
Aleta yang mengambil serpihan gelas mengarahkan nya pergelangan tangan yang satu nya.
Brakkk..
Sebelum aleta sempat mengiris pergelangan tangan nya, rey datang dengan mendobrak pintu kamar dilihat nya aleta sedang memegang pecahan gelas.
"aleta apa yang kau lakukan. (teriak rey dengan marah diambang pintu)
Rey yang mendekat berusaha untuk mengambil pecahan gelas ditangan aleta.
"kau mau apa rey menjauh dari ku.
"apa kau sudah tidak punya akal dengan bunuh diri.
"iya aku sudah tidak punya akal itu karena mu.
"buang pecahan itu aleta.
"tidak mau biarkan aku mati.
Rey yang mendekat memeluk aleta dari belakang walau aleta terus meronta, rey berusaha membuang pecahan gelas itu.
"lepas rey....
"aku tidak akan melepas mu, sekarang buang pecahan itu.
"tidak mau, aku mau mati, kau jahat, bajingan, brengsek rey aku membenci mu.
"apa sudah selesai kau mengolok-ngolok ku, berikan pecahan itu aleta. (rey yang mendorong aleta ketembok dan menghimpit nya)
"aku tidak mau.
"mau mu apa aleta, apa kau tidak bosan mempermainkan nyawa mu.
"hikksss... Hikssss ini semua karena mu rey.
Rey yang terus menahan pergerakan aleta agar ia bisa mengambil pecahan gelas yang sudah digenggam erat oleh aleta sampai keluar darah dari sela-sela jari aleta.
"kenapa kau jahat rey kau bukan rey yang aku kenal dulu.... Hikss.. Hikss.
"aku bilang pada mu aleta jangan berusaha mempermainkan nyawa mu itu berikan sekarang juga pecahan itu.
"tidak, tidak mau lebih baik kau tinggalkan aku biarkan aku mati.
"aletaaaa... (bentak rey yang menggema keseluruh ruangan)
__ADS_1
"apa kau sudah cukup puas bermain aleta sekarang hentikan tingkah mu ini.
"aku tidak mau rey kenapa kau tidak bisa mempercayai ku sedikit saja, siapa yang memberikan foto itu pada mu, dan siapa yang memprovokasi mu, apa orang itu bisa dipercaya, bukankah kau bilang mencintaiku lalu apa ini yang kau sebut cinta kau menyakiti ku rey.
"sekarang juga buang pecahan itu aleta kau tidak dengar.
"kenapa hati mu itu tertutup rey, kau bahkan tidak bisa sedikit pun mendengar penjelasan ku.
"sebelum aku melakukan yang tidak tidak lebih baik kau menurut aleta.
"aku tidak mau menurut pada mu rey, sekarang kenapa kau tidak pergi temui orang yang kau percaya itu dan biarkan aku disini untuk pergi menemui orang tua ku disurga.
"aleta kenapa kau tidak mau mendengar ucapan ku. (tangan rey yang sudah ingin menampar aleta tiba-tiba berhenti)
"kau mau menampar ku rey, tampar rey ini tampar biar kau puas.
Rey yang murka melampiaskan kekesalan nya pada tembok memukul nya sampai tangan nya memar. Bahkan tidak seperti pertengkaran mereka yang sebelumnya, terlihat rey merasa muak dengan pertengkaran ini yang tidak menemukan titik temunya.
"baiklah terserah sekarang aleta kau mau bunuh diri terserah tapi jangan salah kan aku, jika hari ini juga hari kehancuran orang-orang terdekat mu itu.
Aleta yang mendengar ancaman itu sudah tak ada perlawanan lagi hanya diam yang ia lakukan sekarang jatuh terduduk meringkuk sambil menangis. Rey yang sempat terdiam selintas dibenaknya ada penyesalan sudah membuat aleta menangis tersedu-sedu.
"hikksss..... Hiksssss.... (aleta yang terus terisak-isak)
"sekarang kau istirahat aleta kau masih sakit. (rey yang mengambil pecahan ditangan aleta menjauhkan nya dari aleta)
"hikksss... Hiksss.. (aleta yang terdiam sedangkan rey menggendong nya agar berbaring diranjang)
Rey yang mengambil p3k yang ada di laci tempat tidur mereka. Mengobati luka yang ada ditangan aleta dengan hati-hati dan sesekali menatap aleta. Aleta yang sempat menolak untuk diobati namun rey menarik tangan nya. Tak ada percakapan antara mereka berdua sampai rey berkata.
"baiklah, aku mengaku kalah aleta, sekarang apa maumu agar kau tidak melakukan ini lagi. (kekesalan mungkin masih ada tapi rey tidak punya cara lain selain mengalah pada aleta jika ia mengancam sampai kapan ancaman itu berhasil)
"hiksss.... Hiksss... (aleta yang bahkan tidak mau menatap rey sama sekali, tidak peduli apa yang dibicarakan)
"jangan menangis aleta, sekarang kau katakan apa mau mu. (rey yang memegang dagu aleta agar menatap nya)
"aku mau kau kembalikan keadaaan kak byan dan jangan sakiti orang terdekat ku rey.
"tentang jangan sakiti orang terdekat mu itu tergantung sikap mu bagaimana tapi dengan kak byan mu itu aku tidak bisa memberi mu harapan.
"kenapa rey, kau bilang....
"ada permintaan yang bisa aku lakukan tapi juga ada batasan nya kau meminta aleta.
"tapi rey.
__ADS_1
"kita bicarakan ini nanti, sekarang kau makan dan minum obat.
Rey yang mengambil makanan yang ada dimeja samping ranjang sebelah sana dan mulai menyuapi aleta.
"sekarang kau makan dulu.
"aku tidak lapar, aku mau tidur.
"benarkah begitu kalau gitu aku tidak jadi menuruti mu. (aleta yang mendengar itu langsung mengikuti perintah rey untuk makan)
"sekarang kau minum obat. (rey yang menyerahkan obat ketangan aleta)
"minumlah.. (rey yang melihat aleta hanya menatap obat itu)
Aleta yang memasukkan obatnya kedalam mulut nya tapi tidak menelan nya sama sekali.
"kenapa aku tidak ingat aleta tidak suka minum obat pasti dia menyimpan obat nya dimulut agar dapat iya buang. (batin rey menyadari kebiasaan aleta)
Cuppp....
Rey yang mencium aleta sambil membantunya minum obat agar aleta menelan obat nya, aleta sempat memberontak tapi rey yang mencegah nya.
"hhh... Uhhhh... Hhh. (aleta yang ngos-ngosan dengan ciuman rey barusan)
"ternyata benar, kenapa keadaan mu tidak membaik karena kau tidak minum obat.
"...... (aleta yang diam karena ketahuan sudah kelakuan nya)
"kebiasaan mu itu masih sama ya aleta, sekarang aku mau pergi dulu dan ingat jaga perilaku mu aleta.
"tunggu rey. (aleta yang menarik rey mencegah nya pergi)
"apa lagi.
"bagaimana dengan kak byan.
"kau ingin aku kesal dengan menyebut nama nya itu, aku bilang bicarakan itu lain waktu. (rey yang melangkah pergi dari kamar)
Rey yang memberi perintah kepada bik imah agar membereskan pecahan gelas yang ada dikamar. Rey yang saat ini menuju ruang kerja nya merasa lelah harus berhadapan dengan aleta, dia sebenarnya tidak tega harus menyakiti aleta tapi rey juga sangat sulit mengontrol emosinya jika sudah meluap-luap. Memang dibenaknya kisya tidak bisa dipercaya sepenuhnya dengan hanya melihat aleta bersama laki-laki lain membuat nya emosi sampai ia sendiri tidak bisa mengendalikan nya.
Bersambung....
menurut kalian nanti bakal gimana ya komen dibawah.
jangan lupa like dan subscribe ya 😘😍😋
__ADS_1