Katakan Di Mana Salahku

Katakan Di Mana Salahku
JAVIER LAZZARO.


__ADS_3

Di Mansion megah dan super mewah.


Gavin juga pulang tak kalah kusutnya seperti yang di alami Tuan Muda Sean.


Gavin menghempaskan tubuh lelahnya di sofa yang berada di ruang tamu Mansion yang seperti Istana itu.


Gavin tidak menyangka wanita yang sedang di Incarnya itu akan memasang wajah masam seharian akibat memikirkan ucapan salah satu pelayanya.


Gavin menggertakkan giginya.


Membuat seseorang yang sedari tadi memperhatikan kelakuannya memicingkan mata.


"Katakan Masalah apa lagi yang sedang kamu lakukan di luar sana?


Suara bariton dan sedikit berat menambah kesan seksi dan khas dari sosok yang berbicara itu.


Sedari tadi dirinya telah memperhatikan adiknya yang bak benang kusut.


Dia berfikir adiknya itu telah berbuat ulah di luar sana seperti biasa.


Javier Lazzaro kakak dari Gavin Lazzaro.


Mempunyai wajah tampan bak Dewa, Lelaki penguasa nomor satu di negara itu.


Sosok itu sangat di Gandrungi oleh para kaum Wanita.


Di balik wajah tampan yang seperti Dewa itu Javier memiliki sifat dingin dan tidak berperasaan.


Jika dirinya tidak suka maka dia akan membuat seseorang itu hidup segan mati tak mau.


Tidak ada yang berani menantangnya bahkan mengusiknya sekalipun.


Semua kaum atas sangat menghormati sekaligus menakuti sosok yang dingin itu.


Javier lebih banyak bekerja di bandingkan berbicara.


Dia layaknya seperti patung bernafas.


"Aku tidak sedang berbuat ulah di luar sana


"Kakak tenang saja.


"Bukankah aku sudah berjanji akan berubah?


"Kakak jangan terus-terusan menilaiku negatif terus.


Ucap Gavin jengah.


Dia sudah berjanji akan lebih bersikap dewasa dan lebih serius lagi dalam belajarnya.


Dia juga tidak ingin menambah beban sang kakak yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya.


Gavin ingin membalasnya dengan cara bersungguh-sungguh belajar dan tidak mencari masalah lagi di luaran sana seperti yang biasa di lakukan Gavin.


"Jadi apa yang terjadi?


"Kenapa wajahmu seperti itu?


"Bukankah aku pernah bilang jangan sesekali menampakkan wajah kusutmu jika kau pulang kerumah.


"Aku hanya meminta kau belajar sungguh-sungguh dan bisa memegang perusahaan kakek.


Jelasnya datar.


Javier harus membagi waktunya untuk mengelolah kedua perusahaan itu.


perusahaan miliknya dan milik kakeknya. Lain lagi perusahaan milik ibunya dulu.


Membuat Javier bahkan tidak sempat hanya minum air putih setekuk.


Karena jadwalnya sangat-sangat padat.

__ADS_1


"Kakak aku menyukai Catherine dari keluarga Fillipo.


"Terus?


Javier mengernyitkan keningnya sedikit banyaknya dia tau kehidupan asmara adiknya itu.


Saat ini adiknya itu sedang dekat dengan salah seorang wanita dari keluarga Fillipo.


Salah satu keluarga yang terpandang di kota itu.


Tetapi Javier sedikit binggung kenapa wanita itu belum juga di resmikan menjadi anak angkat dari keluarga Fillipo.


Bahkan wanita itu sebentar lagi sudah berumur dua puluh tahun.


"Apalagi yang di tunggu keluarga itu. Batinya.


"Hari ini Catherine merasa sedih karena salah satu pelayannya mengatakan Catherine tidak pantas untukku.


Adu Gavin seperti anak kecil.


"Bahkan pelayan itu masih dua hari bekerja di keluarga Fillipo tetapi dia sungguh mempunyai nyali yang besar untuk merendahkan majikanya.


Rahang Gavin kembali mengeras saat menceritakan hal itu.


Javier yang melihat wajah adiknya yang seakan menahan amarah semakin membuatnya penasaran.


"Apakah benar seperti itu?


Wajah Javier berbicara dengan serius.


Jika hal itu benar Dia akan memberikan langsung pelajaran kepada pelayan rendahan itu.


Pelayan itu secara tidak sengaja telah mengusik adik kandungnya sendiri.


Bahkan pelayan itu begitu berani ingin memisahkan adiknya dari wanita yang sedang di sukainya saat ini.


Tiba-tiba tatapan horor melintas di benaknya.


Javier orang yang pendendam dan penuh perhitungan Dia tidak segan-segan membuat hidup seseorang hancur hanya karena masalah sepele.


"Siapa wanita itu.


"Aku akan membereskannya untukmu.


"Glek.


Susah payah Gavin menelan ludahnya dirinya sebenarnya tidak berniat menceritakan hal itu kepada kakaknya.


Gavin masih bisa mengatasi hal itu.


Gavin tidak ingin kakaknya campur tangan.


Jika kakaknya campur tangan maka Pelayan muda itu akan merasakan kehancuran yang tidak bisa di bayangkanya.


"Kakak tidak usah ikut campur.


"Aku masih bisa mengatasi hal seperti ini.


Javier memicingkan matanya sorot keseriusan dapat di lihatnya dari wajah adiknya itu.


"Apakah aku perlu melamar wanita yang kamu sukai?


Javier tidak membahas wanita itu lagi.


Javier lebih memilih membantu adiknya mendapatkan wanita yang di sukainya.


"Apakah kakak serius?


Gavin merasa senang saat mendengar tawaran dari kakaknya.


Dia membayangkan sosok Catherine akan menjadi istrinya.

__ADS_1


"Apakah aku pernah berbohong?


"Sekarang jawab pertanyaanku.


"Jika kamu mau.


"Maka aku akan mengatur jadwalku untuk bertemu dengan Tuan Fillipo.


"Aku mau kakak..


"Sangat..mau


Balasanya dengan wajah yang berbinar-binar.


"Jika kamu menikah dengan wanita yang kamu sukai maka kakak akan membeli Mansion yang sama besarnya dengan Mansion sekarang ini.


Bukanya Javier berniat mengusir adiknya.


Tetapi Javier tidak ingin satu atap dengan wanita yang belum pernah akrab denganya walaupun wanita itu sering di lihatnya hadir di beberapa acara.


Javier juga berfikir pasangan mudah itu mempunyai privasi.


Dan Javier ingin adiknya cepat Dewasa dan melakukan tanggung jawabnya sebagai Tuan Muda dari keluarga Lazzaro.


"Kakak tenang saja.


"Aku masih punya cukup uang untuk membeli istana untuk wanitaku.


"Walaupun istana itu tidak sebesar Mansion ini.


Aku ingin membelinya dengan hasil keringatku sendiri.


Raut wajah Gavin sedikit lebih dewasa daripada biasanya.


Dia tidak ingin membebani Kakaknya itu.


Gavin ingin berusaha mandiri tampan bantuan dari kakaknya.


"Baiklah.


"Terserahmu saja.


"Aku akan menyuruh asistenku untuk menyiapkan semuanya.


Javier pergi dari ruang tamu itu.


Adiknya sudah pulang dia tidak perlu lagi berlama-lama di sana.


Walaupun Javier jarang memantau adiknya Gavin.


Jika ada waktu maka Javier akan meluangkan waktunya yang terbatas itu untuk sekedar mengobrol ataupun menunggu adiknya pulang.


Javier sangat menyayangi adik satu-satunya itu.


Gavin yang masih tertinggal di ruang tamu merasa senang dan sedikit lega.


Dia takut jika kakaknya itu turun tangan langsung untuk membereskan pelayan itu.


Walaupun Gavin tidak menyukai pelayan itu semenjak pelayan itu merundung wanitanya.


Gavin masih mempunyai hati nurani untuk tidak melenyapkan wanita itu.


Dia takut wanita itu satu-satunya sumber penghasilan keluarganya.


Dia tidak ingin melakukan hal sekejam itu.


Dia tidak ingin menyeret orang-orang yang tidak bersalah dalam hal ini.


Gavin ikut beranjak pergi dari ruang tamu besar itu.


Dia pergi menuju kamarnya sambil tersenyum-senyum sendiri seperti orang yang baru jatuh cinta.

__ADS_1


Semenjak kakaknya itu ingin membantunya melamar pujaan hatinya.


Hatinya terus berbunga-bunga membayangkan wajah wanitanya.


__ADS_2