Katakan Di Mana Salahku

Katakan Di Mana Salahku
Sah menjadi suami Istri


__ADS_3

Sepanjang jalan menuju Gereja Javier hanya diam. Tidak adapun sedikit niatnya mengajak wanita cantik yang di sampingnya berbicara.


Meriya diam seribu bahasa. Jantungnya sudah dag-dig-dug. Sekuat tenaganya tanganya di kepal kuat-kuat. Suasana masih sangat pagi saat ini, sehingga Meriya merasakan ke dinginan yang luar biasa sampai menusuk ke tulang. Gaunnya hanya sedada, sehingga menampilkan belahan kembar miliknya, punggungnya juga terekspos lebar Sehingga Meriya semakin menggigil. Meriya sedikit tidak nyaman menggunakan Gaun Pengantin itu. Javier bersikap tenang, Walaupun dia menyadari kegelisahan Meriya. Javier acuh tak acuh dia tidak perduli. Bahkan dirinya memejamkan mata tajam itu.


Akhirnya Javier dan Meriya tiba di sebuah Gereja.


Disana sang pastor serta tiga orang berbeda gender, telah berdiri menunggu kedatangan kedua pengantin itu.


Javier dan Meriya memasuki Gereja yang sudah di lapisi karpet Merah. Diatasnya juga di taburi bunga yang sangat wangi dan segar


Jika hal biasa kedua pengantin akan berjalan beriringan. Lain halnya dengan kedua pengantin ini. Javier meninggalkan Meriya begitu saja. Langkah panjangnya langsung menuju pastor yang di depan. Seakan dirinya tidak sabar lagi menikahi wanita yang bak Dewi itu.


Meriya berusaha menyamakan langkah lebar Javier. Meriya sungguh kesusahan berjalan karena Gaunnya di khususkan untuk berjalan sesuai ala-ala pengantin


Di tambah lagi sepatu high heels yang di gunakanya mempunyai tumit yang cukup panjang. Membuat Meriya semakin kesusahan dalam melangkahkan kakinya.


Ada rasa sedih di hatinya saat laki-laki kejam itu meninggalkan dirinya begitu saja.


Sebentar lagi Mereka akan mengikat janji suci di hadapan Tuhan.


Walaupun pernikahan mereka adalah pernikahan tanpa cinta. Tapi pernikahan adalah janji suci yang Sakramen. Tidak bisa di main-mainkan Apalagi Sampai di langgar.


Meriya mencoba menarik kuat-kuat nafas dalamnya. Seumur hidup, dirinya menginginkan pernikahannya hanya sekali. Jika pun suatu saat laki-laki yang berkuasa itu meninggalkanya. Meriya tidak akan pernah menikah lagi. Selama pernikahan mereka masih terjalin. Meriya akan berusaha menjadi istri yang baik di depan Suaminya.


Dia tidak ingin menambah Dosa lagi.


Meriya tiba di depan sang Pastor. Meriya yakin kakinya pasti sudah lecet.


Javier menatap tajam wanita yang di sampingnya. Dia kesal karena menunggu wanita ini terlalu lama. Javier paling membenci yang namanya menunggu. Apalagi menunggu wanita ini. Hal yang paling sangat di bencinya.


"Apakah sudah bisa kita Mulai?


Tanya Sang Pastor kepada Javier yang saat ini sedang memasang wajah muram.


"Silahkan Mulai. Ucap Javier tegas.

__ADS_1


Sang Pastor Membacakan kitab Suci pernikahan itu.


Lalu menyuruh Javier mengucapkan janji pernikahanya.


Seketika Javier merasakan detakan yang sangat kuat di jantungnya. Badanya bergetar hebat, Keringat telah membanjiri pelipisnya. Javier tidak menyangka. Mengucapkan janji suci pernikahan akan lebih gugup dari pada menandatangani kerja sama yang menghabiskan uang Triliunan rupiah. Apalagi ini hanyalah pernikahan sandiwara bagi Javier. Javier menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya secara perlahan. Dia ingin menetralkan kegugupannya.


Javier memandang lekat netra abu-abu itu. Netra yang menurut Javier tidak asing dan sedikit akrab.


Javier mengucapkan Janji suci pernikahanya dengan lantang.


"Di hadapan Tuhan, imam, para saksi, dan hadirin, "Saya bernama JAVIER LAZZARO menyatakan dengan tulus, ikhlas bahwa Saya mengambil "Engkau Wahai MERIYA jadilah istri saya.


"Untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya.


"Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan.


"Pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita.


" Sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus kepadamu.”


"Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini.”


Netranya Sambil menatap sendu Netra Meriya yang saat ini sudah berkaca-kaca mendengar janji suci yang di ucapkanya.


Hati Meriya tersentuh saat Javier mengucapkan janji pernikahanya. Terserah laki-laki itu jika hanya bermain-main terhadap pernikahan mereka. Tetapi bagi Meriya. Javier adalah suami pertamanya dan terakhir kali. Dia tidak akan mempermainkan pernikahanya yang suci ini. Meriya juga akan melakukan kewajibannya sebagai istri Sekalipun laki-laki itu tidak menganggapnya sebagai istrinya.


Meriya mengucapkan janji sucinya dengan suara bergetar dan menahan tangis.


"Di hadapan Tuhan, imam, para saksi, dan hadirin, "Saya bernama MERIYA menyatakan dengan tulus, ikhlas bahwa Saya menerima engkau "JAVIER LAZZARO menjadi suami saya.


"Untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya.


"Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan,


"Pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita.

__ADS_1


"Sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang tulus kepadamu.


”Demikianlah janji saya demi Allah dan Injil suci ini.


Air mata Meriya lolos begitu saja dari pipih mulusnya.


Kemudian sang Pastor mengikat Suji janji yang mereka ucapkan.


"Sekarang Pengantin prianya sudah bisa mencium pengantin perempuan.


Ucap Sang Pastor.


Tanpa aba-aba Javier mencium bibir Meriya dengan lembut.


Dia menekan kepala istrinya supaya Istrinya tidak melawan.


Tubuh Meriya membeku di tempat. Laki-laki yang kini menjadi suaminya ternyata menciumnya juga. Meriya mengira laki-laki itu tidak akan menciumnya sehingga Meriya tidak terlalu memikirkan hal itu.


Tetapi laki-laki itu menciumnya bahkan sangat lembut seperti laki-laki itu melakukanya dengan penuh Cinta dan perasaan.


Cukup lama Javier mencium Meriya. Dia tidak tau kenapa, Javier hanya mengikuti kata hatinya. Dan untuk pertama kalinya menyentuh bibir seorang wanita. Javier tidak merasa jijik sama sekali. Seperti yang selama ini dia rasakan saat ada Wanita-wanita ganjen yang mencoba merayunya.


Jantung Javier berdetak kencang saat bibirnya menyentuh bibir istrinya. Javier langsung menyukainya dan merasa kecanduan. Sehingga Javier tidak sadar bahwa caranya itu membuat para saksi tiga orang yang masih berdiri mematung di tempat.


Mereka tidak menyangka Laki-laki itu memperlakukan pengantinya dengan sangat lembut dan juga romantis.


Javier mengakhiri perbuatanya walau sedikit tidak rela.


Dia telah membuat istrinya itu kehabisan nafas karena dirinya yang menerkam istrinya itu begitu lama.


Meriya Terbelalak. Wajahnya bersemu merah. Meriya menghirup nafas dalam-dalam.


"Apakah dia ingin membunuhku? Batin Meriya.


Sementara Wanita yang saat ini berdiri menjadi salah satu saksi pernikahan dari laki-laki yang sangat di cintainya.

__ADS_1


Sekuat tenaga dirinya menahan rasa cemburu yang memuncak. Wanita itu mengepalkan tanganya.


Dia tidak menyangka wanita yang saat ini tidak jelas asal-usulnya akan menjadi istri dari seorang JAVIER LAZZARO. Laki-laki tampan dan juga kaya raya. Laki-laki yang sangat di damba-dambakanya sedari dulu.


__ADS_2