
Dia menaikkan Meriya ke atas badanya.
"Aww..Sakit, Lirih Meriya.
"Maaf..Tidurlah.
Javier mengelus-elus punggung Meriya.
Dia kembali melakukan aktivitasnya.
Meriya sungguh tidak nyaman, Matanya sudah mengantuk berat. Badan Suaminya ini sungguh terbuat dari baja.
Dia tidak lelah sedari tadi. Pikir Meriya.
Dia mencoba tertidur sekalipun ada yang mengganjal di bawah sana.
Meriya tidur sampai siang hari, Bahkan perutnya yang sudah sedari tadi keroncongan di tahanya akibat rasa kantuk.
Javier tersenyum mendengar suara Perut istrinya yang minta di isi.
"Sayang bangun..
Pangilnya sambil mencolek hidung mancung Meriya.
"Aku ngantuk,
Guman Meriya, Bahkan Tanpa rasa segan dirinya mengendus-endus leher Javier membuat Javier geli sekaligus on.
Javier melayani istrinya itu, dia kembali menerkam istrinya.
"Ayo kekamar mandi.
Ajak Javier. Di kamar mandi Javier masih saja menghajar istrinya.
Meriya tidak bisa lagi berkata-kata.
Sungguh suaminya ini tidak punya perasaan.
setelah mandi, Meriya memakai bajunya dia menolak tawaran Javier yang ingin membantu memakaikan bajunya. Dia tidak ingi suaminya menghajarnya lagi.
Meriya melongo melihat hidangan mewah di kamar mereka, dia tidak percaya suaminya yang gila bersih ini mau membawa makanan sebanyak ini ke kamar.
"Kenapa tidak makan di bawah saja. guman Meriya.
"Aku tidak ingin kamu kelelahan.
Ucap Javier sambil tersenyum.
satu Minggu telah berlalu
Javier tidak masuk kantor dia menghabiskan waktu satu Minggu ini dengan istrinya Meriya. hari ini Javier sudah kembali bekerja. Satu Minggu ini juga Javier banyak mengetahui sifat istrinya yang benar-benar wanita lugu dan lembut.
"Bagaimana, Tanya Javier kepada sang asisten Cedro.
"Tuan setelah kami menyelidiki tentang Nyonya, Ternyata Nyonya Putri sah dari Tuan Elio dan Nyonya Maria istri dari Tuan Benito.
Jelas Cedro.
"Apa?
Javier sungguh terkejut batin mendengar.
Dia tidak menyangka istrinya Putri Sah dari Tuan Elio dan Nyonya Maria.
"Dan nyonya juga sudah mengetahui bahwa dia Putri sah dari Tuan Elio. Timpal Cedro dia yakin jika tuanya ini memiliki penyakit jantung maka tuanya ini pastilah sudah henti jantung sejak mengetahui rahasia sang Nyonya.
"Ayo pulang.
__ADS_1
Javier langsung berdiri dari kursi panasnya.
"Pulang? beo Cedro.
dia merasa tuanya ini sudah rada gila. satu Minggu tidak bekerja, semua rapat penting dan beberapa pertemuan di batalkan sehingga menumpuk, membuat Cedro harus merencanakan ulang lagi. setelah di rencanakan ulang tuanya ini seenak jidatnya minta pulang Tanpa melakukan pertemuan.
"Tuan kita sebentar lagi akan mengadakan rapat Tuan.
Ucap Cedro penuh harap. berharap tuanya ini menyetujuinya .
"Batalkan semua pertemuan hari ini. titah Javier dengan raut wajah datarnya.
Masalah istrinya jauh lebih penting.
"Baik Tuan. Cedro menghembuskan nafas beratnya.
Cedro hanya bisa menuruti sang boss besarnya ini.
"Ceklek. pintu kamar terbuka
Javier melihat istrinya yang berguling di bawah selimut, bahkan melewatkan sarapan paginya.
Javier menerima laporan itu dari Kepala pelayan.
Javier mengusap rambut Meriya dengan lembut.
"Sayang, Ayo bangun, kenapa masih tidur? benih yang kutanam perlu nutrisi. ucapnya serak. melihat penampilan istrinya saat ini membuatnya langsung on. padahal istrinya itu menggunakan pakaian yang lengkap.
"Aku masih ngantuk. Meriya menjawab malas.
Dia tidak takut lagi menghadapi suami ganasnya itu.
Javier mengalah, dia Menganti pakaian kantornya menjadi pakaian kasual.
"Tok..tok. tuan makananya.
Ucap kepala pelayan dari luar.
Titah Javier.
Kepala pelayan mendorong troli makanan itu ke dalam kamar. Lalu pergi dari sana.
Meriya mengerutkan keningnya saat mencium aroma yang sedap.
Matanya langsung terbuka lebar. Javier terkekeh kecil.
"Aku mandi dulu ucap Meriya dengan langkah gontai. badanya masih sangat lelah. suaminya ini tidak membiarkanya istirahat dalam satu Minggu ini.
Meriya menyantap makanan itu dengan lahap Javier sangat senang melihatnya.
selesai makan Javier berniat berbicara serius dengan istrinya.
Niat awalnya ingin balas dendam pada istrinya ini kini batal total.
Javier juga sudah memberitahu adiknya Gavin tentang identitas asli Meriya.
Gavin yang mengetahui hal itu langsung menghubungi kakaknya, tapi sayang, sang kakak tidak menghiraukan panggilanya dan smsnya.
"Kenapa kamu berbohong. Tanya Javier dengan suara beratnya. Meriya mengerutkan keningnya.
Apa maksud suamiku ini, pikirnya.
"Berbohong apa?
Tanya Meriya.
"Kenapa kamu tidak jujur saja bahwa Kamu ini putri Tuan Elio dan Nyonya Maria. Ucap Javier.
__ADS_1
"Jadi kamu sudah tau tentang itu. lirih Meriya sambil menundukkan kepalanya..
"Hei, look at me baby. pinta Javier sambil mengangkat dagu Meriya. Mata istrinya kini berkaca-kaca.
"Maaf jika aku membuatmu bersedih. Ujar Javier.
Hatinya sakit melihat istri tercintanya itu menangis.
"Bisakah kau menyimpan rahasia ini?
pinta Meriya dengan sorot mata yang memohon.
"Aku akan merahasiakannya asalkan kau mau menuruti permintaanku. Ucap Javier dengan seringai liciknya..Meriya mengangguk tanpa berpikir. Javier tertawa senang dalam hati, istrinya ini sangatlah polos. untuk itu Javier ingin mengikat istrinya selamanya disisinya.
Dia tidak memperdulikan kontrak yang sempat di tanda tanganinya.
Dia sudah menyuruh Cedro membakar kontrak itu beserta salinannya, bahkan punya istrinya diam-diam di bakarnya sendiri.
yang pertama.
1, panggil aku sayang atau suamiku.
2, Kamu harus mengandung anak-anakku.
3, tidak ada lagi perjanjian kontrak di antara kita
4, jangan pergi meninggalkanku.
5, kamu harus mencintaiku, karena aku sudah jatuh cinta kepadamu sayang.
ucap Javier sambil mencium bibir ranum Meriya.
MERIYA mengedipkan matanya berulang-ulang. dia terkejut mendengar permintaan suaminya yang di luar ekspektasi .
"Apa kamu serius? Tanya Meriya polos.
"Sangat..sangat serius. jawab Javier mengecup hidung mancungnya.
"Apa kamu tidak menyalahkanku karena telah lahir di dunia ini. Tanya Meriya sambil berlinang air mata.
"Maksud mu apa sayang. Javier gelagapan saat melihat air mata istrinya yang mengalir deras.
"ibuku..Dia menyalahkanku karena telah lahir ke dunia ini.
"Ayahku pergi meninggalkanku dan tidak mau mengakui ku sebagai Putrinya.
"Katakan di mana salahku?
Ucap Meriya dengan Isak tangis yang memilukan, Hal yang di pendamnya selama ini telah luapkanya kepada suaminya.
Javier merasakan sesak mendengar perkataan istrinya. Dia berjanji akan membalas orang-orang yang membuat hidup istrinya menderita.
"Jangan menangis, Aku tidak suka melihatnya. Untuk kedepanya jangan lagi kamu menangis seperti ini. Ucap Javier serak dengan mata yang sudah berkaca-kaca. melihat istrinya rapuh seperti ini membuat perasaan Javier terasa pedih dan sesak.
Javier tidak menyangka dirinya akan secepat ini jatuh cinta kepada istrinya ini. istri yang di nikahinya hanya untuk balas dendam.
'"Aku berjanji akan membahagiakanmu dan anak-anak kita.
"""LOVE YOU MORE.
ucap Javier.
Javier menatap Meriya penuh cinta.
MERIYA mengangguk dan tersenyum lembut.
"Aku ingin kita berumah tangga tidak membahas atau mengenang masa lalu. Pinta Meriya dan di langsung di angguki oleh Javier.
__ADS_1
Javier memeluk Meriya dengan erat. dia berjanji tidak akan melepaskan istrinya ini dia berjanji akan membahagiakanya seumur hidup.
""TAMAT"