
Meriya mengikuti Sean dari belakang. Dirinya tidak berani mendongakkan kepalanya. Untuk melihat kemewahan di dalam mansion itu dia tidak ingin di bilang kampungan walaupun memang dia dari kampung. Dia akan menjaga Etikanya di rumah orang yang belum di kenalnya itu.
Di ruang makan terdapat tiga orang sosok yang berbeda usia dan berbeda gender.
Mereka melakukan makan malamnya dengan tenang dan penuh wibawa.
"Kamu sudah pulang sayang?
Tanya wanita sekitar empat puluh lima tahun kepada Sean.
"Iya Ibu.
Wanita itu melihat kebelakang saat menyadari sosok mungil yang mengikuti anaknya dari belakang.
"Deg.
Wanita itu hampir tersedak makananya sendiri saat melihat sosok yang sedikit mirip dengan suaminya.
Warna mata serta hidung wanita mungil itu sangat dominan pada sang suami.
"Wanita cantik ini siapa?
Tanya wanita itu kepada Putranya.
Sosok ke dua orang di meja makan itu tak kalah terkejutnya melihat Meriya sontak mereka menghentikan aktivitasnya.
Apalagi sosok Laki-laki yang seumuran dengan istrinya terkejut batin saat melihat wanita yang pernah bertemu denganya.
"Kau..
Ucap Elio sedikit tinggi karena keterkagetanya.
Membuat semua yang disana terkejut termasuk Sean.
Sean melihat ayahnya sepertinya mengenali Meriya.
"Sayang kenal dengan gadis ini?
Tanya wanita itu kepada sang suami.
"Dia pasienku beberapa hari yang lalu.
"Kamu ingatkan ceritaku Senin malam itu saat aku pulang kerumah.
Elio melihat wajah istrinya yang masih terkaget.
"Jadi dia yang kamu ceritakan?
Wanita paruh baya itu tidak menyangka akan bertemu langsung dengan wanita yang sempat membuat suaminya cemas dan merasa bersalah. Bahkan suaminya menyuruh dokter bawahanya untuk memeriksa gadis yang di depanya itu setelah post operasi. Dan memantaunya setiap hari.
Sean baru mengingat. Ayahnya pernah bercerita di ruang keluarga saat dirinya juga disana sedang duduk santai. Sean yang tidak terlalu mengikuti pembicaraan ayahnya yang menurutnya pembicaraan seperti biasa yang sering di lakukan ayahnya tidak menyangka bahwa wanita itu adalah Meriya yang menolongnya hari ini.
"Kak Meriya menolongku hari ini ibu, ayah.
"Apa?
Mereka kembali terkejut.
"Takdir apa ini.
Batin ibu Sean dan sambil melihat tangan anaknya yang lecet.
"Apakah kamu jatuh lagi?
Ibunya menatap cemas Putranya.
Sementara Sean hanya diam.
"Duduk lah kak.
"Kita makan sama-sama.
__ADS_1
Ajak Sean. Sedari tadi dia hanya melihat Meriya berdiri.
""Dia siapa?
"Kenapa kau membawa orang yang tidak jelas kemansion ini?
Ucap salah seorang wanita yang sejak tadi melihat Meriya dan langsung tidak menyukai Meriya .
"Kenapa kakak mengatakan seperti itu.
"Kakak Meriya sudah baik menolongku tadi.
"Jika tidak aku yakin sampai saat ini aku masih disana. Jelas Sean sedikit menambahi bumbu-bumbu halusnya.
"Apakah luka-luka mu parah?
"Siap makan. Cepatlah mandi.
"Ibu akan membantumu mengobatinya.
Ibu Sean tidak terlalu menghiraukan perkataan Putrinya yang tidak pernah ramah pada orang lain.
"Tidak perlu ibu.
"Aku bisa mengobatinya sendiri.
"Lagian lukanya tidak terlalu parah ibu.
"Oh iya ibu.
"Apakah ibu membutuhkan seorang pelayan?
"Kak Meriya hari ini sebenarnya ingin melamar kerjaan.
"Dan tidak sengaja bertemu denganku dan menolongku ibu.
"Bisakah kak Meriya menjadi pelayan di rumah ini?
Jelas Sean to the points.
Mereka sedikit was-was dengan kehadiran sosok wanita yang sangat tiba-tiba itu.
"Kalian jangan berpikir aneh-aneh.
"Kak Meriya baru pindah ke kota ini dan belum mendapatkan pekerjaan dan kak Meriya ingin tinggal lebih lama di kota ini untuk mengumpulkan uang untuk biaya penerbangan nya kembali ke kotanya.
Jelas Sean karena sedikit banyaknya Meriya sudah menceritakan kepadanya di sepanjang jalan.
"Cihh.
"Apakah kau mempercayai perkataanya?
Ucap wanita itu yang tidak ingin membiarkan Meriya lebih lama lagi tinggal di rumah itu.
"Bukankah wanita ini telah menerima bayaranya.
Batin Elio.
"Ya sudah.
"Mulai besok kamu bisa bekerja di sini.
Ucap ibu Sean yang bernama Magdalena Filippo. Hatinya sedikit tergerak saat mendengar Meriya ingin bekerja untuk mengumpulkan uang untuk ongkos pesawatnya.
Jiwa ke ibuanya tidak tega melihat sosok gadis yang terlihat rapuh itu.
"Apakah ibu percaya?
Ucap wanita muda itu yang bernama Catherine Filippo.
Sementara Elio hanya diam entah kenapa bibirnya begitu keluh saat ingin menunjukkan aksi protesnya.
__ADS_1
Setelah melalui perdebatan yang hanya di tunjukan Catherine seorang diri.
Akhirnya suasana di meja itu kembali tenang. Dan Meriya melakukan makan malamnya sedikit tertekan.
Apalagi saat mata tajam Catherine selalu menghunus kepadanya.
Setelah melakukan makan malam yang sedikit menegangkan.
Meriya di antar salah satu pelayan yang sudah Tua ke Paviliun belakang khusus tempat tinggal para pelayan.
"Mulai sekarang Nona tinggal di kamar ini.
"Dan Nyonya besar mengatakan Mulai besok Nona Meriya sudah bisa mulai bekerja.
Jelas pelayan Tua itu lembut.
Dia sangat bersemangat akhirnya ada pelayan yang masih muda di mansion ini.
Mengingat semua pelayan disini sudah tidak muda lagi. Semua pelayan disini di atas umur empat puluh tahun.
"Terimakasih ibu.
Balas Meriya sopan.
Membuat pelayan Tua itu sedikit terharu.
Seumur hidup dirinya belum pernah di panggil seorang ibu. Mengingat dirinya tidak menikah.
Saat Meriya memanggil nya dengan panggilan ibu. Panggilan itu sungguh manis dan membuatnya bergetar.
"Kenapa harus memanggilku ibu.
"Panggil saja. Bibi Elis. Seperti Tuan dan yang lainya.
ucap wanita Tua itu sedikit tersipu.
Awalnya wanita Tua itu juga sama dengan sang Nyonya yang terkejut melihat fitur wajah Meriya yang sangat mirip dengan Tuanya Elio bak pinang di belah Dua.
"Baiklah bibi.
Meriya tidak ingin memaksa. Dan tidak ingin meninggalkan kesan buruk pada Wanita Tua itu.
Meriya tidak ingin berbasa basi lagi.
Dia ingin langsung istirahat untuk mengumpulkan tenaganya besok pagi.
Karena besok perdana dia bekerja.
Dia tidak ingin bermalas-malasan.
Dia tidak ingin membuat Sean kecewa yang telah berusaha menyelamatkan wajahnya sejak kakaknya itu tidak menyukai kehadirannya.
"Bibi.
"Apakah Nona muda Catherine Kakaknya Tuan Sean?
Mereka tidak mirip.
Baik dari segi wajah maupun sifat.
Meriya akhirnya mengungkapkan yang mengganjal di hatinya.
Dia sebenarnya tidak ingin lancang tapi. Entah kenapa hatinya yang mempunyai jiwa kepo sejak lahir tidak bisa di ajak kerjasama.
"Nona Catherine anak angkat Tuan Elio dan Nyonya Magdalena.
"Dulu Nona Catherine itu anak pelayan kepercayaan Nyonya Magdalena.
"Karena Nona Catherine sering bermain dengan Tuan Sean.
"'Sehingga Tuan Sean meminta kepada orang tuanya mengangkat Nona Catherine menjadi kakaknya.
__ADS_1
"Nyonya dan Tuan besar hanya bisa menurutinya "Karena Nyonya tidak bisa mengandung lagi. Karena rahimnya telah di angkat akibat Kista yang di deritanya.
"Sejak saat itu Nona Catherine jadi di angkat menjadi Putrinya.