Katakan Di Mana Salahku

Katakan Di Mana Salahku
Javier dan Meriya menikah


__ADS_3

"Maaf Tuan, Para pelayan akan menggantikan pakaian Nona, Ucap kepala pelayan membuyarkan lamunan Javier.


"Hmm.


Javier keluar dari ruangan Meriya.


"Apa acara untuk besok sudah siap semua? Tanya Javier kepada kepala Pelayannya .


"Sudah Tuan. Jawab kepala pelayan yang sudah berumur itu.


Kepala pelayan itu mengerutkan keningnya.


"Memang apa yang perlu di persiapkan?


"Tuan dan Nona hanya menikah begitu saja. Batinya.


"Kecuali Tuanya mengadakan pesta pernikahannya, Mungkin aku akan sibuk. Bahkan waktu satu bulan tidak akan cukup untuk mempersiapkannya. Monolog sang kepala pelayan kembali.


Dia terkadang binggung melihat sifat Tuannya itu. Walaupun dirinya sudah puluhan tahun mengabdikan diri kepada keluarga Lazzaro, Kepala pelayan itu sampai sekarang masih meraba-raba sifat Tuannya Javier .


Saat ini baju Meriya telah di ganti dengan sebuah baju yang cukup sederhana tapi mempunyai kualitas Tinggi. Awalnya Para pelayan yang menggantikan baju Meriya sempat memasangkan pakaian khusus maid, Tetapi Tuannya melarang. Sampai asisten Tuannya yang bernama Cedro itu mengantar beberapa baju Gaun. Walaupun sederhana, Mereka yakin satu Gaun itu menghabiskan uang jutaan.


Terkadang mereka binggung melihat sikap Sang Tuan.


"Sebenarnya Tuan menyukai calon Nyonya atau bukan sih?. Pikir mereka.


Pagi-pagi buta, Meriya membuka matanya yang terasa berat, Sakit di kepalanya masih ada.


Meriya terduduk, Dia mengerutkan keningnya saat melihat beberapa obat dan air Putih di atas meja.


Meriya menetralkan kepalanya yang masih oyong.


Meriya mengambil obat itu..Karena Meriya penasaran dengan nama-nama obat itu dan fungsinya, Meriya searching di Google.


Ternyata obat itu sejenis obat demam, Antibiotik dan obat anti nyeri.


Meriya terharu setidaknya dirinya masih di perhatikan saat sakit seperti.


"Terimakasih, gumanya


Meriya langsung melakukan ritual mandinya. Hari ini dirinya pertama kali bekerja, Hari ini juga Dia akan menikah dengan Tuannya Javier.


Ada rasa sedih dan kecewa di hati Meriya.


Sedih karena menikah tanpa di hadiri orang-orang tersayangnya, kecewa karena Tuannya menikahinya tanpa meminta persetujuan Meriya. Meriya juga tidak dapat menolak Sang berkuasa itu.


Saat membuka lemari pakaian, Meriya terkejut melihat beberapa Gaun telah terisi di sana.


Dia juga sempat binggung dengan pakaian miliknya yang baru saja di cucinya.


"Mana bajuku?


"Siapa juga yang menggantikan pakaian ku tadi malam?

__ADS_1


"Apakah Tuan yang membeli gaun-gaun ini.?


Tanya Meriya dalam hati.


"Aku akan bertanya nanti kepada bapak Pelayan. Gumanya.


Setelah selesai mengganti bajunya.


Meriya keluar dari Paviliun, Sebagian maid sudah ada yang memulai pekerjaannya.


"Maaf aku terlambat bangun.


"Pekerjaan apa yang bisa aku bantu.


Tanya Meriya pada sosok yang sedang membersihkan beberapa hiasan di dinding ruang tamu besar itu.


Wanita Tua itu terkejut dengan kedatangan Meriya yang tiba-tiba dan berbicara langsung.


"Maaf Nona.


"Aku kurang tau, mengenai pekerjaan Nona.


"Sebaiknya Nona menemui bapak kepala pelayan.


Jawab wanita tua itu.


"Oh.. Terimakasih. Ucap Meriya sambil tertunduk. Meriya pergi dari hadapan pelayan yang sudah Tua itu. Dia ingin mencari kepala pelayan.


"Itu dia bapak kepala pelayan. Ucap Meriya sambil berjalan menuju sosok laki-laki yang Tua itu.


Sapa Meriya.


"Pagi Nona.


Jawab kepala pelayan sambil tersenyum ramah.


"Pekerjaan apa yang bisa aku lakukan pak?


Tanya Meriya.


"Hari ini, Nona tidak udah bekerja.


"Nona bersiap-siap saja, karena jam tujuh tepat. Nona dan Tuan Javier akan menuju Greja Santo Petrus. Terang kepala pelayan.


'"Oh iya Nona, Sebentar lagi, Gaun Nona akan tiba. Timpalnya.


Meriya mengangguk.


"Maaf pak, Mau nanya. tadi malam siapa yang menggantikan pakaianku pak. Dan siapa yang sudah membeli obat dan beberapa gaun yang ada di lemari kamarku pak?


Tanya Meriya sedikit kaku.


Dia sebenarnya segan bertanya. Tetapi karena jiwa penasarannya yang tidak bisa di tahanya. Akhirnya Meriya bertanya.

__ADS_1


Kepala pelayan itu tersenyum.


"Para pelayan perempuan yang menggantinya. Dan untuk Gaun Nona. Tuan Javierlah yang membelikanya untuk Nona.


Tuan Javier juga memanggil dokter Jovan untuk memeriksa Nyonya. Karena Nona tadi malam menggigil dan demam tinggi.


Terang kepala pelayan. Dia juga akan membuat nama Tuannya itu sedikit harum di depan calon Nona Lazzaro ini. Setidaknya sang Nona ini tidak menilai Tuannya dari sisi buruknya saja.


Tuannya juga mempunyai hati yang baik. Walaupun terkadang keras dan kejam.


"Ohh.. Terimakasih bapak.


Ucap Meriya menunduk kembali.


Dia merasa aneh dengan sikap Majikanya itu. Meriya masih mengingat sorot mata Majikanya yang seperti menyimpan dendam kepadanya.


Karena suasananya masih pagi-pagi buta. Meriya kembali ke Paviliun.


Dia sedikit tidak enak melihat para temannya berkerja pagi-pagi sekali. Sementara dirinya malah di suruh kembali ke Paviliun.


"Mungkin karena hari ini. Hari pernikahan ku dengan Tuan Javier. sehingga di kasih libur sehari. Pikir Meriya.


Setelah beberapa saat dirinya menunggu. Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga. Meriya sungguh bosan menunggunya. Bahkan dirinya juga sudah siap melakukan sarapan yang di antar langsung oleh kepala pelayan. Meriya merasa sudah seperti majikan saja. Sementara dirinya juga Seorang pelayan. Dia segan jika harus di perlakukan seperti seorang Nona.


Meriya kini telah menggunakan Gaun pernikahannya. Warna putih tulang, Terlihat elegan dan mewah.


Ada beberapa taburan berlian di beberapa bagian tertentu. membuat Meriya merinding menyentuh berlian itu.


Jika berlian itu sampai capot dan hilang. Meriya tidak akan sanggup membayarnya.


Meriya juga tidak menyangka pernikahan tertutup yang di lakukanya itu harus menggunakan Gaun semahal ini.


Rambut Meriya juga di tata dengan rapi. Membuat Meriya bak seorang Putri di negri dongeng.


Meriya di tuntun kesebuah mobil Rolls-Royce, Mobil itu telah di hiasi sedemikian rupa.


Meriya terkejut saat mobil itu di hiasi seperti mobil-mobil pengantin pada umumnya. Bahkan mobil itu sudah seperti mobil pengantin Pangeran William dan Kate Middleton. Meriya pernah menontonnya di televisi.


Javier yang melihat kedatangan Meriya terkejut melihat wanita itu begitu cantik dan mempesona.


Wajahnya yang putih bersih sangat cantik.


Gaun pengantin yang di gunakanya sungguh pas dilekuk tubuh wanita itu. Javier dengan susah payah menelan salivanya. Pengantinya kini bak Dewi yang turun dari langit.


Jantungnya berdetak kuat saat wanita itu mendekat dan semakin membuat jantungnya lari maraton saat pengantinya duduk manis di sampingnya. Wajah Javier bersemu Merah.


"Kenapa wanita ini bisa cantik begini.


"Siapa yang sudah mengizinkan dia berdandan seperti ini.


"Apakah dia mau mengoda Pria lain? Batin Javier sedikit tidak rela.


Dirinya kesal karena wanita ini telah berubah menjadi sangat cantik. Perasaanya kini tidak menentu. Javier tidak ingin menyukai wanita ini.

__ADS_1


Dia akan tetap pada tujuanya menikahi perempuan ini lalu membuatnya menderita.


__ADS_2