
" Siapa yang berani bicara lancang dengan Putri Bintang? " Putri Bintang berteriak
" Aku Bintang dari masa depan mu, kamu sudah hancurkan diri mu sendiri di masa depan! " Bintang bicara yang di dengar Putri Bintang
" Berani nya kau! Jika aku menemukan mu akan ku cabit - cabit tubuh mu! " kata Putri Bintang
Dari kejauhan terlihat seorang pria datang untuk menghentikan semua kelakuan Putri Bintang, namun saat dia nenghampiri Putri Bintang, pria itu terpanah oleh musuh. Bintang yang melihat itu tiba - tiba menangis tanpa sebab, Bintang bingung mengapa dia menangis melihat orang itu nati padahal dia tak mengenal nya.
" Hentikan !!!!!!! " teriakan Bintang sangat panjang
Tama yang masih di luar sangat kaget mendengar suara teriakan Bintang, Tama segera masuk dab melihat keadaan Bintang. Tama membangunkan Bintang. Bintang pun terbangun dari mimpi nya.
" Ada apa Bintang? " tanya Tama
" Aku ... Aku ... bermimpi buruk, aku tak tahu itu apa? " Bintang sambil takut dan sedih
" Sudah, jangan dipikirkan itu hanya mimpi, mimpi adalah bunga tidur buat kita " ucap Tama menenangkan
" Tapi !! " Bintang masih ketakutan
" Sekarang lebih baik kita istirahat, besok kita lanjutkan misi kita " ucap Tama
" Baiklah " Bintang kembali tidur namun dia masih merasa takut jika bermimpi hal tadi, dia tidak mau melakukan kesalahan Putri Bintang sebelumnya
*** Pagi Hari ***
Bintang dan Tama bangun di siang hari, semua orang sudah mulai menyelesaikan pekerjaan di ladang.
" Kalian baru bangun? " tanya ibu tua
" Ya ampun , ini sudah terik banget Tama? " Bintang melihat matahari sudah tinggi
" Apa kita kesiangan? " tanya Tama polos
" Tidak apa, kita juga sudah selesai di ladang! " suami ibu tua
" Sudah tidak apa, tapi apa kalian bisa bantu mencari bibit di pasar desa? " tanya ibu tua
" Tentu bisa, apa ada catatan dan contoh? " tanya Bintang yang belum pernah
__ADS_1
" Tentu contoh tanaman nya akan ibu berikan, tapi kalau catatan kami tidak bisa, disini yang boleh belajar menulis dan membaca yaitu orang - orang berdarah biru atau pejabat " ucap Ibu Tua
" Bukan nya Raja yang baru sudah menentukan sejak dia diangkat menulis dan membaca adalah hak setiap orang? " tanya Tama
" Ya mungkin Raja jahat itu menulis hal itu di pengumuman tapi belum sehari sudah di cabut dan di ganti lagi " ucap suami ibu tua
" Mana mungkin! " Tama tidak percaya
" Sudah lah kenapa kita bahas orang yang tidak pernah memikirkan rakyat nya, lebih baik kalian jalan sekarang, karena ini sudah siang biar kalian tidak sampai sini kemalaman " ucap Ibu Tua
" Baik Bu, Kami berangkat Sekarang " Bintang mengalihkan kekesalan Tama
" Tapi, ini belum selesai Bintang " ucap Tama
Sambil berjalan " Sudah lah, kita harus terima dulu, kita belum tahu siapa yang melakukan hal ini sama kamu " ucap Bintang
" Bagaimana bisa tenang , nama baik ku sedang di pertaruhkan " ucap Tama sambil berjalan
Bintang senyum kecil " kamu kayak anak kecil banyak mengeluh " ucap Bintang
" Enak aja kamu bilang " Tama mengejar Bintang yang sambil berlari
Bintang yang berasal dari masa depan masih bingung dengan benda - benda aneh yang ada di pasar. Mereka membeli bibit yang diminta Ibu tua, mereka pun melihat rakyat sangat bahagia. Seketika kebahagian rakyat padam. Prajurit datang menghampiri pasar dan membuat sebuah pengumuman.
" Titah Kerajaan Barat ... " ucap Prajurit
Semua rakyat berkumpul termasuk Tama dan Bintang sambil bersembunyi di belakang rakyat lainnya.
" Ada apa lagi ini! " suara rakyat yang seperti sudah biasa mendapat titah kerajaan
" Raja Barat sedang melakukan perjalanan ke Kerajaan Langit bersama Putri Kerajaan Langit. Mereka akan pergi dalam waktu cukup lama, semua titah kerajaan, bayar upeti dan pengadilan akan diputuskan oleh para pejabat menteri. Untuk titah kerajaan pertama kalian rakyat harus naik membayar upeti agar kerajaan bisa membuat senjata dalam perang melawan Kerajaan Langit. Jika ada yang melanggar dan tidak membayar akan di penggal saat itu juga " ucap prajurit
" Raja tidak pernah memberikan perintah atau titah seperti itu. Raja hanya orang polos yang tidak mengenal kekejaman Kerajaan, saya yakin ini ada yang mendalangi dari semua titah yang tidak jelas. " Tama berbicara
Bintang menarik tama " Kamu bodoh? kalau mereka tahu kamu Raja apa kamu tidak dibunuh oleh rakyat? " tanya Bintang
" Aku tidak akan tinggal diam Bintang " ucap Tama
" bagaimana dia seakan tahu Raja, Raja emang dari diangkat seperti itu " ucap rakyat
__ADS_1
" Hay kau! Kau pulang lah kerumah orang tua mu! Kau tahu apa tentang kerajaan ini? " prajurit bernada tinggi
" Dimana Panglima Raja? Dimana Panglima kepercayaan Raja? Kalian semua jangan percaya, pengumuman yang sah adalah dari Panglima yang di utus oleh Raja " ucap Tama
" Dasar bocah sialan. bunuh anak itu! " kata prajurit
" Tunggu ! Kalian punya tanda pengenal dari kerajaan? " tanya Bintang pada para prajurit " Kalian semua apa pernah melihat pengumuman kerajaan yang sah? Menggunakan kain merah dengan tulisan emas? " tanya Bintang ke rakyat
" iya juga, dulu kan seperti itu! " rakyat mulai mengingat
" Kalian berdua! Tangkap mereka " ucap pemimpin prajurit
Para Rakyat mengambil senjata yang ada dan menghadang para prajurit menggapi Tama dan Bintang.
" Kalian semua? Minggir! " ucap Prajurit
Rakyat " kami tidak akan minggir, kalian berbohong! " ucap semua rakyat
" Tuan, kita harus pergi , jika kerajaan tahu maka kita akan ketahuan selama ini " ucap prajurit biasa kepada pemimpin nya
" Benar juga " ucap pemimpin prajurit " Awas kalian hal ini akan sampai ke kerajaan " mengancam rakyat
Mereka pun pergi, Rakyat merasa senang dan bersorak. Bintang dan Tama senang jika rakyat tidak akan di tagih dari titah palsu itu.
Tama berpikir, siapa yang membuat semua kekacauan ini, mengapa rakyat di peras seperti ini. Dia sadar di kerajaan banyak orang yang tidak bisa di percaya termasuk Ibu ratu yaitu ibu dari kakak nya yang sudah meninggal.
" Tama apa lagi yang kau pikirkan? " tanya Bintang
" Aku cuma masih bertanya siapa yang melakukan ini sama aku? " Tama lemas
" Sudah lah, di dalam dunia ini, ada yang suka sama kita dengan tulus, ada yang suka karena emang perlu, ada yang bersandiwara, ada yang memang jujur membenci kita " ucap bintang
" iya juga. ya sudah lah, kita kembali biar tidak kemalaman " Tama
Mereka pun kembali kerumah ibu tua dengan membawa bibit yang sudah mereka beli. Tama masih ada pikiran yang tadi sedangkan bintang ingin segera kembali agar tidak gelap.
Terima kasih sudah berkunjung dan membaca novel author "Kehidupan Sebelumnya". Jangan bosen menunggu episode selanjutnya ya. Jangan sampai lupa like, berikan bintang, favorit, kritik dan saran di kolom komentar sangat ditunggu author. ^u^
__ADS_1