
Gavin memicingkan matanya.
Ingatanya kembali melayang kepada sosok mungil dan lumayan cantik menurutnya yang sempat di temui di ke diaman wanitanya.
"Kenapa kamu mengatakan seperti itu.
"Apakah dia merayu Ayahmu Elio?
"Bukan cuma Ayahku, adik dan ibuku bahkan memarahi aku hanya untuk membela gadis kampung itu.
Wajah Catherine kembali memanas saat mengingat kejadian tadi.
Gavin sedikit terkejut.
Dirinya mengira pelayan muda itu merayu Elio ternyata dia salah.
"Sudah berapa lama dia bekerja di Mansion?
Tanyan Gavin sedikit penasaran karena beberapa hari yang lalu dia juga mampir di Mansion Fillipo tetapi Gavin tidak bertemu dengan pelayan itu.
"Dia baru dua hari bekerja di Mansion ku.
"Dan yang membawa dia ke Mansion Sean.
"Kata adikku wanita itu telah menolongnya saat terjatuh dari sepeda motor.
"Kebetulan wanita kampung itu sedang mencari pekerjaan jadi Sean membawanya kerumah dan menawarinya pekerjaan untuk menjadi pelayan.
Gavin merasa sedikit tidak masuk akal.
"Apakah cuma seperti itu?
"Apakah Sean langsung mempercayai orang yang baru di kenal sehingga membawanya pulang kerumah dan memberikanya pekerjaan?
"Setahuku Nyonya Magdalena begitu memperhatikan para pelayan di Mansion sehingga tidak mungkin Nona Magdalena meloloskannya begitu saja.
Gavin memberikan pendapatnya.
Dan menurut rumor yang pernah di dengar Gavin.
Tidak ada pelayan muda yang bekerja di Mansion itu.
Gavin berpendapat mungkin Magdalena tidak ingin Elio kepincut kepada pembantunya yang masih muda itu.
Karena selama ini Magdalena telah menyukai Elio sedari masa remaja dulu. karena Magdalena juga teman dekat ibunya dulu sewaktu ibunya masih hidup.
"Aku juga tidak tau.
"Aku yakin wanita itu sengaja mengambil perhatian adikku Sean.
"Kamu Taukan adikku itu masih sangat polos.
"Aku takut wanita itu memanfaatkanya.
"Bisakah kamu menolongku?
"Aku ingin wanita itu di usir dari rumah.
Regek Catherine sambil menghelanyut manja di lengan kekar Gavin membuat Gavin senang.
Catherine tidak ingin Gavin mengetahui hal yang sebenarnya tentang rumor yang beredar bahwa di keluarga Fillipo tidak ada pelayan muda yang berkerja.
"Biarlah mereka berprasangka bahwa ibuku tidak menyukai pelayan muda karena takut ayahku tergoda oleh pelayan-pelayan rendahan itu.
Batinya tersenyum mengejek.
"Aku tidak ingin wanita kampung itu lama-lama di Mansion ku.
"Hanya aku yang bisa menjadi Nona muda di mansion Fillipo.
'Dan sebentar lagi aku akan menyandang nama di belakan namaku.
"Catherine Fillipo. Batinya tersenyum senang.
"Bagaimana aku menolong mu?
Gavin memfokuskan tanganya pada setir mobil yang sedang di bawanya.
__ADS_1
"Apakah semalam dia yang melayanimu?
Catherine bertanya sambil melepaskan rangkulanya dan memicingkan matanya kepada Gavin.
Membuat Gavin merasa tidak senang cara wanita itu menatapnya.
"Semalam dia memberikan Teh untukku.
"Dan langsung pergi meninggalkanku."Memang kenapa?
"Bukankah biasa para pelayanmu menjamu ku saat aku datang kemansion?
"Apakah cuma itu?
Catherine kembali bertanya.
Tatapan matanya menunjukkan ketidaksukaannya karena Meriyalah yang melayani Gavin.
Jika hal itu dia tau dia akan mencoba memperlakukan Meriya di depan Gavin.
"Aku rasa dia telah merayumu semalam.
"Kamu jujur saja kepadaku.
"Bahkan kamupun tergoda dengan penampilan wanita kampung itu.
Mata Catherine sudah berkaca-kaca melihat manik biru itu.
"Apa yang kamu katakan?
"Dia hanya memberiku Teh.
"Selesai itu. Dia langsung pergi
Ucap Gavin kembali jujur.
Walaupun dia senang wanita yang di sukainya telah menunjukkan rasa cemburunya. hal itu sedikit aneh menurut Gavin karena wanita itu cemburu tidak jelas. seakan menyalahkan pelayan yang tidak tau apa-apa itu.
Yang hanya melakukan tugasnya seperti pelayan pada umumnya.
"Pantas saja semalam dia mengejekku.
Katanya aku tidak cocok denganmu dan tidak pantas untukmu.
"Karena aku hanya anak angkat di rumah itu.
"Hiks..hiks..
"Bahkan kamu sudah tidak mengerti aku lagi.
"Kalian jahat samaku.
"Turunkan aku.
"Turunkan sekarang juga.
"Apa?
Gavin Melongo melihat Catherine yang menangis pilu.
Air mata yang belum pernah di lihatnya selama ini kini telah mengalir deras di pipih mulus wanitanya.
Gavin menghentikan mobilnya di tempat sepi.
"Apa yang kamu katakan.
"Semua yang kau ucapkan itu tidaklah benar.
"Aku tidak membela pembantu itu.
"Dan apa yang barusan kamu katakan
"Dia mengatakan aku tidak pantas untukmu?
"Karena kamu hanya anak angkat Elio.
"Benar-benar pelayan yang punya nyali.
__ADS_1
"Berani-beraninya dia merundungmu yang posisinya seorang Nona muda dari keluarga Fillipo.
Rahang Gavin mengeras.
sementara Catherine yang melihat itu tersenyum tipis.
"Kali ini aku akan membuatmu berhadapan langsung dengan adik penguasa nomor satu di negara ini.
Batin Catherine. seringai licik terukir di bibir tipisnya.
"Berhentilah menangis.
"Aku akan membuat perhitungan dengan wanita itu.
Gavin mengusap lembut air mata dari kedua pipi wanitanya.
Dia tidak menyangka pelayan yang di kiranya polos ternyata seorang wanita licik.
Gavin tidak aneh lagi jika bertemu dengan wanita-wanita licik.
Dirinya bahkan di kelilingi oleh wanita-wanita yang berhati ular.
Mereka akan melakukan segala cara untuk menaklukkan hati kakaknya yang keras dan dingin itu.
Bahkan wanita itu tidak segan-segan menjual dirinya kepada Gavin secara gratis asalkan bisa memberikan nomor laki-laki penguasa nomor satu itu.
"Apakah dia mengatakan seperti itu kepada Mu?
Gavin bertanya kembali.
Takut telinganya salah mendengar.
Dia harus lebih teliti dulu sebelum membuat perhitungan terhadap wanita yang mencoba memisahkanya dengan wanita yang di sukainya.
Catherine mengangguk sambil segugukan seakan dirinyalah yang paling menderita.
Gavin memeluk wanita itu sambil mengusap lembut rambut pirangnya.
"Tenang saja. Aku akan membuat perhitungan denganya.
"Yakinlah kepadaku akan kubuat dia mengerti di mana posisinya berada.
Catherine mengangguk senang.
"Terimakasih.
"Aku mengandalkan mu.
Mereka kembali melanjutkan perjalannya dengan suasana yang kembali hening seperti yang tidak di sukai Gavin.
Gavin mencoba menahan diri karena wanitanya sedang bersedih.
"Benar-benar wanita ular.
"Awas saja.
"Berani sekali kau menggurui wanitaku.
Batinya.
Di Mansion Meriya melakukan tugasnya dengan senang hati. Walaupun perasaanya sedikit cemas menantikan pembalasan Nona mudanya Catherine sebisa mungkin Meriya memfokuskan dirinya membersikan Mansion megah itu.
Bibi Elis dan bibi Mona merasa senang melihat Meriya sudah mulai menunjukkan sifat keceriaannya.
seketika suasana di mansion itu sedikit berwarna.
Walaupun majikan mereka tidak di rumah mereka tetap melakukan pekerjaannya dan tidak berani malas-malasan.
Tidak terasa hari sudah sore.
Sean pulang dengan wajah di tekuk.
membuat Meriya menghela nafas panjang.
Tadi pagi Tuan Mudanya itu pergi dengan wajah masam.
Sekarang pun saat kembali wajah itu tetap seperti itu di tambah lagi raut kelelahan di wajah Tuan muda itu. Semakin menambahkan kesan sang Tuan mudanya sedang memikul beban selangit.
__ADS_1