Katakan Di Mana Salahku

Katakan Di Mana Salahku
Meriya tetap menjadi pelayan.


__ADS_3

Bahkan dirinya berusaha menjadi sosok yang sangat di sukai JAVIER LAZZARO.


Termasuk memakai kontak lensa berwarna abu-abu seperti warna bola mata yang sangat di sukai Javier.


Wanita itu juga bekerja sebagai sekretaris pendamping Javier di perusahaannya.


Semalam sewaktu di kantor. Tepatnya di ruangan Tuannya Javier. Dia tidak sengaja mendengar asisten Javier yang membahas tentang pernikahan Tuannya.


Dia sangat terkejut bahwa laki-laki yang berkuasa itu akan segera menikah.


Dan hari inilah sang Tuannya melakukan pernikahan.


Wanita yang bernama Monica itu sengaja pura-pura datang ke Mansion Javier dengan dalih mengantar berkas penting.


Padahal itu hanyalah akal bulusnya saja. Monica hanyalah memastikan dengan kedua matanya sendiri. Bahwa yang di dengar semalam tidaklah benar.


Pagi-pagi sekali dirinya sudah nongkrong di depan Mansion Javier Dan akhirnya dia mengikuti mobil Javier dari belakang.


Dia terkejut ternyata yang di katakan atasannya itu benar.


Cedro sang atasan juga terkejut melihatnya. Tetapi Monica langsung bisa mengatasinya dengan alasan yang sudah di susunya itu.


Akhirnya Monica juga tau bahwa pernikahan Tuannya tidak boleh di beberkan ke media sosial.


Monica juga sedikit lega. Ternyata Tuan Javiernya itu menikahi wanita itu hanya untuk membalaskan dendamnya.


Bahkan adik dari Tuannya tidak tau bahwa kakaknya telah menikah.


"Aku juga akan ikut menyiksa wanita sialan itu. Batin Monica tersenyum sinis.


Dia merasa Meriya sudah merebut posisinya sebagai Nyonya Lazzaro. Walaupun pernikahan itu hanyalah pernikahan sementara. Monica tetap tidak menyukainya. Dia akan mencari seribu cara untuk menyiksa Meriya.


Setelah melakukan pernikahan yang cukup membuat perasaan Javier tidak menentu Sampai saat ini.


Akhirnya mereka kembali ke Mansion. Tidak ada pesta. Bahkan acara makan-makan kecil sajapun tidak ada. Bukanya Javier miskin atau tidak Mempunyai uang. Dia memiliki banyak uang bahkan berlimpah. Tetapi Javier tidak ingin membuat sosok wanita yang kini menjadi istrinya besar kepala.


Meriya keluar dari mobil mahal itu. Dia membuka ke dua sepatunya. Acara pernikahannya telah selesai. Dia tidak perlu lagi menggunakan sepatu yang menggigit kulitnya itu.


Javier sedikit terkejut melihat kaki mulus istrinya yang merah dan mengeluarkan darah. Kulit Kaki putih istrinya itu juga sedikit terkelupas.


Javier langsung mengejar Meriya. dan mencekal tanganya.


"Kenapa dengan kedua kakimu. Tanyanya sedikit berteriak. Membuat beberapa orang di sana termasuk Meriya terkejut.


"Sepatunya terlalu tinggi. Saya tidak terbiasa menggunakan sepatu tinggi seperti ini Tuan..Jawab Meriya sedikit gugup. Dia takut laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu memarahinya karena telah menodai sepatu mahal ini.


Javier menatap tajam kedua sepatu yang di tangan istrinya. Dia melihat sepatu itu seperti melihat musuh.


Javier merampas sepatu yang di tangan Meriya dan langsung membuangnya begitu saja.

__ADS_1


"Cepat ikut aku. Titahnya.


Javier langsung menggendong Meriya ala bridal style.


Meriya terkejut.


Kepala pelayan dan asistennya yang bernama Cedro itu melongo tak percaya.


Dia ingin sekali memotret ke dua pasangan yang baru saja mengikat janji suci itu. Tetapi Cedro tidak seberani itu. Dia takut Tuan besarnya itu memarahinya.


"Panggil Jovan. Ucap Javier sebelum melangkahkan kakinya dari sana.


"Baik Tuan.


Sang asisten Cedro langsung menghubungi dokter Jovan.


Dia yakin sang dokter yang kepo ini akan terkejut melihat sang Tuan.


"Menggunakan P3K saja sepertinya itu sudah cukup.


"Tidak perlu memanggil dokter Jovan. Batin Cedro dalam hati. Dia hanya menuruti perintah sang Tuan.


Masalah Dokter Jovan biarlah sang Tuan yang mengatasinya. Pikir Cedro.


Javier meletakkan Meriya ke sofa besar dan empuk miliknya.


"Sebentar lagi Jovan akan datang. Tunggulah sebentar. Jelas Javier sedikit tidak sabaran karena telah menunggu sahabatnya itu.


"Tuan, Jika ada P3K disini.


"Aku bisa menyembuhkan luka di kakiku.


"Tuan tidak perlu repot-repot memanggil dokter Jovan.


Ucap Meriya sedikit takut. Dia segan mengganggu sang dokter itu lagi. Padahal baru semalam dirinya di periksa.


"Kau Diamlah, Tunggu saja dia disini.


"Untuk apa dia ku gaji jika kau yang merawat luka mu sendiri. Timpal Javier.


"Mulai sekarang, Kau akan tinggal denganku di kamar ini.


"Seluruh pakaianmu juga sudah ada di walk-in closet.


"Nanti Cedro yang akan menjelaskan pekerjaan mu.


Sambungnya sambil duduk di sofa besar yang ada di kamarnya.


"Baik Tuan.

__ADS_1


Ucap Meriya.


Setelah menunggu hampir sepuluh menit. Laki-laki yang berprofesi dokter itu akhirnya memeriksa Nyonya muda Lazzaro itu.


Dia tidak memperdulikan tatapan sahabatnya yang bak serigala yang siap menerkamnya.


Javier mengetatkan rahangnya saat sahabatnya itu bersiul dan memuji kemolekan wajah dan tubuh istrinya.


Apalagi sahabatnya itu sempat membahas bukit kembar istrinya. Membuat Javier menggertakkan giginya.


Javier langsung memakaikan Jas ke punggung Meriya dia dengan sabar memegangnya supaya tidak melorot. Karena sahabat laknatnya itu sedang mengolesi saleb ke kaki istrinya.


"Untuk kedepanya, Jika kau mencari Gaun yang kurang bahan begini.


"Maka aku akan menyuruhmu memakainya keliling Kota ini. Ucap Javier datar sambil menutupi kedua benda yang membuatnya panas dingin itu.


Cedro menelan salivanya dengan susah payah. Membayangkan dirinya menggunakan Gaun seperti Nyonya itu. Membuat Cedro merinding.


"Baik Tuan. Ucap Cedro. Dia akan mencatat pesan Tuannya itu. Jangan sampai dia lupa dan berakhir menggunakan Gaun itu, Cedro tidak akan pernah mau.


Sementara Jovan sudah tertawa dalam hati. Baru saja menjadi suami istri, Sahabatnya ini sudah posesifnya luar biasa.


Sebentar lagi dirinya akan menyaksikan ke bucinan sahabatnya ini. Jovan sangat bersyukur akhirnya ada juga yang membuat seorang Javier Lazzaro bertekuk lutut. Dan itu seorang perempuan yang katanya akan di siksanya.


Jovan tidak yakin itu akan terjadi. Justru sebaliknya, dia berpikir sahabatnya itulah yang akan tersiksa karena telah satu tempat tidur dengan wanita cantik ini. Dia yakin sahabatnya itu akan mempertahankan gengsinya untuk tidak menyentuh istrinya.


"Mulai nanti malam penderitaanmu akan segera di mulai. Batin Jovan sambil tersenyum licik.


Jovan langsung di usir oleh Javier Setelah kaki istrinya di olesi saleb dan di berikan obat antibiotik serta inflamasi.


"Dasar tidak berterima kasih. Gerutu Jovan


"Kau sudah ku gaji.


"Apa perlu aku mengucapkan terima kasih tetapi kau tidak kugaji?


Ucap Javier datar.


"Ckk..iya..iya..Aku akan segera pergi.


"Selamat menahan hasrat. Ucap Jovan tertawa sambil menghilang dari kamar besar itu. Jangan sampai Laki-laki kejam itu memasukkanya ke tempat si white.


Javier melongo. Dia mengerti arti ucapan sahabatnya itu.


"Aku bisa menahanya. Batin Javier.


Setelah menyaksikan adegan yang tidak berfaedah itu.


Akhirnya asistennya Cedro memberikan beberapa berkas untuk Meriya.

__ADS_1


"Nyonya, Disini tertulis beberapa tugas Nyonya kedepan.


Ucap Cedro.


__ADS_2