
Kerajaan Langit ...
Putri Bintang belum sadar kembali, kini raja dan ratu bingung kenapa Putri Bintang belum sadar sedangkan 2 bulan lagi kita akan perang, karena surat pernyataan perang sedang terkirim ke kerajaan kecil barat.
" Putri, kapan anda akan sadar? Maafkan hamba Putri, karena anda menyelamatkan hamba tuan putri tenggelam, Tolong lah Putri bangun lah " Seorang dayang setia Putri Bintang
" Tuan Putri Cahaya tiba ... " suara penjaga dari luar
" Hormat kepada Tuan Putri Cahaya ... " dayang memberikan hornat
"Baik, tolong semua dayang keluar dari ruangan ini, biarkan saya berdua dengan adik saya " perintah tuan Putri Cahaya
" Ampuni hamba Tuan Putri, hamba tidak bisa meninggalkan Tuang Putri Bibtang, ini adalah perintah Ratu " penolakan dayang Putri Bintang
" Berani nya kau ... " Putri cahaya mengayungkan tangan ke dayang hendak memukul dayang
" Ratu Kerajaan Langit tiba ... " suara penjaga dari luar
" Kali ini kau selamat! Dasar manusia rendahan " ucap kasar Putri Cahaya
" Hormat kepada Ibunda ... " salam dari Putri Cahaya
"Hormat kepada Ratu ... " para dayang memberikan hormat
" Putri Cahaya, kau ada disini? " tanya Ratu
" Benar Ibunda, hamba sangat menyayangi Putri Bintang pastinya hamba berada disini untuk nya Ibunda .. " senyum kepedulian di tunjukkan kepada Ratu
" Sangat beruntung kerajaan kita memiliki Putri - Putri yang saling menyayangi ... " kebanggaan Ratu
" Terima kasih Ibunda, ini kehormatan bagi hamba .. " kata Putri Cahaya
" Tabit tiba ... " suara penjaga dari luar
" Tabit sudah tiba, ini yang saya tunggu ... " Ratu berjalan membuka pintu tabit
" Ratu? " tabit kaget ada Ratu " Hormat hamba Ratu ... " memberikan hormat
" Tabit cepat lah kau meriksa Putri Bintang, apakah dia akan siuman lagi seperti kemarin? " Ratu yang tidak sabar
" Apa? Putri Bintang siuman? " tanya Putri Cahaya tidak tahu kebenaran
" Benar Putri, kemarin Putri Bintang sempat bicara namun dia sedikit aneh dan tidak sadarkan diri lagi ... " kata tabit kerajaan
" Oh Bagus lah adik ku sudah mulai siuman " berpura - pura senang. Putri Cahaya belum mengetahui jika Putri Bintang sudah sadar, Putri Cahaya selalu bersandiwara depan Raja dan Ratu bagaikan dia adalah kakak yang sangat menyayangi adik nya
__ADS_1
Tabit memeriksa Putri Bintang " Ratu, Putri sudah baik - baik saja, kita hanya menunggu sampai Tuan putri sadar Ratu " kata Tabit
" Sampai kapan saya harus menunggu tabit? " tanya Ratu
" Maafkan hamba Ratu. Hamba belum bisa memastikan kapan Tuan Putri bisa sadar lagi " ucap tabit
" Baik lah, saya sangat berharap Putri Bintang segera sadar " Ratu
" Ibunda , maafkan hamba, hamba ada yang harus dikerjakan di istana kediaman hamba, boleh kah hamba lebih dahulu pergi Ibunda? " Putri Cahaya ingin pergi duluan
" Iya Putri, sering lah berkunjung ke istana Ibunda .. " ucap Ratu
"Baik ibunda, waktu kosong hamba akan bermain di istana Ibunda " ucap Putri cahaya
Putri Cahaya kembali ke istana kediaman nya, Ratu dan tabit masih di kamar Putri Bintang, Ratu ingin Putri Bintang segera sadar.
*Kediaman Selir Cahaya ...
" Ibunda ... Ibunda ... " Putri Cahaya mencari Ibunda nya ke kamarnya
" tuan Putri cahaya tiba ... " penjaga
" Ada apa lagi dengan dia? Apa tidak tahu hari ini saya tidak ingin di ganggu? " Selir Cahaya mengatakan pada dayang nya
" Ibunda !! Ibunda tahu Putri Bintang sudah siuman ...? " Putri Cahaya memberi tahu Ibunda nya
" Apa? " bangun dari perawatan wajahnya " Bagaimana bisa gadis itu sadar? Kita kan sudah pastikan dengan tabit bahwa dia tak akan sadar? " ucapan Ibunda
" Bukan tabit kita, aku melihatnya beda " Putri cahaya kesal
" Selir, apa yang harus hamba lakukan? " tanya dayang
" Kita harus memberikan dia dukungan, agar orang lain seistana merasa kita sangat peduli " ucap Selir
" Ibunda! Sampai kapan kita akan dijajah oleh Putri Bintang? Jika dia sadar dia akan menyiksa kita lagi " kata kesal dan amarah Putri Cahaya
" Hentikan! Ibunda lebih tahu dari siapa pun, lebih baik kau kembali kediaman mu, jika ada yang melihat kau disini bisa kacau lagi " kata Selir
" Ibunda! " suara Putri Cahaya kesal
" Turuti apa yang Ibunda katakan Putri " ucap dayang
" Terserah, aku lelah dengan semuanya " ucap Putri Cahaya sambil berjalan pergi dari kediaman Selir
Selir berpikir dia memberikan obat kepada tbit yang sudah di utus nya setiap hari agar Putri Bintang tidak sadar, namun faktanya dia bisa sadar. Selir dibantu dayang untuk melakukan semua rencana jahatnya untuk Putri Bintang.
__ADS_1
*Flash back ...
" Selir yang jahat berani nya kau melihat ku? " Putri Bintang yang lewat depan selir tidak memberikan hormat saat pesta tahunan rakyat
" Lancang kau! Kau itu tak pernah memiliki etika sebagai seorang Putri " ucap Selir yang kesal karena Putri Bintang tak pernah sopan dengannya
" Jika aku naik tahta, kau dan Putri licik mu akan aku musnahkan " Putri Bintang
" Putri , ... " seorang dayang Selir menegurnya
Tesssss ... suara tebasan pedang ....
" Putri Bintang mohon ampun, berikan kemurahan hati anda Tuan Putri " semua berlutut kecuali Selir
Putri Bintang menebas dayang yang bernada tinggi " Selir kenapa kau bergetar? " tanya Putri Bintang yang tangannya terkena darah
" Kau ... " Selir kesal
" Selir mari kita pergi sebelum kita semua habis di tangan Putri " seorang dayang berbisik kepada Selir
" Pergi lah, sebelum kau juga bernasib sama " Putri Bintang sambil membersihkan pedangnya
Semenjak kejadian itu Selir menjadi semakin membenci Putri Bintang.
* Kediaman Putri Cahaya
" Kenapa Ibunda tidak bisa membereskan hal sepele ini, aku sangat membenci mu Putri Bintang. Kau akan merasakan semua yang pernah aku rasakan, harusnya kau mati tapi kenapa kau masih bisa hidup? Harusnya kau tak sadar tapi kenapa kau masih bisa sadar? " kekesalan Putri Cahaya
" Putri, kau harus bersabar, dia sangat kejam tidak akan ada rakyat memilih dia walau dia pintar, bisa perang, cantik namun dia kejam Putri " dayang setia Putri Cahaya
" Kau tak usah menggurui ku, hal itu aku sudah tahu, tapi aku heran kenapa Ibunda tidak mengambil tindakan yang tegas dengan Putri Bintang? Padahal tujuan kita sama! " ucap Putri Cahaya
" Putri, hamba ada ide! " ucap dayang Putri Cahaya
" Apa? " tanya Putri Cahaya
Putri Cahaya dibisikkan sesuatu rencana untuk membuat Putri Bintang lebih lama tidur dan sampai perang terjadi. Putri Cahaya senang dengan ide yang diberikan dayang nya.
" Ide mu bagus, laksanakan malam ini di istana Putri Bintang, kita harus buat dia tak pernah sadar, dia boleh hidup tapi tak akan pernah sadar dengan hal ino Ayahanda akan memberikan gelar Putri Mahkota pada ku yang sehat, aku akan menguasai semua, aku akan buat Ratu dan anaknya di asingkan " dengan senyum licik nya Putri Cahaya
" Baik Putri, hamba akan laksankan dengan hati - hati dan akam hamba pastikan dia tidak pernah bangun Putri " dayang Putri Cahaya
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Kehidupan Sebelumnya". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
__ADS_1