
Deon merasa hancur, Hari ini juga merupakan hari penting untuk Deon, Hari ini akan ada kenaikan jabatan namun semua keputusan akan ada di tangan Bintang. Meeting akan mulai 1 jam lagi.
Bintang masuk keruangan rapat dengan direktur utama, komisaris, president dan para pemegang saham.
President “Bagaimana Bintang siapa saja kandidat yang bisa kita naikan posisi menjadi Direktur Pemasaran?”
Bintang “Sesuai kesepakatan kami yaitu Direktur Utama, Komisaris dan saya ada beberapa kandidat yang sudah kami tentukan, namun kita harus kaji kembali apakah mereka dapat kita promosikan atau tidak. Semua keputusan akan ada di tangan president dan para pemegang saham”
Direktur Utama “Selama ini tim penilai kami adalah Bintang tuan - tuan.”
Komisaris “Mungkin yang bisa kita pertimbangkan adalah Saudara Deon.”
Bintang “Mohon maaf sebelumnya, setelah saya melihat dan kaji kembali, kita harus melihat kandidat lain , karena menurut saya Deon belum bisa bekerja dengan baik, selama ini dia penuh mendapatkan bantuan dari petinggi - petinggi lainnya. Dan mohon maaf sebelumnya mereka melakukan itu karena melihat Deon adalah kekasih saya,”
Pemegang saham “Bagaimana ini, kenapa di perusahaan ada skandal , jika ini sampai keluar akan jelek nama perusahaan kita bagaimana kita akan menyelesaikan masalah ini.”
Bintang “Mohon maaf sebelumnya ada yang harus semua tahu, saya dengan Deon sudah putus dan tidak ada hubungan apa pun lagi, jadi jangan dipedulikan dia, kita akan melihat secara keseluruhan semua kandidat yang memang berkompeten terhadap jabatan ini.”
President “Oke saya simpulkan dalam waktu seminggu kalian bisa nilai dengan benar para kandidat jangan melihat mereka dekat dengan siapa, kita harus bersih dalam pemilihan karena ini akan menjadi maskot untuk perusahaan ini, jadi kejujuran kalian yang saya nanti.”
“Baik Pak.” Bintang, Direktur Utama dan Komisaris
Semua para pemegang saham dan president pergi meninggalkan ruangan rapat. Deon yang melihat dari kejauhan sangat takut jika Bintang tidak memilih nya lagi “Bagaimana ini, semua sudah hancur, bodoh diri ku, harusnya setelah semua ada di tangan ku, baru aku buat dia menderita, kenapa jadi kacau begini!!!” penyesalan Deon
Di Ruang rapat kini hanya bertiga, mereka masih melanjutkan rapat.
Komisaris “Saya mau kalian bereskan ini, saya mau kalian berdua menilai ini dengan benar”
Bintang dan Direktur “Baik Pak”
Rapat pun bubar. Bintang kembali ke ruangan , Bintang mulai membuat Key performance indicator untuk masing - masing kandidat. Bintang tahu ini adalah impian Deon mendapatkan posisi ini, namun Bintang akan menghancurkan semua impian Deon.
Jam kerja pun berakhir, Deon belum bisa pulang karena Deon masih banyak menyelesaikan tugas yang akan mendapatkan nya penilaian dimana dia akan pantas untuk promosi atau tidak. Bintang yang sangat cuek menganggap tidak mengenal Deon dan langsung pergi untuk pulang. Kantor sudah sepi, Deon seorang diri menyelesaikan tugas nya, walau Deon bingung akan tidur dimana dan naik apa karena mobil sudah tidak ada , Deon pun stres dengan pekerjaan yang menumpuk, selama ini dia selalu santai di bantu oleh Bintang.
tepat pukul 9 malam, Deon sudah sangat kelelahan , dia memutuskan untuk pulang dengan bus umum ke rumah temannya, Deon tidak sengaja mendengar suara berisik dari ruangan Direktur.
__ADS_1
“Ah Ah Ah … Sangat memuaskan” suara laki - laki
“Nikmati saja, hanya kita berdua yang di kantor” suara wanita
“Bagaimana aku bisa melupakan mu, kamu tetap di hati ku sayang” kata laki - laki itu
“Cukup kita berdua yang tahu bahwa kita pernah menjadi sepasang kekasih” kata wanita itu sambil mendesah kecil
“Aku sangat menikmati , sedikit lagi keluar, goyang lah lebih keras! uh uh shit” kata laki - laki itu
“Ah, ah ah nikmat banget … aku gak bisa merasakan nya terlalu nikmat.” kata wanita
Deon yang mengintip melihat direktur dengan istri komisaris bermain, Deon memiliki ide yang sangat cemerlang untuk membuat dirinya mendapatkan posisi dan mengubah kehidupannya.
“ini adalah kesempatan ku untuk mendapatkan apa yang seharusnya.” memfoto semua
Deon kembali ke ruangan nya dan menunggu mereka akan pulang. Istri komisaris sudah keluar dari ruangan direktur dan pulang, Deon langsung bergegas mengetuk pintu direktur.
“Tok … Tok … Tok …” Deon mengetuk pintu ruangan direktur
“Permisi Pak,” kata Deon
“Deon? Semenjak kapan kamu di kantor? Bukannya semua sudah pulang?” sedikit merasa takut Direktur
“Jangan panik dan takut Pak, saya kesini mau menyerahkan pekerjaan saya.” kata Deon sambil memberikan berkas - berkas pekerjaan Deon yang belum selesai
“Besok aja kamu serahkan ke Bintang.” kata Direktur
“Besok? Apa Bapak mau semua tahu?” mengancam
“Maksud kamu apa?” takut
“Tidak ada maksud, Bapak cek dulu dong pekerjaan saya.” kata Deon
“Deon saya sudah di tunggu istri di rumah, jadi kamu taruh saja, besok pagi saya cek.” Direktur
__ADS_1
“Saya tidak mau besok, saya mau hari ini.” kata Deon
“Deon !!!” Kesal dengan nada tinggi
“Sssttttt jangan berisik Pak, bagaimana kalau Pak Komisaris tahu bahwa istrinya bermain dengan Direktur Utama?” membuka yang dilihatnya
Direktur kaget dia tahu dan diam sejenak “Deon, saya mohon jangan memberitahu siapa pun masalah ini, ini akan jadi skandal , saya bisa di pecat bagaimana nanti nasib keluarga saya Deon.”
“Tenang pak, saya tidak akan mengadukan pada siapa pun , asalkan kita saling menguntungkan.” kata Deon
“Maksud kamu apa Deon?” Direktur
Bagi Deon ini merupakan kesempatan Deon untuk memanfaatkan Direktur yang sudah berbuat kesalahan untuk dijadikan suatu kesempatan untuk dia naik posisi. Dia sudah menggunakan segala cara untuk naik posisi namun semua dibantu Bintang selama ini, sedangkan saat ini dia harus mencari caranya sendiri agar tetap bisa naik posisi.
"Bapak jangan pura - pura bodoh, Bapak pasti tahu apa yang saya inginkan selama ini, dan bagaimana hubungan saya dengan Bintang pastinya yang saya inginkan tidak akan terwujud lah Pak." Kata Deon
"saya sangat tidak mengerti dengan maksud mu, jika kamu melakukan pemerasan maka percuma saya bukan orang kaya raya." kata Direktur
"Saya tahu Bapak bukan orang yang cocok untuk saya peras dalam ekonomi, tapi Bapak sangat berpengaruh jika menaikkan posisi saya." kata Deon
"Apa? Maaf Deon , saya tidak bisa bantu, jika saya manaikkan kamu di posisi itu artinya saya akan bertanggung jawab atas pekerjaan mu, saya tahu selama ini semua pekerjaan kamu dibantu oleh Bintang, namun kalau saya bantu kamu sekarang otomatis saya juga akan membantu semua pekerjaan kamu, syaa tidak mau menaikkan posisi orang yang memang tidak memiliki keahlian apa - apa." penolakan Direktur
Deon geram dan kesal karena diremehkan, semua orang artinya sudah tahu bahwa Deon tidak bisa apa tanpa Bintang "Jika anda tidak menaikkan saya dalam posisi itu, maka semua foto akan tersebar." ancaman Deon
"Hentikan, saya mohon Deon jangan membuat saya dilema dengan semua keadaan ini, saya emang bersalah tapi janga lah kamu hukum saya Deon." Direktur memohon kepada Deon
"Saya tidak minta banyak ke Bapak, saya hanya minta posisi, apa sih susahnya Pak?" Deon
Direktur hany diam dan memikirkan nya kembali, terlalu banyak resiko yang akan dihadapi jika menolah yang Deon minta , namun jika menerima permintaan Deon maka karirnya juga dipertaruhkan di perusahaan. semua orang tahu selama ini Deon bekerja tidak benar, semua yang melakukan pekerjaan Deon adalah kekasihnya Bintang. Jika Direktur menerima Deon untuk menjadi Direktur otomatis Deon tidak akan mengerjakan apa pun dan Direktur lah yang akan menyelesaikan semua pekerjaan Deon. Ini adalah dilema yang harus dia ambil dari kesalahan dan keliicikan Deon.
__ADS_1
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Kehidupan Sebelumnya". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^