
Dia tidak bisa membayangkan.
Perasaan adiknya yang sangat hancur karena lamaranya di tolak.
Cedro asisten Javier sedikit heran. Jika ingin menyiksa Meriya, tidak harus menikahinya. Banyak cara untuk menyiksa wanita itu.
Cedro tidak menyukai rencana Tuannya itu.
Dia ingin protes, Tetapi dirinya tidak punya nyali.
Apalagi saat ini Tuanya itu sedang menahan amarahnya. Cedro tidak mau menjadi sasaran empuk laki-laki itu.
"Baik Tuan. Ucap Cedro.
Meriya memandangi kamar terbarunya.
Dia tidak menyangka dalam satu bulan ini, dirinya sudah beberapa kali berpindah-pindah.
Seumur hidupnya dia tidak membayangkan hal seperti ini terjadi.
"Apa yang akan ku lakukan.
Bisik Meriya. Pikiranya sungguh buntu saat ini.
Meriya keluar dari kamarnya.
Di taman samping dekat Paviliun para maid, Meriya melihat para maid sepertinya sedang istirahat sambil menikmati beberapa cemilan.
"Hallo semuanya, sapanya sambil menunduk sopan.
Tiba-tiba saja para maid yang awalnya sedang menikmati cemilanya. Langsung bubar. Sedikit banyaknya mereka sudah tau bahwa wanita yang saat ini menghampiri mereka, akan menikah dengan Tuannya yang sangat kejam itu. Walaupun pernikahannya Tertutup. Wanita itu tetap Nyonya di Mansion ini.
"Kenapa kalian pergi.?
Tanya Meriya sambil menahan pergelangan tangan seorang wanita yang lebih Tua darinya.
"Maaf Nona. Kami ingin melanjutkan pekerjaan kami. Ucap wanita itu dengan hati-hati sambil melepaskan tanganya.
"Aku pelayan baru di Mansion ini,
"Namaku Meriya, Dua bulan lagi umurku genap dua puluh dua tahun.
"Senang bertemu dengan kalian.
Sapa Meriya sopan, Melihat para maid itu masih berdiri tidak jauh dari tempatnya.
Mereka semua terkejut.
"Sudah di nikahi, Di jadikan pelayan pula. Batin mereka.
"Jalan pikiran Tuan memang selalu lain dari pada manusia pada umumnya pikir mereka.
"Selamat bergabung Nona. Jawab salah seorang Wanita paruh Baya. Sungguh kasihan, jika tidak ada yang menyahut ucapan wanita muda ini. Pikir wanita paruh baya itu di dalam hatinya.
"Apa yang bisa ku lakukan, Kebetulan aku baru pertama kalinya bekerja disini.
Ucap Meriya sopan. Dia sangat senang para pelayan di Mansion itu sepertinya baik-baik dan ramah-ramah tidak seperti Tuannya.
"Maaf mengganggu Nona.
"Bisakah Aku meminta waktu Nona sebentar? "Aku akan membawa Nona berkeliling Mansion ini.
"Biar Nona bisa sedikit mengenali Mansion ini.
__ADS_1
Ucap kepala pelayan Mansion itu tiba-tiba.
"Bisa Pak..
Jawab Meriya tersenyum senang.
Meriya di bawa keliling-keliling Oleh kepala Pelayan.
Meriya terkagum-kagum melihat pemandangan Mansion itu.
Di belakang Mansion itu terdapat perkebunan anggur yang sangat luas. Sejauh mata memandang, Batas kebun anggur itu tidak terlihat.
Kepala pelayan mengatakan Tuannya Javier Lazzaro memiliki pabrik anggur sehingga, perusahaannya juga mengeluarkan produk anggur yang berkualitas tinggi.
Meriya sungguh terkejut mendengarnya.
Melihat kebun anggur yang begitu terawat dan sejuk. Dia yakin buahnya pasti sangat manis dan juga enak.
Selain itu ada juga beberapa tanaman organik yang di tanam khusus, Untuk di konsumsi sehari-hari.
Semua jenis sayuran lengkap di sana.
Bahkan Beberapa buah-buahan juga tertanam di di perkebunan itu.
Meriya sungguh memuji hidup sehat sang majikanya yang baru. Dia juga beruntung. setidaknya dia kecipratan sedikit makanan sehat itu.
Hampir tiga jam Meriya berkeliling di sekitar Mansion. Membuat kakinya terasa pegal. Dia tidak menyangka Mansion itu sangatlah luas. Bahkan belum semua Meriya jalani karena ada area-area tertentu. karena Khusus tempat binatang-binatang buas.
Meriya bergidik ngeri saat kepala pelayan itu memberitahunya.
Ternyata majikan barunya juga mempunyai hobby yang unik, Yang suka memelihara binatang-binatang Buas.
"Untuk hari ini, Nona, Tidak usah bekerja. Lebih baik mulai besok saja Nona.
"Dan jangan lupa, Nona juga harus menghadiri pernikahan Nona dengan Tuan Javier. Ucap kepala pelayan. Bahkan dirinya sedikit kaku mengatakanya.
Karena seperti itu pesan sang Tuan besarnya.
Dia juga menyampaikan seperti itu juga kepada calon Nyonya Lazzaro itu.
"Apa aku serius akan menikah dengan Tuan Javier ?
Tanya Meriya masih terkejut.
Dirinya tidak menyangka menikah secara mendadak.
Dan yang menikahinya adalah sang majikanya sendiri.
Tanpa ada pesta atau foto prewedding. Seperti yang pernah di lihatnya di beberapa acara pernikahan.
Boro-boro acara prewedding. Bahkan Meriya tidak tau model baju pengantinya seperti apa.
Selama ini Meriya selalu bercita-cita akan menikah dengan laki-laki yang di cintainya, dan merayakan pesta pernikahannya yang lumayan mewah.
Tetapi Kini cita-citanya itu harus terkubur rapat-rapat.
"Baik Pak.
"Terimakasih Pak.
Balas Meriya sambil menunduk lesu.
Tidak ada binar ke bahagiaan di wajahnya, saat akan menikah sosok yang berkuasa itu.
__ADS_1
Meriya tiba di kamarnya dan langsung menghempaskan tubuhnya di kasur empuk itu.
"Besok aku menikah dengan Tuan Javier.
"Tuhan. Apakah jalan seperti ini memang yang harus kulalui?
Tanya Meriya.
" Sejak Lahir, Aku sudah di tinggalkan ibu. Bahkan tubuhku masih membutuhkan Asinya.
"Aku Mempunyai Ayah, tapi tidak bertanggung jawab.
"Sekarang aku menikah dengan laki-laki yang tidak aku Cintai.
"Entah apa salahku, Sepertinya Majikan baruku tidak menyukaiku.
Adu Meriya kepada Sang Pencipta.
Matanya berkaca-kaca.
"Aku hanya bisa menjalani sesuai kekuatanku Tuhan.
"Aku mohon, jika aku sudah tidak sanggup lagi.
"Akhirilah semua ini.
Ucapnya serak, Air matanya sudah mengalir dari bola mata abu-abu itu.
Meriya merasakan Tuannya Javier, seperti mempunyai dendam tersembunyi kepadanya .
Meriya binggung, Kenapa Tuannya itu mempunyai dendam kepadanya. Seingat Meriya dia belum pernah bertemu dengan Tuannya Javier, Apalagi sampai menyinggungnya.
Setelah lelah berkeluh kesah kepada Sang Kuasa.
Meriya tertidur. Dia selalu saja seperti itu. Dia akan tertidur jika sudah kelelahan menangis.
Kepala pelayan sudah sejak tadi membangunkannya untuk makan malam.
Tetapi karena Meriya tidak menyahut akhirnya kepala pelayan menyerah.
Javier duduk tenang di meja makan itu.
Matanya melirik kesana-kemari, Yang di carinya tidak ada.
"Kemana Dia pergi? Suara baritonya menyentuh indra pendengaran semua pelayan yang ada di dekat ruang makan itu. Mereka akan stay berdiri mendampingi sang majikan menikmati makananya.
"Maaf Tuan.
"Aku sudah mencoba beberapa kali mengetuk kamar Nona.
"Tetapi tidak ada sahutan dari dalam.
"Aku yakin Nona pasti kelelahan setelah jalan-jalan seharian keliling-keliling Mansion ini Tuan.
Jawab kepala pelayan.
Dia takut jika Tuannya itu marah.
"Ambil kunci kamarnya. Aku sendiri yang akan membukanya.
Ucap Javier dengan wajah dinginya.
Javier mengetatkan rahangnya.
__ADS_1
Bisa-bisanya Pelayan baru itu sudah malas-malasan di hari pertama Dirinya bekerja.
Pikir Javier. Dia akan menyiksa perempuan itu malam ini juga.