
Matahari sudah berganti dengan rembulan waktu keberangkatan rey dan aleta semakin dekat, segala hal sudah siap kedua orangtua rey beserta adik nya juga mengantar keberangkatan mereka berharap aleta tetap baik-baik saja dan mendoakan ia cepat sadar kembali pulih seperti biasa nya.
Keluarga atmaja?? Mereka tak terlihat mungkin mereka belum mendengar berita ini, rey membungkam semua orang rumah sakit agar diam tak memberitahu dimana aleta. Ya.. Walaupun begitu mungkin mereka akan mendengar hal ini dari ivan, sahabat albert sekaligus dokter yang menangani aleta. Rey tidak mau repot-repot membungkam nya itu semua percuma ia berada dipihak albert. sekarang tepat jam 1 pagi pesawat pribadi rey sudah berangkat sekitar 1 jam lalu menuju kota xx yang akan mereka tempuh sekitar 6 jam itu.
Rey menemani aleta dengan kondisi yang sama, diam tak bergeming apapun. Kondisi itulah yang membuat nya hancur beberapa hari ini seperti mayat hidup.
Setelah menempuh cukup lama perjalanan, mereka akhirnya sampai dikota yang mempertemukan dan membuat perasaan mereka tumbuh satu sama lain.
Aleta dibawa dengan brankar nya turun dari pesawat ditemani para tenaga medis dan rey yang setia disampingnya, mereka disambut chou dan beberapa dokter untuk membawa aleta kerumah sakit.
"selamat datang kembali tuan. (bungkuk chou, ia bisa melihat keadaan tuannya tidak baik-baik saja apalagi melihat nona nya terbaring lemah seperti itu)
"hm.
Setelah nya mereka pergi menuju rumah sakit tempat perawatan khusus aleta. Rey masih setia menunggu para dokter memindahkan aleta dan memeriksa kondisi nya ditemani chou disebelah nya.
"bagaimana kondisi selama aku pergi chou.
"semua nya baik tuan tidak ada masalah apapun.
"...
"tuan sebaiknya anda pulang ke mansion untuk...
"tidak perlu, siapkan semua kebutuhan ku aku akan tetap disini sampai aleta sadar.
"tapi tuan kesehatan..
"jangan bantah aku chou, aku tidak suka.
"baik tuan.
Ceklek...
Rey menoleh kearah pintu disana para dokter dan perawat yang menangani aleta keluar.
__ADS_1
"bagaimana kondisi nya.
"nona aleta cukup stabil tuan, jika prediksi saya tidak salah setelah luka nona pulih begitu pula ia akan sadar dari koma nya. (ucap salah seorang dokter yang diberi tugas untuk mengepalai dalam penanganan aleta)
Berita yang cukup bagus tapi tidak bisa membuat rey senang untuk apa kondisi stabil tapi tetap tak membuka mata itu akan sama saja.
Rey memang menyiapkan tenaga medis yang tidak main-main ada sekitar 3 orang dokter terpercaya yang ia siapkan hanya untuk aleta dan para perawat juga terpilih. Rey memilih rumah sakit nya sendiri untuk penanganan aleta yang termasuk rumah sakit terbaik dikota xxx, ruangan khusus yang berada dilantai teratas, agar kenyamanan aleta tidak terganggu dengan orang-orang bukan sembarang ruangan, ruangan perawatan aleta terhubung dengan ruangan sebelah nya yang terdapat sofa, kulkas, ranjang, tv untuk beristirahat, itulah mengapa khusus karena hanya untuk seorang presdir.
"hay sayang kau tidak lelah tidur saja. (rey hanya mendengar jawaban dokter itu dan masuk menemui aleta)
"kau tau kita sudah sampai dirumah, tidak bosan disini terus ayolah bangun dan tatap sang surya seperti hari-hari yang lalu.
"kau tau aku akan tetap disini sampai kau sadar, aku ingin kau melihat ku untuk pertama kali. Good morning my wife, cepat lah bangun dan warnai hidup ku kembali...cupp.. (kecupan dikening aleta)
Tak ada airmata yang menetes lagi semua airmata rey sudah habis terkuras disaat beberapa waktu lalu sekarang hanya tantapan sendu dan rapuh tapi tak ada airmata bukankah kesedihan seseorang tak hanya dengan airmata, banyak hal yang bisa menggambarkan nya.
Pagi yang terasa berbeda dikeluarga atmaja hanya sunyi tak ada yang memulai pembicaraan sama sekali terlihat mata verita sembab karena menangis semalaman, albert juga ada disana diam tak bersuara sama sekali.
"aku selesai... (ucap albert)
"mau menemui aleta ma, aku belum berkunjung dari kemarin.
"mama ikut sayang.
"ya ma aku tunggu diluar.
Verita melangkah pergi dari meja makan untuk bersiap, tinggallah novianda dan ayah albert.
"mama puas dengan ini.
"apa maksud mu.
"mama lihat rumah ini berpenghuni tapi tidak seperti itu semua nya terasa kosong.
"kau jangan membahas ini lagi.
__ADS_1
"kenapa ma.
"theo cukup, kau tau alasan ku.
"jika papa masih hidup mungkin tidak akan ada yang seperti ini, mama sangat keras terhadap keluarga tapi tidak berfikir sebelum bertindak apa itu benar atau salah.
"ini yang mama mau, keadaan seperti ini. Aku tidak mengerti jalan pikiran mama mungkin albert bisa kehilangan rasa hormat nya terhadap mama tapi aku semua nya bimbang disatu sisi ada istri dan anak ku, disisi lain kau mama ku dan aku terikat janji dengan papa apapun yang terjadi jangan sampai aku kehilangan rasa hormat ku.
"terserah mama mau melakukan apa, toh aku juga tidak bisa menghentikan nya mama bisa lakukan apapun.
Selepas mengatakan itu theo pergi menyusul istrinya ia akan ikut kerumah sakit bersama, sedangkan novianda sudah terdiam dengan kata-kata anak nya itu.
Albert beserta kedua orang tuanya sudah sampai dirumah sakit tujuan nya kali ini hanya aleta dan berharap rey tidak mengusir mereka.
"al sedang apa kau disini. (ivan yang melihat albert datang)
"apa maksud mu van tentu saja menemui aleta.
"kau belum baca pesan ku ya.
"memang nya kenapa.
"tadi malam rey membawa aleta pergi dari sini, mereka kembali ke kota xxx. Ku hubungi kau tidak aktif jadi nya kukirimi pesan.
"APA PERGI... Dengan alasan apa rey melakukan ini.
"aku tak tau tapi aku baru mendengar kemarin, seperti rey sudah menyiapkan semuanya.
"tapi kau dokter yang menangani aleta bagaimana kau baru tau.
"aku benar-benar tidak diberi tau al.
Mereka semua kaget mendengar hal itu, kata-kata rey tidak main-main ia benar-benar menjauhkan mereka dengan aleta.
Bersambung...
__ADS_1