tujuan nya saat ini adalah menemani aleta, seluruh sandaran rey terasa melemah semenjak aleta terbaring tak bergerak hanya suara mesin penopang hidup nya dan nafas yang terasa berat.
"ayah bagaimana sih, rey itu salah kenapa malah didukung kalau terjadi apa-apa bagaimana.
"sudah lah bu, biarkan rey kita harus percaya dengannya aku paham anak ku itu.
__ADS_1
"tapi...
"kalau ibu larang pun dia akan tetap melanjutkan rencananya.
"terserah saja lah, ibu pusing..
Ya.. Selepas pulang dari kediaman atmaja rey menemui orang tuanya untuk memberi tau bahwa ia akan membawa aleta pulang ke kota xx dan melakukan perawatan disana sebelum hari ini juga rey sudah merencanakan semua dengan rapih, ia tentu sudah memberi tau chou untuk bersiap. Tenaga medis terbaik akan ikut untuk membawa aleta walaupun keadaan aleta sangat lemah tapi rey tidak akan membiarkan keluarga atmaja ada dihidup aleta cukup sudah apa yang sudah terjadi selama ini.
Berawal dari kisya yang membuat onar dan mengakibatkan ia depresi, sekarang nenek yang juga ia sayangi tega padanya entah besok siapa lagi dari keluarga atmaja akan membuat kekacauan lagi.
Kali ini rey tidak main-main ia membawa aleta malam ini juga dan tentu saja tanpa sepengetahuan keluarga atmaja, ia tidak akan memperbolehkan mereka bertemu dengan aleta hanya rasa sakit yang mereka torehkan pada istri nya.
Kemungkinan yang terjadi mereka akan tau tentang kepindahan aleta dari ivan selaku dokter yang menangani aleta tapi jika mereka menghalangi nya juga akan terlambat sebelum kabar ini terdengar ditelinga mereka rey dan aleta sudah pergi dari sini.
"hai sayang apa kabar mu. (rey mengambil posisi duduk disamping brankar aleta)
"ahh ya aku tau kau suka jalan-jalan tapi aku selalu melarang mu nya, maafkan aku nya setelah kau sadar kau boleh minta apapun padaku asalkan jangan pergi dari ku saja hehehe.. (terdengar kekehan di akhir ucapan rey, air mata yang ia tahan luruh juga sekuat apapun ia pada akhirnya tak akan tahan)
"cepat bangun ya jangan terlalu lama bermimpi. Kau sering bilang bosan dirumah, kalau gitu setelah kau sembuh kita jalan-jalan kemana pun yang kamu mau. (perkataan rey tersekat dan terdiam menatap aleta)
"I promise Aleta accompany me always because without you my life does not mean anything, everything is empty and empty like a room without dark and lonely light. (detik selanjutnya ia menggambarkan semua belenggu hati nya tanpa aleta)
Rey tak berucap lagi ia memilih tidur sambil memegang tangan aleta, terasa nyaman tapi akan lebih nyaman jika aleta bangun dan kembali ceria.
Kediaman atmaja semua nya terdiam tak berucap apapun lagi setelah kepergian rey mereka memilih sibuk dengan pikiran masing-masing sedangkan verita ia menangis dalam diam tak habis fikir dengan mama mertunya itu.
__ADS_1
"kenapa nenek tega sekali. (albert angkat bicara ia pusing dengan keadaan ini semua jerih payah nya untuk mencari adik kandung nya terasa sia-sia)
"bukan kah alasan ku sudah jelas.
"itu bukan alasan tapi nenek hanya tidak mau menerima orang luar yang tiba-tiba menjadi bagian dari keluarga.
Selama ini albert tau nenek nya itu memiliki sifat yang sangat tegas soal keluarga tak sembarang orang bisa masuk, ia menjunjung tinggi keluarga atmaja yang selalu diagung-agungkan itu. Padahal kakek mereka juga tidak setegas ini, kakek lebih baik dari nenek yang sangat selektif dalam keluarga. Keras?? Itu sangat lah jelas, bagi nenek NUMBER ONE IS FAMILY tapi salah dalam mengaplikasikan nya.
"apa nenek tidak pernah berfikir sebelumnya, aleta sudah bertahun-tahun tidak bersama keluarga kandung nya dan sekarang malah ia diperlakukan seperti parasit seharusnya cucu nenek yang gila itulah parasit sebenarnya.
"jaga bicara mu al, kisya adalah adik mu.
"beberapa waktu lalu memang ia tapi sekarang bahkan aku enggan menyebut nya adik, obsesi nya pada rey dan kebencian pada aleta menular pada mu nek.
"kau bahkan membela gadis entah dari mana itu.
Brakkk...
"dia adalah adik kandung ku kami lahir dari rahim yang sama. Bahkan sekarang rasa hormat ku berkurang untuk mu nek tidak ku sangka kau pelaku nya. Apa kau tidak pernah berfikir sebelum melakukannya aleta sedang mengandung nek, bayi itu tidak tau apa-apa bagaimana jika kau ada diposisi aleta kehilangan bayi mu disaat kau tak paham apa yang sebenarnya terjadi.
"salahkan aku nek, salahkan karena aku yang membawa aleta dan memberi tau ini semua.
Tubuh albert bergetar tatapan nya sangat kecewa pada nenek nya, rasa hormat nya sudah entah kemana.
Albert beranjak pergi dari sana sedangkan kedua orang tua nya terdiam sedari tadi, verita dibantu suami nya kembali kekamar untuk menenangkan diri, tinggallah novianda sendiri ia diam tak membalas perkataan albert lagi menatap kepergian orang-orang dengan tatapan tak bisa dijelaskan.
__ADS_1
Bersambung....