Kamu hanya milikku

Kamu hanya milikku
Episode 61


__ADS_3

Aleta diam sesaat dengan pelukan itu dan setelah nya ia membalas pelukan verita, entah perasaan rindu akan sosok ibu atau iba pada seseorang.


"pelukan ini... (batin aleta)


"sudah ma, jangan menangis mama bisa cerita pada aleta. (aleta reflek dengan kata-kata nya sendiri)


Verita terdiam ia merasa sedih sekaligus bahagia akhirnya aleta memanggil nya mama.


"hiksss... Hiksss akhirnya kau menyebut ku mama, mama sangat senang. (pelukan verita semakin erat begitupun tangis nya perlahan mereda)


Muncullah hubungan yang terbangun antar keduanya, membuat semua orang disana turut bahagia.


"kau kenapa ma.


"hikss... Mama tidak papa.


Dengan cepat verita menyembunyikan tangis nya akan kondisi nya setelah melihat kisya tadi.


"maaf ya mama tidak datang pagi tadi.


"tidak apa.


"ohh... Ya ma aleta bilang dia lapar. (rey berseru)


"kau lapar, ayo mama akan masakan apapun untuk mu.


Aleta mengikuti mama nya menuju dapur sedangkan rey mendekati albert, ia tau apa yang terjadi pasti kisya. Diam-diam rey juga memantau kisya takut wanita itu berniat buruk.


"aleta kau mau makan apa, biar mama buatkan. (didapur sudah ada pula ibu mertuanya dan novianda)


"terserah ma, apa saja. (aleta yang sungkan padanya)


"kau jangan sungkan ya pada mama ini, tunggu disini mama akan buatkan makanan untuk mu.


Aleta takut-takut menatap novianda yang duduk bersama nya dimeja makan, ia risih dengan kondisi ini.


"jangan takut al, aku nenek mu.


"hmm.. Iya nekk..


"berapa usia mu al.


"23 tahun nek.


"ahhh... Iya ya umurmu sama dengan kisya, aku ini memang sudah tua dan pikun. (aleta hanya tersenyum mendengar itu)


"ma apa yang mama bicarakan. (verita datang bersama ibu rey)


"tidak ada, hanya butuh interaksi sedikit.


"aleta makanlah, kau lapar kan.


"hmm... Kenapa kita tidak makan bersama saja.


"makan lah aleta, kau harus cicipi makanan buatan mama ini. (verita mulai antusias mengambil kan aleta makan)


"hmmm... Wangi nya harum, seperti nya aku juga lapar. (rey datang bersama albert dan papa nya)


"jangan ganggu rey, biarkan aleta makan ini spesial untuk nya.


"hmmm... Ya sudah.


"ayo aleta makan. (aleta cukup canggung dengan ini rasa lapar nya sedikit berkurang bagaimana tidak canggung ia makan diperhatikan begini dengan perlahan ia mulai makan)

__ADS_1


"bagaimana al, enak.


"ya enak ma. (aleta hanya bisa tersenyum saat ini)


Sore hari nya byan telah kembali dari urusan nya, aleta, rey, byan, dan albert akan jalan-jalan berkeliling kota paris.


Diperjalanan mereka bersenda gurau, albert yang menyetir hanya bisa tersenyum. Byan yang berada disamping albert terus menggoda rey yang ada dibelakang bersama aleta.


"heyy... Aku mau duduk disamping calon istriku, minggir kau.


"enak saja kau aleta istriku.


"apa kau lupa aleta setuju kemarin.


"bodo amat aku tidak peduli. (rey terus memeluk aleta erat)


"dasar posesif.


"terserah aku tidak peduli.


Aleta hanya bisa terkekeh melihat rey yang kesal dengan perkataan byan, walau rey tau itu hanya becanda tapi ia tetap tidak terima.


"kita akan kemana lagi ini. (albert angkat bicara)


"kita pulang saja. (ucap rey)


"hey aku belum puas jalan-jalan nya.


"kita sudah berkeliling tadi al, berbelanja dan macam-macam tadi. Nanti kau kelelahan.


"rey benar al, kita pulang saja ya. (ucap albert)


"aku tidak mauuuu... (teriak aleta seperti anak kecil)


"aku mau, memang kak byan yang terbaik.


"ok kita kepameran tapi setelah itu pulang dan istirahat.


"ok rey... Cupp... (aleta mencium pipi kanan rey)


"wahhh kan aku yang beri rencana nya dan rey yang dapat ciuman.


"kak byan mau.


"ia sini al. (byan menunjuk pipinya untuk dicium)


Aleta yang akan mendekat mencium byan ditarik rey agar mendekat kepelukannya.


"tidak perlu cium dia tidak penting.


Mereka pergi ketempat pameran lukisan dan byan bercerita ia ikut andil dalam pameran itu. Ada waktu sebelum pameran dibuka mereka memilih jalan-jalan ditaman dekat gedung pameran.


"aku ingin lihat lukisan mu kak.


"nanti aku akan tunjukan pada mu al.


"aku juga mau dilukis kak.


"ohhh... Jadi adikku ini akhirnya paham, kakak nya seorang pelukis.


"memang...


"aku tidak percaya kau seorang pelukis. (ucap rey sinis)

__ADS_1


"terserah mu, mungkin mata mu buta sampai tidak mengetahui pelukis terkenal seperti aku ini.


"apa kau bilang.


"kau buta memang nya kau mau apa. (tatapan tajam dilayangkan rey)


"mereka berdua tidak bisa damai jika bertemu, terus saja bertengkar. (kesal aleta, ia menarik albert untuk berkeliling)


"ayo kak, biarkan mereka berdua.


"ayoo.. (senang perasaan albert melihat adiknya itu)


Mereka berdua mengelilingi taman, sampai ada hal yang menarik perhatian aleta.


"kak aku mau es krim.


"tunggu disini aku akan belikan untuk mu. (mereka melangkah kesalah satu kursi taman)


"oke..


"hosshhh... Hosshhh.. (rey dan byan datang).


"kau dari mana al. (ucap mereka bersamaan)


"aku bisa gila melihat kalian terus bertengkar. (nada ketus diberikan aleta)


"jika kalian tidak berdamai, biar aku dan kak al yang jalan-jalan sendiri.


"hey tidak kami tidak bertengkar, ia kan byan. (ucap rey sembari merangkul byan)


Mencengkram kuat bahu byan agar berdamai dan aleta tak marah lagi.


"ia al kami tidak bertengkar. (ucap byan melakukan hal sama pada rey merangkul nya dan mencengkram kuat bahu rey)


"bagus lah kalau gitu, awas saja kalian berdua ya, jangan didepan ku saja kalian berdamai.


"iya aleta.


"ini es krim yang kau mau al.


Albert datang dan diberi tatapan sinis oleh rey dan byan.


"terima kasih kak. (aleta mengambil es krim nya dan mulai memakan nya)


"berani nya ia mengambil perhatian istriku. (batin rey)


"berani nya ia mengambil perhatian aleta adikku. (batin byan)


Mereka terus menatap albert intens dan sesaat tersadar dengan perkataan aleta.


"apaaaa... (albert yang kesal melihat tatapan mereka)


"kalian berdua awas nya berpikiran yang aneh-aneh tentang kak al.


"kenapa aleta melindungi nya sih. (batin rey dan byan meronta-ronta kesal)


"ayo katanya mau pergi kepameran lukis.


Aleta berjalan dengan cepat didepan mereka dan mereka bertiga tergesa-gesa menyusul sampai suara dentuman keras dari arah jalan mengalihkan semua pandangan orang-orang disana, disaat yang bersamaan aleta telah hilang dari pandangan, entah ia dimana membuat mereka panik.


Braaaakkkkkk....


"aletaaaa... (teriak mereka berlarian mencari aleta)

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2