
Putri Bintang senang belajar bela diri, sedangkan Bintang lebih suka pada sastra yaitu kelembutan. Semua yang pernah di lakukan Putri Bintang dulu adalah suatu kesengsaraan yang dirasakan Putri Bintang, dia ingin menjadi wanita yang lembut namun semua mustahil dengan orang sekeliling ingin kematian Putri Bintang.
" Putri Bintang, anda paling jago memanah, apa anda ingin mencoba lagi? " tanya Panglima Yama
" Aku nggak ingin memanah, apa boleh kita istirahat saja, besok pagi kita harus melanjutkan perjalanan jadi aku ingin istirahat saja " ucap Bintang yang menghindar dari latihan memanah
" Baik lah, tapi apa kau yakin tidak latihan? " tanya Panglima Yama
"Hmmm aku yakin, aku akan kembali ke kediaman ku saja " ucap Bintang kembali
" Tunggu! " menahan tangan Putri Bintang
" Ada apa Deon? " ucap Bintang tanpa sengaja
" Deon? Siapa Deon? " Panglima Yama bingung
" Maaf, aku hanya salah bicara, lupakan saja " ucap Bintang
" Baik lah, istirahat lah sepertinya anda benar - benar lelah " ucap Panglima Yama
" Baik lah " Bintang kembali di temani dayang
Sesampai Bintang di kediaman, dia merasa lelah, Bintang pun lekas tidur, dia ingin menyiapkan dirinya untuk keberangkatan esok hari.
* Dalam mimpi
" Tuan Putri hentikan " Putri Bintang membunuh seseorang di kerajaan
Bintang melihat dirinya penuh dengan darah.
" Aku akan bunuh semua " ucap Putri Bintang
" Putri Bintang " seseorang tidak jelas memanggil
Jangan lakukan itu, kenapa Putri Bintang begitu kejam dalm pikiran Bintang
Tesss ... suara pedang mengenai seseorang dayang.
" Hentikan! " Teriakan Putri Bintang
Bintang tidak bisa bicara dalam mimpi itu, dia hanya bisa menyaksikan banyak orang yang banyak terbunuh. Bintang ingin bangun dari tidurnya namun dia juga tidak bisa gerak.
" Aku hancur jika aku tidak kejam , semua orang di istana berlomba - lomba ingin membunuh ku, apa aku harus lemah? " ucap Putri Bintang
" Anak ku, berubah lah, aku yakin kau bisa mengendalikan walau tidak dengan kekejaman " ucap seseorang yang Bintang susah lihat
__ADS_1
" Ibu, aku harus diam dan mengikuti arus kah? " tanya Putri Bintang
" Maaf kan , sudah waktu nya aku pergi " menghampiri Putri Bintang dan berubah menjadi Panglima Yama dengan pedang
" Putri ... " teriakan Bintang yang tak bisa di dengar oleh Putri Bintang
Putri Bintang tertusuk, Panglima Yama tertawa, " berubah lah, aku akan membunuh mu " Panglima Yama menatap Bintang dengan mata yang sadis dan tangan penuh darah.
" Tidaaaaakkkkkk " Bintang teriak dan bangun dari tidur
" Putri Bintang? " dayang yang mencoba membangunkan Putri bintang
" Aku takut " Bintang ketakutan
" Apa yang terjadi Putri? Kenapa Putri kembali berteriak seperti ini? Apa Putri mimpi buruk lagi? " tanya dayang
" Maksud mu? Apa ini bukan pertama aku seperti ini? " Bintang bingung
" Sebelum nya Putri selalu setiap malam berteriak karena mimpi buruk itu, bahkan Putri pernah luka akibat mimpi, Putri mengatakan di mimpi di tusuk dan kenyataan terjadi, Putri selalu menutupi ini dan mengobati sendiri " kata dayang
" Apa? Jadi ini seperti kutukan bukan mimpi biasa? " tanya Bintang
" Benar Putri, apakah Putri terluka lagi? " tanya dayang
Bintang mengecek seluruh badan nya namun tidak ada luka " Aku tidak ada luka " ucap Bintang
" Aku takut tidur, dayang aku mau tanya boleh? " ucap Bintang
" Putri mau bertanya apa? " tanya dayang
" Kenapa semua orang membenci ku? dan kenapa banyak orang ingin membunuh ku? Apa aku pernah berbuat jahat sebelum aku kejam? " tanya Bintang
" Sebenarnya, Tuan putri adalah gadis kecil yang polos dan sangat cantik tapi Putri berubah saat Putri melihat mimpi ini, Putri berkata tidak mau bernasib sama dengan mimpi buruk itu " ucap dayang
" Menurut mu, apakah aku harus kejam atau tidak? " tanya Bintang
" Jangan Putri, lebih baik Putri tidur " ucap dayang yang merasa lelah
" Baik lah " Bintang
Bintang tidak bisa kembali tidur, Bintang keluar dari kamar nya dan duduk di luar seorang diri, Panglima Yama melihat Bintang sendiri dan menghampiri Bintang.
" Putri, kenapa anda tidak tidur? " tanya Panglima Yama
Bintang berpikir apakah mungkin dia akan membunuh dirinya seperti mimpi itu dan apa mungkin Panglima Yama dan Deon sama yang menghianati Bintang jika sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.
__ADS_1
" Putri? Kenapa anda bengong? " tanya Panglima Yama
" Maafkan aku, aku lagi ingin sendiri " ucap Putri Bintang
" Putri, kau sudah mengenal ku lama, biarkan lah aku menemani mu " ucap Panglima Yama
" Apa kamu akan melindungi ku? " Bintang bertanya
" Maksud Putri? Hamba akan serahkan nyawa hamba untuk Tuan Putri " Panglima Yama berlutut
" Apa omongan mu bisa aku pegang! " tanya Bintang
" Apakah Putri tidak percaya? Dan apa yang Tuan Putri inginkan untuk percaya hal itu semua? " Panglima Yama
" Aku nggak tau harus percaya siapa " kata Bintang
" Maafkan hamba Putri, mungkin Putri tidak percaya, karena hamba adalah sepupu Putri Cahaya, tapi hamba tidak pernah ingn mencelakan Putri, hamba akan melindungi Putri dengan nyawa hamba " Panglima Yama
" Jika aku kejam dan jahat apa kau tetap melindungi aku? " tanya Putri Bintang
" Hamba akan lindungi Putri bagaimana pun keadaan anda Putri, tapi jika boleh minta hamba mohon Putri menjadilah seorang Putri yang lembut dan bisa memimpin dengan benar bukan kekerasan yang seperti selama ini, anda adalah Putri yang baik hati bukan Putri yang kasar, cobalah mencari kepercayaan rakyat Putri " Panglima Yama
" Maksud mu kepercayaan rakyat? " Bintang
" Rakyat sangat menbenci kekejaman anda, selama ini banyak kutukan dan sumpah yang di tuju untuk anda, apakah anda merasakan itu? Semua menyalahkan anda yang membuat kehidupan mereka hancur, jadi tolong lah anda mencari kepercayaan rakyat yang bisa buat anda di cintai, hamba takut di kemudian hari anda di serang oleh rakyat sendiri " Panglima Yama
" Aku tahu itu, aku emang akan mengubah semua, tapi aku bingung harus dari mana " Bintang
" Aku setuju Putri berubah karena aku suka melihat Putri menjadi diri sendiri " Panglima Yama memandangi Bintang
" Kenapa kamu liatin aku? " tanya Bintang
" Aku sudah lama simpan perasaan ku, tapi aku tahu kamu akan menolak ku, kecuali aku buktikan bentuk perasaan ku ke Putri dan aku sadar aku hanya orang rendahan mana bisa mendampingi Putri " Panglima Yama masih memandangi Bintang
" Maksud mu? " tanya Bintang
" Aku " mendekatkan wajahnya ke wajah Bintang "aku memiliki perasaan berbeda dengan mu Putri " memandang wajah Bintang dengan sangat dekat
" Menjauh dari aku, aku nggak suka kayak gini " Bintang
Semakin dekat dengan wajah dan bibir Bintang " apa kamu nggak ada perasaan selama ini sama aku? Apa kamu nggak bisa merasakan perasaan ku? " tanya Panglima Yama
" Aku nggak tahu " merasa deg deg an seperti saat bersama Deon
Panglima Yama langsung mengecup bibir Bintang dengan waktu cukup lama, Bintang yang tiba - tiba di cium kaget dan diam, Bintang nggak tahu harus bicara apa, Panglima Yama hanya mengecup Bintang dan memegang tangan Bintang seakan tidak ingin melepaskan nya.
__ADS_1
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Kehidupan Sebelumnya". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^